Indonesian Institute of Sciences

perpustakaan.krbogor.lipi.go.id
Not a member yet
    429 research outputs found

    Laporan Eksplorasi Flora Nusantara: Taman Nasional Kutai Kalimantan Timur (10 - 30 April 2002)

    No full text
    26 hal

    Laporan Eksplorasi Flora Nusantara: Kawasan Gunung Merbabu dan Gunung Ungaran Jawa Tengah

    No full text
    Eksplorasi anggrek di kawasan hutan Gunung Merbabu dan Gunung Unggaran telah dilakukan oleh Tim Eksplorasi Kebun Raya Bogor, pada tanggal 15-30 Juli 2002. Ekaplorasi tersebut bertujuan untuk mengoleksi,menginventarisasi dan mengamati populasi jenis-jenis anggrek yang tumbuh dikawasan hutan Gunung Merbabu dan Gunung Unggaran. Hal ini sebagai upaya untuk mencegah hilangnya plasma nutfah anggrek dari kedua kawasan tersebut akibat terjadinya kerusakan habitat lainnya. G. Merbabu dan G. Unggaran pada awalnya merupakan kawasan yang kaya akan anggrek-anggrek alam. Namun adanya pengalihan fungsi hutan, perambahan hutan dan pencurian kayu secara berkesinambungan mengakibatkan rusaknya habitat alami serta menurunnya populasi anggrek di kedua kawasan tersebut. Jumlah seluruh anggrek yang dikoleksi dari eksplorasi sebanyak 52 nomor koleksi, yang terdiri atas 48 jenis dari 31 marga. Anggrek epifit ada 40 nomor koleksi, anggrek terestrial ada 11 nomor koleksi dan 1 nomor koleksi ditemukan tumbuh secara epifit maupun terestrial. Terdapat beberapa jenis anggrek yang berpotensi sebagai tanaman hias, antara lain : Vanda tricolar, Coelogyne speciosa, Dendrobium mutabile, Phapiopedilum javanicum, Phaius flavus. Dalam eksplorasi tersebut berhasil dikoleksi 4 jenis anggrek endemik Jawa yaitu Vanda tricolar, Dendrobium tenellum, Phapiopedilum javanicum dan Schoenorchis juncifolia. Terdapat dua jenis anggrek yang banyak dieksploitasi oleh penduduk baik untuk tujuan diperdagangkan maupun hanya sekedar untuk hiasan pekarangan, yaitu Vanda tricolar dan Phalaenopsis amabilis. Semua hasil koleksi yang diperoleh dikirim ke rumah kaca anggrek Kebun Raya Bogor untuk pengadaptasian iklim serta kepentingan penelitian selanjutnya.viii, 27 hal

    Laporan Eksplorasi Flora Nusantara: Eksplorasi Paku di Kawasan Gunung Salak Bogor - Jawa Barat

    No full text
    Kegiatan eksplorasi dikawasan Gunung Salak, Bogor, di laksanakan pada tanggal 1 5 Juni hingga 25 Juni 2002 Tiga lokasi di kunjungi di kawasan ini, yaitu Pasir Reungit, Sukamantri dan Calobak.Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengetahui kelimpahan, penyebaran, dan ekologi serta mengumpulkan spora Paku Tiang, Cyathea contaminans, dan Dicksonia blumei dikawasan tersebut. Selain itu juga dilaksanakan pengumpulan spora kedua jenis paku tersebut yang akan digunakan sebagai bahan perbanyakan.Dicksonia blumei tidak ditemukan pada tiga lokasi di kawasan Gunung Salak sedangkan Cyathea contaminans dapat ditemui dan dilakukan pengkoleksian spora sebanyak 13 nomor koleksi. Frekuensi C. contaminans di Pasir Reungit dan Sukamantri adalah 0.39 dan 0.35 masing-masingnya. Berdasarkan metode pencarian acak ditemukan 106 individu dalam areal seluas 654m (Pasir Reungit); 202 individu dalam areal 726 m dan 18 individu dalam areal 366 m. PH tanah disekitar C. contaminans berkisar antara 5.5 - 6.8 dengan ketebalan serasah antara 0 -18 cm. Suhu Sekitar antara 21.5 C - 27 C.v, 30 hal

    Laporan Eksplorasi Flora Nusantara Kawasan Pegunungan Latimojong Sulawesi Selatan

    No full text
    Telah dilakukan eksplorasi flora di kawasan Calon Cagar Alam Latimojang, Sulawesi Selatan dari tanggal 17 Juni - 7 Juli 2002 oleh Tim eksplorasi Kebun Raya Bogor. Eksplorasi dilakukan baik di dataran tinggi (kawasan Karangan) maupun dataran rendah (Kadingeh). Tim eksplorasi telah berhasil mengoleksi sebanyak 235 nomor, yang terdiri atas 146 nomor koleksi non anggrek dan 89 nomor koleksi anggrek, yang teridentifikasi untuk non anggrek sampai tingkat suku 57, marga 65, jenis 5 sedangkan untuk anggrek 58 marga, 25 jenis. Secara umum flora di Kawasan Latimojang tergolong kaya jenis dan masih memiliki jenis-jenis yang khas, langka dan belum dikenal. Namun demikian beberapa ancaman kelestarian seperti konversi hutan untuk ladang kopi oleh penduduk perlu dicermati, sambil diusahakan jalan keluar yang saling menguntungkan.vii, 24 hal

    Laporan Eksplorasi Flora Nusantara: Kawasan Hutan Lindung Gunung Salak Jawa Barat

    No full text
    Telah dilakukan eksplorasi anggrek dan tumbuhan lain di Gunung Salak dari tanggal 17 Juni sampai dengan 2 Juli 2002 oleh Pusat Tim Konservasi Tumbuhan Kebun Raya yang terdiri dari 6 orang anggota yaitu Didi Supardi ,Sumanto, Harun Al Rasyid, Saefudin, Relapati dan Badrudin.Gunung Salak termasuk kedalam kawasan Hutan Lindung bagian yang berbatasan dengan penduduk dikelola oleh PT.PERHUTANI yang ditanami oleh tumbuhan Pinus, Angathis, dan Altigia excelsa.Dari hasil eksplorasi diperoleh koleksi sebanyak 104 nomor yang terdiri dari koleksi anggrek 95 nomor dan koleksi non anggrek 9 nomor . 60 nomor sudah di identifikasi sampai tingkat marga dan 44 nomor sudah di identifikasi sampai tingkat jenis.vii, 20 hal

    Laporan Eksplorasi Flora Nusantara Kawasan Hutan Gunung Ciremai Jawa Barat 2002

    No full text
    21 hal

    Laporan Eksplorasi Flora Nusantara Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Jawa Barat

    No full text
    Eksplorasi Anggrek dikawasan Taman Nasional Gunung Halimun merupakan rangkaian kegiatan dari eksplorasi flora nusantara khususnya eksplorasi anggrek dijawa. kawasan yang dijelajahi merupakan lokasi yang belum pernah dilakukan eksplorasi anggrek yaitu desa Citorek, tepatnya dilebak Cibedug, Pasir Cikadu, Pasir Ipis, Pasir Ngenyod, Gunung Nyungcung dan Gunung Cirametek. Kawasannya merupakan hutan Primer dan Sekunder dan banyak ditemukan koleksi anggrek yang cukup beragam. Populasi anggrek yang mendominasi dikawasan Taman Nasional Gunung Halimun adalah Agrostophyllum laxum, Agrostophyllum bicuspidatum, Eria javanica dan Dendrobium mutabile. Dari 52 jenis anggrek yang dikoleksi diperoleh 5 jenis di antaranya diduga merupakan koleksi baru bagi Kebun Raya Bogor yaitu Bulbophyllum semperflorens, Cryptostylis javanica, Phreatia secunda, Eria junghunii dan Tainia sp. sementara 4 jenis merupakan endemik jawa yaitu Appendicula congenera, Bulbophyllum semperflorens, Tainia elongata dan Ceologyne miniata. Populasi anggrek dan keanekaragaman jenisnya masih terjaga baik. berbagai jenis anggrek masih muda ditemukan pada batang-batang pohon bagian bawah. Meskipun anggrfek tersebut mudah dujangkau tetapi masyarakat tidak ada yang mengganggunya. Hal tersebut diduga karena masyarakat tidak mengetahui jenis anggrek dengan berbagai fungsinya dan belum tercemar oleh para pemburu anggrek yang biasanya haus akan anggrek alam.v, 32 hl

    Laporan Eksplorasi Flora Nusantara Kawasan Taman Nasional Betung Kerihun Kalimantan Barat

    No full text
    Telah dilakukan eksplorasi dikawasan Taman Nasional Betung Kerihun provinsi Kalimantan Barat dari tanggal 14 Agustus sampai dengan 3 September 2002 oleh tim Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor yang terdiri dari 6 orang anggota yaitu Didi Supardi, Syamsudi, Supandi, Sumanto, Soleh Royani dan Saryadi.Taman Nasional Betung Kerihun (T N B K) terletak perbatasan Kalimantan Barat dan Sarawak , secara administratif berada didalam kabupaten Kapuas Hulu dan merupakan kawasan konservasi terbesar di Kalimantan Barat. Keanekaragaman ekosistem dikawasan TNBK sangat tinggi dan keadaan vegetasi hutannya relatif masih utuh.Eksplorasi kali ini memperoleh hasil sebanyak 113 nomor yang terdiri dari koleksi non anggrek 62 nomor dan koleksi anggrek sebanyak 51 nomor. Dari jumlah tersebut 3 nomor sudah teridentifikasi sampai tingkat suku , 68 nomor sampai tingkat marga dan 42 nomor sudah teridentifikasi sampai tingkat jenis.vii, 23 hal

    0

    full texts

    429

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    perpustakaan.krbogor.lipi.go.id
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇