JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Not a member yet
    226 research outputs found

    HUBUNGAN ANTARA STRES AKADEMIK DENGAN ACADEMIC PERFORMANCE PADA SANTRI MADRASAH ALIYAH PONDOK PESANTREN AL HAMID

    Get PDF
    Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara stres akademik dengan academic performance pada santri Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Al-Hamid. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasi dengan metode survey. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan populasi 252 santri. Kemudian dengan rumus slovin menghasilkan sampel sebanyak 155 santri. Pengambilan data menggunakan instrumen Educational Stress Scale. Analisis data yang digunakan meliputi uji korelasi Pearson Product Moment. Data-data yang telah memenuhi uji validitas dan uji reliabilitas diolah sehingga menghasilkan nilai pearson correlated sebesar 0,189. Hasil analisis menyimpulkan terdapat hubungan positif antara stres akademik dengan academic performance. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat dilihat bahwa santri yang mengalami stres justru akan semakin termotivasi untuk belajar lebih giat. Semakin tinggi stres atau tekanan yang santri rasakan selama proses pembelajaran maka santri akan semakin terpacu untuk lebih rajin dalam belajar dan lebih baik dalam pengerjaan tugas tugas yang diberikan oleh guru. Hal ini tentu saja akan membuat nilai akademik santri menjadi lebih baik. Stres yang santri alami merupakan stres positif atau eustress. Stres positif membuat santri tidak menyerah dengan tekanan yang ia alami namun sebaliknya, stres positif akan membawa rasa semangat dan keinginan untuk berjuang menghadapi tekanan tekanan akademik. Kemampuan santri untuk mengubah stres yang negative menjadi stres yang positif tidak terlepas dari kegiatan sehari hari santri yang mempengaruhi perilaku mereka seperti senantiasa berdzikir, sholat dan puasa yang dapat mengurangi pikiran negatif dan rasa kecemasan berlebih.   Abstract This study aims to determine the relationship between academic stress and academic performance in students of Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Al-Hamid. This research is a quantitative correlation research with survey method. The sampling technique used simple random sampling with a population of 252 students. Then the slovin formula produces a sample of 155 students. Retrieval of data using the Educational Stress Scale instrument. The data analysis used includes the Pearson Product Moment correlation test. The data that has fulfilled the validity and reliability tests were processed to produce a Pearson correlated value of 0.189. The results of the analysis conclude that there is a positive relationship between academic stress and academic performance. Based on these results, students who experience stress will actually be more motivated to study harder. The higher the stress or pressure that students feel during the learning process, the more motivated students will be to be more diligent in learning and better at carrying out the assignments given by the teacher. This of course will make students' academic grades better. The stress that students experience is positive stress or eustress. Positive stress makes students not give up with the pressure they experience but on the contrary, positive stress will bring a sense of enthusiasm and desire to fight against academic pressures. The ability of students to turn negative stress into positive stress is inseparable from the daily activities of students which affect their behavior such as always thinking, praying and fasting which can reduce negative thoughts and excessive feelings of anxiety

    PERAN PARENTAL BONDING DALAM MENINGKATKAN SELF-ESTEEM PADA ANAK USIA REMAJA

    Get PDF
    Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh parental bonding terhadap self-esteem pada anak usia remaja. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dan pendekatan kuantitatif asosiatif. Pengambilan data dilakukan pada tahun 2022 di wilayah Jakarta. Responden dalam penelitian ini adalah 81 orang anak usia remaja yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini mengumpulkan data karakteristik responden, parental bonding, dan self-esteem. Instrumen pengukuran variabel penelitian terdiri atas 25 butir untuk variabel parental bonding dan 10 butir untuk variabel self-esteem. Setiap pernyataan terdiri atas empat pilihan tanggapan, yaitu sangat setuju, setuju, tidak setuju, dan sangat tidak setuju. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan statistika deskriptif dan uji regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-esteem remaja termasuk dalam kategori sedang. Remaja juga memiliki tingkat kedekatan dengan orang tuanya dalam kategori sedang. Hasil uji regresi linear sederhana menunjukkan bahwa parental bonding berpengaruh signifikan terhadap self-esteem remaja (β=0,763, p<0,01). Berdasarkan hasil tersebut, parental bonding dapat meningkatkan self-esteem pada anak usia remaja. Semakin dekat hubungan antara orang tua dengan anak usia remaja maka semakin baik self-esteem yang dimiliki oleh anak. Dengan demikian, peningkatan kedekatan antara orang tua dan anak dapat menjadi solusi untuk meningkatkan self-esteem pada anak, terutama anak usia remaja.   Abstract This study aims to analyze the effect of parental bonding on self-esteem in adolescent children. This study used a cross-sectional design and an associative quantitative approach. Data collection be done in 2022 in the Jakarta area. Respondents in this study were 81 adolescents who were selected using a purposive sampling technique. This study collected data on respondent characteristics, parental bonding, and self-esteem. The research variable measurement instrument comprised 25 parental bonding items and ten self-esteem items variables. Each statement has four response options: strongly agree, agree, disagree, and strongly disagree. Data processing uses descriptive statistics and simple linear regression tests. The study results show that adolescent self-esteem is in the medium category. Teenagers also have a level of closeness with their parents in the medium category. The simple linear regression test results show that parental bonding significantly affects adolescent self-esteem (β=0.763, p<0.01). Based on these results, parental bonding can increase self-esteem in adolescent children. The closer the relationship between parents and adolescents, the better the child's self-esteem. Thus, increasing the closeness between parents and children can be a solution to increase self-esteem in children, especially teenagers

    PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI YANG EMPATIK DAN ASERTIF REMAJA DAN ORANG TUA MELALUI BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK PEMBERIAN INFORMASI (CERAMAH)

    Get PDF
    Komunikasi adalah elemen mendasar dalam kehidupan manusia dan merupakan proses yang menjadi dasar utama dalam memahami hakikat manusia. Komunikasi yang efektif mampu menghasilkan perubahan sikap pada orang yang terlibat di dalamnya. Tujuan dari komunikasi yang efektif adalah mempermudah pemahaman pesan antara pemberi dan penerima, sehingga bahasa menjadi lebih jelas, serta melatih penggunaan bahasa non-verbal secara baik. Komunikasi yang empatik dan asertif adalah salah satu cara untuk mengatasi dan mengelola konflik yang mungkin terjadi antara suami-istri, orang tua-anak, mertua-menantu, dan anggota keluarga lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan komunikasi empatik dan asertif melalui bimbingan kelompok dengan teknik pemberian informasi (ceramah). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi-experiment). Data dikumpulkan menggunakan instrumen penelitian berupa angket dengan skala Likert. Teknik analisis data yang digunakan meliputi uji validitas, reliabilitas, dan uji perbedaan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan komunikasi empatik dan asertif setelah bimbingan kelompok dengan teknik pemberian informasi (ceramah). Rata-rata kemampuan komunikasi empatik dan asertif sebelum intervensi adalah 58,548, dan meningkat menjadi 68,548 setelah intervensi, menunjukkan dampak positif dari bimbingan kelompok tersebut.   Abstract Communication is a fundamental element in human life and serves as the primary process in understanding the essence of humanity. Effective communication can lead to changes in the attitudes of those involved. The goal of effective communication is to facilitate the understanding of messages between the sender and the receiver, making language clearer and enhancing the use of non-verbal language appropriately. Empathic and assertive communication is one way to address and manage conflicts that may arise between spouses, parents and children, in-laws, and other family members. This study aims to determine the improvement of empathic and assertive communication skills through group guidance with information-giving techniques (lectures). This research is a quasi-experimental study. Data was collected using research instruments in the form of questionnaires with a Likert scale. The data analysis techniques used include tests of validity, reliability, and difference tests. The results of the study show a significant improvement in empathic and assertive communication skills after group guidance with information-giving techniques (lectures). The average empathic and assertive communication skills before the intervention were 58.548, and increased to 68.548 after the intervention, demonstrating the positive impact of the group guidance

    THE EFFECT OF FAMILY SOCIAL SUPPORT ON STUDENTS' RESILIENCE WITH SINGLE PARENTS

    Get PDF
    This study aims to determine the impact of family social support on student resilience among single parents. This study is a quantitative associative study that employs a survey method. This study collects data using a social support questionnaire (29 items) and a student resilience questionnaire (51 items). The research sample consisted of 95 students chosen using the purposive sampling technique. They are students who live in East Jakarta with only one parent because of divorce or death. The research data collection period runs from April to July 2022. Test the hypothesis using the Pearson Product Moment Correlation and simple regression. Data analysis reveals that most samples have moderate resilience (37.9%), and most students receive high family social support levels (53.7%). The calculations show that family social support has a 37.7% significant effect on student resilience (p-value = 0.00 < 0.05). According to this study, the greater the student's family social support, the greater the student's resilience, even when they live with only one of their parents.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dukungan sosial keluarga terhadap resiliensi mahasiswa dengan orang tua tunggal. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif asosiatif dengan metode survei. Penelitian ini mengumpulkan data menggunakan angket dukungan sosial (29 item) dan angket resiliensi mahasiswa (51 item). Sampel penelitian terdiri atas 95 mahasiswa yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Sampel penelitian merupakan mahasiswa yang tinggal di Jakarta Timur dengan hanya memiliki satu orang tua karena perceraian atau kematian. Periode pengumpulan data penelitian berlangsung dari bulan April sampai Juli 2022. Uji hipotesis menggunakan Korelasi Pearson Product Moment dan regresi sederhana. Analisis data menunjukkan bahwa sebagian besar sampel memiliki resiliensi sedang (37,9%), dan sebagian besar mahasiswa menerima tingkat dukungan sosial keluarga yang tinggi (53,7%). Hasil perhitungan menunjukkan bahwa dukungan sosial keluarga berpengaruh signifikan sebesar 37,7% terhadap resiliensi mahasiswa (p-value = 0,00 < 0,05). Menurut penelitian ini, semakin besar dukungan sosial yang diberikan oleh keluarga mahasiswa, semakin besar pula resiliensinya, bahkan ketika mereka tinggal hanya dengan salah satu orang tuanya

    PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER DI LINGKUNGAN SEKOLAH MELALUI PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU MENYUSUN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DI SDN. 063/XI KOTO PADANG

    Get PDF
    Abstrak Selain lingkungan Keluarga, lingkungan yang juga berperan untuk melakukan Pendidikan akarakter adalah lingkungan sekolah. Salah satu masalah di sekolah adalah kemampuan guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang berorientasi pada penguatan pendidikan karakter masih rendah. Hasil penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa salah satu strategi yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan cara memberikan tindakan berupa in house training. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun RPP berorientasi pada penguatan pendidikan karakter melalui in house training di SDN. 063/XI Koto Padang tahun pelajaran 2021/2022. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian tindakan sekolah. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, yaitu siklus I dan siklus II. Setiap siklus dilakukan dalam tiga pertemuan dengan empat kegiatan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini melibatkan delapan guru di SDN. 063/XI Koto Padang Kecamatan Tanah Kampung, Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pengamatan atau observasi, angket atau kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Selanjutnya, pengolahan data menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan in house training dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun RPP berorientasi penguatan pendidikan karakater di SDN.063/XI Koto Padang yang terlihat dari peningkatan nilai rata-rata dan persentase ketuntasan keberhasilan. Nilai rata-rata mengalami peningkatan dari 58 (Pratindakan) menjadi 72,13 (Siklus I), dan 86,62 (Siklus II). Persentase ketuntasan keberhasilan juga mengalami kenaikan dari 25% (Pratindakan) menjadi 50% (Siklus I), dan 87,5% (Siklus II). Berdasarkan temuan penelitian, in house training dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun RPP berorientasi penguatan pendidikan karakter.   Abstract In addition to the family environment, the environment that also plays a role in character education is the school environment. One of the problems in schools is that the teacher's ability to develop lesson plans that are oriented towards strengthening character education still needs to be higher. The results of previous studies indicate that one of the strategies to solve these problems is to provide actions in the form of in-house training. This study aims to improve teachers' ability to prepare lesson plans oriented to strengthening character education through in-house training at SDN. 063/XI Koto Padang for the academic year 2021/2022. This research used school action research conducted in two cycles, namely, cycle I and cycle II. Each cycle is carried out in three meetings with four activities: planning, implementation, observation, and reflection. This study involved eight teachers at SDN. 063/XI Koto Padang, Tanah Kampung District, Sungai Penuh City, Jambi Province. Data collection techniques used observation or observation techniques, questionnaires or questionnaires, interviews, and documentation. Furthermore, data processing uses descriptive analysis techniques. The results showed that the implementation of in-house training could improve the ability of teachers to prepare learning implementation plans oriented towards strengthening character education at SDN.063/XI Koto Padang which can be seen from the increase in the average score and the percentage of complete success. The average value increased from 58 (Pre-action) to 72.13 (Cycle I) and 86.62 (Cycle II). The percentage of complete success also increased from 25% (Pre-action) to 50% (Cycle I) and 87.5% (Cycle II). Based on the research findings, in-house training can be a solution to improve the ability of teachers in preparing a learning implementation plan oriented towards strengthening character education

    HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL ORANGTUA DAN ADVERSITY QUOTIENT DENGAN MOTIVASI BELAJAR PADA SISWA KELAS 7 SMP NEGERI 1 BATURETNO

    Get PDF
    Abstrak Transisi pendidikan dari sekolah dasar menuju sekolah menengah pertama merupakan tantangan bagi siswa, khususnya siswa tahun pertama. Siswa tahun pertama perlu mempunyai motivasi belajar yang tinggi guna dapat menjawab tantangan akademik maupun non akademik. Motivasi belajar dipengaruhi oleh faktor intrinsik dari dalam diri maupun faktor ekstrinsik dari lingkungan sosial. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial orangtua dan adversitity quotient dengan motivasi belajar secara parsial dan simultan. Populasi adalah siswa kelas tujuh Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Baturetno. Total sampling digunakan sebagai teknik sampling. Sehingga subjek yang terlibat dalam penelitian ini adalah seluruh siswa baru kelas tujuh yang berjumlah 255 orang. Pengumpulan data menggunakan Skala Dukungan Sosial Orangtua (12 aitem, α = 0,893), Skala Adversity Quotient (16 aitem, α = 0,895), dan Skala Motivasi Belajar (11 aitem, α = 0,891). Data dianalisis dengan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan dukungan sosial orangtua dan adversitity quotient dengan motivasi belajar secara parsial dan simultan. Dukungan sosial orangtua dan adversity quotient berpengaruh secara simultan sebesar 61,6% terhadap motivasi belajar siswa. Penelitian ini berimplikasi pada urgensi peran keluarga dalam mendukung keberhasilan siswa di sekolah. Keluarga, khususnya orangtua, perlu menjadi lingkungan sosial yang mendukung serta menempa ketangguhan siswa demi menumbuhkembangkan motivasi belajar.   Abstract The transition from elementary school to junior high school is a challenge for students, especially first-year students. First-year students need to have high learning motivation to be able to answer current academic and non-academic challenges. Learning motivation is influenced by intrinsic factors which come from inside and extrinsic factors from the social environment. The research aims to determine the relationship between parental social support and adversity quotient with learning motivation, both partial and simultaneous. The population is seventh-grade students of SMP Negeri 1 Baturetno. We used total population sampling. The subjects involved in this study were all first-year junior high school students, totaling 255 people. Data collection used the Parents' Social Support Scale (12 items, α = 0.893), Adversity Quotient Scale (16 items, α = 0.895), and Learning Motivation Scale (11 items, α = 0.891). Data were analyzed by multiple regression analysis. The results showed that there was a relationship between parental social support and adversity quotient with learning motivation, both partial and simultaneous. Parental social support and adversity quotient have an effect of 61.6% on students' learning motivation. This research has implications for the urgency of the role of the family in supporting student success at school. Families, especially parents, need to be in a social environment that supports and forges student resilience to develop motivation to learn

    PENGEMBANGAN E-MODUL JENIS NAPZA DENGAN FLIP PDF PROFESSIONAL DI SMK PEKERJAAN SOSIAL

    Get PDF
    Abstrak Permasalahan dalam penelitian ini adalah kurangnya bahan ajar berbasis teknologi yang menarik untuk meningkatkan motivasi belajar siswa di SMK Pekerjaan Sosial. Salah satu upaya yang dilakukan adalah pengembangan e-modul interaktif tentang jenis NAPZA menggunakan aplikasi Flip PDF Professional. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-modul yang efektif dan menarik dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Hasil validasi oleh ahli materi menunjukkan tingkat kelayakan sebesar 87,5%, sedangkan validasi oleh ahli media memperoleh persentase 89,2%. Uji keterbacaan yang melibatkan peserta didik menunjukkan bahwa seluruh responden (100%) setuju bahwa e-modul mudah digunakan. Berdasarkan hasil penelitian, e-modul tentang jenis NAPZA yang dikembangkan menggunakan aplikasi Flip PDF Professional memenuhi kriteria sangat layak dari segi materi, tampilan, dan manfaat. E-modul ini dapat dijadikan bahan ajar untuk meningkatkan motivasi serta hasil belajar siswa di SMK Pekerjaan Sosial. Sebagai rekomendasi, guru diharapkan dapat memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran agar lebih menarik dan interaktif. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengimplementasikan e-modul ini dalam skala yang lebih luas guna menguji efektivitasnya serta mengukur ketercapaian hasil belajar sebelum dan sesudah penggunaannya.   Abstract The problem in this study is the lack of technology-based teaching materials that are engaging enough to enhance students' learning motivation at the Social Work Vocational High School. One of the efforts undertaken is the development of an interactive e-module on types of narcotics using the Flip PDF Professional application. This study aims to develop an effective and engaging e-module to improve students' learning motivation. The research method used is a descriptive method with the ADDIE development model (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). The validation results from subject matter experts indicate a feasibility level of 87.5%, while media experts' validation results reached 89.2%. A readability test involving students showed that all respondents (100%) agreed that the e-module is easy to use. Based on the research findings, the e-module on types of narcotics developed using the Flip PDF Professional application meets the criteria of being highly feasible in terms of content, design, and benefits. This e-module can serve as teaching material to enhance students' motivation and learning outcomes at the Social Work Vocational High School. As a recommendation, teachers are encouraged to utilize technology in the learning process to make it more engaging and interactive. Future research is suggested to implement this e-module on a larger scale to evaluate its effectiveness and measure students' learning achievements before and after its use

    RETHINKING URGENSI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI MELALUI PROGRAM KELAS IBU BALITA PADA MASYARAKAT PEDESAAN

    Get PDF
    Abstrak Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis upaya memikirkan kembali (re-thinking) urgensi PAUD melalui program kelas ibu balita di Desa Singasari, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, Propinsi Jawa Tengah. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif yang bersifat natural-deskiptif. Data pada penelitian ini dikumpulkan menggunakan teknik wawancara tak terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Untuk menguji keabsahan data, digunakan teknik triangulasi pengumpul data, yaitu dengan melakukan cross-check secara simultan terhadap data hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data model Miles and Huberman yang terdiri atas reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa ada dua upaya yang dilakukan oleh fasilitator pada program kelas ibu balita untuk memikirkan kembali urgensi PAUD. Pertama, melalui kegiatan transformasi pengetahuan akan urgensi PAUD. Kedua, melalui kegiatan penumbuh-kembangan kepedulian orangtua terhadap kesehatan anak usia dini melalui kerjasama dengan lembaga PAUD. Ada dua kegiatan dalam kerjasama tersebut, yaitu (1) pemeriksaan kesehatan dan (2) melakukan diskusi dengan wali murid PAUD terkait dengan tips menjaga kesehatan anak usia dini, terutama terkait dengan pemilihan makanan dan minuman yang sehat bagi anak-anak. Kedua upaya yang dilakukan oleh fasilitator pada program kelas ibu balita untuk memikirkan kembali PAUD telah berimplikasi pada semakin sadarnya orangtua akan urgensi PAUD serta keharusan bagi kepala desa untuk merumuskan dan menerapkan kebijakan desa yang mendukung pelaksanaan kerjasama antara tenaga medis dengan tenaga pendidik dalam menyelenggarakan layanan PAUD holistik-integratif.   Abstract The purpose of this research is to describe and analyze efforts to re-think the urgency of PAUD through the mother-to-five class program in Singasari village, Karanglewas district, Banyumas district, Central Java province. This research is a type of qualitative research that is naturally descriptive. The data in this study were collected using unstructured interview techniques, observation, and documentation. To test the validity of the data, the data collector triangulation technique was used, namely by simultaneously cross-checking the data from interviews, observations, and documentation. The data that has been collected is then analyzed using the data analysis technique of the Miles and Huberman model which consists of data reduction, data presentation and verification. Based on the results of the study, there are two efforts made by the facilitator in the mother-to-five class program to re-think the urgency of PAUD. First, through knowledge transformation activities about the urgency of PAUD. Second, through activities to develop parental care for early childhood health through collaboration with PAUD institutions. There are two activities in the collaboration, namely (1) health checks and (2) conducting discussions with PAUD parents related to tips on maintaining the health of early childhood, especially related to the selection of healthy food and drinks for children. The two efforts made by the facilitator in the mother-to-five class program to re-think the urgency of PAUD have had implications for parents' awareness of the urgency of PAUD and the necessity for village heads to formulate and implement village policies that support the implementation of collaboration between medical personnel and health workers. educators in providing holistic-integrative PAUD services

    PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, REMAJA DAN DEWASA

    Get PDF
    Abstrak Pendidikan anak merupakan suatu hal yang wajib dipelajari. Sehingga dapat mendidik anak dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menginformasikan mengenai Pendidikan anak. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif, yakni studi literatur atau studi pustaka dengan mengumpulkan dan mengolaborasikan informasi dari berbagai sumber terlebih dahulu secara sistematis. Hasil penelitian ini membahas mengenai Pendidikan anak usia dini yang membandingkan tujuan dan metode dalam perspektif islam dan umum; Pendidikan anak usia remaja berdasarkan pengelompokannya yaitu pra remaja, remaja awal dan remaja akhir termasuk ciri-cirinya dan Teknik mendidik anak remaja; dan Pendidikan anak usia dewasa dengan memilih model pembelajaran yang sesuai, karena hakikatnya masa dewasa sudah sangat sulit untuk membentuk karakter seseorang. Dalam artikel ini disebutkan bahwa Pendidikan anak dilakukan berbeda-beda sesuai dengan tingkatan umur. Sebab, daya serap dan kematangan emosi yang berbeda. Adapun pihak-pihak yang membantu membentuk karakter adalah keluarga, khususnya kedua orangtua, institusi prasekolah, teman sebaya dan kepatuhan terhadap Agama. Oleh sebab itu, orangtua mempunyai peran penting dalam menentukan lingkungan anak dalam belajar dan bermain, agar terbentuk anak yang berkarakter baik. Dengan adanya studi ini diharapkan orangtua dan calon orangtua paham mengenai Pendidikan anak. Sehingga anak-anak dapat tumbuh dan berkembang sebagai pribadi yang berkarakter baik, cerdas, cepat tanggap dan ceria dalam segala hal.   Abstract Children's education is something that must be learned. So that it can educate children well. The purpose of this study is to inform about children's education. The method used is a qualitative method, namely a literature study or literature study by collecting and collaborating information from various sources first systematically. The results of this study discuss early childhood education that compares goals and methods in an Islamic and general perspective; Education of adolescents based on their groupings, namely pre-adolescence, early adolescence and late adolescence including their characteristics and techniques of educating adolescents; and Education of adult children by choosing the appropriate learning model, because in essence adulthood is already very difficult to shape a person's character. In this article, it is stated that children's education is carried out differently according to age level. Because of the absorption and maturity of different emotions. The parties that help shape character are the family, especially both parents, preschool institutions, peers, and adherence to Religion. Therefore, parents have an important role in determining the child's environment in learning and playing, so that a child with good character is formed. With this study, it is hoped that parents and prospective parents will understand about children's education. So that children can grow and develop as individuals with good character, smart, quick to respond and cheerful in everything

    KONTEN DI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM SEBAGAI SARANA EDUKASI KESETARAAN GENDER DALAM KELUARGA PADA REMAJA

    Get PDF
    Abstrak Permasalahan pada penelitian ini yaitu masih terjadinya ketidakadilan gender yang dialami remaja di dalam keluarga. Upaya untuk menciptakan kesetaraan gender dalam keluarga pada remaja yaitu dibutuhkannya edukasi. Penyampaian edukasi yang mudah dipahami remaja yaitu melalui komunikasi visual, media sosial instagram merupakan media sosial yang karakteristik utamanya adalah media visual. Berdasarkan hal tersebut, peneliti bertujuan untuk membuat Konten di Media Sosial Instagram sebagai Sarana Edukasi Kesetaraan Gender dalam Keluarga pada Remaja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriftif kualitatif dengan pendekatan Research and Development (Penelitian dan Pengembangan), dengan pendekatan PPE yang terdiri dari tiga tahap yaitu Planning, Production, and Evaluation. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner oleh remaja awal usia 12-15 tahun dan expert judgment yang terdiri dari dua ahli materi dan dua ahli media. Hasil temuan penelitian yang diperoleh dari validasi bahwa Konten Edukasi Kesetaraan Gender dalam Keluarga termasuk kedalam kriteria sangat layak, baik dari segi materi maupun segi media. Hasil validasi tersebut menunjukan bahwa Konten Edukasi Kesetaraan Gender dalam Keluarga yang telah dibuat sangat layak untuk digunakan kepada remaja. Rekomendasi bagi peneliti selanjutnya, diharapkan dapat melanjutkan penelitian ini dengan mengimplementasikan Konten Edukasi Kesetaraan Gender dalam Keluarga untuk diuji coba secara langsung pada remaja.   Abstract The problem in this study is that there is still gender inequality experienced by adolescents in the family. Efforts to create gender equality in the family in adolescents are the need for education. The delivery of education that is easy for adolescents to understand is through visual communication, social media Instagram is a social media whose main characteristics are visual media. Based on this, the researcher aims to create content on Instagram as a means of educating gender equality in the family for adolescents. The method used in this research is descriptive qualitative with a Research and Development approach, with a PPE approach consisting of three stages, namely Planning, Production, and Evaluation. Data collection techniques were carried out by filling out questionnaires by early teens aged 12-15 years and expert judgment consisting of two material experts and two media experts. The research findings obtained from the validation that the Gender Equality Education Content in the Family is included in the very feasible criteria, both in terms of material and in terms of media. The validation results show that the Gender Equality in the Family Educational Content that has been made is very feasible to be used for teenagers. Recommendations for further researchers are expected to continue this research by implementing Gender Equality Education Content in the Family to be tested directly on adolescents.

    216

    full texts

    226

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇