429 research outputs found
Sort by
Laporan Perjalanan Eksplorasi dan Penelitian Flora: Eksplorasi dan penelitian pakupotensial Di Kawasan Cagar Alam dan Taman Buru Gunung Tambora Selatan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat
iv, 16 Hal
Laporan Eksplorasi Flora Nusantara: Kajian Distribusi dan Ekologi Pinang Jawa (Pinanga Javana) di Kawasan Hutan Taman Nasional Gunung Halimun, Jawa Barat
Salah satu upaya untuk menyelamatkan dan melestarikan Pinang Jawa dari terancam kepunahan adalah dengan melakukan reintroduksi atau rekaveri.Langkah awal dari kegiatan tersebut adalah dengan melakukan inventarisasi serta studi ekologi jenis tersebut dihabitat alaminya. Populasi Pinang Jawa di kawasan hutan resort Ciberang-Taman Nasional Gunung Halimun tergolong rendah dengan tingkat keterancaman yang tinggi. Selama penelitian Pinang Jawa hanya ditemukan di 4 lokasi yaitu di Gunung Cangkuang (sekitar Curug Cikalap, tepi Sungai Ciberang Beet dan jalur puncak Cangkuang), Gunung Buligir Putih (tepi ciberang beet), Gunung Kencana (sekitar Sungai Pameungpek) dan Gunung Halimun Utara (sekitar Sungai Ciberang Beet dan Sungai Cihideung). Jumlah individu yang ditemukan 21 pohon dewasa, 18 pohon muda dan 248 anakan.Faktor-faktor penyebab menurunnya populasi diduga adanya penebangan pohon untuk diambil pucuknya sebagai bahan makanan, perubahan lingkungan akibat adanya penebangan pohon-pohon besar penghasil kayu, perambahan hutan untuk ladang serta rendanya tingkat regenerasi pinang jawa di habitat alaminya.vi, 20 hal
Laporan Eksplorasi Flora Nusantara: Kajian Reintroduksi dan Recovery Pinanga javana Blume Di Kawasan Hutan Gunung Wilis Jawa Timur
vii, 35 hal
Laporan Penelitian: Kajian Status Keberadaan Tumbuhan Obat Langka di Pulau Jawa dan Upaya Perbanyakannya Dalam Rangka Reintroduksi Studi Kasus: Taman Nasional Ujung Kulon
iii, 22 hal
Laporan Hasil Eksplorasi: Eksplorasi dan Inventarisasi Anggrek Alam Pulau Jawa Pegunungan Dieng Jawa Tengah
Pegunungan dieng memiliki kawasan hutan terluas di jawa tengah. Namun saat ini sebagian kawasan hutan telah menjadi areal pertanian pangan dan hortikultura. Keadaan tersebut mendorong Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor-LIPI untuk segera menyelamatkan dan melestarikan keanekaragamaan hayati flora kawasan pegunungan dieng dengan melakukan eksplorasi flora khususnya anggrek . Kawasan hutan pegunungan dieng yang dimasuki adalah bismo, kemulan, petarangan dan gunung perahu. dari empat kawasan tersebut gunung kemulan masih memiliki hutan yang terpelihara baik dan kaya dengan keanekaragamaan hayatinya. Sebagian besar koleksi anggrek diperoleh dari kawasan ini. dari 54 jenis anggrek yang diperoleh, 5 jenis merupakan koleksi baru dan 16 lainnya merupakan jenis endemik jawa.v, 25 hal
Laporan Perjalanan Tim Ekspedisi Muller I: 26 Mei - 25 Juni 2003
Upaya mempertahankan kawasan tutup tutan berupa wilayah pelestarian, merupakan hal yang sangat mendesak dan penting dalam era pembangunan berkelanjutan dan globalisasi lingkungan. ekosistem hutan alam tropika yang dikenal sangat kompleks dan unik, merupakan paru-paru dunia yang mampu mengurangi emisi gas rumah kaca. penetapan status konservasi kawasan hutan alam tropika membutuhkan data-data dasar yang akurat serta berbagai informasi penting lainnya. Dalam rangka merespons usulan daerah propinsi kalimantan tengah untuk menjadikan kawasan pegunungan muller sebagai world natural heritage, pusat konservasi tumbuhan Kebun Raya Bogor - LIPI telah secara aktif memulai suatu kajian lapangan. Melalui kajian dasar keanekaragaman hayati baik berupa ekplorasi, telah ekologi, etnobotani dan berbagai disiplin ilmu lainnya, di harapkan akan di peroleh data yang akurat mengenai potensi, keunikan, karakterlistik dan juga permasalahan-permasalahan di kawasan tersebut. Kegiatan pengumpulan data dan informasi pada ekspedisi kali ini, dipusatkan di kawasan Bukit Batikap dan sekitarnya. Pengumpulan data lapangan meliputi, keanekaragaman jenis-jenis anggrek, Hoya, jenis-jenis pohon utama penyusun komunitas hutan, ichtiofauna. Data tipe-tipe vegetasi di kumpulkan melalui penarikan cuplikan pada setiap tipe vegetasi yang berbeda. Dari ekspedisi ini berhasil dikoleksi 156 jenis angrek, 13 jenis Hoya dan 5 jenis Aeschynathus serta150 nomor koleksi herbarium. Tercatat sedikitnya ada 6 tipe hutan dijumpai di kawasan Bukit Batikap yakni hutan pamah, kerangas, aluvial, pembuktian, pegunungan, serta vegetasi alpine. selain itu, tim itu juga melakukan kajian etnobotani dan kearifam budaya lokal dari desa-desa terdekat, yakni Tatabangkan, Pulau dan Tumbang Naan. kajian ichtiofauna juga merupakan bagian dari kegiatan ekspedisi Muller I ini. Tercatat tidak kurang dari 54 jenis ikan terdapat di Hutan Bukit Batikap, 50 jenis di antaranya telah berhasil dikoleksi.120 hal
Eksplorasi dan Penelitian Flora di Kawasan Hutan Lindung Sinabung Sumatera Utara
vii, 40 hal