JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Not a member yet
226 research outputs found
Sort by
PERBEDAAN PENYESUAIAN DIRI TERHADAP HILANGNYA PASANGAN HIDUP PADA LANSIA DI RUMAH DENGAN LANSIA DI PANTI WEDHA
Kondisi kehilangan pasangan hidup merupakan salah satu tantangan emosional terbesar yang dihadapi lansia. Berbagai masalah yang muncul dalam kehidupan manusia hampir selalu berkaitan dengan penyesuaian diri. Penyesuaian diri pada lanjut usia adalah kemampuan lansia untuk menghadapi konflik untuk mencapai keselarasan dalam diri dengan tuntutan dari lingkungan, dan kemampuan mengembangkan mekanisme psikologis untuk dapat memenuhi kebutuhannya tanpa menimbulkan masalah baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan penyesuaian diri terhadap hilangnya pasangan hidup pada lansia di rumah dan di Panti Werdha. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan survey. Populasi pada penelitian ini adalah lansia di daerah Rawamangun dan di Panti Werdha yang telah kehilangan pasangan hidup baik bercerai maupun meninggal. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Simple random sampling dan Purposive Sampling. Sampel penelitian ini adalah lansia yang telah kehilangan pasangan di Rumah dan di Panti Werdha berjumlah 60 responden. Hasil uji normalitas menunjukkan perbedaan penyesuaian diri terhadap hilangnya pasangan hidup pada lansia di rumah dan di PantiWerdha berdistribusi normal dan hasil uji homogenitas menunjukkan data berdistribusi homogen. Hasil pengujian hipotesis statistik menggunakan uji-TFhitung=1,245 dengan dengan dk1 = dk pembilang (n11) dan dk2 = dk penyebut (n2 – 1), dk pembilang = 30-1=29 dan dk penyebut = 30-1= 29, berdasarkan tabel F (tingkat kesalahan 5%). Karena Fhitung< Ftabel (1,245 < 1,850), maka Ho diterima berarti data berdistribusi homogen
PENGARUH COPING ISTRI TERHADAP KONFLIK PERKAWINAN DI KOTA BOGOR
Ketika suatu perkawinan sering diwarnai pertengkaran, merasa tidak bahagia, atau masalah lainnya sering kali terpikir untuk segera mengakhiri pernikahan tersebut. Berdasarkan data di Pengadilan Agama Kota Bogor, tahun 2010 jumlah perkara kasus gugat cerai istri sebanyak 708, tahun 2011 perkara kasus gugat cerai istri sebanyak 749 dan tahun 2012-2015 3075 perkara gugat cerai istri. Faktor jenis perkara gugat cerai istri terbanyak setiap tahunnya disebabkan ketidakharmonisan 30%, gangguan pihak ketiga 24%, persoalan ekonomi 20%. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh coping istri terhadap konflik perkawinan. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Bogor. Metode penelitian yang digunakan adalah survei. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif asosiatif. Populasi pada penelitian ini adalah istri yang bekerja di Kota Bogor, jumlah sampel yang digunakan sebanyak 80 orang. Teknik sampling yang digunakan cluster area sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara coping dan konflik perkawinan dengan koefisien korelasi sebesar 0,234. Hasil uji signifikansi pada koefisiennya sebesar 2,129 dan dapat disimpulkan koefisien korelasi adalah signifikan. Koefisien determinasi yang diperoleh sebesar 6%menunjukkan variabel konflik perkawinan ditentukan oleh coping. Persamaan regresi yang dihasilkan menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu skor coping dapat menyebabkan peningkatan konflik perkawinan istri yang bekerja sebesar 0,18 pada konstanta 24,08. Hasil uji hipotesis mengatakan terdapat pengaruh yang positif dan siginifikan antara coping dan konflik perkawinan pada istri yang bekerja di Bogor.
 
Hubungan Antara Coping Dengan Kualitas Perkawinan Pada Ibu Rumah Tangga
Ketika suatu perkawinan sering diwarnai pertengkaran, merasa tidak bahagia, atau masalah lainnya sering kali terpikir untuk segera mengakhiri pernikahan tersebut. Berdasarkan data di Pengadilan Agama Kota Bekasi, tahun 2012 jumlah perkara cerai sebanyak 1.716, tahun 2013 perkara cerai sebanyak 1.750 dan tahun 2014 menjadi 1.825 perkara cerai. Faktor jenis perkara cerai terbanyak setiap tahunnya disebabkan ketidak harmonisan 30%, gangguan pihak ketiga 24%, persoalan ekonomi 20%. Kualitas dalam pernikahan bergantung pada kebahagiaan salah satu pasangan dengan hubungan mereka, sensitivitas mereka satu sama lain, validasi mereka terhadap perasaan satu sama lain, serta keterampilan komunikasi dan manajemen konflik mereka. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara coping ibu dengan kualitas perkawinan. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Bekasi. Metode penelitian yang digunakan adalah survei. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantatif asosiatif. Populasi pada penelitian ini adalah ibu rumah tangga di Kota Bekasi, jumlah sampel yang digunakan sebanyak 80 orang. Teknik sampling yang digunakan multistage sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara Coping dengan Kualitas Perkawinan dengan koefisien korelasi sebesar 0,351. Hasil uji signifikansi pada koefisiennya sebesar 3,320 dan dapat disimpulkan bahwa koefisien korelasi adalah signifikan. Koefisien determinasi yang diperoleh sebesar 12,3%, menunjukan variabel Kualitas Perkawinan ditentukan oleh Coping. Persamaan regresi yang dihasilkan menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu skor coping dapat menyebabkan peningkatan kualitas perkawinan ibu rumah tangga sebesar 0,39 pada konstanta 43,39. Hasil Uji Hipotesis menyatakan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara Coping dengan Kualitas Perkawinan pada Ibu rumah tangga di Kota Bekasi
ANALISIS MANAJEMEN WAKTU PADA IBU BEKERJA
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen waktu pada ibu bekerja terutama dalam membagi waktu antara pekerjaan rumah tangga dengan pekerjaan publik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode deskriptif. Informan dalam penelitian ini berjumlah 7 orang wanita yang bekerja sebagai guru SMP Negeri di Kecamatan Cibinong. Teknik pengambilan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Data dianalisis dengan metode deskriptif dan teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan member check. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen waktu pada ibu bekerja yang berprofesi sebagai guru SMP Negeri di Kecamatan Cibinong sudah cukup baik. Kegiatan ibu bekerja pada hari senin hingga minggu dapat disimpulkan rata-rata per-24 jam untuk pekerjaan rumah tangga (domestik) persentasenya sebesar 22 persen yaitu 5,28 jam, pekerjaan publik (guru) persentasenya 31 persen yaitu 7,44 jam, waktu luang persentasenya sebesar 12 persen yaitu 2,88 jam, dan pekerjaan/kebutuhan pribadi persentasenya sebesar 35 persen yaitu 8,4 jam.Kata kunci: manajemen waktu, ibu bekerja, guru
AbstractThis study aims to analyze time management of working mothers, especially in dividing her time between housework with public employment. The method used in this research is descriptive method. Informants in this study amounted to 7 persons, namely women who worked as a teacher in the district of Cibinong Junior High School. Data collection techniques used were interviews, observation and documentation. Data were analyzed with descriptive methods and techniques of data validity checking using the member check. The results showed that the time management in working mother who works as a junior high school teacher in the district of Cibinong is good enough. Activity mother worked on Monday through Sunday can be summed average per-24 hours to housework (domestic) percentage of 22 percent (5.28 hours), public employment (as a teacher) the percentage is 31 percent (7.44 hours), free time percentage of 12 percent (2.88 hours), and work/personal needs percentage of 35 percent (8.4 hours).Keywords: management time, mother worked, teacher
STUDI KOMPARASI PERBANDINGAN DAMPAK MEDIA SOSIAL TERHADAP PERILAKU BULLYING REMAJA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan dampak media sosial terhadap perilaku bullying remaja pada siswa kelas XI di SMK Negeri 2 dan SMK YKTB
1 Kota Bogor. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian survey dengan pendekatan komparatif. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas XI di SMK Negeri 2 dan SMK YKTB 1 Bogor. Teknik Pengambilan Sampel yang digunakan adalah Multistage Sampling. Sampel penelitian ini berjumlah 254 orang yang terdiri dari
174 siswa di SMK Negeri 2 dan 80 Siswa di SMK YKTB 1. Dimensi pada media sosial
dilihat berdasarkan aspek peran media sosial dan dampak media sosial sedangkan pada dimensi perilaku cyberbullying dilihat berdasarkan aspek bullying verbal dan bullying mental/psikologis. Hasil uji normalitas pada penelitian ini menunjukkan data dampak media sosial dan perilaku cyberbullying di SMK Negeri 2 dan SMK YKTB 1 pada penelitian ini berdistribusi normal dan hasil uji homogenitas menunjukkan data berdistribusi homogen.Hasil pengujian statistik menggunakan Anova satu arah didapatkan Fhitung sebesar 14,9 sedangkan Ftabel dengan taraf kesalahan 0, 05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbandingan yang signifikan antara dampak media sosial terhadap perilaku bulying pada SMK Negeri 2 dan SMK YKTB 1
HUBUNGAN KONFORMITAS PEER GROUP DENGAN PERILAKU BERPACARAN PADA REMAJA
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara konformitas peer group dengan perilaku berpacaran remaja. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan pendekatan korelasional, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan multistage sampling yang terdiri dari simple random sampling dan purposive sampling. Sampel penelitian ini adalah 233 siswa di SMP Negeri 209 Jakarta. Hasil penelitian diketahui bahwa: korelasi antara konformitas peer group dengan perilaku berpacaran remaja sebesar 0,467; konformitas peer group berkontribusi terhadap perilaku berpacaran sebesar 21,83%; dan terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara konformitas peer group dengan perilaku berpacaran pada remaja di SMP Negeri 209 Jakarta.Kata kunci: konformitas peer group,perilaku berpacaran, remaja.
AbstractThis study is aimed at analyzing the relation between peer group conformity and teenagers dating behavior. This study uses a survey method with correlational approach, while multistage sampling (simple random sampling and purposive sampling). The sample was 233 students in SMP Negeri 209 Jakarta. The research found that: coefficient correlation between peer group conformity with adolescent dating behaviors of 0,467; conformity peer group contributing to the dating behavior of 21.83%; and there is a positive and significant relationship between peer group conformity with dating behavior in adolescents in SMP Negeri 209 Jakarta.Keywords: peer-group conformity, dating behavior, adolescent
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI MELALUI METODE PICTURE AND PICTURE DI MAN 3 JAKARTA
Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar geografi melalui metode picture and picture pada siswa kelas X MAN 3 Jakarta Tahun Pelajaran 2014-2015. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Masing-masing siklus terdiri dari tiga kali pertemuan tatap muka melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian adalah 40 siswa kelas X-5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode picture and picture dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran geografi materi hidrosfer. Kondisi awal sebelum dilakukan penelitian tindakan kelas, siswa yang tuntas hanya 18 orang dari 40 siswa atau 45%. Pada siklus 1 ditemui peningkatan hasil belajar hidrosfer menjadi 26 siswa yang tuntas atau 65%. Pada siklus 2 ketuntasan meningkat menjadi 35 siswa atau 88%. Kesimpulan penelitian tindakan kelas ini adalah metode picture and picture dapat meningkatkan hasil belajar hidrosfer pada siswa kelas X-5 MAN 3 Jakarta. Ketercapaian ketuntasan hasil belajar hidrosfer dari pra siklus ke siklus 1 sebesar 44% sedangkan dari siklus 1 ke siklus 2 sebesar 35%. Peningkatan ketuntasan hasil belajar geografi secara keseluruhan dari pra siklus ke siklus 2 sebesar 43%. Selain itu, hasil pengamatan pembelajaran dengan penerapan metode picture and picture dapat menumbuh- kembangkan rasa ingin tahu, sikap dan tindakan yang selalu berusaha untuk mengetahui secara mendalam dan luas dari apa yang dipelajari, dilihat dan didengar
KEMAMPUAN KOLABORATIF MAHASISWA PADA PERKULIAHAN BIMBINGAN PERAWATAN ANAK MELALUI KEGIATAN LESSON STUDY
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kemampuan kolaboratif mahasiswa PKK angkatan 2011 pada perkuliahan Bimbingan Perawatan Anak melalui kegiatan Lesson Study, khususnya pada pokok bahasan pemanfaatan benda di lingkungan rumah yang difungsikan sebagai sarana Alat Permainan Edukatif (APE). Metode penelitian ini yaitu metode deskriptif melalui 2 siklus dengan sampel sebanyak 26 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan pembelajaran melalui kegiatan Lesson Study dapat meningkatkan kemampuan kolaboratif mahasiswa. Pada siklus 1, sebagian besar mahasiswa mampu mengelola kelompok dengan kategori tinggi, kurang dari setengah mahasiswa mampu bekerja dan belajar secara kolaboratif dalam kelompok dengan kategori cukup, lebih dari setengah mahasiswa mampu memecahkan masalah dalam kelompok dengan kategori cukup, dan kurang dari setengah mahasiswa mampu mengatasi perbedaan dalam kelompok dengan kategori cukup. Pada siklus 2, sebagian besar mahasiswa mampu mengelola kelompok dengan kategori sangat tinggi, lebih dari setengah mahasiswa mampu bekerja dan belajar secara kolaboratif dalam kelompok dengan kategori cukup, lebih dari setengah mahasiswa mampu memecahkan masalah dalam kelompok dengan kategori tinggi, dan lebih dari setengah mahasiswa mampu mengatasi perbedaan dalam kelompok dengan kategori cukup.Kata kunci: Kemampuan, Kolaboratif, Lesson Study
AbstractThis research aims to determine how important collaborative ability of students college of Home Economics 2011 were in Children Care Guidance lectures through Lesson Study, particularly in the use of objects in a house that function as media of Educational Gaming Equipment. This research used descriptive method. The research was conducted through two cycles with a sample of 26 students. The results showed that by learning through Lesson Study, students can improve their collaborative capabilities. In cycle 1, most students are able to manage the group with high category, less than half students are able to work and learn collaboratively in a group with enough categories, more than half students are able to solve problems in a group with enough categories, and less than half students are able to overcome differences in the group with enough categories. In cycle 2, the majority of students are able to manage a group with high category, more than half students are able to work and learn collaboratively in a group with enough categories, more than half students are able to solve problems in groups with high category, and more than half students are able resolve differences in a group with enough categories.Keywords: Ability, Collaborative, Lesson Study
PENUMBUHAN BUDI PEKERTI DI SEKOLAH MELALUI IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013
Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mendeskripsikan program penumbuhan budi pekerti siswa sekolah melalui implementasi kurikulum 2013. Latar belakang dari program penumbuhan budi pekerti adalah masih terabaikannya implementasi nilai -nilai dasar kemanusiaan yang berakar dari Pancasila. Serta masih terbatas pemahaman nilai dalam tataran konseptual, belum terwujud menjadi nilai aktual dengan cara yang menyenangkan di lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat. Pada implementasi kurikulum 2013, penumbuhan budi pekerti pada siswa sekolah dapat dilaksanakan melalui kegiatan intrakurikuler, ekstrakulikuler dan nonkurikuler. Peranan guru dalam penumpuhan budi pekerti di sekolah sangat diharapkan sebagai contoh keteladanan siswa untuk membiasakan diri dalam bersikap dan berperilaku yang baik sesuai dengan tatanan dan nilai -nilai luhur budaya dan pancasila
KEMAMPUAN REFLEKTIF MAHASISWA PADA PERKULIAHAN BIMBINGAN PERAWATAN ANAK MELALUI KEGIATAN LESSON STUDY
AbstrakPermasalahan dalam penelitian ini membahas mengenai kemampuan reflektif mahasiswa pada perkuliahan bimbingan perawatan anak melalui kegiatan lesson study. Tujuan penelitian yaitu untuk memperoleh data mengenai kemampuan reflektif mahasiswa pada perkuliahan bimbingan perawatan anak melalui kegiatan lesson study. Metode yang digunakan yaitu deskriptif. Sampel dalam penelitian ini menggunakan sampel total. Hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan reflektif mahasiswa pada aspek restrukturisasi pada siklus 1 dan siklus 2 berada pada kategori tinggi, pada aspek representasi pada siklus 1 berada pada kategori rendah, sedangkan pada siklus 2 mengalami perubahan menjadi kategori tinggi dan untuk aspek revisiting pada siklus 1 berada pada kategori rendah dan pada siklus 2 mengalami perubahan menjadi kategori cukup tinggi. Ditinjau dari refleksi yang diberikan melalui test tindakan kepada mahasiswa dari tiga aspek yang dinilai yaitu berpikir kritis, memecahkan masalah dan mengungkapkan pengalaman belajar masing-masing mahasiswa berada pada kategori tinggi.Kata kunci: kemampuan reflektif, kegiatan lesson study.
AbstractThe problem of this research was discussing about the reflective ability of the student by children care lecture through the lesson study activity. This research has the goal to get the information about the reflective ability of the student by children care lecture through lesson study activity. The descriptiptive research method with total sampling used in this research. The result of this research showed, that reflective student’s ability by reconstructive aspect in cycle 1 and cycle 2 is in high category, by representative aspect in cycle 1 stands on less category, while in cycle 2 changes to be in high category, and by revisiting aspect in cycle 1 is on less category and in cycle 2 has change to the sufficient category. Based on the reflection, that has been presented through the proceeding test to the student, which is in three aspects, these have been judged, critical thinking, problem solving, and experience telling, every student stands on high category.Keywords: reflective ability, lesson study activit