JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Not a member yet
    226 research outputs found

    ANALISIS TEORI CINTA STERNBERG DALAM KEHARMONISAN RUMAH TANGGA

    Get PDF
    Household harmony is a desire that every couple wants to achieve. But in the household problems often occur that can not be overcome, resulting in divorce. The divorce rate in Kupang city itself is relatively large and always increases every year. But love is very instrumental to maintain harmony in a household. Sternberg's theory of love reveals about the three components of love that can be the foundation of harmony in a household, namely the component of intimacy, the component of desire, and the component of commitment. Thus, the purpose of this study is to determine the relationship of Sternberg's love theory in household harmony. The method used in this study is a qualitative research method with data collection techniques is an interview. The results of the study, showed that the implementation and impact of Sternberg's love theory in household harmony. Even though in a household do not know clearly what Sternberg's love theory is, but it is implemented by each partner in building and maintaining harmony in the household. In a harmonious household requires intimacy, passion and commitment. These three things are components of the theory of love put forward by Sternberg. But in overcoming any problems that occur in a household also requires God's involvement, so that the problems that occur can be overcome by believing and surrendering to God.   Abstrak Keharmonisan rumah tangga adalah suatu keinginan yang ingin dicapai oleh setiap pasangan. Tetapi dalam rumah tangga sering terjadi permasalahan-permasalahan yang tidak dapat diatasi sehingga mengakibatkan perceraian. Tingkat perceraian dikota kupang sendiri tergolong besar dan selalu meningkat setiap tahunnya. Namun cinta sangat berperan untuk menjaga keharmonisan dalam sebuah rumah tangga. Teori cinta Sternberg mengungkapkan tentang ketiga kompenen cinta yang dapat menjadi fondasi dalam keharmonisan sebuah rumah tangga, yaitu komponen keintiman, komponen hasrat, dan komponen komitmen. Dengan demikian maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kaitan teori cinta Sternberg dalam keharmonisan rumah tangga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data adalah wawancara. Hasil penelitian, menunjukan bahwa implementasi dan dampak teori cinta Sternberg dalam keharmonisan rumah tangga. Sekalipun dalam sebuah rumah tangga tidak mengetahui dengan jelas apa itu teori cinta Sternberg namun diimplementasikan oleh setiap pasangan dalam membangun dan menjaga keharmonisan rumah tangga. Dalam rumah tangga yang harmonis membutuhkan keintiman, hasrat dan komitmen. Ketiga hal tersebut merupakan komponen teori cinta yang dikemukakan oleh Sternberg. Namun dalam mengatasi setiap masalah-masalah yang terjadi dalam sebuah rumah tangga juga membutuhkan keterlibatan Tuhan, dengan begitu maka masalah-masalah yang terjadi dapat diatasi dengan percaya dan berserah kepada Tuhan. Kata Kunci: hasrat, keintiman, keharmonisan, komitmen, rumah tangg

    THE EVALUATION STUDIES OF KAMPUNG KB IN CENTRAL JAVA

    Get PDF
    Kampung KB becomes one of the strategic innovations to implement the priority activities of the KKBPK Program as an effort to achieve the target of the Development of Population and Family Planning Control (Pembangunan Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana). The data collected through a qualitative approach. The instrument used was an interview guide to conduct an in-depth interview with various participants. The location of the study was chosen by purposive technique; Magelang, Sukoharjo, and Temanggung. The data are grouping into input, process, and output. Related to the input, the establishment of Kampung KB is already by the guidelines, people's participation is quite good, but the support of facilities and infrastructure is still at a minimum level. About the process, the consuming data came from 2015, coaching and movement are not regularly scheduled. The last relates to the output, that is Kampung KB activities such as Tri Bina (BKB, BKR, BKL), UPPKS, PIK-R, learning guidance, and libraries, while activities from across sectors include drainage, privies, corn seedling, home industry training, duck livestock training, and infrastructure improvements. However, the improvement of the KKBPK program achievements has not been completed, even though it changes the social welfare. Keywords: input, kampung KB, output, process   Studi Evaluasi Kampung KB di Jawa Tengah Abstrak Kampung KB menjadi salah satu inovasi strategis untuk dapat mengimplementasikan kegiatan-kegiatan prioritas Program KKBPK sebagai upaya pencapaian target Pembangunan Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana. Pengumpulan data melalui pendekatan kualitatif. Instrumen yang digunakan pedoman wawancara untuk melakukan wawancara mendalam dengan berbagai informan. Lokasi penelitian dipilih secara purposif yaitu kota magelang, kabupaten sukoharjo, dan kabupaten temanggung. Berdasarkan hasil penelitian data pendekatan kualitatif, terdapat tiga kelompok yang meliputi input, proses, output. Pertama, berkaitan dengan input yakni pembentukan wilayah kampung KB sudah sesuai pedoman, partisipasi masyarakat cukup baik, namun dukungan sarana dan prasarana masih sangat minim. Kedua, berkaitan dengan proses yakni data, pembinaan dan penggerakan belum terjadwal secara rutin. Ketiga, berkaitan dengan output yakni bentuk kegiatan dikampung KB diantaranya Tri Bina (BKB, BKR, BKL), UPPKS, PIK-R, bimbingan belajar dan perpustakaan pintar, sedangkan kegiatan dari lintas sektor diantaranya meliputi drainase, jambanisasi, pembibitan jagung, bank sampah, pelatihan home industry, pelatihan ternak bebek, dan perbaikan infrastruktur. Namun, peningkatan capaian program KKBPK belum sepenuhnya terpenuhi, walaupun membawa sedikit perubahan pada kesejahteraan masyarakat. Kata kunci: input, kampung KB, output, prose

    PENGARUH GENDER INEQUALITY DALAM KELUARGA TERHADAP PERILAKU RESPONSIF GENDER PADA REMAJA

    Get PDF
    This research aims to find the influence of  family gender inequality to gender responsife behavior at 149 junior high school Jakarta. This research was conducted at 149 junior high school Jakarta. The methodology used survey. The population in research are student at grade eight of 149 Junior high school Jakarta. The hypothesis data used research is a Correlation Product Moment, that correlation of r = -0,273  which means correlation the relation between variables are low in the negative direction. The result from the coefficient significance is t = 0,913 and can be concluded that the correlation coefficient is significant. The coefficient determination obtained 7,4%. The hypothesis research and test is significant between family gender inequality to gender responsive behavior at 149 junior high school Jakarta. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mencari pengaruh gender inequality dalam keluarga terhadap perilaku responsif gender pada remaja di SMPN 149 Jakarta. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 149 Jakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah survey. Populasi pada penelitian ini adalah siswa di SMPN 149 Jakarta pada kelas VIII yang berjumlah 170 dengan jumlah 120 yang dijadikan sebagai  responden. Uji hipotesis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Korelasi Koefisien Product Moment yang menyatakan korelasinya sebesar r = -0,273 yang artinya terdapat korelasi ke arah negatif dengan tingkat hubungan dalam kategori rendah. Hasil uji signifikansi pada koefisiennya sebesar t = 0,913 karena nilai sig. lebih besar dari 0,05 maka diketahui bahwa korelasi antara variabel signifikan. Koefisien determinasi diperoleh sebesar 7,4%. Hasil hipotesis penelitian dan uji  hipotesis terdapat pengaruh negatif gender inequality terhadap perilaku responsif gender pada remaja di SMPN 149 Jakarta. Kata Kunci :Gender Inequality, Keluarga, Perilaku Responsif, Remaj

    PENGARUH PERSEPSI NILAI ANAK TERHADAP GAYA PENGASUHAN PADA KELUARGA DENGAN ANAK USIA DINI

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai anak dan gaya pengasuhan yang diterapkan pada keluarga dengan anak usia dini serta menganalisis pengaruh nilai anak terhadap gaya pengasuhan. Penelitian ini dilakukan di dua lembaga PAUD di wilayah Kota Tangerang Selatan dan Kota Depok dengan responden sebanyak 61 orang. Data yang dikumpulkan dari penelitian ini adalah persepsi nilai anak (value of children) menggunakan dimensi yang dimodikasi dari Nauck (2014) dan gaya pengasuhan menggunakan instrumen Primary Caregivers Practices Report (PCPR) dari Robinson (1995). Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan antara nilai psikologi dan nilai ekonomi pada anak laki-laki dan anak perempuan. Terlihat pula adanya pengaruh persepsi nilai anak terhadap gaya pengasuhan dengan R2 = 0,153 dan signifikan pada taraf nyata 95 persen. Hal ini berarti bahwa semakin baik persepsi orang tua tentang nilai anak maka akan semakin baik pula gaya pengasuhan yang diterapkan. Persepsi nilai anak mempengaruhi gaya pengasuhan sebesar 15,3 persen dan selebihnya merupakan faktor lain. Kata kunci: anak usia dini, gaya pengasuhan, nilai anak   Influence of Children’s Value Perception on Parenting Style In Families with Early Childhood Children  Abstract This study aims to identify the value of children and parenting styles that are applied to families with early childhood and analyze the influence of value of children ​​on parenting style. This research was conducted in two early childhood institutions in the area of ​​South Tangerang City and Depok City with 61 respondents. Data collected from this study are the perception of the value of children using a modified dimension from Nauck (2014) and parenting style using the Primary Caregivers Practices Report (PCPR) instrument from Robinson (1995). The results showed a difference between the psychological value of children and the economic value of children in boy and girl. Also seen is the effect of the perception of value of children on parenting style with R2 = 0.153 and significant at 95 percent level. This means that the better the parent's perception of the value of children, the better parenting style that is applied. Perception of the value of children affects parenting style by 15.3 percent and the rest is another factor. Keywords: early childhood children, parenting style, value of childre

    TEMPERAMEN DAN JENIS KELAMIN DALAM SIBLING RIVALRY PADA REMAJA SMPN 196 JAKARTA

    No full text
    The purpose this research to find out and analyze the influence of temperament on sibling rivalry, the influence of gender on sibling rivalry, and the influence of temperament in gender on sibling rivalry. This research was conducted at the 196 Junior High School in Jakarta. Total samples were 128 respondents consisted of 65 female and 63 male respondents, age at 12-15 years. Research using the method of survey research method with the correlation appoarch. The result correlation with significance level 0,05 correlation temperament on sibling rivalry obtained at 0,661 ≥ 0,172 with tcount 9,89 ≥ ttable1,978. The shows that there is a positive and significant correlation between temperament on sibling rivalry. Correlation gender on sibling rivalry obtained 15,803 ≥ 14,07. The shows that there is a correlation between gender on sibling rivalry. Correlation temperament on sibling rivalry, obtained 0,646 ≥ 0,24, with tcount 6,72 > ttable 1,998 for female and 0,632 ≥ 0,244 with tcount 6,37 > ttable 1,999 for male. The shows that there is a positive and significant correlation between temperament in gender on sibling rivalry. The result significant regression, the first obtained 97,92 ≥ 3,94. The shows that there is a significant influence between temperament on sibling rivalry. The next result obtained 45,02 ≥ 4,0 for female and 40,52 ≥ 4,0 for male. The shows that there is a significant influence between temperament in gender on sibling rivalry.    Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh temperamen terhadap sibling rivalry, pengaruh jenis kelamin terhadap sibling rivalry dan pengaruh temperamen berdasarkan jenis kelamin terhadap sibling rivalry. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 196 Jakarta. Total sample pada penelitian ini berjumlah 128 responden yang terdiri dari 65 responden perempuan dan 63 responden laki-laki, usia 12-15 tahun. Metode penelitian menggunakan metode survei dengan pendekatan korelasional. Berdasarkan hasil korelasi dengan taraf signifikan (p<0,05) pertama menunjukan 0,943 ≥ 0,172. Hal ini menunjukan terdapat hubungan yang signifikan antara temperamen terhadap sibling rivalry pada remaja. Kedua, 15,803 ≥ 14,07. Hal ini menunjukan terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin terhadap sibling rivalry. Ketiga 0,941 ≥ 0,24 untuk perempuan dan 0,934 ≥ 0,244 untuk laki-laki. Hal ini menunjukan terdapat hubungan yang signifikan antara temperamen berdasarkan jenis kelamin terhadap sibling rivalry. Berdasarkan hasil uji signifikan regresi, pertama menunjukan 1011,2 ≥ 3,94. Hal ini menunjukan terdapat pengaruh temperamen terhadap sibling rivalry. Kedua 13,1 ≥ 3,94. Hal ini menunjukan terdapat pengaruh jenis kelamin terhadap sibling rivalry. Ketiga 487,1 ≥ 4,0 untuk perempuan dan 415,7 ≥ 4,0 untuk laki-laki. Hal ini menunjukan terdapat pengaruh temperamen berdasarkan jenis kelamin terhadap sibling rivalry. Kata kunci : Jenis Kelamin, Remaja,Sibling Rivalry, Temperame

    IMPROVING EDUCATION: USING THE HUMAN OPPORTUNITY INDEX IN SUMATRA BARAT PROVINCE

    Get PDF
    Factors such as gender, location of residence, number of family members, the household head sex, the work status of the household head, the education of the household head, and the income per capita of the household head. Even though this condition is not their choice. The HOI’s results show how much inequality is due to these factors in achieving school participation in 2019 in Sumatra Barat Province. At the preschool level, the new coverage reaches 49.45 percent, which is still around 8.28 percent of opportunities for education that need to be reallocated to ensure equality in 2019. At the elementary and junior high school levels the coverage has reached 98.47 percent, reallocation of opportunities for education that is necessary reallocated to ensure equality in 2019 only 0.43 percent. While at the SMA level, coverage has reached 83.63 percent and opportunities for education that need to be reallocated to ensure equality in 2019 are still 4.50 percent. These results indicate that preschool has not been the priority level in general. The magnitude of the dissimilarity at this level is dominated by the factor i.e; the diploma of household head and per capita income, while other factors can be ignored because it is not significant in logistic regression. At the SD and SMP levels, location of residence and sex of children are factors that influence inequality, while other factors can be ignored. At the SMA level, more factors have a significant effect i.e; the sex of the child, the location of residence, the sex of the household head and the diploma of the household head. Increasing equality of opportunity is one way of providing justice to children in West Sumatra. Knowledge of the contributing factors is a very appropriate way to solve educational problems. In turn, this will be one of the factors to spur increased school coverage.   Abstrak Faktor-faktor seperti jenis kelamin, tempat tinggal, jumlah anggota keluarga, jenis kelamin kepala rumah tangga, status pekerjaan kepala rumah tangga, pendidikan kepala rumah tangga, dan pendapatan perkapita kepala rumah tangga. Padahal kondisi ini bukanlah pilihan mereka. Hasil HOI menunjukkan seberapa besar ketimpangan yang disebabkan oleh faktor-faktor tersebut dalam pencapaian partisipasi sekolah tahun 2019 di Provinsi Sumatera Barat. Di tingkat prasekolah, cakupan baru mencapai 49,45 persen, yang masih sekitar 8,28 persen dari peluang pendidikan yang perlu dialokasikan untuk memastikan pemerataan di tahun 2019. Di tingkat SD dan SMP cakupannya sudah mencapai 98,47 persen, realokasi Peluang pendidikan yang perlu dialokasikan kembali untuk menjamin pemerataan pada 2019 hanya 0,43 persen. Sedangkan di tingkat SMA, cakupannya sudah mencapai 83,63 persen dan peluang pendidikan yang perlu dialokasikan kembali untuk memastikan pemerataan di tahun 2019 masih 4,50 persen. Hasil ini menunjukkan bahwa prasekolah belum menjadi tingkat prioritas secara umum. Besarnya ketidaksamaan pada level ini didominasi oleh faktor yaitu; ijazah kepala rumah tangga dan pendapatan perkapita, sedangkan faktor lain dapat diabaikan. Pada tingkat SD dan SMP, lokasi tempat tinggal dan jenis kelamin anak merupakan faktor yang mempengaruhi ketimpangan, sedangkan faktor lainnya dapat diabaikan. Di tingkat SMA, lebih banyak faktor yang berpengaruh signifikan yaitu; jenis kelamin anak, tempat tinggal, jenis kelamin kepala rumah tangga dan ijazah kepala rumah tangga. Meningkatkan kesetaraan kesempatan merupakan salah satu cara untuk memberikan keadilan kepada anak di Sumatera Barat. Pengetahuan tentang faktor-faktor penyebabnya merupakan cara yang sangat tepat untuk menyelesaikan masalah pendidikan. Pada gilirannya, ini akan menjadi salah satu faktor pendorong peningkatan cakupan sekolah. Kata kunci: IKM, kesetaraan, pendidikan, Sumatera Bara

    JAJANAN SEHAT KAYA SERAT UNTUK KELUARGA: PEMANFAATAN TEPUNG BEKATUL SEBAGAI SUBSTITUSI BAHAN PEMBUATAN STIK BAWANG

    Get PDF
    This study aims to determine the fiber content of food stems replacing bran flour.  The method used is an experimental method due to treatment or experiment.  The experimental design used in this study was a pretest-posttest control group design.  Analyst results obtained were then analyzed statistically.  To determine the total nutritional content of dietary fiber using AOAC gravimetric analysis.  Rice bran is a by-product of rice milling which consists of layers of aleuron, endosperm, has a better nutritional content than rice.  Rice bran is a source of essential unsaturated fatty acids and contains various vitamins, one of which is the B complex vitamin.  Besides rice bran is believed to be high in fiber.  Sticks are one type of snack that is flat, long like sticks, has a savory taste, has a crispy texture and the final process is through a frying pan.  In this article, sticks are modified by utilizing local potential, one of which is bran, which is processed into flour as a substitute for making onion sticks, an alternative to high-fiber healthy snacks for families.  Healthy snacks are snacks that are rich in complete nutrition, free of animals that carry germs, processed using enough heat or not half cooked.  Laboratory test results of the average total content of dietary fiber in the stems respectively show that bran substitutes 0% (9.66%), 6% (9.94%), 8% (16.07%), and 10% (17.87%).  The best quality of rice bran was found in sample 857 with a 10% substitution, because this sample can contribute to the recommended dietary fiber requirement of around 15 grams per day. Abstrak  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar serat pangan stik substitusi tepung bekatul. Metode pendekatan yang digunakan adalah metode eksperimen dikarenakan adanya perlakukan atau percobaan. Desain eksperimen yang digunakan pada penelitian ini adalah pretest-posttest control group desain. Hasil analis yang diperoleh kemudian dianalisa secara statistik. Untuk mengetahui kandungan gizi serat pangan total menggunakan analisis gravimetri AOAC. Bekatul merupakan hasil samping penggilingan padi yang terdiri dari lapisan aleuron, endosperm, memiliki kandungan gizi yang lebih baik daripada beras. Bekatul merupakan sumber asam lemak tak jenuh esensial dan mengandung bermacam-macam vitamin salah satunya vitamin B kompleks. Selain itu bekatul dipercaya akan tinggi serat. Stik merupakan salah satu makanan ringan jenis kue yang berbentuk pipih, panjang menyerupai tongkat, mempunyai rasa gurih, berstekstur renyah dan proses akhirnya melalui penggorengan. Pada artikel ini, stik dimodifikasi dengan memanfaatkkan potensi lokal salah satunya bekatul yang diolah menjadi tepung sebagai bahan substitusi pembuatan stik bawang, alternatif jajanan sehat kaya serat untuk keluarga. Jajanan sehat merupakan jajanan yang kaya akan zat gizi lengkap, bebas dari binatang yang membawa kuman penyakit, diolah menggunakan panas yang cukup atau tidak setengah matang. Hasil uji laboratorium kandungan serat pangan total rata-rata dalam stik secara berurutan menunjukkan bahwa substitusi tepung bekatul  0% (9,66%), 6% (9,94%), 8% (16,07%), dan 10% (17,87%). Kualitas terbaik stik bekatul terdapat pada sampel 857 dengan substitusi 10%, karena sampel tersebut dapat menyumbang kebutuhan serat pangan yang dianjurkan yaitu sekitar 15 gram per hari. Kata kunci: Stik, Bekatul, Sera

    “AKU MASIH CINTA INDONESIA”: STUDI PENDIDIKAN KARAKTER NASIONALISME DALAM KELUARGA PADA ANAK-ANAK BURUH MIGRAN INDONESIA DI MALAYSIA

    Get PDF
    Fenomena migrasi yang dilakukan oleh para buruh migran Indonesia di Malaysia menyisakan cerita terutama bagi anak-anak yang lahir dan ikut bersama orangtuanya bermigrasi. Orangtua yang memiliki fungsi pendidikan dalam keluarga dituntut mampu memberikan pendidikan informal kepada anak-anak mereka untuk selalu mencintai dan menanamkan jiwa nasionalisme dalam diri mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh pendidikan karakter nasionalisme dalam keluarga terhadap karakter nasionalisme pada anak-anak buruh migran Indonesia di Malaysia. Studi ini merupakan penelitian korelasional yang dilakukan kepada 30 anak-anak di PKBM X Estate, Bintulu, Serawak, Malaysia. Hasil menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang positif pendidikan karakter nasionalisme dalam keluarga terhadap karakter nasionalisme anak. Koefisien determinasi yang diperoleh dalam penelitian ini sebesar 25,50% yang menunjukkan bahwa besarnya karakter nasionalisme anak yang dipengaruhi oleh pendidikan karakter nasionalisme dalam keluarga. Hal tersebut menunjukan bahwa keluarga terutama orangtua memiliki peran yang penting dalam menciptakan dan mengembangkan karakter nasionalisme anak meskipun sedang berada dan tinggal di luar Indonesia. Kata Kunci: anak buruh migran, fungsi keluarga, karakter nasionalisme, pendidikan karakter    "I Still Love Indonesia": Study of Nationalism Character Education in Families in Indonesian Migrant Worker in Malaysia Abstract The migration phenomenon conducted by Indonesian migrant workers in Malaysia leaves stories especially for children born and who are with their parents migrating. Parents who have the function of education in the family are required to provide informal education to their children to always love and instill the soul of nationalism within them. This study aims to determine and analyze the influence of character education of nationalism in the family against the character of nationalism on the children of Indonesian migrant workers in Malaysia. This is a correlational study conducted to 30 children in Community Learing Center (CLC) X Estate, Bintulu, Sarawak, Malaysia. The result shows that there was a positive correlation between character education of nationalism in the family and nationalism character of migrant labor children. It shows that family especially parents have important  role to create and develop child nationalism whether they live in out of Indonesia. Keywords: character education, child labor migran, family function, nationalism characte

    PENGARUH DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA TERHADAP SELF-ESTEEM PADA IBU PRIMIGRAVIDA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh dukungan sosial keluarga terhadap self-esteem pada ibu primigravida. Ibu primigravida adalah ibu yang baru pertama kali mengalami kehamilan. Penelitian ini dilaksanakan selama dua bulan yaitu sejak bulan Desember 2019 hingga Januari 2020. Penelitian ini dilaksanakan di tiga puskesmas Kota Jakarta Pusat antara lain: Puskesmas Kecamatan Menteng, Puskesmas Kecamatan Johar Baru, dan Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan pendekatan kuantitatif asosiatif dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data. Responden pada penelitian ini adalah ibu primigravida sebanyak 60 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Butir instrumen pada penelitian ini sebanyak 33 item pernyataan yang terdiri dari 23 butir pernyataan instrumen dukungan sosial keluarga dan 10 butir pernyataan instrumen self-esteem yang diukur menggunakan skala Likert. Uji hipotesis data menggunakan koefisien korelasi product moment menunjukan rhit =0,575 > rtabel = 0,254. Hasil uji t dengan taraf signifikansi 0,05 sebesar thitung = 5,35 > ttabel = 1,67. Hal ini menjelaskan bahwa terdapat hubungan positif antara dukungan sosial keluarga terhadap self-esteem pada ibu primigravida. Perhitungan uji signifikansi regresi diperoleh Fhitung = 28,57 > Ftabel = 4,01 maka terdapat pengaruh yang signifikan dukungan sosial keluarga terhadap self-esteem pada ibu primigravida. Dukungan sosial keluarga memberikan sumbangan efektif terhadap self-esteem pada ibu primigravida sebesar 33,00%, sedangkan sisanya 67,00% ditentukan oleh faktor yang lain. Kata kunci: dukungan sosial keluarga, ibu primigravida, self-esteem Effect of Family Social Support on Self-Esteem in Primigravida Mothers Abstract This study aims to determine how much the effect of family social support on self-esteem in primigravida mothers. Primigravida mothers are mothers who are having their first pregnancy. This research conducted for two months from December 2019 to January 2020 in three Central Jakarta City Health Centers including: Menteng District Health Center, Johar Baru District Health Center, and Cempaka Putih District Health Center. This study uses a survey method with an associative quantitative approach and uses a questionnaire as a data collection tool. Respondents in this study were 60 primigravida mothers choosen using a purposive sampling technique. The instrument items in this study were 33 statement items consisting of 23 family social support instrument statements and 10 self-esteem instrument statement items measured using a Likert scale. Hypothesis test data using product-moment correlation coefficient showed r-count=0.575 > r-table=0.254. T-test results with a significance level of 0.05 is t-count = 5.35 > t-table = 1.67. This result explains that there is a positive relationship between family social support for self-esteem in primigravida mothers. The calculation of the regression significance test obtained F-count = 28.57 > F-table = 4.01; then there was a significant effect of family social support on self-esteem in primigravida mothers. Family social support contributes effectively on self-esteem in primigravida mothers by 33.00%, while other factors determine the remaining 67.00%. Keywords: family social support, primigravida mothers, self-estee

    WHAT WILL YOU DO AFTER GRADUATED FROM UNIVERSITY? INCREASING CAREER DECISION SELF-EFFICACY THROUGH CAREER COUNSELING

    Get PDF
    One of the biggest challenges that have to be faced by students of university is deciding on a specific career after graduating from university. The aims of this study are for knowing what students needed (study 1) and for testing whether career counseling can increase CDSE students of the university (study 2). In study 1, we use qualitative and quantitative approaches. On the other side, study 2 uses Quasi-Experimental within-subject pre and post-tests designed to monitor the role of career counseling on students. Study 2 involves (N=15) students CDMSES-SF is adopted in Bahasa and Culture. Using the Wilcoxon test on SPSS 24, we intend to know the significance of changes in students' CDSE. The results from study 1 are what needed on career counseling is materials concerning on grooming and writing curriculum (54.8% of 31 students), planning for facing the environment where they work (51.6% of 31 students), and tips and strategies to obtain a scholarship for the master program (54.8% of 31 students). Then, results of study 2 indicate there is a significant change of gathering occupational information (Z=–2.194; p<.05) and making plans for the future (Z=–2.204; p<.05) after career counseling. From this research, future career counseling concerns gathering occupational information and making plans for the future. Keywords: career counseling, CDSE, graduation, university students   Apa yang Akan Anda Lakukan Setelah Lulus dari Universitas? Meningkatkan Career Decision Self-Efficacy Melalui Konseling Karier Abstrak Salah satu tantangan terbesar yang harus dihadapi oleh mahasiswa adalah membuat keputusan tentang karier tertentu setelah lulus dari universitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apa yang dibutuhkan siswa (studi 1) dan untuk menguji apakah konseling karier dapat meningkatkan siswa CDSE dari universitas (studi 2). Dalam studi 1, kami menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Di sisi lain, Studi 2 menggunakan Kuasi-Eksperimental dengan pra dan pasca tes subjek yang dirancang untuk memantau peran konseling karier pada siswa. Studi 2 melibatkan (N=15) siswa CDMSES-SF diadopsi dalam Bahasa dan Budaya. Menggunakan uji Wilcoxon pada SPSS 24, kami bermaksud untuk mengetahui pentingnya perubahan pada CDSE siswa. Hasil dari studi 1 adalah apa yang diperlukan pada konseling karier adalah materi mengenai kurikulum perawatan dan menulis (54,8% dari 31 siswa), perencanaan untuk menghadapi lingkungan tempat mereka bekerja (51,6% dari 31 siswa), dan tips serta strategi untuk memperoleh beasiswa untuk program master (54,8% dari 31 siswa). Kemudian, hasil penelitian 2 menunjukkan ada perubahan yang signifikan dalam mengumpulkan informasi pekerjaan (Z=–2,194; p<0,05) dan membuat rencana untuk masa depan (Z=–2,204; p<0,05) setelah konseling karier. Dari penelitian ini, konseling karier masa depan berkaitan dengan gathering occupational information and making plans for the future. Kata kunci: CDSE, konseling karier, mahasiswa, wisud

    216

    full texts

    226

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇