Indonesian Institute of Sciences

perpustakaan.krbogor.lipi.go.id
Not a member yet
    429 research outputs found

    Laporan Eksplorasi Flora Nusantara: Kawasan Gunung Merapi Jawa Tengah dan Yogyakarta

    No full text
    34 hal

    Laporan Eksplorasi Anggrek di Pegunungan Menoreh Jawa Tengah/DIY

    No full text
    Ekplorasi anggrek alam telah di laksanakan di wilayah pegunungan menoreh ,jawa tengah selama 15 hari (tanggal 8-23 april 2002 ) oleh tim Kebun Raya Bogor-LIPI yang terdiri dari 5 orang .data anggrek alam dari pegunungan menoreh belum pernah terdapat sebelumnya , sehingga ekflorasi ini merupakan data baru .pegunungan menoreh yang merupakan batas wilayan antara daerah istimewa jogjakarta ,( kab .kulon perego ) dan sebagian wilayah propinsi jawa tengah (kab. purworejo dan kabupaten magelang),sebagian besar wilayah nya berupa perkampungan ,saawah telagan dan perkebunan penduduk ; sedangkan sebagian kecil berupa hutan tanaman rakyat dan bukit batu .dari beberapa macam habitat yang terdapat di pegunungan manoreh ,berhasil di peroleh 30 nomor koleksi anggrek untuk di konservasikan di kebun raya bogor berdasarkan identifikasi ,30 nomor tersebut terdiri dari 20 marga 25 jenis .20 jenis merupakan koleksi baru bagi kebun raya bogor ,kedua forma spatoglothis plicata juga di peroleh yaitu yang berbunga putih dan berbunga ungu . Ditambah anggrek merpati (dendrobium crumenatum) yang tidak di koleksi ,terdapat 26 jenis anggrek di pegunugngan manoreh ,5 jenis diantaranya merupakan anggrek endemik p. jawa (menurut comber 1990 ) anggrek endemik di jawa tenggah ada 16 jenis ).v, 25 hal

    Laporan Eksplorasi Flora Nusantara Kawasan Kalimantan Timur: Cagar alam Kersik Luway Kalimantan Timur

    No full text
    SUMMARYKalimantan is the name given to the Indonesia portion of the great island of Borneo. Borneo is the third largest island in the world after Greenland and New Guinea. Kalimantan covers 73% of Borneo's land mass. The four provinces, Kalimantan Barat (West Kalimantan) , Kalimantan Tengah (Central Kalimantan), Kalimantan Selatan (South Kalimantan), and Kalimantan Timur (East Kalimantan). The north of Borneo comprises the Malaysian states of Sarawak and Sabah and the small independent Sultanate of Brunei Darussalam.This island lies on the equator in a region experiencing high temperatures throughout the year and within the wettest part of the Indonesian archipelago. These conditions and the island's geological and climatic history have encouraged speciation and high species diversity. The island is a major center for plant diversity, with 10,000 to 15,000 species of flowering plants. Endemism levels are high through the whole flora with about 34% of all plants, but only 59 genera are unique to the island .The Island is known as having the most species-rich habitat on earth. Forest types include mangrove, peat swamp and freshwater swamp forests, the most extensive heat forest (kerangas) in Southeast Asia, lowland dipterocarp forest and various montane formations. Costal habitats include beach vegetation, sea grass beds and coral reefThe heat forest can be found in Kersik Luway Nature Reserve, East Kalimantan. This nature reserve covers an area of 5000 hectares, including 400 hectares of heatland area. The habitat in this area is very specific, sandy quartz areas with thick peat moss upperside. Kersik Luway Nature Reserve is an area especially for conserving wild orchids. Many species of orchids were found abudantly in this area, but now the population decreases due to several forest fire.From 10-31 April 2002 there was an exploration of flora in Kersik Luway Nature Reserve and villages around this area. Collected was 135 number specimens, with 126 numbers belonging to non-orchid collections and 9 numbers belonging to orchid collections. The non-orchid collections consist of 49 families and 74 genera. The orchid collections consist of 8 genera. From all collections, 12 species are new collections for Bogor Botanic Garden. And Anggrek Isay (Eulophia graminea), which has never been seen before in this nature reserve, is a new recorded orchid from this area.vi, 32 hal

    Laporan ekplorasi Flora Nusantara: Survei Distribusi Dan Kelimpahan Cyathea Contaminans dan Dicksonia Blumei di Hutan Gunung Pangrango Jawa Barat

    No full text
    Preliminary Survey On Distribution and abundace of Cyathea contaminans and Dicksonia blumei in the sub montana forest areas of G. pangrango covering 10 localities has been conducted . It was conducted by using random searching and random quadrat methods. The result showed that C. contaminans can be foud throughout the areas surveyed to 2080 m above sea level . This level is a newly recorded information for C. contanans. The highestabundance of C. contaminans occurs in the secondary forest areas surrounding the track of curug sawer-situgunung. The lowest one occurs in the primary forest surrounding the main track of cibeureum water fall of G . Gede-pangrango(HM 5-HM7 ). Dicksonia blumei is only found in the areas surrounding the hot water spring of G. Gede - pangrango from 2060 m dpl. A small population consisting of 22mature individuals of D. blumei is found in the area close to the hot water spring at 2110 m above sea level ... Bahasa Indonesia:Survei awal kelimpahan dan distribusi Cyathea Contaminans dan Dicksonia Blumei di 10 lokasi dari kawasan hutan G. Pangrango yang meliputi hutan sekunder dan primer yang termasuk hutan sub montana dan montana telah dilakukan. Survei ini menggunakan dua metode, yaitu metode pencarian acak dan metode petak acak. Cythea contaminans dapat ditemukan diseluruh lokasi yang diamati sampai pada ketinggian 2080 m dpl. Ini merupakan catatan baru lagi informasi ketinggian tempat untuk C. contaminans . kelimpahan C. contaminans tertinggi terdapat di trak menuju Curug Sawer-Situgunung, dari ketinggian 1100-1230 m dpl., Kelimpahan C. contaminans terendah terdapat hutan primer trak utama menuju Air Terjun Cibeureum-G.Gede-Pangrango pada HM5-HM7. Dicksonia blumei hanya di temukan tumbuh di area sekitar air panas mulai dari ketinggian 2060 mdpl. satu populasi kecil yang terdiri dari 22 individu dewasa dicksonia blumei di temukan dilokasi dekat aliran air panas pada ketingian 210 m dpl.vii, 33 Hal

    Laporan Eksplorasi Flora: Kawasan Hutan Konsarvasi Taman Wisata Alam Mangolo dan Cagar Alam Lamedae Kabupaten Kolaka - Sulawesi Tenggara

    No full text
    As a centre for plant conservation, Bogor Botanic Gardens plays a role to explore Indonesian native plants throughout Indonesian forests in order to conserve them in exsitu conservation. An expedition to Mangolo Nature Recreation Park and Lamedae Nature Reserve in Southeast Sulawesi has been conducted by one of the Bogor Botanic Garden's expedition teams. the aims of this expedition are:- To do research and observation- To collect, re-inventory rare and endemic plants species (orchid and non-orchid)- To do Ethnobotany research The result is 117 collections in number from both localities (Mangolo Nature Recreation Park and Lamedae Nature Reserve) consist of 97 numbers of non-orchid, of which 25 are new for the Bogor Botanic Gardeds, and 20 collections in number of orchids. Mangolo Nature Recreation Park is located 7 km from Kolaka or 185 km from Kendari. It covers an area of 3,933.30 ha with primary and secondary forests. The most common tree is Kolaka, which has good wood quality. Many species of Orchidaceae, Araceae, Begonia spp., Hoya spp. and Dinochloa sp. have potential as ornamental plants. It is also noted that Pandanus spp. and Calamus spp. are used for small industry. It is reported that sometimes rice is substituted with Dioscorea hispida. Arenga pinnata is used as palm sugar. Lamedae Natural Reserve is covered 635,16 ha, relatively flat running into rugged altitude ranges from 5-2000 m and elevation ranges from 15%-30%. Pericopsis moniana or kayu kuku is common in this area which is known having good quality wood. A unique red fruit from Myrtaceae is also found. It is interesting to note that Nepenthes mirabilis, one of protected plants under Indonesian law, grows in this area. Pusat konservasi tumbuhan Kebun Raya Bogor merupakan lembaga yang mempunyai tugas dan fungsi melaksanakan konservasi eksitu tumbuhan asli Indonesia dari berbagai kawasan hutan di seluruh Indonesia. Salah satu tujuan kegiatan pengkoleksian dan penelitian tersebut adalah kawasan hutan konservasi Taman Wisata Alam Mangolo dan Cagar Alam Lamedae di proponsi Sulawesi Tenggara. Tujuan dari kegiatan eksplorasi dan penelitian flora dari kedua kawasan hutan konservasi ini adalah sebagai berikut:- Melakukan penelitian, inventarisasi ulang, pengumpulan material hidup dari jenis-jenis tumbuhan endemik Sulawesi Tenggara baik anggrek mauoun non anggrek.- Penggalian potensi tumbuhan yang digunakan masyarakat sekitar lokasi melalui penelitian ethnobotani. Dari kedua lokasi, TWA Mangolo dan CA Lamedae, diperoleh koleksi tumbuhan hidup sebanyak 117 nomor koleksi yang terdiri atas 97 nomor koleksi non anggrek dan 20 nomor koleksi anggrek. Koleksi baru Kebun Raya Bogor adalah sebnyak 25 nomor koleksi non anggrek, sedangkan untuk koleksi anggrek hanya berupa penambahan koleksi. Taman Wisata Alam Mangolo mempunyai luas 3.933,30 ha, berjarak 7 km dari kota Kolaka atau 185 km dari kota Kendari. Kawasan ini mempunyai tipe hutan primer dan sekunder yang terganggu. Di kawasan ini banyak terdapat tumbuhan yang kayunya berkualitas baik untuk bahan bangunan seperti kayu kolaka. Tumbuhan lain yang dapat dikembangkan dan berpotensi sebagai tumbuhan hias adalah dari jenis-jenis anggrek tanah dan epiufit, keluarga talas-talasan (Araceae), Begonia spp., Hoya spp., dan Dinochloa sp. (bambu merambat). Untuk industri kecil dan rumah tanggga adalah dari jenis Pandanus spp. dan Calamus spp. Diinformasikan juga bahwa Dioscorea hispida digunakan sebagai tanaman sumber karbohidrat dan Arenga pinnata sebagai bahan baku gula merah. Cagar Alam Lamedae mempunyai luas 635,16 ha dengan topografi relatif datar hingga berbukit dengan ketinggian antara 5-200 m dan kemiringan 15%-30%. Di dalam kawasan ini tumbuh pohon yang berpotensi sebagai penghasil kayu yang berkualitas baik yaitu kayu kuku (Pericopsis moniana). Informasi menarik dari kawasan ini adalah ditemukannya sejenis pohon jambu dengan buah yang unik dan berwarna merah menyala dan ditemukannya juga slah satu tumbuhan yang telah dilindungi oleh Undang-Undang Pemerintah Indonesia yaitu Nepenthes mirabilis.x, 30 hal

    Laporan Eksplorasi Flora Nusantara Cagar Alam Gunung Simpang Cianjur-Jawa Barat

    No full text
    52 hal

    Laporan Eksplorasi Flora Nusantara Kawasan Konservasi Cagar Alam Panua Kabupaten Boalemo dan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone Wilayah Konservasi Limboto Kabupaten Gorontalo

    No full text
    SUMMARYCelebes is a bigger and more important island in Wallacea, because it is a unique areal in the world, having an associated habitat of flora and fauna from Asia and Australia. Because this area has a unique flora and fauna, it makes researchers of botani and zoology from around the world choose the Celebes as a center interest for research since long ago. At the moment, there are many destroyed forests in the world also in Celebes, while the forests are flora and fauna habitats. It makes many species of flora especially flora from Celebes which are still undentified and the potencial still unkown lost. These condition makes the data of information become unrepresentative again. For up to date and to inform the real condition and to express the potential of flora resources especially in real forests in Gorontalo provice, Center Plant for Convervation - Bogor Botanic Gardens conducted exploration and research activities. In this period, Center Plant of Convervation - Bogor Botanic Gardens conducted exploration and research activities in convervation forest area of Panua Nature Lombongo and Tubalobo villages. The aim of theis expedition are :- To conduct re-inventory of rare and andemic plant species, also to express potency of another plant.- To collect living plant (orchid and non orchid) which are shaped seeds, tuber, seeding or cutting.- To collect the data about biodeversity of the species Araceae, Aracaceae, Asclepiadaceae, Clusiaceae, Nepenthaceae, Poaceae (Bamboo), and Zingiberaceae.- To do research about the abilities of living collection which are shaped cutting, seeding, and seeds with treatment and will be continuing in Bogor Botanical Gardens. The result is 111 collection in number from both localities (Panua Nature Reserve and Bogani Nani Wartabone National Park, Limboto convervation district in Lombongo and Tulabolo villages) consisting 65 numbers of non-orchid, of which 8 are new for the Bogor Botanic Gardens, and 46 collection in number of orchids. Panua Nature covers an area of 45,557 ha, falling under the Paguat and Marisa district, Boalemo regency which are located 160 km from Gorontalo. Lowland till tropical rain forest type tertiary, secondary and primary forest. In this areal the most common trees and shurbs are Diospyros species which belongs to the Ebenaceae family with good wood quality. One of this species is D. Ianceaefolia with small fruit, yellow and contains a natural dye which is need to be observed. Beside that, this areal is the habitat of Vanda celebica which is endemic orchid of Celebes. Other plants which are developing the potensial as an ornamental plant are Araceae, Begonia spp and Dinochloa sp. Bogani Nani Wartabone National Park, Lomboto convervation district cover an area of 110,000 ha, it is meant 38% from all of TNBNWB area. This area falls under the Suwawa district, Gorontalo regency. Lowland rain forest type with secondary and primary forest. Most of the big trees in this area are member of Ficus and the interesting species is F. minahasae which also as endemic plant from Celebes. Beside that Arenga pinnata is source of liquid which makes taddy and red sugar. The importantance of information from this area is a plant which belong to species Myrtaceae with roose aroma fruit.RINGKASAN Sulawesi adalah pulau terbesar dan paling penting di Wallacea, Karena merupakan wilayah unik di dunia, tempat bercampurnya habitat flora dan fauna dari Asia dan Australia. Karena keunika flora dan faunanya inilah menyebabkan Sulawesi sejak dahulu telah dijadikan pusat perhatian para ilmuwan baik dari bidang botani maupun zoologi dari seluruh dunia. Mengingat dewasa ini banyak terjadi kerusakan hutan sebagai habitat flora maupun fauna, maka diduga banyak juga jenis - jenis khususnya flora di Sulawesi yang belum terungkap nama dan poternsinya hilang. Kondisi ini menyebabkan data-data yang telah diinformasikan sebelemu menjadi tidak representatif lagi. Untuk memperbaharui dan menginformasikan mengenai keadaan riilnya kondisi dan kawasan hutan wilayah administratif Propinsi Gorontalo, Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor melakukan kegiatan eksplorasi dan penelitian. Pada kegiatan periode ini, Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor, Cagar Alam Panua dan Taman Nasional Bogani Wartabone wilayah konservasi Limboto desa Lombongo dan Tulabolo. Tujuan kegiatan eksplorasi dan penelitian flora di kedua kawasan tersebut adalah sebagai berikut :- Melakukan inventarisasi ulang keberadaan jenis-jenis tumbuhan yang tergolong kedalam kategori endemik serta penggalian potensi tumbuhan lainnya.- Mengumpulkan material hidup dari jenis-jenis terpilih baik tumbuhan anggrek maupun non anggrek dalam bentuk biji, umbi, anakan ataupun stek.- Mengumpulkan data tentang keanekaragaman jenis tumbuhan anggota suku Araceae, Aracaceae, Asclepiadaceae, Clusiaceae, Nepenthaceae, Orchidaceae, Poaceae (Bambu), dan Zingiberaceae.- Melakukan penelitian tentang kemampuan hidup tumbuhan koleksi yang berupa stek, anakan, dan biji dengan suatu perlakuan khusus dan akan diamati lebih lanjut di Kebun Raya Bogor. Dari kedua lokasi, CA. Panua dan TNBNWB wilayah konservasi Lomboto desa Lombongo dan Tulabolo, diperoleh koleksi tumbuhan hidup sebanyak 111 nomor koleksi yang terdiri dari 65 nomor koleksi non anggrek dan 46 nomor koleksi anggrek. Koleksi baru Kebun Raya Bogor adalah sebanyak 8 nomor koleksi non anggrek, sedangkan untuk koleksi anggreng hanya berupa penambahan koleksi. Hutan Kawasan konservasi CA. Panua mempunyai luas 45.557 ha, secara administrasi termasuk dalam wilayah Kecamatan Paguat dan Marisa, Kabupaten Boalemo yang beranjak sekitar 160 km dari Kota Gorontalo. Kawasan hutan tipe hutan dataran rendah sampai hutan tropika dengan vegetasi tipe hutan tretier, sekunder dan prima yang terganggu. Dikawasan ini banyak tumbuhan pohon kayu yang baik. Satu diantaranya adalah Diospyros yang mempunyai kualitas buah bulat kecil, berwarna kuning terang mengandung zat warna alami yang perlu diteliti. Selain itu kawasan ini merupakan habitat alami dari anggrek epifit Vanda celebica yang merupakan anggrek endemik Sulawesi. Sedangkan tumbuhan lain yang dapat dikembangkan potensinya sebagai tanaman hias diantaranya adalah anggota suku Araceae (talas-talasan), Begonia spp dan Dinochloa sp. Hutan kawasan konservasi TNBNWB wilayah konservasi Limboto mempunyai luas 110.000 ha, berarti sebanyak 38% dari seluruh luas kawasan TNBNWB. Kawasan ini termasuk dalam wilayah administratif Kecamatan Suwawa, Kabupaten Gorontalo. Kawasan hutan dengan tipe hutan dataran rendah dimana kawasan ini banyak dijumpai pohon-pohon besar dari anggota marga Ficus dan yang paling terkenal adalah jenis Ficus minahasae yang juga merupakan tanaman endemik Sulawesi. Selain itu ada juga tumbuhan aren (arenga pinnata) yang banyak disadap untuk diambil niranya sebagai bahan baku membuat minuman saguer dan gula merah. Yang menarik dan perlu diinfromasikan dari kawasan ini adalah dengan ditemukannya jenis jambu tanpa daging buah mempunyai aroma seperti bunga mawar. Tumbuhan ini perlu diteliti lebih lanjut dan dikembangkan potensinya sebagai tanaman hias berbuah.x, 29 Hal

    Laporan Eksplorasi Flora Pegunungan Dieng di Jawa Tengah

    No full text
    ii,27 hal

    Laporan Eksplorasi Flora di Kawasan Konservasi Taman Nasional Bukit Dua Belas, Jambi

    No full text
    v, 30 hal

    0

    full texts

    429

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    perpustakaan.krbogor.lipi.go.id
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇