429 research outputs found
Sort by
Laporan Perjalanan Eksplorasi dan Penelitian Flora: Eksplorasi dan Penelitian Plasma Nutfah Tanaman Upacara Adat Bali di Kabupaten Jembrana, Propinsi Bali
ii, 11 hal
Laporan Perjalan Tim Ekspedisi Muller ll : 15 September - 10 Oktober 2003
Kawasan hutan Gunung Lumut yang terletak pada ketinggian sekitar 600-1020 m dpl. merupakan daerah perbukitan dengan beberapa puncak yang menonjol. Substrat terdiri atas batuan kersik yang sangat miskin hara, sehingga vegetasi yang ada sangat berbeda dengan vegetasi hutan Dipterocarpaceae yang mengelilinginya. Vegetasi daerah ini terdiri atas beberapa tumbuhan yang khas seperti Syzygium bankense, Phyllocladus hyphophyllus, Drymis piperita, Rhododendron sp., dan Pandanus sp. yang hanya dijumpai pada daerah dataran tinggi. Jumlah jnis anggrek yang berhasil ditemukan di Gunung Lumut cukup tinggi (51 jenis). Sebagian besar merupakan jenis-jenis anggrek yang memiliki bentuk morfologi yang cantik. Jenis-jenis ini dapatditemukan pada daerah penyebaran mulai dari ketinggian 230 m dpl. sampai dengan 1020 m dpl. Namun demikian, populasi yang relatif besar ditemukan pada ketinggian di atas 600 m dpl. Di Kalimantan diperkirakan terdapat 200 jenis palem (27 marga). Dari jumlah tersebut 16 jenis di antaranya (7 marga) merupakan jenis-jenis endemik (di habitat alami hanya terdapat di Kalimantan). Dari 200 jenis palem tersebut di atas, 33 jenis palem di antaranya berhasil ditemukan oleh tim di kawasan Gunung Lumut yaitu Daemonops (7 jenis), Plectocomia (1 jenis), Calamus (8 jenis), Oncosperma (1 jenis), Pinanga (4 jenis), Korthalsia (6 jenis), Licuala (1 jenis), Eugeissona (1 jenis), Iguanura (1 jenis), Ceratolobus (2 jenis), dan Arenga (1 jenis). Termasuk di antara 33 jenis ini adalah jenis-jenis yang langka dan mempunyai bilai komersial yang tinggi. Di samping inventarisasi flora, tim juga melakukan inventarisasi ichtyofauna (ikan). Hasilnya,ditemukan 44 jenis ikan yang tergolong ke dalam 31 marga dan 12 suku. Jumlah jenis tersebut termasuk cukup tinggi dibandingkan dengan jumlah jenis ikan di beberapa wilayah lain di Borneo (sebagai contoh, jumlah jenis ikan di TN. Kayan Mentarang-Kalimantan Timur hanya sekitar 35 jenis saja). Cyprinidae merupakan suku yang paling dominan dengan 24 jenis (54.55%), diikuti Balitoridae 6 jenis (13.64%),sedangkan suku yang lainnya beranggotakan kurang dari dua jenis saja. Kawasan hutan Gunung Lumut cukup kaya akan jenis-jenis tumbuhan yang bernilai tinggi, baik dari sisi konservasi maupun karena nilai ekonominya.Dari sisi ekologi pun peranannya cukup penting,terutama karena kawasan ini merupakan hulu bagi sungai-sungai yang mengalir ke Barito Utara (di antaranya adalah sungai Mea dan sungai Luang yang bagian hilirnya menuju kota Muara Teweh), Barito Selatan, maupun ke beberapa lokasi di Propinsi Kalimantan Timur. Faktor yang cukup riskan bagi kelestarian kawasan ini adalah lokasinya yang dikelilingi oleh kawasan HPH. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah penetapan tata batas yang jelas, serta kawasan penyangga (buffer zone) yang cukup. Upaya pelestarian kawasan Gunung Lumut tidak hanya memiliki dimensi konservasi alam, tetapi juga menyangkut upaya pelestarian budaya masyarakat lokal khususnya masyarakat dayak panganut Hindu Kaharingan.iii, 104 hal
Laporan Eksplorasi Taman Wisata Alam Sicikeh-Cikeh Kabupaten Dairi dan Suaka Margasatwa Siranggas Kabupaten Pak-Pak Bharat Sumatera Utara 9--27 September 2003
Taman Wisata Alam Sicikeh-cikeh, Kabupaten Dairi dan Suaka Margasatwa Siranggas ,Kabupaten Pak-pak Bharat , Sumatra Utara adalah dua kawasan konservasi yang kondisinya masih sangat baik dan kaya akan keanekaragaman tumbuhan.tipe vegetasi keduanya adalah hutan hujan ,tetapi TWA sicikeh-cikeh memiliki kelembaban yang tinggi sedangkan SM siranggas rendah dan cenderung kering .dari eksplorasi ini di peroleh 110 nomor koleksi untuk anggrek dan 125 nomor koleksi untuk non anggrek. koleksi baru anggrek 16 nomor dan koleksi baru non anggrek 11 nomor hasi invetarisasi terhadap 6 jenis tumbuhan dalam luasan 20.000 m2 diTWA sicikeh-cikeh menghasilkan data sebagai berikut : Styrax benzoin (kemenyan) 11 pohon dewasa dan 76 anakkan; dacrydium elatum (sampinur tali) 123 pohon dewasa dan 106 anakkan, Dacrycarpus imbricatus (sampinur bunga) 6 pohon dewasa dan 3anakkan, nepenthes spp. (kantong semar) 285 rumputan atau individu, Rhododendron sp. bunga kuning 54 individu, dan Rhododendron malayanum. (bunga merah) 134 individu.beberapa tumbuhan langka dan menarik yang ditemukan adalah rafflesia sp. (rafflesiaceae). phaius indigoferus (orchidaceae), Paphiopedillum tonsum (Orchidaceae), Epigenium cymbidioides (Orchidaceae), Amphilocissus thyrsflora (vitaceae), Rhdodendron malayanum, Rhdodendron spp. (Ericaceae dan nepenthes spp. (Nepenthaceae).ix, 51 hal
Laporan Eksplorasi Flora Nusantara: Taman Wisata Alam Deleng Lancuk dan Taman Wisata Alam Lau Debuk-Debuk Kabupaten Karo Sumatera Utara
31 hal
Laporan Eksplorasi Flora di Kawasan Cagar Alam Dolok Tinggi Raja Sumatera Utara
kegiatan eksplorasi di kawasan hutan cagar alam dolok tinggi raja, sumetara utara dilaksanakan pada tanggal 23 september sampai dengan 10 oktober 2003. tujuan utama kegiatan ini adalah untuk menggali informasi tentang kekayaan, keragaman dan keunikan sumberdaya tumbuhan di cagar alam dolok tinggi raja serta melestarikannya secara ek situ di kebun raya bogor. pengamatan terhadap penyebaran dan kelimpahan tumbuhan dilakukan dengan metode pencairan acak. sedangkan untuk memahami ekologi tumbuhan di kawasan ini, dilakukan pencatatan data ketinggian tempat, tipe habitat, PH tanah, kelembaban tanah, suhu udara dan kelembaban udara.secara umum kawasan cagar alam dlok tinggi raja seluas 167 hektar dan berada pada ketinggian 450-600 m dpl merupakan hutan huajn tropis yang khas dan kaya akan keanekaragaman hayati.kekkhasan dari kawasan dari kawasan ini terutama berkaitan dengan adanya sumber - sumber panas bumi yang muncul kepermukaan tanah dalam bentuk sumber air panas yang menyebar di berbagai tempat dikawasan ini. adanya sumber air panas yang tidak stabil, karena cenderung selalu berpindah - pindah tempat, menghasilkan ekosisitem kawasan yang unik dengan komposisi dan struktur vegetasi yang khas pula. pandanus, hoya dan nephenthes merupakan beberapa kelompok tumbuhan yang dominan tumbuhan di sekitar sumber air panas yang penuh dengan endapan kapur belerang dan dengan iklim micro yang relatif panas. sedangkan di beberapa bukit yang pengaruh panas buminya tidak terlalu nyata terdapat beberapa jenis Shorea, Garcinia, Canarium, Bacaruea dan Polyalthia. kawasan ini juga kaya akan jenis-jenis anggrek, seperti Appendicula, Bulbophyllum, Coelogyne, Dendrobium, Eria, Goodyera, Oberonia dan Spathoglottis. hasil koleksi yang diperoleh dari kawasan hutan cagar alam dolok tinggi raja adalah 73 nomor koleksi non anggrek yang terdiri dari 36 suku (2 suku belum terdidentifikasi) dan 41 marga (9 marga belum teridentifikasi) serta 63 nomor koleksi anggrek (Orchidaceae) yang terdiri dari 22 genera dan 63 jenis (29 jenis belum teridentifikasi).viii, 28 hal
Laporan Perjalanan Eksplorasi dan Penelitian Flora: Eksplorasi, Penelitian dan Pengembangan Flora di Kawasan Hutan Lindung Waimenda Kolaka, Sulawesi Tenggara
ii, 6 Hal
Informasi Teknik Perbanyakan Bambu Dalam Rangka Pengembangan Jenis-jenis Bambu Untuk Menunjang Kerajinan Industri Rumah Tangga di Bali
ii, 7 hal
Laporan Perjalanan Eksplorasi dan penelitian Flora: Eksplorasi dan Penelitian Plasma Nutfah Tanaman Upacara Adat Bali di Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali
ii, 7 hal
Laporan Eksplorasi Flora Nusantara: Survey Distribusi dan Kelimpahan Cyathea Contaminans dan Dicksonia Blumei di Gunung Salak - Jawa Barat
ABSTRACTPreliminary survey on the distribution and abundance of tree ferns, Cyathea contaminans and Dicksonia Blumei, on mount Salak Bogor has been conducted on 1 - 17 October 2002.. It was conducted by using random searching and random quadrat methods at six observation areas from 700 to 1030 m above sea level. The result showed that C. contaminans prefers to germinate and grow in open areas than in shady places. In these areas, it was found many trees of C. contaminans which have been cut down for their economic valuable root and where threes are still alive, were rare. Dicksonia blumei was not found in these areas at those levels. Further observation at higher elevation is needed to clarify the occurence of Dicksonia blumei on Mount Salak.INTISARI : Survey awal kelimpahan dan distribusi paku pohon jenis cyathea contaminans dan Dicksonia blumei di kawasan Gunung Salak Bogor telah di lakukan pada tanggal 7 - 17 Oktober 2002. Survey ini dilakukan dengan menggunakan metoda jalur dan metoda plot di enam lokasi pada ketinggian 700 - 1030 m dpl. Berdasarkan pengamatan, C. contaminasi untuk berkecambah dan tumbuh membutuhkan cahaya tinggi. Dari ke enam lokasi tersebut ditemukan banyak pohon C. contaminasi mati karena di tebang untuk di ambil akarnya sebagai bahan media anggrek sedangkan pohon yang masih hidup sudah jarang ditemukan. Paku tiang jenis Dicksonia blumei dalam survey ini tidak ditemukan. Untuk memastikan tentang keberadaan jenis ini di Gunung Salak masih ada atau tidak, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut pada ketinggian tempat yang lebih tinggi.vi, 23 hal