JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Not a member yet
226 research outputs found
Sort by
KESEJAHTERAAN REMAJA KELUARGA BURUH MIGRAN DAN BUKAN BURUH MIGRAN BERDASARKAN MAQASHID SYARIAH DI BANYUMAS
Remaja merupakan tahap perkembangan manusia yang memiliki tugas perkembangan mencari identitas diri. Keluarga merupakan salah satu pihak yang mendukung dan mendampingi proses pemenuhan tugas perkembangan remaja. Remaja dari keluarga buruh migran memiliki tantangan karena ketidakberadaan satu dan atau dua orang tua di lingkup tempat tinggalnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesejahteraan remaja keluarga buruh migran (BM) dan bukan buruh migran (BBM) di Kabupaten Banyumas berdasarkan kajian Maqashid Syariah. Penelitian ini melibatkan 86 remaja yang dipilih secara purposif. Responden terdiri atas 44 remaja dari keluarga buruh migran dan 42 remaja dari keluarga bukan buruh migran. Kesejahteraan Remaja diukur menggunakan Maqashid Syariah – Family Wellbeing Index (MSFWI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata capaian maqashid syariah dimensi agama, intelektual, dan keturunan remaja dari keluarga BM lebih tinggi dibandingkan dengan capaian remaja dari keluarga BMM. Akan tetapi, rata-rata capaian maqashid syariah dimensi jiwa remaja keluarga BM lebih rendah dibandingkan dengan capaian remaja dari keluarga BBM. Perbedaan nyata dan signifikan ditemukan pada capaian maqashid syariah dimensi keturunan antara remaja BM dengan remaja BMM di wilayah Banyumas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak adanya perbedaan nyata dan signifikan pada capaian maqashid syariah dimensi agama, jiwa, dan intelektual antara remaja BM dengan remaja BMM. Keluarga buruh migran perlu meningkatkan interaksi dan kualitas hubungan antara orang tua dengan remaja. Hal ini dapat mendorong kesejahteraan remaja pada keluarga buruh migran
PENGEMBANGAN MEDIA POSTER SEBAGAI MEDIA EDUKASI ORANGTUA DALAM MEMBANTU MENCEGAH PERILAKU PERUNDUNGAN
Bullying is a negative behaviour carried out repeatedly and individually or in groups and causes discomfort to the victim. Character education is one of the first solutions starting from the family to prevent bullying, so parents need to understand what to do with their children. Therefore, it is necessary to have media in the form of posters which is a means of education in helping parents to prevent child bullying. The method used in this study is the research and development method (R&D) with the PPE model (Planning, Production, and Evaluation). The material explained in the poster includes the definition of bullying, the causes of bullying, the impact of bullying on children, character education to prevent bullying, and the role of parents in preventing bullying. The results obtained were that the posters made were included in the outstanding category with a score of 85.5% in the assessment of the quality of the poster media and obtained a score of 84.6% in the assessment of the feasibility of the content of the material. Therefore, the poster is appropriate for parents. Hopefully, this poster can have an impact so that parents begin to implement parental roles in preventing bullying behaviour.
Keywords: bullying, character education, parental role
Abstrak
Perilaku perundungan adalah suatu perilaku negatif yang dilakukan secara berulang-ulang oleh individu maupun kelompok dan menyebabkan rasa ketidaknyamanan terhadap korban. Pendidikan karakter merupakan salah satu solusi pertama dimulai dari keluarga dalam pencegahan perundungan sehingga orangtua perlu memahami apa yang harus dilakukan terhadap anak. Oleh karena itu, perlu ada sebuah media berupa poster yang menjadi sarana edukasi dalam membantu orangtua melakukan pencegahan terjadinya perundungan pada anak. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan atau R&D (Research and Development) dan menggunakan model PPE yaitu Planning (Perencanaan), Production (Produksi), dan Evaluation (Evaluasi). Materi yang dijelaskan dalam poster tersebut berupa pengertian perundungan, faktor penyebab perundungan, dampak perundungan pada anak, pendidikan karakter sebagai upaya mencegah perundungan, dan peran orang tua dalam mencegah perundungan. Diperoleh hasil bahwa poster yang dibuat termasuk ke dalam kategori sangat baik dengan skor 85,5% dalam penilaian terhadap kualitas media poster dan memperoleh skor 84,6% dalam penilaian kelayakan isi materi. Maka dapat disimpulkan bahwa poster tersebut layak untuk diberikan kepada orangtua. Diharapkan poster ini dapat memberikan dampak agar orangtua mulai menerapkan peran-peran orangtua dalam mencegah perilaku perundungan.
Kata kunci: pendidikan karakter, peran orangtua, perundunga
PENGARUH DUKUNGAN SOSIAL ORANG TUA DAN PENGALAMAN ORGANISASI TERHADAP KECERDASAN EMOSIONAL REMAJA DI ORGANISASI MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
Entering was revolution industry 4.0 Indonesia faced with the problem level unemployment open inside it including teenager graduate university that unemployed continue to increase. Some expertise is needed to succeed in the face the dynamics of world work that continues to change wrong only one is intelligence emotions that influenced factor external and internal. The research aims to know the influence of Parental Social Support and experience organization on the emotional intelligence of adolescents in organization college students at the State University of Jakarta with quantitative method research with formula problem associative. The population in the study is composed of college students who became members organization at 20 organization college students at the State University of Jakarta. Technique taking a sample with to use technique proportionate random sampling with use formula Slovin in the obtained total proportional model as much 272 college students. Research this done During October-December 2020. Result research shows the influence that positive and significant a manner simultaneous Among Parental Social Support and experience organization to intelligence emotional. It is proven with analysis regression multiple linear ones showing statistics positive Ŷ=24,333+0,252X1+0,491X2 and the result coefficient determination variable Parental Social Support and Experience Organization influence variable Emotional Adolescents with presentation amounting to 0.168 or 16.8% and the rest of to 83.2% influenced by other variables
PENGARUH STRES DAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP KESEJAHTERAAN SUBJEKTIF PADA KELUARGA AYAH TUNGGAL SELAMA PANDEMI COVID-19
Perceraian mengakibatkan perubahan struktur dalam keluarga sehingga menimbulkan status yang disebut dengan orang tua tunggal. Orang tua tunggal terutama ayah terkadang merasa stres sehingga membutuhkan dukungan sosial. Stres dan dukungan sosial akan memengaruhi kesejahteraan subjektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh karakteristik keluarga, stres, dan dukungan sosial terhadap kesejahteraan subjektif pada keluarga ayah tunggal selama pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional study yang melibatkan 60 ayah tunggal yang dipilih secara purposive sampling. Penelitian ini dilakukan selama dua minggu, tepatnya pada awal hingga pertengahan bulan April 2022 di Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari separuh ayah tunggal terkadang merasa cemas, stres, atau kesal dalam rentang waktu sebulan terakhir. Lebih dari separuh ayah tunggal memiliki dukungan sosial yang rendah dan sebagian besar ayah tunggal memiliki kesejahteraan subjektif sedang. Uji korelasi menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara pendapatan per kapita dengan stres dan stres dengan kesejahteraan subjektif, sedangkan pendapatan per kapita dan dukungan sosial secara signifikan berhubungan positif dengan kesejahteraan subjektif. Uji regresi menunjukkan bahwa variabel yang berpengaruh negatif signifikan terhadap kesejahteraan subjektif yaitu stres, sedangkan variabel yang berpengaruh positif signifikan terhadap kesejahteraan subjektif yaitu pendapatan per kapita dan dukungan sosial.
Abstract
Divorce results in changes in the structure of the family, giving rise to a status called single parent. Single parents especially fathers sometimes feel stressed and need social support. Stress and social support will affect subjective well-being. This research aims to analyze the influence of family characteristics, stress, and social support on subjective well-being of single father families during the Covid-19 pandemic. The research used quantitative research method with cross sectional study desain involving 60 single fathers selected by purposive sampling. The research was conducted for two weeks, exactly on early to mid-April 2022 in Leuwiliang District, Bogor Regency. The results found that more than most single fathers sometimes felt nervous, stressed, or annoyed in the past month. More than most single fathers have a low social support, while most single fathers have a moderate subjective well-being. Correlation test shows that there is a significant negative relationship between per capita income with stress and stress with subjective well-being, while per capita income and social support has a significant positive relationship with subjective well-being. Regression test shows that the variable that has a significant negative effect on subjective well-being is stress, while the variable that has a significant positive effect on subjective well-being is per capita income and social support
PERAN PUSPAGA DALAM PENCEGAHAN KEKERASAN PADA ANAK
The rise of cases of violence against children is increasingly being encountered and increasingly underestimated by the environment. Violence against children by irresponsible people can result in physical, psychological, depression and anxiety. Children should be protected and there are also a number of parties related to child protection, namely parents, families, communities, local and state governments. Child protection is all activities to guarantee and protect children and their rights so that they can live a meaningful life to get health services themselves and their children should also receive a decent life in terms of housing, clothing, nutritious food for their growth and development and receive medical care of a high standard if the child himself is sick or has an accident and participates optimally in accordance with this. Human dignity, as well as children, must also receive protection from violence and discrimination. Protection (protection) of children seeks so that each child's rights are not harmed. Protection (Protection) of children is characterized by fulfilling other rights ensuring that children will receive what they need so that they can survive, grow and grow. However, in reality the condition of children in Indonesia is still very concerning, especially regarding the problem of children being bullied, and children who are victims of sexual violence, sexual exploitation, and commercial sexual exploitation. In the Child Protection Act, a violation of the protection (protection) of children's rights, is not only a violation of human rights, it is also a very big obstacle to the survival and growth of children. The role of Puspaga (Family Learning Center) in carrying out a prevention so that similar cases do not happen again in the community by conducting socialization to the community as a prevention effort.
Abstrak
Maraknya kasus kekerasan terhadap anak semakin sering kita jumpai dan semakin di sepelekan terhadap lingkungan nya. Kekerasan terhadap anak yang dilakukan orang yang nggak bertanggungjawab bisa mengakibatkan timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, psikis, depresi, dan kecemasan. Anak seharusnya dilindungi dan ada juga sejumlah pihak terkait dengan perlindungan anak yakni , orang tua, keluarga, masyarakat, pemerintah pemerintah daerah dan negara Perlindungan Anak adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi anak dan hak-haknya agar dapat hidup yang berarti untuk mendapatkan pelayanan kesehatan untuk dirinya sendiri serta anak juga arus mendapatkan kehidupan yang layak dari segi papan, sandang, makan yang bergizi untuk bertumbuhan kembang nya dan mendapatan perawatan medis dengan standar yang tinggi jika anak itu sendiri mengalami sakit atau terkena musibah dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan. Harkat dan martabat kemanusiaan, serta anak harus juga mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Proteksi ( perlindungan )anak mengupayakan supaya tiap hak anak tidak dirugikan. Proteksi ( Perlindungan ) anak bertabiat memenuhi hak- hak yang lain menjamin kalau kanak- kanak hendak menerima apa yang mereka butuhkan supaya mereka bisa bertahan hidup, tumbuh serta tumbuh. Akan tetapi pada kenyataannya kondisi anak-anak di Indonesia masih sangat memprihatinkan terutama yang menyangkut masalah anak yang dibullying, dan anak-anak korban kekerasan seksual, eksploitasi seksual, dan eksploitasi seksual komersial. Dalam Undang- Undang Proteksi Anak pelanggaran terhadap proteksi( perlindungan ) hak- hak anak, tidak hanya ialah pelanggaran hak- hak asasi manusia pula penghalang yang sangat besar untuk kelangsungan hidup serta pertumbuhan anak. Peran Puspaga ( Pusat Pembelajaran Keluarga ) dalam melakukan suatu pencegahan agar tidak terjadi kembali kasus yang serupa di kalangan masyarakat dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat sebagai upaya pencegahan. 
TINGKAT PENERAPAN LITERASI KESEHATAN DI LINGKUNGAN KELUARGA PADA MASA PANDEMI COVID-19
Literasi kesehatan merupakan kemampuan seseorang untuk mendapatkan atau mengakses informasi kesehatan, memproses, dan memahaminya. Dengan adanya pandemi Covid-19, literasi kesehatan sangat penting diterapkan. Apalagi penyebaran Covid-19 klaster keluarga menjadi penyumbang kasus terbesar, maka literasi kesehatan di lingkungan keluarga perlu diperhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penerapan literasi kesehatan di lingkungan keluarga, khususnya pada masa pandemi. Lalu melihat bagaimana pentingnya lingkungan keluarga menerapkan literasi kesehatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif. Responden dalam penelitian ini berjumlah 67 orang dan merupakan salah satu anggota keluarga masing-masing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan literasi kesehatan di lingkungan keluarga pada masa pandemi Covid-19 berada di tingkat netral atau cukup. Penerapan literasi kesehatan di lingkungan keluarga belum tercapai dengan maksimal. Masih ada beberapa keluarga yang tidak menerapkan salah satu bentuk literasi kesehatan. Padahal literasi kesehatan sangat penting dilaksanakan, terutama saat pandemi Covid-19. Oleh karena itu, diharapkan setiap keluarga dapat meningkatkan literasi kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19
HUBUNGAN PRAKTIK PEMBERIAN MAKAN DENGAN STATUS GIZI ANAK PRASEKOLAH DI DESA CISARUA, KECAMATAN TEGALWARU, KABUPATEN PURWAKARTA
Abstrak
Orang tua berperan penting dalam menentukan asupan gizi pada anak prasekolah salah satunya dengan cara praktik pemberian makan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan praktik pemberian makan dengan status gizi anak prasekolah di PAUD Ar-Raudoh, Desa Cisarua, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 60 orang ibu dan anak prasekolah. Instrumen Compherensive Feeding Practice Questionere (CFPQ) dan status gizi menggunakan data antropometri. Analisis data menggunakan statistika deskriptif dan analisis korelasi menggunakan Spearman Rank serta Chi-Square. Sebaran jenis kelamin anak dalam penelitian adalah laki – laki (50%) dan perempuan (50%), mayoritas umur anak 6 tahun (51,7%), ibu dengan jumlah anak 2 (40%), urutan kelahiran bungsu (40%), pendapatan keluarga < Rp1.500.00 (58,3%), pendidikan ibu lulus SD/MI (55%), pekerjaan ibu yaitu ibu rumah tangga (90%), dan usia ibu mayoritas dewasa awal (44,2%). Tidak terdapat hubungan antara karakteristik keluarga seperti jenis kelamin, jumlah anak, urutan kelahiran anak, pendidikan ibu, dan pekerjaan ibu. Terdapat hubungan antara variabel praktik pemberian makan dengan karakteristik pendapatan keluarga. Tidak terdapat hubungan antara karakteristik keluarga seperti jumlah anak, urutan kelahiran anak, pendapatan keluarga, dan pendidikan ibu dengan status gizi anak prasekolah. Terdapat hubungan antara variabel status gizi anak prasekolah dengan karakteristik jenis kelamin dan pekerjaan ibu. Terdapat hubungan praktik pemberian makan dengan status gizi dengan nilai koefisien korelasi 0,298 dan nilai koefisien determinasi 0,085. Terdapat hubungan antara variabel praktik pemberian makan dengan karakteristik pendapatan keluarga. Terdapat hubungan antara variabel status gizi anak prasekolah dengan karakteristik jenis kelamin, pekerjaan ibu, dan status gizi.
Kata Kunci: Status gizi, Praktik pemberian makan, Anak prasekolah
Abstract
Parents play an important role in determining nutritional intake in preschool children, one of which is by way of feeding practices. The purpose of this study was to determine the relationship between feeding practices and the nutritional status of preschool children in PAUD Ar-Raudoh, Cisarua Village, Tegalwaru District, Purwakarta Regency. Sample in this study were 60 mothers and preschool children. The Compherensive Feeding Practice Questioner (CFPQ) instrument and nutritional status used anthropometric data. Data analysis used descriptive statistics and correlation analysis used Spearman Rank and Chi-Square. The sex distribution of the children in the study were male (50%) and female (50%), the majority of the children were 6 years old (51.7%), mothers with 2 children (40%), youngest birth order (40%) , family income < IDR 1,500.00 (58.3%), mother's education graduated from SD/MI (55%), mother's occupation is housewife (90%), and the majority of mother's age is early adult (44.2%). There is no relationship between family characteristics such as gender, number of children, child birth order, mother's education, and mother's occupation. There is a relationship between the variables of feeding practices with the characteristics of family income. There is no relationship between family characteristics such as number of children, child birth order, family income, and mother's education with the nutritional status of preschool children. There is a relationship between the variables of the nutritional status of preschool children with the characteristics of the gender and occupation of the mother. There is a relationship between feeding practices and nutritional status with a correlation coefficient of 0.298 and a coefficient of determination of 0.085. There is a relationship between the variables of feeding practices with the characteristics of family income. There is a relationship between the nutritional status of preschool children with the characteristics of gender, mother's occupation, and nutritional status.
Keywords: Feeding practices, Nutrition status, Preschool children
 
TACKLING JOINT RESEARCH SYSTEM AS THE RESPONSE TO THE GLOBALISATION ISSUE IN INDONESIAN HIGHER EDUCATION
This report exhibits how Indonesian policymakers internationalise their Higher Education Institutions (HEIs) to answer the “global openness” in education. Joint Research (JR) has been implemented by Indonesian policymakers to do so. This research scrutinise such implemented JR by proposing an adopted European framework system in Higher Education Institutions (HEIs). This framework is the transversal dimensions of successful European countries in practising OpenEdu (dos Santos, Punie & Munoz, 2016), namely, strategy, technology, quality and leadership. As the intention of Ministry of Research, Technology and Higher Education (MoRTHE) towards JR is to increase the number of international journal publication, this research favourably recommend the implementation of JR by reforming and upgrading four categories adopted from EU OpenEdu: strategy, technology, quality and leadership. Those categories need to be adopted officially into the JR implementation to produce more international journal and be ready to compete with other institutions globally.
 
INTERAKSI KELUARGA, KETAHANAN SOSIAL DAN KUALITAS PERKAWINAN PADA KELUARGA IBU BEKERJA INFORMAL SELAMA PANDEMI COVID-19
Pandemi virus Covid-19 memengaruhi keseimbangan keluarga yang menyebabkan terjadinya perceraian dengan salah satu faktornya yaitu terganggunya kualitas perkawinan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh interaksi keluarga dan ketahanan sosial terhadap kualitas perkawinan pada keluarga ibu bekerja informal selama pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional study dengan pendekatan kuantitatif. Lokasi dipilih secara pupossive yaitu Jabodetabek. Responden pada penelitian ini adalah keluarga utuh minimal memiliki anak satu dengan istri bekerja informal, berdomisili di Jabodetabek. Teknik penarikan contoh dilakukan secara voluntary sampling. Jumlah responden pada penelitian adalah sebanyak 100 orang. Berdasarkan hasil uji deskriptif didapatkan hasil bahwa satu per tiga responden memiliki interaksi keluarga yang berada pada kategori tinggi. Sebagian besar responden memiliki ketahanan sosial yang tinggi, dan hampir separuh dari responden memiliki kualitas perkawinan yang rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif signifikan antara interaksi keluarga dengan ketahanan sosial keluarga dan kualitas perkawinan. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa interaksi keluarga dan usia pernikahan memiliki pengaruh positif signifikan terhadap kualitas perkawinan. Implikasi dari penelitian ini adalah hasil temuan dapat digunakan untuk memahami interaksi, ketahanan sosial, dan kualitas perkawinan keluarga dengan Ibu bekerja informal sehingga dapat membantu stakeholder untuk membuat program dan kebijakan untuk ibu bekerja di masa pandemi Covid-19.
PENERIMAAN DIRI WARGA LANJUT USIA YANG HIDUP SENDIRI
This study aims at obtaining description of self-acceptance of elderly who live alone by themselves, as well as factors that affect their self-acceptance. This study implemented a qualitstivee approach by interviewing four participants, two males and two femaleswith age range of 60-70 years. Self-acceptance and self-understanding were measured by aspects of feeling equal with others, having self-confidence, being responsible, outward looking and open minded, having self-determination, realizing to self limitations, and accepting the characteristics as a human. Factors that support high self-acceptance are good self-understanding, religiousity, and the attitude of their surrounding that support their presence. Low self-acceptance is caused by failure to achieve dreams and hopes, lack of social support from their children, and weak economic conditions.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran penerimaan diri warga lanjut usia yang tinggal seorang diri, serta faktor apa saja yang mempengaruhi penerimaan diri mereka. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif yaitu wawancara kepada empat partisipan (dua berjenis kelamin laki-laki dan dua berjenis kelamin perempuan) yang tinggal seorang diri dengan rentang usia 60-70 tahun. Penerimaan dan pemahaman akan diri diungkapkan dalam aspek perasaan sederajat dengan individu lain, percaya dengan kemampuan diri, bertanggung jawab, berorientasi keluar diri, berpendirian, menyadari keterbatasan dan menerima sifat-sifat kemanusiaan dirinya. Faktor yang mendukung penerimaan diri yang tinggi adalah pemahaman diri yang baik, nilai-nilai religiusitas, dan sikap masyarakat sekitar yang mendukung kehadiran mereka. Penerimaan diri yang rendah disebabkan oleh faktor, ketidakberhasilan diri meraih impian atau harapan, kurangnya dukungan sosial dari anak, dan kondisi ekonomi yang lemah