Jurnal Geofisika Eksplorasi
Not a member yet
196 research outputs found
Sort by
MIKROFASIES DAN DIAGENESIS ANGGOTA BATUGAMPING FORMASI KUANTAN DI NGALAU BASUREK, SUMATERA BARAT, INDONESIA
Fomasi Kuantan merupakan batuan tertua pada terrane Sumatra Barat yang tersingkap di Ngalau Basurek, Sijunjung, Sumatra Barat. Penelitian tentang batugamping Formasi Kuantan masih relatif sedikit sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik mikrofasies dan diagenesis batugamping Formasi Kuantan. Penelitian dilakukan dengan membuat lintasan geologi disepanjang Goa Ngalau Basurek. Deskripsi petrografi digunakan untuk menentukan mikrofasies, zona fasies, dan diagenesis batugamping. Formasi Kuantan di Ngalau Basurek menunjukkan memiliki empat mikrofasies yaitu mudstone, coated bioclastic grainstone, peloid grainstone, dan batugamping kristalin yang dikelompokkan ke dalam standar mikro fasies 11. Lingkungan pengendapan Formasi Kuantan berada pada carbonate platform margin sand shoal (FZ 6). Terdapat dua lingkungan diagenesis dari batugamping Formasi Kuantan yaitu lingkungan burial-marine yang ditandai dengan mikrit yang mengalami neomorfisme menjadi sparit dan lingkungan meteoric vadose-phreatic yang ditandai dengan semen tipe blocky dan drusy yang mengisi rekahan pada batugamping. Lingkungan burial terjadi saat umur Karbon hingga Permian sedangkan lingkungan meteoric terjadi pada umur Trias hingga Kuarter
ANALISIS PETROFISIKA DALAM MENGIDENTIFIKASI ZONA POTENSI HIDROKARBON PADA FORMASI TUALANG DAN LAKAT
Well logging dapat digunakan untuk mengidentifikasi zona produktif, membedakan antara minyak, gas, atau air di dalam reservoar, dan memperkirakan cadangan hidrokarbon. Salah satu metode dalam pendekatan parameter karakterisasi reservoir yang cukup efektif adalah dengan menggunakan analisis petrofisika. Pada penelitian ini melakukan analisis petrofisika berupa analisis kualitatif serta analisis kuantitatif dengan tujuan untuk mengetahui nilai volume shale, porosity, dan saturasi air, kemudian menghitung ketebalan reservoir berdasarkan nilai net pay. Berdasarkan analisis kualitatif didapatkan 2 zona reservoir yaitu pada interval kedalaman 1112-1116m dan 1211-1219m. Berdasarkan analisis kuantitatif dihasilkan nilai volume shale pada zona reservoir A dan B yaitu 17,7 – 26,9% dan 8,5 – 16,6%, kemudian nilai porositas total pada zona reservoir A dan B yaitu 16,5 – 22,7% dan 23,1 – 25,9% sedangkan nilai porositas efektif pada zona reservoir A dan B yaitu 15 – 20,6% dan 22,6 – 25.7%. Kemudian, untuk nilai saturasi air total pada zona reservoir A dan B yaitu 34,4 - 42% dan 28,6 – 36,4%, sedangkan untuk nilai saturasi air efektif pada zona reservoir A dan B yaitu 23,1 – 25,9% dan 22,6 – 25,7%. Kemudian didapatkan ketebalan reservoir yang berisi hidrokarbon (netpay) yaitu sebesar 3,058 m yang berada pada Formasi Tualang. Maka zona reservoir yang memiliki prospek hidrokarbon terdapat pada zona reservoir A pada Formasi Tualang
IDENTIFIKASI STRUKTUR ILIRAN HIGH SUMATERA SELATAN BERDASARKAN ANALISA ANOMALI GRAVITY
Penelitian gayaberat di Lapangan Iliran High Sumatera Selatan dilakukan untuk mengetahui struktur bawah permukaan di daerah tersebut, khususnya adanya sesar naik dan naiknya batuan dasar di daerah ini berdasarkan pengolahan dan pemodelan data gayaberat. Lapangan Iliran High terletak 40 km barat laut Palembang. Lapangan Iliran High merupakan bagian dari struktur Blok Rimau. Hasil studi menemukan adanya pola anomali Bouguer tinggi di bagian tengah yang memanjang dari NW-SE sesuai dengan struktur tinggi di daerah tersebut. Sedangkan pola anomali rendah di bagian utara dengan garis kontur yang padat menunjukkan adanya struktur sesar. Anomali Bouguer residual tinggi di bagian tengah berarah NW-SE sesuai dengan struktur tinggian dan prospek minyak berat di Formasi Telisa yang muncul pada kedalaman <55 meter (Sumur Tala dan Sumur Taba). Analisis turunan vertikal kedua dan pemodelan ke depan menunjukkan adanya sesar naik dan batuan dasar tinggi di bagian Utara daerah penelitian memanjang dari NW-SE. Adanya sesar naik dan batuan dasar tinggi di bagian Utara konsisten dengan data geologi, seismik dan sumur
PEMODELAN TSUNAMI BERDASARKAN AMPLITUDO MAKSIMUM HISTORIS GEMPABUMI DI PESISIR JAILOLO SELATAN
Pangkalan data paleo-tsunami Indonesia mencatat tanggal 28 Juni 1859 terjadi gempabumi kuat di Laut Maluku dengan skala intesitas (MMI) IX dan menyebabkan tsunami di Teluk Sidangoli dengan ketinggian 10 meter. Laut Maluku memiliki pengaruh yang signifikan terhadap potensi terjadinya bencana tsunami di sekitar wilayah Halmahera termasuk Jailolo Selatan. Melihat adanya potensi bencana tsunami yang besar di wilayah Jailolo Selatan, maka perlu dilakukan strategi perencanaan mitigasi bencana tsunami yakni dengan pemodelan bahaya tsunami. Pemodelan bahaya tsunami dilakukan untuk mengetahui nilai amplitudo maksimum (Run-up) gelombang tsunami dengan menggunakan perhitungan numerik dari sofware Cornell Multi-Grid Coupled Tsunami Model (COMCOT) versi 1.7, nilai jarak maksimum yang dapat ditembus oleh air pasang ke daratan pada pantai yang datar (inundasi), dan nilai sudut kemiringan lereng (slope) dari pengukuran fotogrametri udara Unmanned Aerial Vehicle (UAV). Hasil Pemetaaan bahaya tsunami menghasilkan nilai amplitudo maksimum (Run-up) setinggi 4 meter dan wilayah yang terdampak akibat gelombang tsunami berjarak (inundasi) sekitar 310 meter dari garis pantai. Nilai rata-rata sudut kemiringan lereng (slope) di pesisir Jailolo Selatan adalah 22,90 dan termasuk lereng curam. Dan slope tipe curam cenderung menyebabkan peningkatan tinggi gelombang saat tsunami mendekati pantai, sehingga gelombang dapat menjadi lebih tinggi
ANALISIS KERENTANAN TANAH BERDASARKAN PENGUKURAN MIKROTREMOR DI DESA JATI MULYO, TANJUNG JABUNG TIMUR
Desa Jati Mulyo berada di Kecamatan Dendang Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang didominasi oleh gambut sehingga rentan terhadap penurunan muka tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kerentanan tanah serta distribusi nilai parameter mikrotremor. Pengukuran dilakukan menggunakan seismograf MAE A6000S sebanyak 36 titik yang tersebar di Desa Jati Mulyo. Analisis data mikrotremor menggunakan metode HVSR (Horizontal to Vertical Spectral Ratio) dengan menggunakan perangkat lunak Geopsy menghasilkan nilai parameter frekuensi alami (f0) dan amplifikasi (A0), selanjutnya perhitungan dilakukan untuk menentukan nilai indeks kerentanan seismik (Kg). Hasil penelitian menunjukkan rentang nilai frekuensi natural area penelitian berkisar antara 0,57 Hz hingga 9,12 Hz. Kemudian nilai faktor amplifikasi berada diantara rentang 1,87 hingga 7,54 dan nilai indeks kerentanan sesimik berada diantara rentang 0,80 hingga 33,44. Berdasarkan Hasil Penelitian, terdapat 3 zona kerentanan seismik pada daerah penelitian, yaitu zona rendah, zona sedang dan zona tinggi. Daerah penelitian di dominasi oleh zona tinggi yang mana hampir seluruhnya tersebar di kawasan penelitian. Hal ini dikarenakan wilayah penelitian merupakan endapan aluvial yang tertutup lahan gambut, maka terdapat bahaya penurunan muka tanah yang tinggi dan dan berpotensi terjadi kerusakan akibat gempabumi
EVOLUSI TUBUH GUNUNGAPI DAN IMPLIKASI STRUKTUR GEOLOGI DI GUNUNG PESAWARAN-BETUNG, LAMPUNG
Provinsi Lampung didominasi oleh produk vulkanik yang membentuk berbagai pola morfologi, baik itu morfologi dataran, perbukitan, hingga kaldera. Aktivitas vulkanik di Provinsi Lampung erat kaitannya dengan aktivitas tektonik yang berkembang sejak Miosen. Namun, belum ada penelitian terperinci terkait aktivitas vulkanisme tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan evolusi tubuh gunungapi strato di Gunung Pesawaran dan Betung serta menentukan implikasi struktur yang mempengaruhi sebaran produk gunungapi. Penelitian ini menggabungkan data analisis morfologi areal dan linear berdasarkan Digital Elevation Model (DEM) untuk menentukan evolusi tubuh gunungapi. Data area dan linear daerah penelitian dianalisis menggunakan peta topografi, hillshade, data kemiringan lereng, dan kelurusan yang diolah menggunakan perangkat lunak ArcGIS 10.5. Berdasarkan analisis area dan analisis linear terdapat empat domain area dan dua pola kelurusan yang ditunjukkan oleh perbedaan tekstur, morfologi, and produk vulkanik. Daerah penelitian memiliki morfologi kaldera purba yang dikenal dengan Kaldera Gebang, bagian dari domain 1, di bagian timur daerah penelitian, dataran vulkanik di bagian utara dan merupakan bagian dari domain 2, dan tubuh gunungapi strato tipe C, yaitu Gunung Pesawaran (domain 3) dan Gunung Betung (domain 4) yang menempati bagian tengah daerah penelitian. Dua pola kelurusan menunjukkan arah baratlaut-tenggara dan baratdaya-timurlaut. Kedua pola kelurusan ini menunjukkan bahwa perkembangan patahan dan morfologi gunungapi daerah penelitian dipengaruhi oleh aktivitas tektonik dan vulkanisme sejak umur Miosen
MIKROZONASI TINGKAT KERENTANAN LAPISAN TANAH KECAMATAN NAMBO, KENDARI MENGGUNAKAN METODE HORIZONTAL-TO-VERTICAL SPECTRAL RATIO
Penelitian respons dinamik dan indeks kerentanan seismik sangat penting untuk memperkirakan dampak kerentanan lapisan permukaan dan kerusakan bangunan ketika terjadi gempa bumi. Â Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi respons dinamik Kecamatan Nambo, Kota Kendari serta menentukan area-area dengan perlapisan tanah yang sangat rentan. Data mikrotremor diolah menggunakan Geopsy 2.0.5 untuk memperoleh kurva HVSR (Horizontal to Vertical Spectral Ratio) serta parameter respons dinamik tanah berupa frekuensi dominan dan faktor amplifikasinya yang digunakan untuk menghitung indeks kerentanan seismik. Nilai frekuensi dominan Kecamatan Nambo berkisar antara 0,7 Hz- 3,63 Hz yang termasuk dalam kategori tanah Tipe II dan III. Area dengan frekuensi rendah menunjukkan penebalan lapisan alluvial yang merupakan produk sedimentasi permukaan. Interpolasi nilai indeks kerentanan seismik (kg) menunjukkan area Kecamatan Nambo yang memiliki kerentanan tinggi meliputi Kelurahan Pentoahan dan Nambo
ANALISIS GEMPA CIANJUR 2022 DENGAN PENDEKATAN SPASIAL TEMPORAL a-VALUE DAN b-VALUE
Gempa dengan kekuatan 5,6 Mw terjadi di Cianjur, Jawa Barat pada 21 November 2022 memiliki dampak signifikan dengan korban sebanyak 334 jiwa, 54 ribu bangunan rumah rusak sehingga 114.683 jiwa harus mengungsi. Hiposenter gempa berada pada kedalaman 10 km dengan sumber gempa berasal dari sesar aktif yang baru teridentifikasi yaitu Sesar Cugenang. Dari dampak yang terjadi, perlu ada penilaian seismisitas dan potensi bahaya seismik di wilayah itu dengan menentukan parameter a-value dan b-value. Parameter seismotektonik tersebut menggunakan relasi Gutenberg-Richter dengan variasi spasial dan temporal, sehingga tinjauan ini memiliki kemampuan untuk memberikan informasi yang signifikan mengenai mitigasi gempa bumi. Pada penelitian ini data yang digunakan berasal dari International Seismological Center (ISC) pada periode 1964-2020 dan Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menggunakan periode tahun 2021-2023. Dari analisis diperoleh variasi spasial a-value berkisar antara 2,6 hingga 3,2, dan variasi spasial b-value berkisar antara 0,32 hingga 0,4. Analisis variasi temporal selama 4 tahun sebelum gempa utama menunjukkan tren b-value yang terus menurun. Namun sesaat sebelum gempa utama b-value mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Hal ini menunjukkan batuan mulai rapuh dan rentan terhadap gempa bumi. Oleh karena itu, ketika terjadi  utama menyebabkan kerusakan dan dampak yang cukup signifikan dikarenakan kondisi batuan yang rapuh. Namun, perlu diingat bahwa hubungan antara b-value dengan kerapuhan dan ketahanan batuan tidak bersifat absolut. Terdapat faktor-faktor lain seperti sifat fisik dan geologi batuan, kondisi tektonik, dan lingkungan sekitar yang juga berpengaruh terhadap kerapuhan dan ketahanan batuan terhadap gempa bumi. Oleh karena itu, analisis lebih lanjut dan pemodelan yang komprehensif diperlukan untuk memahami secara lebih mendalam hubungan antara b-value dengan kerapuhan dan ketahanan batuan