Jurnal Geofisika Eksplorasi
Not a member yet
196 research outputs found
Sort by
IDENTIFIKASI POTENSI BIDANG GELINCIR MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK DI DAERAH AMBON MALUKU
Identifikasi bidang gelincir telah dilakukan di Batu Koneng, Kota Ambon dengan menggunakan metode geolistrik konfigurasi dipole-dipole. Tujuan dilakukan penelitian ini yaitu untuk menginterpretasi lapisan batuan bawah permukaan di area penelitian melalui nilai resistivitas guna mengetahui adanya potensi bidang gelincir yang menyebabkan longsor. Data pengukuran dilakukan sebanyak 4 lintasan dengan panjang 110 m yang pengolahan datanya menggunakan software Res2Dinv. Hasil interpretasi menunjukkan bahwa di lokasi penelitian terdeteksi litologi lempung dengan variasi nilai resistivitas 8,77-24,9 Ωm. Sedangkan lapisan lain diduga sebagai batu gamping dengan variasi nilai resistivitas 23,0-70,1 Ωm. Bidang gelincir diduga berupa lapisan lempung yang terdeteksi pada semua penampang lintasan, untuk penampang 1 ditemukan pada kedalaman 1,25 m hingga 6,76 m, untuk penampang 2 ditemukan pada kedalaman 1,25 m hingga 8 m. Sedangkan pada penampang 3 pada kedalaman 1,25 m hingga 11 m dan penampang 4 menjadi lapisan yang paling dalam yaitu 1,25 m hingga 24 m.Identifikasi bidang gelincir telah dilakukan di Batu Koneng, Kota Ambon dengan menggunakan metode geolistrik konfigurasi dipole-dipole. Tujuan dilakukan penelitian ini yaitu untuk menginterpretasi lapisan batuan bawah permukaan di area penelitian melalui nilai resistivitas guna mengetahui adanya potensi bidang gelincir yang menyebabkan longsor. Data pengukuran dilakukan sebanyak 4 lintasan dengan panjang 110 m yang pengolahan datanya menggunakan software Res2Dinv. Hasil interpretasi menunjukkan bahwa di lokasi penelitian terdeteksi litologi lempung dengan variasi nilai resistivitas 8,77-24,9 Ωm. Sedangkan lapisan lain diduga sebagai batu gamping dengan variasi nilai resistivitas 23,0-70,1 Ωm. Bidang gelincir diduga berupa lapisan lempung yang terdeteksi pada semua penampang lintasan, untuk penampang 1 ditemukan pada kedalaman 1,25 m hingga 6,76 m, untuk penampang 2 ditemukan pada kedalaman 1,25 m hingga 8 m. Sedangkan pada penampang 3 pada kedalaman 1,25 m hingga 11 m dan penampang 4 menjadi lapisan yang paling dalam yaitu 1,25 m hingga 24 m
KARAKTERISTIK PETROLOGI KOMPLEKS INTRUSI KECAMATAN CIKALONGKULON KABUPATEN CIANJUR JAWA BARAT
Penelitian tentang karakteristik batuan beku dapat berkontribusi pada penelitian lanjut tentang potensi sumber daya lainnya yang terkait dengan fenomena magmatisme, khususnya di lokasi yang memiliki sejarah magmatisme cukup panjang seperti di bagian barat Pulau Jawa. Studi karakteristik petrologi batuan beku pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan sampel yang diperoleh dari Cikalongkulon, Cianjur, Jawa Barat; sebuah lokasi dengan kompleks tubuh intrusi yang membentang hampir Barat-Timur. Dilakukan pengamatan lapangan dan petrografi guna menghasilkan sintesis terkait interaksi antaran tubuh batuan beku dan batuan samping di daerah penelitian. Dari observasi didapati bahwa terdapat metasomatisme yang terjadi akibat proses intrusi andesit terhadap batuan samping. Proses ini terjadi pada rentang suhu 270-320°C yang ditandai oleh kemunculan mineral sekunder berupa klorit, serisit, kalsit, kuarsa, dan epidot. Keberadaan metasomatisme ini juga mengindikasikan bahwa umur tubuh intrusi andesit harus lebih muda dari Miosen Tengah, berbeda dari interpretasi awal pada Peta Geologi Lembar Cianjur yang menempatkan tubuh batuan beku lebih tua dari batuan sedimen di sekitarnya
IDENTIFIKASI ZONA POTENSI LIKUIFAKSI DI KOTA BANDAR LAMPUNG BERDASARKAN ANALISIS DATA SPASIAL
Likuifaksi terjadi ketika tanah yang jenuh air kehilangan kekuatannya akibat pergerakan tanah yang disebabkan oleh gempabumi. Keberadaan sesar-sesar aktif di daerah penelitian meningkatkan risiko aktivitas gempabumi yang dapat memicu likuifaksi. Tujuan dari penelitian ini untuk melakukan identifikasi potensi likuifaksi di Kota Bandar Lampung. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan data hidrogeologi, data geologi, dan data Vs30 dengan menggunakan metode fuzzy overlay untuk mendapatkan peta zonasi kerentanan likuifaksi.  Litologi daerah penelitian terdiri dari batuan dasar hingga endapan aluvial dan sedimen lainnya yang bersifat nonkohesif. Terdapat tiga jenis tingkatan akuifer, yaitu akuifer sangat rendah, akuifer rendah, dan akuifer tinggi. Hasil analisis menunjukkan bahwa wilayah pesisir penelitian  yang memiliki banyak endapan aluvial pantai (Qa) dan nilai Vs30 terendah (225-401 m/s), memiliki potensi likuifaksi tertinggi. Potensi ini didukung oleh muka air tanah yang dangkal, intrusi air laut, serta adanya sesar aktif. Berdasarkan analisis peta zonasi kerentanan likuifaksi pada wilayah pesisir penelitian menunjukkan potensi likuifaksi sedang-tinggi
ANALISIS KUANTITATIF SEISMIK INVERSI IMPEDANSI AKUSTIK DAN POROSITAS PADA ZONA TARGET LAPANGAN “ILâ€
Daerah penelitian ini terletak di Cekungan Bonaparte, Australia. Dalam memodelkan bawah permukaan dengan metode seismik inversi impedansi akustik, peneliti kebanyakan hanya menggunakan seismik inversi berbasis model based. Pada penelitian ini, penulis telah melakukan pemodelan impedansi akustik (IA) bawah permukaan dengan menggunakan metode seismik post-stack berbasis rekursif, model based, dan sparse spike. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model impedansi akustik serta persebaran porositas dari hubungan log porositas dan impedansi akustik (IA) hasil inversi pada zona target daerah penelitian. Penelitian ini dilakukan menggunakan data seismik 3D post stack dan 4 data sumur yaitu MKS-1, MKS-2, MKS-3 dan MKS-4. Berdasarkan hasil pengolahan diperoleh bahwa persebaran impedansi akustik pada area target dengan seismik inversi berbasis rekursif, model based, dan sparse spike memiliki rentang IA sekitar 10000 ((ft/s)*(g/cc)) – 50000 ((ft/s)*(g/cc)) yang merupakan kisaran impedansi akustik untuk litologi sand berfluida – clean sand, serta memiliki persebaran porositas prediksi dari hasil seismik inversi memiliki rentang sekitar 0,037 – 0,176. Berdasarkan analisis kuantitatif terlihat bahwa seismik inversi sparse spike paling cocok dalam memodelkan parameter impedansi akustik dan porositas prediksi daerah penelitian dengan standar deviasi error sebesar 1867,167 untuk impedansi akustik prediksi dan 0,010 untuk porositas prediksi
IDENTIFIKASI LAPISAN AKUIFER WILAYAH ACEH BESAR BERDASARKAN KORELASI DATA ELECTRICAL LOGGING DAN CUTTING
Kebutuhan air di Aceh Besar terus mengalami peningkatan seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk. Hal tersebut menjadikan eksplorasi air tanah penting dilakukan dalam rangka konservasi air tanah di wilayah tersebut. Pada penelitian ini dilakukan korelasi litologi dari empat sumur berdasarkan data electrical logging dan cutting untuk mengetahui persebaran lapisan akuifer serta kedalamannya di wilayah Aceh Besar. Data electrical logging memberikan informasi mengenai nilai resistivitas dan data cutting memberikan informasi mengenai sampel litologi dari masing-masing sumur. Data yang diperoleh dari keempat sumur diplotkan dengan software Logplot2003 sebagai validasi nilai resistivitas yang diperoleh dari electrical logging terhadap data cutting. Selanjutnya pengolahan data dilakukan dengan menggunakan software Rockwork16 untuk mengkorelasi litologi pada setiap sumur. Dari hasil pengolahan data diperoleh informasi berupa nilai resistivitas 2 – 172 Ωm dan litologi berupa lempung, lanau, lempung, pasir kasar, pasir lempungan, pasir, serpih, pasir lempung, pasir kasar, pasir sedang, pasir kasar, dan lempung di wilayah Aceh Besar. Melalui informasi tersebut dapat diketahui bahwa lapisan akuifer di wilayah aceh besar terletak pada kedalaman 82 m - 101 m dengan nilai resistivitas 37 – 147 Ωm dan 2 – 57 Ωm dengan masing-masing litologi berupa pasir kasar dan kerikil. Lapisan akuifer ini merupakan lapisan akuifer tertekan dan saling tersebar diantara ke empat sumur
ESTIMASI SUMBERDAYA NIKEL MENGUNAKAN METODE INVERSE DISTANCE WEIGHT PT ANG AND FANG BROTHERS
Estimasi sumberdaya nikel sangat penting diketahui agar dapat menjadi dasar dalam perencanaan tambang. Inverse Distance Weight (IDW) memiliki prinsip yaitu dengan dilakukan pembobotan titik data yang didasarkan pada penyebaran kualitas, blok yang akan ditaksir dari bobot penaksir, dan hubungan ruang letak terhadap bobot sampel. Tujuan penelitian ini agar mengetahui arah sebaran, jumlah sumberdaya nikel menggunakan IDW dan klasifikasi sumberdaya pada zona Cut Off Grade (COG) 1,3%. Pemilihan metode estimasi didasari analisis statistik dan geostatistik, jika koefisien variasi dibawah 1,5 dan selisih sill terhadap nugget diatas 50% maka penggunaan IDW baik digunakan. Metodologi penelitian ini menggunakan metode IDW yang didasari statistik dan geostatistik, berawal dari analisis statistik univarian, statistik spasial, statistik bivarian dan estimasi sumberdaya serta pengklasifikasian menggunakan standar Relative Kriging Standard Deviation (RKSD). Zona saprolit memiliki kualitas kadar diatas COG 1,3% dengan koefisien variasi 0,185 dan selisih sill dan nugget 72%, hubungan antar data aktual dan data spasial yaitu cukup baik karena koefisien korelasi bernilai 0,53 dan RMSE 0,28 yang artinya tingkat kesalahan data terbilang rendah. Arah sebaran nikel pada Blok Mawar PT. Aang and Fang Brothres ialah dari barat daya ke timur laut dengan jumlah sumberdaya menggunakan metode IDW didapatkan volume 239.882,81 m3, tonase 377.276,05 ton dan kadar rata-rata nikel 1,58 % dan zona saprolit merupakan sumberdaya terukur berdasarkan RKSD
GEOMORPHIC INDICES AND FAULT SEGMENTATION INDICATION OF MENANGA FAULT AT PESAWARAN, LAMPUNG
Remote sensing and GIS are playing important roles in geomorphology and hazard risks analysis. Pesawaran area located near the Menanga Fault and recently on the risk of earthquake that happened along this fault. Thus, it is essential to investigate the area actively affected by Menanga Fault as preliminary research about hazard risk related to Menanga Fault. The morphometry method based on DEMNAS and Landsat 8 was applied to evaluate the zone affected by Menanga Fault, and fracture data analysis was conducted to consider the possibility of fault segmentation resulting from its mechanism. The study area can be divided into 3 zones; zone A is greatly affected by Menanga Fault activity, zone B is affected by Menanga Fault and Mt. Pesawaran development, and zone C is tectonically less affected. Zone A landforms were not only formed as a result of Menanga Thrust fault but also the strike-slip fault segment. Fault segmentation exists in this zone with different mechanisms (strike-slip and dip-slip), producing lineaments with different trends, and differentiation of river patterns
ANALISIS TENSOR FASE DAN PEMODELAN 2D DATA MAGNETOTELURIK GABBS VALLEY, NEVADA, USA
Metode magnetotellurik (MT) merupakan salah satu teknik dalam metode geofisika yang menggunakan sumber alami dalam bentuk medan elektromagnetik yang berasal dari medan listrik dan variasi medan magnet di bumi. Dalam proses interpretasi kondisi bawah permukaan bumi, data MT masih dipengaruhi oleh noise atau distorsi yang akan menutupi dimensionalitas sebenarnya. Oleh karena itu dilakukan analisis tensor fase untuk menentukan dimensionalitas dan arah geoelectrical strike guna mengidentifikasi struktur bawah permukaan yang tidak dipengaruhi oleh distorsi galvanic. Berdasarkan hasil yang diperoleh, daerah penelitian memiliki dimensionalitas 2D dengan orientasi barat laut – tenggara dengan arah N345 E. Hasil inversi 2D menunjukkan bahwa nilai resistivitas < 10  diidentifikasi sebagai zona alterasi atau clay cap yang didominasi oleh mineral smektit. Nilai resistivitas 20 – 250  diidentifikasi sebagai reservoar yang bersifat permeabel yang tersusun atas batu pasir kasar, kerikil, basal, andesit, riolit, riodasit tuff dan konglomerat. Lapisan dengan nilai resistivitas > 250  diidentifikasi sebagai Upper Triassic Metasediment yang mengalami sedimentasi yang sangat keras, hal tersebut disebabkan tekanan dan suhu tinggi. Lapisan ini tersusun atas meta batu lanau, batu lempung, meta batu pasir, dan meta konglomerat