JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Not a member yet
226 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN BUKU PANDUAN GURU DALAM PEMBERIAN PENDIDIKAN SEKSUAL MENGGUNAKAN APLIKASI CANVA BAGI ANAK USIA DINI DI TAMAN KANAK-KANAK
Abstrak
Penelitian ini beranjak dari permasalahan bahwa belum adanya panduan untuk guru dalam memberikan pendidikan seksual bagi anak di Taman Kanak-Kanak (TK). Pentingnya pemberian pendidikan seksual bagi anak usia dini agar anak dapat mengetahui anggota tubuh beserta fungsinya, mampu menolong diri sendiri untuk hidup sehat, dan terhindar dari kekerasan seksualual. Pemberian Pendidikan seksual untuk anak usia dini ini tidak mudah karena orang-orang masih menganggap pendidikan seksual ini tabu dan belum adanya panduan khusus, padahal pentingnya pendidikan seksual usia dini untuk anak sangat penting diperkenalkan kepada anak sedini mungkin karena anak mulai memperhatikan dunia disekitarnya. Tujuan penelitian ini yaitu mengembangkan buku digital menggunakan aplikasi canva sebagai panduan guru dalam memberikan bimbingan seksual untuk anak usia dini di TK. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan model PPE (Planning, Production, dan Evaluation). Buku digital yang dikembangkan terdiri dari komponen judul, pemilihan format buku digital dan isi materi dalam buku digital. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, studi dokumentasi dan Focus Group Discussion dalam rangka expert judgment. Hasil expert judgment mengenai buku digital memperoleh hasil 97% dengan kriteria sangat layak dari aspek materi dan 88% dengan kriteria sangat layak pada aspek media yang disajikan dalam buku digital. Rekomendasi bagi peneliti selanjutnya dapat melanjutkan penelitian ini dengan menyempurnakan beberapa kekurangan terkait materi dan media yang telah dibuat dan mengimplementasikan buku digital panduan guru dalam pemberian bimbingan seksual bagi anak usia dini di Taman Kanak-Kanak pada mata kuliah yang berkaitan dengan pendidikan seksual.
Abstract
This research departs from the problem that there is no guide for teachers in providing sex education for children in Kindergarten (TK). The importance of providing sex education for early childhood so that children can know the body parts and their functions, be able to help themselves to live a healthy life, and avoid sexual violence. Providing sex education for early childhood is not easy because people still think sex education is taboo and there are no specific guidelines, even though the importance of early sex education for children is very important to be introduced to children as early as possible because children begin to pay attention to the world around them. The purpose of this study is to develop a digital book using the Canva application as a teacher's guide in providing sex guidance for early childhood in kindergarten. The method used is descriptive research with PPE model (Planning, Production, and Evaluation). The digital book developed consists of the title component, the selection of the digital book format and the content of the material in the digital book. Data collection techniques through interviews, documentation studies and Focus Group Discussions in the context of expert judgment. The results of expert judgment regarding digital books obtained 97% results with very feasible criteria from the material aspect and 88% with very feasible criteria on the media aspects presented in digital books. Recommendations for further researchers can continue this research by refining some of the shortcomings related to materials and media that have been made and implementing a digital teacher guide book in providing sex guidance for early childhood in kindergarten in courses related to sex education
PENGEMBANGAN VIDEO WAR ON DRUGS SEBAGAI MEDIA PENYULUHAN BERSIH NARKOBA UNTUK REMAJA SMA
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media penyuluhan dari bentuk PowerPoint menjadi video sebagai inovasi dalam penyuluhan yang edukatif, menarik, dan interaktif. Video ini dirancang untuk menanamkan sikap War on Drugs dan ketahanan diri anti-narkoba kepada remaja melalui media yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja. Penyajian video dikemas secara menarik agar materi lebih mudah dipahami oleh peserta penyuluhan. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan ADDIE, yang terdiri dari tahapan Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, expert judgment, dan angket kuesioner. Partisipan dalam penelitian ini mencakup ahli media, ahli materi, serta peserta didik SMA. Berdasarkan hasil validasi oleh ahli materi, video yang dikembangkan dinyatakan layak dengan beberapa revisi dari segi materi. Sementara itu, ahli media menilai bahwa video penyuluhan ini sangat layak dengan revisi untuk digunakan sebagai media penyuluhan bagi remaja SMA. Hasil uji coba terbatas kepada peserta didik SMA menunjukkan bahwa hampir seluruh peserta didik setuju bahwa video penyuluhan ini mudah dipahami, jelas, dan menarik. Sebagai rekomendasi, penyuluh BNN Kota Bandung diharapkan dapat memanfaatkan video ini secara luas, termasuk dengan mengunggahnya di media sosial resmi agar lebih banyak remaja SMA dapat mengaksesnya. Selain itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk mengeksplorasi efektivitas penggunaan media video penyuluhan War on Drugs terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap peserta didik dalam mencegah penyalahgunaan narkoba.
Abstract
This study aims to develop a counseling medium from a PowerPoint-based format into a video as an innovative, educational, engaging, and interactive approach. The video is designed to instill a War on Drugs mindset and anti-drug resilience among teenagers through a medium that can be accessed anytime and anywhere. The video presentation is structured attractively to make the material easier to understand for counseling participants. The development model used in this study follows the ADDIE approach, consisting of Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation stages. Data collection techniques include interviews, expert judgment, and questionnaires. The participants in this study consist of media experts, subject matter experts, and high school students. Based on validation results from subject matter experts, the developed video was deemed feasible with some revisions in terms of content. Meanwhile, media experts assessed that the counseling video is highly suitable with minor revisions for use as a counseling medium for high school students. Limited trials conducted with high school students showed that almost all participants agreed that the counseling video was easy to understand, clear, and engaging. As a recommendation, BNN Kota Bandung counselors are encouraged to utilize this video extensively, including uploading it to official social media platforms so that more high school students can access it. Furthermore, future research is suggested to explore the effectiveness of the War on Drugs counseling video in increasing students' knowledge and attitudes toward preventing drug abuse
PERILAKU OVER PROTEKTIF ORANG TUA: PENGALAMAN ANAK DAN DAMPAK YANG DITIMBULKAN
Abstrak
Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui lebih dalam pengalaman anak mengenai overprotective dan menggali permasalahan anak ketika mendapat aturan yang berlebihan dari orang tua. Metode penelitian yang di gunakan yaitu kualitatif fenomenalogi dengan melakukan wawancara. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling dikarenakan peneliti sudah memiliki karakteristik untuk partisipan sehingga peneliti mencari partisipan yang sesuai dengan karakteristik tersebut. Karakteristik yang dipilih adalah anak yang berusia antara 11-25 tahun, yang masih memiliki keluarga lengkap, memiliki aturan ketat dalam keluarga, dan tinggal dengan keluarga inti (tidak tinggal dengan kakek, nenek, saudara dll. Hasil penelitian ini memberikan empat tema mengenai pengalaman overprotective yang dilakukan orang tua dalam perspektif anak, tema tersebut ialah pandangan anak mengenai overprotective, keinginan orang tua terhadap anak, bentuk perilaku overprotective orang tua, dan dampak overprotective pada anak. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pandangan anak terhadap overprotective berlebihan yang dilakukan oleh orang tua membawa pengaruh perilaku positif dan negatif, tetapi lebih dominan memberikan efek negatif bagi kehidupan anak. Penelitian Ini memberikan Informasi kepada masyarakat khususnya kepada orang tua bahwa perilaku overprotective bisa memberikan dampak buruk bagi anak. Hal Ini bisa menjadi pertimbangan bagaimana peran keluarga khususnya orang tua dalam bersikap ketika berhadapan dengan anak.
Abstract
The purpose of this research was conducted to find out more about children's experiences regarding over-protectiveness and explore children's problems when they get excessive rules from their parents. The research method used is qualitative phenomenalogy by conducting interviews. The sampling technique in this study used purposive sampling because researchers already had characteristics for participants, so researchers looked for participants who matched these characteristics. The characteristics selected are children aged between 11-25 years, who still have a complete family, have strict family rules, and live with a nuclear family (don't live with grandparents, siblings etc. The results of this study provide four themes regarding over-the-counter experiences). protective behavior carried out by parents from the child's perspective, the theme is the child's view of overprotectiveness, the desire of parents for children, forms of parental overprotective behavior, and the impact of overprotectiveness on children from this study it can be concluded that children's views on overprotectiveness carried out by parents brings positive and negative behavioral influences, but more dominantly has a negative effect on children's lives. This research provides information to the public, especially to parents, that overprotective behavior can have a bad impact on children. This can be a consideration of how the role family, especially parents, in their behavior when dealing with children
PENGARUH TEKANAN EKONOMI DAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP KETAHANAN KELUARGA NARAPIDANA
Abstrak
Hukuman penjara dapat mengubah aspek ekonomi, hubungan internal, dan interaksi eksternal keluarga narapidana. Perubahan tersebut menjadi tantangan bagi keluarga narapidana dalam membentuk ketahanan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dari karakteristik keluarga, tekanan ekonomi, dan dukungan sosial terhadap ketahahan keluarga narapidana. Metode kuantitatif dengan desain cross-sectional study digunakan dalam penelitian ini. Responden dalam penelitian ini adalah 37 istri narapidana di Kabupaten Pemalang yang dipilih menggunakan simple random sampling. Data diperoleh melalui wawancara langsung kepada responden dengan bantuan kuesioner terstruktur menggunakan kuesioner pengukuran tekanan ekonomi keluaga (TEKEN-GA), kuesioner dukungan sosial, dan kuesioner pengukuran ketahanan keluarga (TAHAN-GA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir separuh istri narapidana memiliki tekanan ekonomi objektif terkategori rendah, satu pertiga istri narapidana memiliki tekanan ekonomi subjektif terkategori sedang, hampir tiga perempat istri narapidana memiliki dukungan sosial terkategori rendah, dan lebih dari dua perlima istri narapidana memiliki ketahanan keluarga yang terkategori sedang. Karakteristik keluarga yaitu lama pendidikan istri, pendapatan per kapita, dan aset keluarga berhubungan negatif signifikan dengan tekanan ekonomi (objektif dan subjektif) dan berhubungan positif signifikan dengan ketahanan keluarga narapidana. Analisis regresi menunjukkan bahwa ketahanan keluarga narapidana dipengaruhi negatif signifikan oleh tekanan ekonomi subjektif dan dipengaruhi positif signifikan oleh dukungan sosial.
Abstract
Imprisonment can change the economic aspects, internal relations, and external interactions of the prisoner's family. These changes become a challenge for prisoners’ families in building family strength. This study aims to analyze the effect of family characteristics, economic pressure, and social support on the family strength of the prisoners’ families. The quantitative method with a cross-sectional study design was used in this study. Respondents in this study were 37 wives of prisoners in Pemalang Regency who were selected using simple random sampling. Data were obtained through direct interviews with respondents with the help of a structured questionnaire using a measuring family economic pressure (TEKEN-GA), a social support questionnaire, and a measuring family Strength (TAHAN-GA). The results show that almost half of the prisoners' wives have low objective economic pressure, one-third of prisoners' wives have moderate subjective economic pressure, almost three-quarters of prisoners' wives have low social support, and more than two-fifths of prisoners' wives have moderate family strength. Regression analysis shows that family strength is significantly negatively affected by subjective economic pressure and significantly positively affected by social support
PERAN ORANG TUA TERHADAP PSIKOLOGIS ANAK RANTAU MELALUI KOMUNIKASI JARAK JAUH
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi jarak jauh yang efektif antara orang tua dan anak rantau dengan memberikan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana orang tua dapat memainkan peran yang efektif dalam mendukung kesejahteraan psikologis anak rantau yang jauh dari keluarga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kajian pustaka yang menggunakan sumber informasi dari bahan pustaka dengan mengumpulkan informasi dan data dari sumber-sumber tertulis seperti jurnal, buku, dan dokumen lainnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan adanya teknologi dan media komunikasi dapat menjadi sarana yang efektif untuk menjaga hubungan dan komunikasi antara orang tua dan anak rantau. Kunci efektif dan efisien peran orang tua terhadap psikologis anaknya yang sedang merantau melalui komunikasi jarak jauh diantaranya 1) mendukung anak rantau secara emosional, dengan adanya dukungan secara emosional dari orang tua, anak akan lebih mampu mengatasi stres dan masalah emosional yang mungkin muncul selama masa transisi menjadi anak rantau, 2) menjaga komunikasi yang baik, dengan adanya komunikasi yang baik antara orang tua dan anak rantau sangat penting agar anak merasa terhubung dengan keluarga dan rumah mereka, 3) memberikan motivasi dan dukungan dalam karir dan pendidikan, agar memastikan anak dapat mencapai potensi terbaiknya, dan 4) memberikan dukungan finansial, agar anak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya selama merantau. Penelitian ini menghasilkan simpulan bahwa peran orang tua terhadap anak rantau melalui komunikasi jarak jauh sangat penting untuk mendukung keberhasilan anak dalam belajar dan kesejahteraan psikologisnya. Komunikasi jarak jauh ini mencakup dukungan emosional, motivasi dalam karir, finansial, dan dukungan moral.
Abstract
This study aims to analyze effective strategies for long-distance communication between parents and children who are living overseas, in order to provide a better understanding of how parents can effectively support the psychological well-being of their overseas children who are far from home. The research method employed in this study is a literature review, which uses information gathered from library resources such as books, journals, and other written documents. The results of the study demonstrate that the use of technology and communication media can be an effective means of maintaining relationships and communication between parents and overseas children. Key strategies that parents can employ in order to support the psychological well-being of their migrating children through long-distance communication include: 1) providing emotional support, which can help children better cope with stress and emotional problems that may arise during the transition period; 2) maintaining good communication, which is crucial for helping children feel connected to their families and homes; 3) providing motivation and support in education and career goals to help children achieve their best potential; and 4) providing financial support, which can help ensure that children can meet their basic needs while living overseas. This research concludes that the role of parents towards overseas children through long-distance communication is very important to support children's success in learning and psychological well-being. This long-distance communication includes emotional support, career motivation, financial, and moral support
PERILAKU ANAK KORBAN PERCERAIAN ORANG TUA
Abstrak
Kasus perceraian yang tinggi khususnya di daerah Jakarta Timur dikhawatirkan akan berdampak pada perilaku anak korban perceraian orang tua yang dapat menjadi bermasalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perilaku anak korban perceraian orang tua. Penelitian dilakukan di Jakarta Timur pada bulan Oktober 2022 sampai dengan bulan Februari 2023. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah orang tua yang bercerai yang memiliki anak usia dini yang tergabung dalam komunitas orang tua tunggal sebanyak 100 responden. Data diperoleh menggunakan kuesioner. Instrumen yang digunakan untuk mengukur masalah perilaku adalah The Child Behavior Checklist and Related Forms for Assessing Behavioral/Emotional Problems and Competencies (CBCL). Kuesioner yang digunakan memiliki 58 pernyataan setelah diuji validasi dengan dimensi reaksi terhadap emosi, kecemasan/depresi, keluhan somatik, menarik diri, masalah tidur, kesulitan berkonsentrasi, dan perilaku agresif. Data diolah dan dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan analisis korelasi (chi-square). Hasil penelitian menunjukkan bahwa masalah perilaku anak usia dini yang orang tuanya bercerai berada di tingkat sedang dengan nilai rata-rata 41,54. Hasil juga menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara karakteristik responden, yaitu jenis kelamin anak, usia anak, pekerjaan ayah, dan pekerjaan ibu dengan masalah perilaku anak, sedangkan, terdapat hubungan antara orang tua yang mengasuh dengan masalah perilaku anak. Hasil ini berarti anak usia dini yang orang tuanya bercerai memiliki sedikit masalah perilaku yang akan muncul jika terdapat suatu hal atau kejadian yang tidak disukai anak sehingga akan memicu masalah perilakunya.
Abstract
The high number of divorce cases, especially in the East Jakarta area, is feared to have an impact on the behavior of children who are victims of parental divorce which can become problematic. This study aims to determine the behavior of children who are victims of parental divorce. The research was conducted in East Jakarta from October 2022 to February 2023. This research uses the descriptive quantitative method. Sampling using a purposive sampling technique. The sample in this research is divorced parents who have early childhood and are members of a single-parent community of 100 respondents. Data were obtained using a questionnaire. The instrument used to measure behavioral problems is The Child Behavior Checklist and Related Forms for Assessing Behavioral/Emotional Problems and Competencies (CBCL). The questionnaire used has 58 statements after being validated with the dimensions of emotionally reactive, anxiety/depression, somatic complaints, withdrawn, sleep problems, attention problems, and aggressive behavior. Data were processed and analyzed using descriptive statistic analysis techniques and correlation analysis (chi-square). The results showed that the behavioral problems of early childhood whose parents divorced were at a moderate level with an average value of 41.54. The results also show that there is no relationship between the characteristics of the respondents, such as the child's gender, the child's age, the father's occupation, and the mother's occupation, with the child's behavior problems, meanwhile, there is a relationship between the characteristics of the parent who nurtures the child and the child's behavior problems. This result means that early childhood whose parents are divorced have few behavioral problems that will arise if something or an event triggers it
STRATEGI MINDFULL PARENTING PADA DUAL CAREERS FAMILY
Pada masa pandemi, orangtua memiliki peran ganda dalam melakukan aktifitas work from home, yaitu harus bekerja dan mengasuh anak. Namun hal tersebut tidaklah mudah, banyak kasus kekerasan pada anak terjadi karena pola asuh yang salah akibat beban psikis dan fisik orangtua melakukan peran ganda tersebut. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan mental dan mengoptimalisasi kualitas hubungan antara orang tua dan anak dual career family dengan menerapkan mindfull parenting atau keterampilan pengasuhan berbasis kesadaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi mindful parenting yang dilakukan oleh dual careers family. Metode penelitian ini yang digunakan yakni metode deskriptif kuantitatif. Instrumen Mindfulness in Parenting Questionnaire (MIPQ) yang dirancang oleh McCaffrey (2017) dan di adaptasi oleh Febriani et al. (2021), yaitu dengan dimensi mindful dicipline dan being in the moment with the child. Responden dalam penelitian ini merupakan dual careers family yang berjumlah 93 orang. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa Penerapan pola asuh mindful parenting orang tua lebih banyak mengunakan dimensi being in the moment with the child sebesar 57%, yang dapat meningkatkan rasa empati terhadap anak dan secara sadar orangtua memandang anak apa adanya sebagai manusia, sehingga orang tua senantiasa hadir pada setiap momen tumbuh kembang anak secara bijaksana dan responsif terhadap kebutuhannya. Sedangkan, Dual Careers Family yang dikategorikan tinggi dalam dimensi Mindful Dicipline sebesar 49%.
Abstract
During a pandemic, parents have a dual role in carrying out work from home activities, namely having to work and take care of their children. However, this is not easy, many cases of violence against children occur because of wrong parenting as a result of the psychological and physical burden of parents who carry out this dual role. One of the efforts that can be made to maintain mental health and optimize the quality of the relationship between parents and children in dual career families is to apply mindful parenting or awareness-based parenting. This study aims to identify mindful parenting strategies carried out by dual career families. The research method used is a quantitative descriptive method. This study used the Mindfulness in Parenting Questionnaire (MIPQ) designed by McCaffrey (2017) and adapted by Febriani et al. (2021), namely with the dimension of mindful discipline and being in the moment with the child. Respondents in this study were dual career families, totaling 93 people. The research results obtained show that the application of mindful parenting uses more of the dimensions of being in the moment with the child by 57%, which can increase empathy for children and consciously parents see children as they are as human beings, so that parents are always present at every moment of child development wisely and responsive to their needs. Meanwhile, the Dual Careers Family which is categorized as high on the Mindful Discipline dimension is 49%
DAMPAK PARTISIPASI AKTIF KPM PKH DALAM FAMILY DEVELOPMENT SESSION UNTUK MENGUATKAN KETAHANAN EKONOMI KELUARGA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak FDS dalam menguatkan ketahanan ekonomi keluarga penerima manfaat PKH. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan aplikasi NVIVO 12. Subjek dalam penelitian ini adalah 6 orang ibu-ibu penerima manfaat PKH yang aktif mengikuti FDS di wilayah Harjosari RW 07 Bawen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 2 faktor utama guna mewujudkan tujuan untuk meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga melalui FDS, yakni 1) peran Fasilitator FDS; 2) keterlibatan aktif peserta FDS. FDS telah memberikan dampak positif dalam menguatkan ketahanan ekonomi keluarga. Indikator kualitas ketahanan ekonomi, yaitu kepemilikan rumah, kemampuan memenuhi kebutuhan hidup, kepemilikan rekening tabungan, kepemilikan asuransi kesehatan, anak tidak putus sekolah, dan kesempatan perempuan bekerja, telah mengalami perbaikan signifikan setelah mengikuti FDS. Namun, masih ada kendala dalam aspek kepemilikan tabungan dan asuransi kesehatan, yang menunjukkan perlunya optimalisasi lebih lanjut dalam pelaksanaan FDS. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa FDS telah memberikan dampak yang signifikan dalam menguatkan ketahanan ekonomi keluarga penerima manfaat PKH. Dengan upaya yang lebih lanjut untuk meningkatkan pelaksanaan FDS, diharapkan program ini dapat terus berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan keluarga prasejahtera di Indonesia. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kompetensi fasilitator FDS dan peningkatan dukungan dari Kementerian Sosial untuk memastikan kelancaran dan penghargaan bagi pendamping social sebagai fasilitator pelaksanaan program ini.
Abstract
This study aims to analyze the impact of FDS in strengthening the economic resilience of PKH beneficiary families. The research method used is descriptive qualitative with indepth interview, observation, and documentation. The data collected was analyzed using the NVIVO 12. The subjects in this study were PKH beneficiary mothers/ women who actively participated in FDS in the Harjosari RW 07 Bawen area. The results showed that there are 2 main factors to realize the goal of increasing family economic resilience through FDS, namely 1) the role of FDS Facilitators; 2) active involvement of FDS participants. FDS has had a positive impact in strengthening family economic resilience. Quality indicators of economic resilience, namely home ownership, the ability to make ends meet, savings account ownership, health insurance ownership, children not dropping out of school, and women's opportunities to work, have experienced significant improvements after participating in FDS. However, there are still constraints in the aspects of savings ownership and health insurance, which indicates the need for further optimization in the implementation of FDS. The conclusion of this study is that FDS has had a significant impact in strengthening the economic resilience of PKH beneficiary families. With further efforts to improve the implementation of FDS, it is hoped that this program can continue to contribute to improving the welfare of underprivileged families in Indonesia. This study recommends increasing the competence of FDS facilitators and increasing support from the Ministry of Social Affairs to ensure smooth and rewarding social assistants as facilitators of the implementation of this program
ANALISIS PROGRAM BANGGA KENCANA: STUDI TINGGINYA ANGKA UNMET NEED DI PROVINSI ACEH
Abstrak
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Indonesia diberikan target utama untuk menurunkan angka kelahiran menjadi 2,1 anak dari 1000 kelahiran wanita usia subur. Selain daripada itu program Keluarga Berencana juga diyakini dapat mencegah resiko terjadinya stunting pada balita melalui upayanya dalam mengatur kehamilan melalui penggunaan alat dan obat kontrasepsi. Adapun salah satu masalah yang saat ini dialami oleh Provinsi Aceh adalah tingginya angka unmet need. Unmet need sendiri merupakan kondisi tidak terpenuhinya kebutuhan ber-KB bagi Pasangan Usia Subur (PUS) yang ingin menunda kehamilan ataupun tidak menginginkan anak lagi. Tujuan dari kajian ini adalah untuk mengetahui hal-hal yang menyebabkan tingginya persentase unmet need di Provinsi Aceh sehingga target untuk menurunkan persentase unmet need dapat diturunkan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan mix method. Adapun sampel lokus yang dipilih adalah 4 Kab/Kota yang memiliki persentase jumlah PUS dengan status sangat tinggi di Provinsi Aceh, yaitu: Kota Banda Aceh Kota Subulussalam, Kab. Singkil dan Kab. Pidie yang berjumlah 200 responden. Berdasarkan hasil wawancara dan temuan pada penelitian ini diketahui faktor yang menentukan tingginya angka unmet need di Provinsi Aceh antara lain disebabkan karena informasi masyarakat yang keliru terhadap alat dan obat kontrasepsi; kurangnya sinergi antara PKB dan tenaga kesehatan; rendahnya kualitas komunikasi kader dan keterbukaan PUS yang didata dalam memberikan informasi.
Abstract
The Indonesian National Population and Family Planning Board is given the main target to reduce the birth rate to 2.1 children for every 1000 births of women of childbearing age. Apart from that, the family planning program is also believed to be able to prevent the risk of stunting in children under five through its efforts to regulate pregnancy through the use of contraceptive devices and drugs. One of the problems currently being experienced by the Province of Aceh is the high number of unmet need. Unmet need itself is a condition where the need for family planning is not fulfilled for Couples of Reproductive Age who wish to postpone pregnancy or do not want any more children. The purpose of this study is to find out the reasons for the high percentage of unmet need in Aceh Province so that the target to reduce the percentage of unmet need can be lowered. This research was conducted using a mix method. The locus samples selected were 4 districts/cities that had a very high percentage of women with very high status in Aceh Province, namely: Banda Aceh, Subulussalam, Aceh Singkil and KPidie with a total of 200 respondents. Based on the results of interviews and findings in this study, it is known that the factors that determine the high number of unmet need in Aceh Province are caused by, among other things, wrong information from the public regarding contraceptive devices and drugs; lack of synergy between PKB and health workers; low quality of cadre communication and openness of PUS recorded in providing information.
PENGARUH KONFLIK KERJA KELUARGA DAN STRATEGI KOPING TERHADAP KEBERFUNGSIAN KELUARGA DUAL EARNER DENGAN ANAK REMAJA KORBAN CYBERBULLYING
Stress pengasuhan yang tinggi akibat dari konflik kerja menyebabkan terjadinya penghindaran kelekatan yang tinggi antara hubungan ibu dengan anak . Kualitas kelekatan antara ibu bekerja dengan anak dapat menjadi pemicu kemungkinan anak sebagai pelaku atau korban cyberbullying. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis pengaruh dari karakteristik keluarga, konflik kerja keluarga, strategi koping terhadap keberfungsian keluarga dual earner dengan anak remaja korban cyberbullying. Penelitian menggunakan penelitian desain explanatory study dan menggunakan purposive sampling dengan ibu bekerja dan memiliki anak remaja yang merupakan korban cyberbullying sebagai responden. Konflik kerja menganggu keluarga lebih tinggi dibandingkan konflik keluarga menganggu kerja pada wilayah kabupaten dan kota. Wilayah kota memiliki konflik kerja yang lebih tinggi dibandingkan wilayah kabupaten namun tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Startegi koping pada wilayah kabupaten lebih tinggi dibandingkan wilayah kota namun tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Keberfungsian keluarga diwilayah kabupaten lebih tinggi dibandingkan wilayah kota serta terdapat perbedaan yang signifikan pada keberfungsian keluarga terkait dengan dimensi pembagian tugas atau peran dalam keluarga (role). Pada wilayah kota konflik kerja memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap keberfungsian keluarga dan strategi koping memiliki pengaruh positif signifikan. Pada wilayah kabupaten lama pendidikan suami memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap keberfungsian keluarga dan kota konflik kerja memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap keberfungsian keluarga.
Abstract
High parenting stress resulting from work conflict leads to high attachment avoidance between the mother and child relationship. The quality of attachment between working mothers and children can trigger the possibility of children as perpetrators or victims of cyberbullying. The purpose of this study is to analyze the influence of family characteristics, family work conflict, coping strategies on the functioning of dual earner families with adolescent victims of cyberbullying. The study used an exploratory study design and used purposive sampling with working mothers and had teenage children who were victims of cyberbullying as respondents. Work conflict disrupts family higher than family conflict disrupts work in district and city areas. City areas have higher work conflict than district areas but there is no significant difference. Coping strategies in the district area are higher than the city area but there is no significant difference. Family functioning in district areas is higher than in city areas and there is a significant difference in family functioning related to the dimension of division of tasks or roles in the family (role). In urban areas, work conflict has a significant negative effect on family functioning and coping strategies have a significant positive effect. In the regency area, the length of husband's education has a significant