Jurnal Geofisika Eksplorasi
Not a member yet
196 research outputs found
Sort by
C-RIA: PERANGKAT LUNAK INVERSI DAN ANALISIS DATA RESISTIVITAS BERBASIS CLOUD
Pada umumnya, proses inversi dan analisis data geofisika konvensional menggunakan komputasi lokal yang memerlukan sumber daya besar baik dalam proses pengolahannya maupun dalam penyimpanan data yang dapat menghambat efisiensi dan skalabilitasnya. Seiring dengan kemajuan teknologi cloud computing, penyimpanan dan pengolahan data secara terpusat menjadi lebih efisien, memungkinkan geofisikawan untuk mengoptimalkan kinerja dalam melakukan pengolahan data seperti inversi data geolistrik secara signifikan. Dengan memanfaatkan infrastruktur cloud, perangkat lunak ini dapat diakses secara fleksibel dan dapat disesuaikan, memungkinkan pengguna untuk mengelola dan menganalisis dataset geolistrik dengan lebih efektif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengoptimalkan pengolahan data geolistrik resistivitas dengan teknologi cloud yang dapat mempercepat kinerja maupun memberikan kemudahan pengolahan data (user friendly) melalui pengembangan perangkat lunak C-RIA. Sebelum melakukan pengolahan data perlu dilakukan pemilihan metode optimasi dan penentuan beberapa parameter, kemudian dilakukan proses inversi. Hasil yang diperoleh setelah dilakukan proses inversi untuk membuat model memperlihatkan kemampuan pengolahan data yang stabil dengan model awal yang berbeda. Selain itu hasil yang diperoleh dengan menggunakan data sintesis memperlihatkan hasil yang hampir sama walaupun sudah ditambahkan sedikit gangguan (noise) dengan nilai RMSE <3%, sedangkan pada pengujian data lapangan nilai RMSE <1%. Selanjutnya pada data lapangan nilai Selain itu dengan antarmuka (interface) yang lebih mudah dapat mempercepat dan mengoptimalkan pengolahan data. Secara keseluruhan dari penggunaan teknologi cloud yang diimplementasikan untuk data geolistrik dapat menjadi solusi untuk pengolahan data lebih efisien dan efektif serta fleksibel.Pada umumnya, proses inversi dan analisis data geofisika konvensional menggunakan komputasi lokal yang memerlukan sumber daya besar baik dalam proses pengolahannya maupun dalam penyimpanan data yang dapat menghambat efisiensi dan skalabilitasnya. Seiring dengan kemajuan teknologi cloud computing, penyimpanan dan pengolahan data secara terpusat menjadi lebih efisien, memungkinkan geofisikawan untuk mengoptimalkan kinerja dalam melakukan pengolahan data seperti inversi data geolistrik secara signifikan. Dengan memanfaatkan infrastruktur cloud, perangkat lunak ini dapat diakses secara fleksibel dan dapat disesuaikan, memungkinkan pengguna untuk mengelola dan menganalisis dataset geolistrik dengan lebih efektif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengoptimalkan pengolahan data geolistrik resistivitas dengan teknologi cloud yang dapat mempercepat kinerja maupun memberikan kemudahan pengolahan data (user friendly) melalui pengembangan perangkat lunak C-RIA. Sebelum melakukan pengolahan data perlu dilakukan pemilihan metode optimasi dan penentuan beberapa parameter, kemudian dilakukan proses inversi. Hasil yang diperoleh setelah dilakukan proses inversi untuk membuat model memperlihatkan kemampuan pengolahan data yang stabil dengan model awal yang berbeda. Selain itu hasil yang diperoleh dengan menggunakan data sintesis memperlihatkan hasil yang hampir sama walaupun sudah ditambahkan sedikit gangguan (noise) dengan nilai RMSE <3%, sedangkan pada pengujian data lapangan nilai RMSE <1%. Selanjutnya pada data lapangan nilai Selain itu dengan antarmuka (interface) yang lebih mudah dapat mempercepat dan mengoptimalkan pengolahan data.  Secara keseluruhan dari penggunaan teknologi cloud yang diimplementasikan untuk data geolistrik dapat menjadi solusi untuk pengolahan data lebih efisien dan efektif serta fleksibel
MODEL OF LATERITE NICKEL DEPOSITS BASED ON LGSO AND HGSO VALUES PT MITRA KARYA AGUNG LESTARI
The laterite nickel deposit model provides information about the form of laterite nickel deposits below the surface, which can be used as one of the considerations in the implementation of mining activities. The purpose of conducting this research is to determine the distribution model of nickel laterite deposits in 3 dimensions (3D) and to determine the amount of nickel laterite reserves based on high-grade saprolite ore (HGSO) and low-grade saprolite ore (LGSO) values in the DH Block. In this research, Inverse Distance Weighted (IDW) is used to estimate nickel laterite resources, which are applied using mining software Surpac 6.3.2 to produce a model in 3D form. The data used are laterite nickel content data (assay), x, y, and z coordinate data (collar), survey data, and lithology data. Based on IDW estimation results with a Cut Off Grade (COG) value of 1.3 in the DH Block of PT Mitra Karya Agung Lestari, High-Grade Saprolite Ore (HGSO) values were obtained at Ni content > 1.7 and Low-Grade Saprolite Ore (LGSO) at Ni content > 1.3, with a tonnage value of 111.994 tons of HGSO and 371.044 tons of LGSO
IDENTIFIKASI PATAHAN SEISMO-TEKTONIK JAYAPURA BERDASARKAN PEMODELAN INVERSI 3D DATA GRAVITASI
Pada awal tahun 2023 wilayah Kota Jayapura dan sekitarnya mengalami gempabumi dengan seismisitas yang tinggi dan terjadi terus menerus. Gempabumi tersebut termasuk ‘Black Swan Earthquakes’ karena di luar prediksi para ahli; langka terjadi; dan sumber gempabumi belum terpetakan dengan baik. Berkaitan dengan hal tersebut maka dilakukan pemodelan 3D struktur bawah permukaan menggunakan metode gravitasi untuk mengidentifikasi struktur patahan pada sebaran episenter gempabumi Jayapura. Data yang digunakan adalah sebanyak 9021 titik data medan gravitasi GGMplus yang melingkupi wilayah darat dan laut; data model elevasi digital; data hiposenter gempabumi; data peta geologi; dan data densitas sampel batuan di lapangan. Dari hasil pengolahan peta anomali gravitasi dan pemodelan inversi 3D struktur bawah permukaan, ditemukan pola kontur anomali gravitasi dan distribusi densitas bawah permukaan yang mengindikasi keberadaan patahan di dasar laut sebelah utara Kota Jayapura pada koordinat 2,44092° LS (UTM Y=9730,20 km). Berdasarkan hasil interpretasi model akhir 3D dapat disimpulkan bahwa patahan gempabumi yang teridentifikasi tersebut merupakan patahan naik dengan orientasi membujur berarah Barat-Timur. Pada permulaan tahun 2023 Kota Jayapura dan sekitarnya mengalami peristiwa gempabumi dengan seismisitas yang tinggi dan terjadi terus menerus. Gempabumi tersebut termasuk ‘Black Swan Earthquakes’ karena di luar prediksi para ahli; langka terjadi; dan sumber gempabumi belum terpetakan dengan baik. Berkaitan dengan hal tersebut maka dilakukan pemodelan 3D struktur bawah permukaan menggunakan metode gravitasi untuk mengidentifikasi struktur patahan pada sebaran episenter gempabumi Jayapura. Data yang digunakan adalah sebanyak 9021 titik data medan gravitasi GGMplus yang melingkupi wilayah darat dan laut; data model elevasi digital; data hiposenter gempabumi; data peta geologi; dan data densitas sampel batuan di lapangan. Dari hasil pengolahan peta anomali gravitasi dan pemodelan inversi 3D struktur bawah permukaan, ditemukan pola kontur anomali gravitasi dan distribusi densitas bawah permukaan yang mengindikasi keberadaan patahan di dasar laut sebelah utara Kota Jayapura pada koordinat 2,44092° LS (UTM Y=9730,20 km). Berdasarkan hasil interpretasi model akhir 3D dapat disimpulkan bahwa patahan gempabumi yang teridentifikasi tersebut merupakan patahan naik dengan orientasi membujur berarah Barat-Timur
2D INVERSION MODELING OF OIL AND GAS BASINS USING GRAVITY DATA IN TAMBELANG DISTRICT
Pertamina Hulu Energi discovered a new source of oil and gas reserves in Tambelang, Bekasi Regency, which was named East Pondok Aren (EPN-001). These oil and gas reserves have great potential based on the oil flow test in the second Drill Stem Test. The drill data needs to be correlated with other supporting data such as geophysical methods to ensure the accuracy. Therefore, this research was conducted to examine the subsurface structure of oil and gas reserves in EPN-001 through 2D inversion modeling using the gravity method. Gravity satellite data was taken via the GGMPlus website with a total of 23,898 data in the form of gravity disturbance, geoid, and topography, so only terrain and bouguer corrections were carried out to get the Complete Bouguer Anomaly value. The research results show low anomaly values from -0.4463 – (-0.0339) mGal which are thought to be associated with alluvium lithology and the Lower Cibulakan Formation. In the 2D model, it can be seen that the drilling point in the Lower Cibulakan Formation layer has a density contrast value of -0.002 – 0.001 g/cc at a depth of 2590 m, and is known to be a reservoir that stores hydrocarbon reserves in the research area
PENENTUAN FASIES, LINGKUNGAN PENGENDAPAN DAN IDENTIFIKASI SEBARAN BATUBARA DI FORMASI PALEMBANG, RIAU, SUMATRA
Cekungan Sumatra Tengah memiliki cadangan batubara melimpah yang dikelompokkan dalam Formasi Palembang. Formasi Palembang memiliki ekuivalensi dengan Formasi Muaraenim di Cekungan Sumatra Selatan. Penelitian pada Formasi Palembang masih relatif minim sehingga diperlukan pembahasa terkait fasies, asosiasi fasies, lingkungan pengendapan, dan juga geometri persebaran lapisan agar dapat digunakan sebagai rujukan kegiatan eksplorasi. Metode penelitian berupa analisis data petrofisika dan pemodelan bawah permukaan dari delapan data sumur pemboran. Dari interpretasi litologi yang dilakukan terdapat empat litologi dan tiga endapan pada daerah penelitian yang terdiri dari batubara, shaly coal, batupasir, batulempung, endapan konglomerat, endapan pasir, endapan lempung. Â Litofasies pada daerah penelitian terdiri dari fasies endapan lempung, endapan pasir, endapan konglomerat, batulempung, batupasir, shaly coal, dan fasies batubara. Asosiasi fasies pada daerah penelitian terdiri dari channel, sandy bedform, overbank fines, dan swamps yang menginterpretasikan bahwa litologi yang ada pada daerah penelitian terendapkan pada daerah fluvial. Berdasarkan pemodelan bawah permukaan, litologi batubara pada daerah penelitian memiliki geometri melensa/membaji yang persebarannya dominan kearah timur. Batubara pada daerah penelitian diinterpretasikan terbentuk pada lingkungan pengendapan swamp
PEMETAAN MAGNITUDE OF COMPLETENESS (Mc) UNTUK GEMPA DI WILAYAH BENGKULU
Dengan menggunakan data gempa bumi dari katalog USGS dan BMKG dari tahun 2009 hingga 2021, penelitian dilakukan untuk mengestimasi nilai Mc, nilai-b, dan nilai-a. Gempa bumi terjadi pada 6° LS - 2° LU dan 100° BT - 103° BT, dengan magnitudo 3 SR hingga 7 SR, dan kedalaman tertinggi adalah 300 km, yang mencakup wilayah provinsi Bengkulu. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode EMR dan software ZMAP 6.0 di Matlab digunakan. Menurut analisis di atas, USGS memperoleh Mc sekitar 4,7 SR hingga 5, nilai-b berkisar 0,9 hingga 1,5, dan variasi nilai-a sekitar 6 hingga 9,5. Sebaliknya, BMKG memperoleh Mc sekitar 3,8 hingga 5,2, nilai-b berkisar 0,55 hingga 0,85, dan variasi nilai-a sekitar 5,2 hingga 5,8.  Pemetaan nilai Mc menunjukkan bahwa semua kabupaten di Provinsi Bengkulu memiliki nilai Mc yang rendah, yang menunjukkan bahwa data gempa untuk daerah-daerah ini cukup lengkap dibandingkan dengan daerah lain. Menurut pemetaan nilai-b dan nilai-a, wilayah yang memiliki tingkat kegempaan yang relatif tinggi dan memiliki potensi gempa besar berada di sekitar wilayah timur laut dan tenggara Provinsi Bengkulu