JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Not a member yet
    226 research outputs found

    KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS MAHASISWA YANG TELAH MENIKAH

    Get PDF
    Abstrak Kesejahteraan psikologis merupakan evaluasi seseorang tentang kehidupannya terkait penerimaan dirinya dalam sisi kehidupan yang positif maupun negatif sehingga mendapatkan kepuasan dan kebahagiaan. Mahasiswa yang sudah menikah kemudian berkuliah diperhadapkan dengan peran ganda baik sebagai suami/istri yang perlu menafkahi dan mengurus rumah tangga maupun sebagai mahasiswa dengan berbagai tuntutan akademik yang perlu diselesaikan. Hal ini menjadi tantangan baik dari pribadi mahasiswa sendiri maupun lingkungan eksternal. Penelitian ini bertujuan mengetahui kesejahteraan psikologis mahasiswa yang sudah menikah kemudian berkuliah. Metode penelitian yang digunakan ialah kualitatif. Subjek penelitian ditetapkan menggunakan purposive sampling, jumlah subjek 3 orang mahasiswa dengan kriteria berstatus menikah (menikah kemudian berkuliah), memiliki usia pernikahan di atas 5 tahun, rentang usia 20-50 tahun, dan merupakan mahasiswa jurusan Pastoral Konseling IAKN Kupang. Teknik pengumpulan data yang digunakan observasi dan wawancara. Instrumen penelitian yaitu pedoman wawancara dan observasi. Teknik analisis meliputi data reduction, data display dan conclusion drawing/verification. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang sudah menikah kemudian berkuliah di Jurusan Pastoral Konseling IAKN Kupang memiliki kesejahteraan psikologis yang baik dilihat dari aspek penerimaan diri, hubungan yang positif dengan sesama, otonomi, penguasaan lingkungan, tujuan hidup dan pertumbuhan pribadi. Kata kunci: kesejahteraan psikologis, kuliah, mahasiswa, menikah   The Psychological Well-Being of Married Students Abstract Psychological well-being is an evaluation of a person about his life related to his acceptance of himself in the positive and negative sides of life so as to get satisfaction and happiness. Married students are then faced with a dual role, both as husband / wife who need to support and take care of the household as well as students with various academic demands that need to be resolved. This is a challenge both from the student's own person and the external environment. The purpose of this study was to determine the psychological well-being of students who were married and then went to university. The research method used is qualitative. The research subjects were determined using purposive sampling, the number of subjects was 3 students with the criteria of being married (married then studying), having a marriage age above 5 years, age range 20-50 years, and were students majoring in Pastoral Counseling IAKN Kupang. Data collection techniques used observation and interviews. The research instruments were interview and observation guidelines. Analysis techniques include data reduction, display data and conclusion drawing / verification. The results showed that married students who then studied at the Pastoral Counseling Department of IAKN Kupang had good psychological well-being in terms of self-acceptance, positive relationships with others, autonomy, environmental control, life goals and personal growth. Keywords: married, psychological well-being, students, studyin

    PERAN ORANG TUA DALAM MENSTIMULASI PERKEMBANGAN BAHASA ANAK USIA PRASEKOLAH

    Get PDF
    The growth and development of children will depend on how the stimulation provided by the environment. Preschool-age children are in the preoperational stage, wherein during this golden period, children experience rapid progress in their development, including language development. Language development in preschool-age children has a goal so that children can communicate verbally with their surroundings. This research aimed to describe the role of parents in stimulating language development in preschool-age children. This research uses the descriptive qualitative method. The study was conducted at PAUD Bintang Bangsaku, Cimanggis District, Depok City from May to June 2021. The population in this study were children aged 3-6 years (preschool). The sample was selected using the saturation sampling technique of as many as 20 people. Data were collected using a questionnaire with a secondary data source, namely the parents of the sample. The data collected was then analyzed descriptively to describe the role of parents in stimulating language development in preschool-age children. The results showed that parents have many essential roles in the language development of preschool-age children. Parents can be examples and supervisors in the development of children. Togetherness between children and parents is considered necessary because children still easily absorb their surroundings at that age. Several factors can affect language development in children, namely communication between parents and children, parenting, and providing facilities to children.   Abstrak  Pertumbuhan dan perkembangan anak akan bergantung pada bagaimana stimulasi yang diberikan oleh lingkungannya. Anak usia prasekolah berada pada tahap pra operasional di mana dalam periode emas ini, anak mengalami kemajuan yang pesat dalam perkembangannya, termasuk dalam perkembangan bahasa. Perkembangan bahasa pada anak usia prasekolah memiliki tujuan agar anak mampu berkomunikasi secara lisan dengan sekitarnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan peran orang tua dalam menstimulasi perkembangan bahasa pada anak usia prasekolah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Penelitian dilakukan di PAUD Bintang Bangsaku, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok pada bulan Mei hingga Juni 2021. Populasi dalam penelitian ini adalah anak usia 3-6 tahun (prasekolah). Sampel dipillih menggunakan teknik saturation sampling sebanyak 20 orang. Data dikumpulkan menggunakan angket dengan sumber data sekunder yaitu orang tua dari sampel. Data yang telah dikumpulkan selanjutnya dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan peran orang tua dalam menstimulasi perkembangan bahasa anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua memiliki banyak peran penting dalam perkembangan bahasa anak usia prasekolah. Orang tua dapat menjadi contoh dan pengawas dalam perkembangan anak. Kebersamaan antara anak dan orang tua dinilai penting karena pada usia tersebut anak masih dengan mudah menyerap sekitar. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan bahasa pada anak yaitu komunikasi antara orang tua dan anak, pola asuh yang dilakukan oleh orang tua, dan pemberian fasilitas kepada anak

    PENGEMBANGAN MODEL PENDIDIKAN KESEHATAN REMAJA DALAM PENDEWASAAN USIA PERKAWINAN: Mengukur Batasan Usia Sisi Kesehatan dan Emosional untuk Berkeluarga

    Get PDF
    This research aims to develop a model instrument for adolescent health education in maturing the age of marriage. At adolescence, the female reproductive organs are psychologically well developed and strong and ready to give birth to offspring and physically begin to mature. For that, it needs a method of health education that can reach teenagers. This research used a development method that also includes the instrument standardization process. The model used is a 4-D model development consisting of define, design, develop, and disseminate. The subjects of this study consisted of adolescents aged 10-15 years and 16-21 years in Tangerang City. The sample was selected in this study through cluster random sampling technique. This study indicates that reproductive health education can increase the knowledge of adolescents in Tangerang City about maturing the age of marriage. Health education activities through reproductive education have shown quite effective results in increasing adolescent knowledge about maturing age at marriage. At the pretest, adolescents' knowledge was included in the poor category because the teenagers had not received direct information about maturing age at marriage. However, indirectly some teenagers get information from the mass media without further knowledge, namely at the knowing stage. However, during the posttest, there was a significant increase in respondents' knowledge about reproductive health education. Of the 13 indicators, all experienced an increase in the average value of knowledge compared to the reproductive health education pretest.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen model pendidikan kesehatan remaja dalam pendewasaan usia perkawinan. Pada usia remaja tersebut, organ reproduksi perempuan secara psikologis sudah berkembang dengan baik dan kuat serta siap untuk melahirkan keturunan dan secara fisik pun mulai matang. Untuk itu diperlukan suatu metode pendidikan kesehatan yang dapat menjangkau para remaja. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang juga meliputi proses pembakuan instrumen. Model yang digunakan adalah pengembangan model 4-D yang terdiri dari define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pengembangan), dan disseminate (penyebaran). Subjek penelitian ini terdiri dari remaja berusia 10 – 15 tahun dan 16 – 21 tahun di Kota Tangerang. Sampel dipilih pada penelitian ini melalui teknik cluster random sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan reproduksi dapat meningkatkan pengetahuan remaja di Kota Tangerang tentang pendewasaan usia perkawinan. Kegiatan pendidikan kesehatan melalui pendidikan reproduksi menunjukkan hasil yang cukup efektif untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang pendewasaan usia perkawinan. Pada saat pretest, pengetahuan remaja termasuk dalam kategori kurang karena belum mendapatkan informasi secara langsung mengenai pendewasaan usia perkawinan. Akan tetapi secara tidak langsung beberapa remaja mendapatkan informasi dari media massa tanpa pengetahuan lebih lanjut yakni pada tahap tahu. Namun, saat posttest, terjadi peningkatan yang signifikan pada pengetahuan responden mengenai pendidikan kesehatan reproduksi. Dari 13 indikator, semuanya mengalami peningkatan nilai rata-rata pengetahuan dibandingkan saat pretest pendidikan kesehatan reproduksi

    KONSEP DIRI SEBAGAI PENGONTROL IMPULSE BUYING PADA IBU RUMAH TANGGA

    Get PDF
    Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konsep diri terhadap impulse buying pada ibu rumah tangga. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Baros, Kota Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini melibatkan 100 orang ibu rumah tangga yang dipilih secara puposive. Pengumpulan data dilakukan pada bulan April sampai dengan Juni 2021 dengan menggunakan metode survey. Data dianalisis dengan menggunakan statistika deskriptif dan statistika inferensial (uji regresi linear sederhana). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep diri dan impulse buying pada ibu rumah tangga termasuk dalam kategori sedang. Konsep diri berpengaruh negatif dan signifikan terhadap impulse buying. Hasil analisis ini mengindikasikan bahwa konsep diri yang semakin baik dapat menurunkan impulse buying pada ibu rumah tangga. Artinya, impulse buying pada ibu rumah tangga dapat dikontrol oleh konsep diri ibu rumah tangga tersebut. Dengan demikian, cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi impulse buying pada ibu rumah tangga adalah dengan cara meningkatkan konsep diri pada ibu rumah tangga. Kata kunci: ibu rumah tangga, impulse buying, konsep diri, perilaku konsumen Self-Concept as Impulse Buying Controller in Homemakers Abstract This study aims to analyze the effect of self-concept on impulse buying at homemakers. The location conducted this research is Baros Village, Sukabumi City, West Java Province. This study involved 100 homemakers who were selected purposively. Data collection was carried out from April to June 2021 using the survey method. Data were analyzed using descriptive statistics and inferential statistics (simple linear regression test). The results showed that homemakers had self-concept and impulse buying in the medium category. Self-concept has a negative and significant effect on impulse buying. The results of this analysis indicate that a better self-concept can reduce impulse buying for homemakers. That is, the housewife's self-concept can control impulse buying at homemakers. Thus, the way to minimize impulse buying for homemakers is by increasing the self-concept of homemakers. Keywords: consumer behavior, homemakers, impulse buying, self-concep

    EFEKTIVITAS LAMAN SAHABAT KELUARGA TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN IBU MENGENAI PENGASUHAN ANAK USIA 13-24 BULAN

    Get PDF
    Children are the next generation that every family dreams of. Besides, every family also hopes that their children can grow and develop optimally so that they can realize the expectations of their parents. This study aims to obtain an overview of the effectiveness of Laman Sahabat Keluarga on the level of knowledge of maternal care in children aged 13-24 months. This research was conducted in Cibatok Village, Bogor Regency. This research method uses the pre-experimental method with the alternative the one-group pretest-posttest design. The population in this study were mothers who have children aged 13-24 months old in Cibatok 2 Village, Bogor Regency. The total population is 114 people. Based on the results of the hypothesis, the results show that there is a significant difference in the knowledge of mothers about the care of children aged 13-24 months before and after using Laman Sahabat Keluarga. There are significant differences in maternal knowledge indicating changes and increases in maternal knowledge over a certain period. The concept of health education contained on the web page can also be a learning medium for individuals, groups, and communities so that from not knowing to know, from being unable to overcome health problems to be able. Therefore, Laman Sahabat Keluarga is very important in increasing Mother's knowledge of parenting with periodic effectiveness testing. The implication of the results of this study on the mother's knowledge is that the more and broader the mother's knowledge, the better her level of knowledge. Keywords: childhood, parenting, technology, website Abstrak  Anak merupakan generasi penerus yang didambakan setiap keluarga. Selain itu setiap keluarga juga mengharapkan anaknya dapat tumbuh dan berkembang secara optimal sehingga dapat mewujudkan harapan orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang efektivitas Laman Sahabat Keluarga terhadap tingkat pengetahuan pengasuhan ibu pada anak usia 13-24 bulan. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Cibatok, Kabupaten Bogor. Metode penelitian ini menggunakan metode pre-experimental dengan alternatif the one group pretest-posttest design. Populasi pada penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak usia 13-24 bulan di Desa Cibatok 2, Kabupaten Bogor. Adapun jumlah populasinya sebanyak 114 orang. Berdasarkan hasil hipotesis diperoleh hasil yang menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pengetahuan ibu tentang pengasuhan anak usia 13-24 bulan sebelum dan sesudah menggunakan Laman Sahabat Keluarga. Terdapat perbedaan pengetahuan ibu yang signifikan menunjukkan perubahan dan peningkatan pengetahuan ibu dalam kurun waktu tertentu. Konsep pendidikan kesehatan yang terdapat dalam laman web juga dapat menjadi sebuah media belajar bagi individu, kelompok, dan masyarakat sehingga dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak mampu mengatasi masalah kesehatan menjadi mampu. Oleh karena itu, Laman Sahabat Keluarga sangat berperan dalam meningkatkan pengetahuan Ibu mengenai pengasuhan dengan pengujian efektivitas secara berkala. Implikasi hasil penelitian ini pada pengetahuan Ibu adalah semakin banyak dan luas pengetahuan yang ibu miliki maka semakin baik tingkat pengetahuannya

    HUBUNGAN GRANDPARENTING STYLE TERHADAP KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS LANSIA DI GABUNGAN ORGANISASI LANSIA

    Get PDF
    ABSTRAK   Latifah Suci Saraswati. Hubungan Grandparenting Style terhadap Kesejahteraan Psikologis Lansia di Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Magelang, Jawa Tengah, skripsi, Jakarta; Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta, 2021. Dosen Pembimbing Dr. Hamiyati, M.Si., Mulyati, M.Si.   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan grandparenting style dengan kesejahteraan psikologis lansia di Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Magelang, Jawa Tengah. Pengumpulan data pada bulan Januari 2020 dengan metode survei dengan pendekatan korelasional. Populasi pada penelitian ini adalah lansia yang berusia 64-74 tahun dengan jumlah sampel sebanyak 54 responden yang terdiri dari lansia wanita (nenek). Penentuan sampel pada penelitian ini menggunakan metode non probability sampling dengan teknik pengambilan data menggunakan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data menggunakan skala Grandparenting Style (32 aitem) dan skala Kesejahteraan Psikologis (16 aitem). Uji hipotesis data yang digunakan adalah korelasi koefisien product moment. Hasil analisis data menunjukkan rhitung > rtabel yaitu sebesar (rhitung 0,452 > rtabel  0,2262). Hasil uji t dengan taraf signifikan 0,05 diperoleh thitung>ttabel yaitu (thitung 3,65 > ttabel 1,675) dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang kuat dan signifikan antara grandparenting style dengan kesejahteraan psikologis lansia. Kata Kunci : Grandparenting Style, Kesejahteraan Psikologis, Lansi

    HUBUNGAN ANTARA RELIGIUSITAS DENGAN PERILAKU PROSOSIAL PADA REMAJA DI PERUMAHAN PATRIA JAYA

    Get PDF
    Perilaku merupakan tanggapan seseorang terhadap apa yang ada di sekitarnya. Dalam kehidupan sehari-hari, terdapat berbagai macam perilaku salah satunya yaitu perilaku prososial. Perilaku prososial yaitu perilaku yang menekankan pada tindakan menolong dengan memperlihatkan kesejahteraan individu lain dengan tidak mementingkan diri sendiri. Perilaku prososial pada remaja dipengaruhi oleh berbagai macam hal, salah satunya yaitu religiusitas. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang hubungan antara religiusitas dengan perilaku prososial remaja. Penelitian ini dilaksanakan di Perumahan Patria Jaya Bekasi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Metode penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan korelasional. Populasi pada penelitian ini adalah remaja karang taruna usia 15-24 tahun dengan jumlah sampel sebesar 60 responden yang terdiri dari 37 orang perempuan dan 23 orang laki-laki. Teknik pengambilan data menggunakan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data menggunakan skala Religiusitas (16 aitem) dan skala Perilaku Prososial (23 aitem). Uji hipotesis data yang digunakan adalah korelasi koefisien product moment dengan hasil yang disimpulkan r hitung >  r tabel yaitu sebesar 0,655 > 0,2542. Hasil uji t dengan taraf signifikan 0,05 diperoleh r hitung > r tabel yaitu 6,60 > 2,001, hasil ini menjelaskan bahwa terdapat korelasi positif dan hubungan yang signifikan antara hubungan religiusitas terhadap perilaku prososial remaja. Religiusitas memberikan sumbangan efektif dengan perilaku prososial sebesar 42,9%, sedangkan sisanya 57,1% ditentukan factor lain yang tidak diteliti

    KOMUNIKASI ORANGTUA-ANAK PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (STUDI PERBANDINGAN KOMUNIKASI KELEKATAN ORANGTUA ASUH DAN ORANGTUA KANDUNG)

    Get PDF
    Parent-child communication is the process of sending and receiving messages that occur between parent and child. Parent-child communication is an important factor in forming a good attachment relationship. Without good parent-child communication, there will not be a good attachment relationship. This attachment has a long-term impact from the moment the child is born into the world and throughout his life. Attachment affects a child's emotional, physical and psychological behavior. Children with good attachment will show positive attitudes and behaviors from the results of this attachment relationship, children with bad attachment will show negative attitudes and behaviors. In this study, there is a phenomenon with ABK that is slightly ignored by their biological parents so that children with special needs are cared for by nonbiological parents, therefore the aim of this study is to compare the communication between children with special needs with biological and nonbiological parents. In determining attachment, this study uses Bowbly's attachment theory which states that there are three levels of attachment, namely secure, resistant and avoidant attachment. This research uses qualitative, descriptive methods by applying data collection techniques through in-depth interviews. Interviews were conducted with three key informants, two expert informants and one supporting informant. The results showed that children with special needs have a safe attachment relationship with their nonbiological parents while not safe with their biological parents.  Keywords: communication, family, children with special needs, parenting, attachment Abstrak Komunikasi orangtua-anak merupakan proses pengiriman dan penerimaan pesan – pesan yang terjadi di antara orangtua dan anak. Komunikasi orangtua-anak menjadi salah satu faktor penting dalam terbentuknya suatu hubungan kelekatan yang baik. Tanpa adanya komunikasi orangtua-anak yang baik, maka tidak akan terjadi hubungan kelekatan yang baik. Kelekatan ini memiliki dampak yang sifatnya jangka panjang dari sejak anak lahir ke dunia hingga sepanjang hidupnya. Kelekatan berdampak pada perilaku emosional, fisik dan psikis seorang anak. Anak dengan kelekatan yang baik akan menunjukan sikap dan perilaku yang positif dari hasil hubungan kelekatan tersebut begitupun sebaliknya anak dengan kelekatan yang tidak baik akan menunjukan sikap dan perilaku yang negatif.  Pada penelitian ini, terdapat fenomena Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang sedikit diabaikan oleh orangtua kandungnya sehingga ABK diasuh oleh orangtua asuh, maka dari itu tujuan penelitian ini yaitu membandingkan komunikasi kelekatan ABK dengan orangtua kandung dan orangtua asuh. Dalam menentukan kelekatan, penelitian ini menggunakan teori kelekatan dari Bowbly yang menyebutkan bahwa ada tiga tingkat kelekatan yaitu secure attachment (kelekatan aman), resistant attachment (kelekatan cemas) dan avoidant attachment (kelekatan menghindar). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, deskriptif dengan menerapkan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam. Wawancara dilakukan dengan tiga orang informan kunci, dua orang informan ahli dan satu orang informan pendukung. Hasil penelitian menunjukan bahwa ABK memiliki hubungan kelekatan yang aman dengan orangtua asuhnya sementara tidak aman dengan orangtua kandungnya. &nbsp

    POLA KOMUNIKASI PASANGAN SUAMI ISTRI DALAM TEKANAN PASCA MELAHIRKAN DI KOTA BANDAR LAMPUNG

    No full text
    The postpartum period is a transitional period experienced by married couples who require adjustments to the presence of changes in their relationship, especially when the wife is experiencing postpartum stress (depression) during that period. The postpartum period causes changes in conditions followed by changing roles and responsibilities, which can affect the communication relationship between partners. This study focuses on communication patterns of married couples in postpartum pressure using the Interpersonal Communication Patterns Theory approach which is supported by the theory of relationship turbulence. The research method used is a qualitative method with data collection techniques in the form of interviews with four husband and wife couples who live in the city of Bandar Lampung, the determination of the informants is obtained through a snowball sampling strategy (multistage method) with expert informants as data confirmation. The results show that all couples have a separate balanced communication pattern (balanced split pattern) during the face of postpartum stress, which is marked by the division of responsibilities in different roles. In a balanced split communication pattern, all informants experience interferences as well as communication supports, and some experience relationship uncertainty, while constructive strategies are used as approaches in conflict management strategies between partners, characterized by open communication and negotiation. Conflicts related to childcare tasks and lack of quality interactions were the findings of this study. Abstrak Periode pasca melahirkan adalah periode transisi yang dialami oleh pasangan suami istri yang membutuhkan upaya penyesuaian dalam hubungan relasi, terlebih saat pihak istri mengalami tekanan/depresi pasca melahirkan selama periode tersebut. Periode pasca melahirkan menimbulkan perubahan kondisi, berupa perubahan peran dan tanggung jawab, yang dapat mempengaruhi hubungan komunikasi di antara pasangan. Penelitian ini berfokus pada pola komunikasi suami-istri dalam tekanan pasca melahirkan dengan metode penelitian kualitatif. Teknik pengambilan data berupa wawancara terhadap empat pasangan suami istri di Bandar Lampung yang didapat dari teknik pengambilan sample snowball sampling, Hasil menunjukkan bahwa seluruh pasangan memiliki pola komunikasi seimbang terpisah selama menghadapi tekanan pasca melahirkan, yang ditandai dengan adanya pembagian tanggung jawab pada peran yang berbeda. Dalam pola komunikasi seimbang terpisah, seluruh informan mengalami hambatan juga dukungan komunikasi, dan sebagian mengalami ketidakpastian hubungan. Sementara, strategi konstruktif digunakan sebagai pendekatan dalam strategi manajemen konflik di antara pasangan, ditandai dengan adanya keterbukaan komunikasi dan negosiasi. Konflik terkait dengan tugas pengasuhan anak dan kurangnya kualitas interaksi menjadi temuan dalam penelitian ini

    HUBUNGAN ASERTIVITAS DAN MOTIVASI DENGAN KETERAMPILAN MANAJEMEN WAKTU DALAM PENYUSUNAN SKRIPSI MAHASISWA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang hubungan asertivitas dan motivasi dengan keterampilan manajemen waktu dalam penyusunan skripsi pada mahasiswa akhir. Terdapat mahasiswa di Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta yang masih belum lulus dalam 4 tahun salah satunya kurangnya mengatur waktu dalam  menyusun skripsi, hal itu disebabkan karena kurangnya ketegasan diri dan motivasi dalam diri. Penelitian ini dilaksanakan di Universitas Negeri Jakarta. Metode penelitian ini menggunakan metode survei. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa fakultas teknik di Universitas Negeri Jakarta dengan jumlah sampel sebesar 177 responden. Teknik pengambilan data menggunakan simple random sampling. Uji hipotesis data yang digunakan adalah korelasi koefisien product moment dengan 2 hasil yang disimpulkan >  dari assertivitas dengan keterampilan manajemen waktu yaitu sebesar 0,274 > 0,143 dan >  dari motivasi dengan keterampilan manajemen waktu yaitu sebesar 0,455 > 0,143. Hasil uji t dengan taraf signifikan 0,05 diperoleh >  yaitu 6,74 > 1,65 dari variabel assertivitas dengan keterampilan manajemen waktu dan >  yaitu 3,64 > 1,65 dari variabel motivasi dengan keterampilan manajemen waktu, hasil ini menjelaskan bahwa terdapat korelasi positif dan hubungan yang signifikan antara assertivitas dan motivasi dengan keterampilan manajemen waktu. Assertivitas dan motivasi memberikan sumbangan efektif masing-masing dengan keterampilan manajemen waktu sebesar 21,3% dari assertivitas dan 32,9% dari motivasi sedangkan sisanya 45,8% ditentukan factor lain yang tidak diteliti. Kata kunci: assertivitas, keterampilan manajemen waktu, motivasi, penyusunan skripsi   The Relationship of Asertivity and Motivation with Time Management Skills in Undergraduate Thesis Preparation Abstract This study aims to obtain a description of the relationship between assertiveness and motivation with time management skills in thesis preparation for college. The students are from the Faculty of Engineering, State University of Jakarta. The researcher is not graduated yet in 4 years, one of which is the lack of time management in preparing an undergraduate thesis, it is caused by a lack of self-determination and motivation. This research was conducted at the Faculty of Engineering, State University of Jakarta. This type of research is associative quantitative. The population in this study were 317 student respondents at the end of 2013 and 2014 at the Faculty of Engineering with a total sample of 177 respondents. Data collection techniques using probability sampling is simple random sampling. The prerequisite test in this study uses the liliefors for the normality test and the linearity regression test. The results show that the data are normally distributed and linear. Hypothesis test data used is the product-moment correlation coefficient with 2 results concluded >   from assertivity with time management skills that is equal to 0,274 > 0,143 and  > from support with management by 0,455 > 0,143. T test results with a significance level of 0,05 obtained > is 6,74 > 1,65 from the assertivity variable with time management skills and >   is 3,64 > 1,65 from the help variable with management skills time, these results explain the positive relationship and the significant relationship between assertiveness and motivation with time management skills. Assertive and motivation contribute each with time management skills of 21,3% of assertive and 32,9% of motivation while receiving 45,8% are determined by factors not examined.   Keywords: assertive, motivation, thesis preparation, time management skill

    216

    full texts

    226

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇