JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Not a member yet
226 research outputs found
Sort by
RISIKO PERKAWINAN USIA MUDA PADA MASYARAKAT DESA SRIAMUR TAMBUN UTARA BEKASI
Dalam perkawinan terdapat ketentuan usia yang dianjurkan saat akan melangsungkan perkawinan dimana usia memiliki peran dalam menentukan kesiapan dalam memasuki mahligai rumah tangga. Namun berdasarkan data yang dihimpun Kantor Urusan Agama (KUA) Tambun Utara, pada Desa Sriamur terdapat 93 laki-laki dengan rentang usia 19-25 tahun dan 49 perempuan dengan rentang usia 16-20 tahun yang melangsungkan perkawinan usia muda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui risiko melakukan perkawinan usia muda. Penelitian ini dilakukan di Desa Sriamur Tambun Utara Bekasi. Metode Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik sampling snowball sampling dan purposive sampling. Populasi pada penelitian ini adalah perempuan yang melakukan perkawinan usia muda pada usia 15-19 tahun. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa risiko yang paling banyak diterima adalah segi pendidikan dimana seluruh responden memiliki tingkat pendidikan yang rendah dan tidak memungkinkan untuk melanjutkannya kembali. Kemudian pada segi kesehatan terdapat dua responden yang mengalami gangguan pada kesehatan reproduksi yaitu mengalami keguguran dan bayi lahir prematur. Pada segi fisik terdapat tujuh responden yang tidak dapat mengembangkan keterampilannya dan sembilan responden yang tidak bekerja setelah menikah. Pada segi mental terdapat tiga responden yang merasa stres dan kaget pada kondisi mental dan tujuh responden merasa terganggu kebutuhan pribadinya setelah menikah. Pada segi kependudukan terdapat enam responden yang memiliki anak lebih dari dua orang dan lima responden yang memiliki anak lebih dari dua orang namun juga ikut serta program keluarga berencana. Selanjutnya pada segi kelangsungan rumah tangga terdapat satu responden yang mengalami konflik rumah tangga dan menyelesaikan konflik rumah tangga tersebut dengan bercerai.
Kata Kunci: perkawinan usia muda, risiko, masyarakat desa
PENGARUH MANAJEMEN STRES TERHADAP KETAHANAN KELUARGA
Setiap keluarga pasti memiliki masalah yang harus dihadapi, namun masalah tersebut haruslah dapat diatasi atau dicari solusinya dengan cara sebaik-baiknya agar terciptanya ketahanan keluarga. Keluarga harus memiliki kekuatan untuk dapat merubah setiap tekanan- tekanan yang menyebabkan timbulnya stres negatif menjadi stres positif yaitu dengan cara manejemen stres. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh manajemen stres terhadap ketahanan keluarga di Kelurahan Citayam Kecamatan Tajur Halang Kabupaten Bogor terhitung dari bulan Januari sampai bulan Juni 2016. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode survei dan pendekatan korelasi bivariat, yaitu penelitian yang dirancang untuk menentukan hubungan variabel-variabel yang berbeda dalam suatu populasi. Populasi penelitian ini adalah ibu rumah tangga yang berada di Kelurahan Citayam Kecamatan Tajur Halang Kabupaten Bogor dengan rentang usia 20-45 tahun. Sampel penelitian berjumlah 142 responden. Data pengujian hipotesis menggunakan analisis parametik yaitu uji Pearson Product Moment. Hasil perhitungan koefisien korelasi Pearson Product Moment menghasilkan rxy = 0,814 dan uji signifikan korelasi menghasilkan thitung = 16,619 ≥ ttabel = 1,977 (α=0,05; dk=140). Hal ini menjelaskan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara manajemen stres terhadap ketahanan keluarga. Hasil perhitungan uji koefisien determinasi menjabarkan bahwa manajemen stres berpengaruh sebesar 44% terhadap ketahanan keluarga, dan sisanya 56% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti
HUBUNGAN INTENSITAS KOMUNIKASI ORANG TUA DAN ANAK TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA
Masalah komunikasi yang dialami orang tua dengan anak, anak dengan orang tua, guru dengan orang tua akan mengakibatkan anak merasa kesepian. Ketika orang tua tidak memberikan waktu untuk berkomunikasi dengan anak, sehingga anak tidak mau menceritakan pengalaman penting yang didapat saat disekolah, serta anak tidak mau terbuka dan mempercayakan masalah yang sedang dihadapinya kepada orang tua. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis hubungan intensitas komunikasi orangtua dan anak dengan hasil belajar siswa kelas VIII di SMP Bhakti Mulia Jakarta Timur. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode survey dan pendekatan korelasi bivariat. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Bhakti Mulia Jakarta Timur dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 82 responden. Data pengujian hipotesis menggunakan analisis parametrik yaitu uji Pearson Product Moment. Hasil perhitungan koefisien korelasi PearsonProduct Moment menghasilkan rhitung sebesar 0,497 dan uji signifikansi korelasi menghasilkan thitung sebesar 5,13 lebih besar dari ttabel sebesar 1,99 (α=0,05; dk=222). Hal ini menjelaskan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara intensitas komunikasi orangtua dan anak dengan hasil belajar siswa. Hasil uji koefisien determinasi sebesar 24,75% yang menjelaskan besarnya intensitas komunikasi orang tua dan anak terhadap hasil belajar siswa dan sisanya 75,25% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN KEPEDULIAN SOSIAL REMAJA
Kepedulian sosial adalah perasaan bertanggung jawab atas kesulitan yang dihadapi oleh orang lain dan terdorong untuk melakukan sesuatu untuk mengatasinya. Kepedulian tidak bisa tumbuh pada diri setiap orang, melainkan membutuhkan proses latihan dan didikan. Pola pengasuhan yang dilakukan oleh keluarga berperan sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis hubungan antara pola asuh orang tua dengan kepedulian sosial remaja kelas VIII SMP Negeri 238 Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan, selama bulan Januari 2016 hingga Juli 2016. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 238 Jakarta sejumlah 209 siswa, sedangkan sampel penelitian diambil dengan metode simple random sampling dengan jumlah 137 siswa. Pengambilan data dilakukan dengan observasi, dokumentasi dan angket. Analisis data secara deskriptif, uji prasyarat, dan pengujian hipotesis dengan bantuan program Microsoft Office Excel 2013. Hasil uji normalitas chi kuadrat berdistribusi normal. Koefisien korelasi Product Moment dari Pearson menghasilkan rxy = 0,471. Hasil hipotesis penelitian dan uji mengenai hubungan diperoleh bahwa terdapat hubungan yang positif antara pola asuh orang tua dengan kepedulian sosial remaja kelas VIII SMP Negeri 238 Jakarta. Koefisien determinasi yang diperoleh sebesar 22% menunjukkan besarnya kepedulian sosial remaja yang dipengaruhi oleh pola asuh orang tu
PENGARUH PENDIDIKAN KARAKTER ANTI KORUPSI DALAM KELUARGA TERHADAP KARAKTER ANTI KORUPSI PADA REMAJA
Keluarga merupakan lingkungan yang paling utama untuk menentukan masa depan anak, demikian pula karakter anak yang baik dimulai dari keluarga. Keluarga yang bersikap permisif terhadap perilaku koruptif akan membuat anak memandang perilaku koruptif adalah sesuatu yang lumrah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh pendidikan karakter anti korupsi dalam keluarga terhadap karakter anti korupsi pada remaja di SMA Negeri 53 Jakarta. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode survey dan pendekatan korelasi bivariat. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X dan XI SMA Negeri 53 Jakarta dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 224 responden. Data pengujian hipotesis menggunakan analisis parametrik yaitu uji Pearson Product Moment. Hasil perhitungan koefisien korelasi Pearson Product Moment menghasilkan rhitung sebesar 0,354 dan uji signifikansi korelasi menghasilkan thitung sebesar 5,642 lebih besar dari ttabel sebesar 1,971 (α=0,05; dk=222). Hal ini menjelaskan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara pendidikan pendidikan karakter anti korupsi dalam keluarga terhadap karakter anti korupsi pada remaja. Hasil uji koefisien determinasi sebesar 12,5% yang menjelaskan besarnya pendidikan karakter anti korupsi dalam keluarga mempengaruhi karakter anti korupsi pada remaja dan sisanya 87,5% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti
PENGARUH KELEKATAN KELUARGA TERHADAP ADVERSITY QUOTIENT PADA MAHASISWA BIDIK MISI
Adversity quotient adalah suatu kecerdasan dalam menghadapi kesulitaan hidup atau masalah. Seberapa tinggi atau rendahnya tingkat adversity quotient yang dimiliki seseorang akan mempengaruhi bagaimana individu tersebut bisa dengan baik menghadapi kesulitaan hidupnya. Sedangkan dalam penelitian ini data diperoleh dari Humas Bidik Misi sebanyak 2660 mahasiswa yang tercatat sebagai penerima beasiswa bidik misi di Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta pada periode angkatan tahun 2012-2015. Dari jumlah tersebut sebanyak 275 mahasiwa tercatat beasiswanya dicabut atau dihentikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kelekatan keluarga terhadap adversity quotient. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan pendekatan korelasi yang dilakukan pada mahasiswa seluruh Program Studi di Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta, Rawamangun, Jakarta Timur. Penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Program Studi di Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 200 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah Teknik Purposive Sampling. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara Kelekatan Keluarga terhadap adversity quotient pada mahasiswa Bidik Misi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Ho diterima, yaitu tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara kelekatan keluarga terhadap adversity quotient pada mahasiswa bidik misi. Dari hasil penelitian yang tidak berpengaruh tersebut, jenis kelamin menjadi salah satu faktor penyebab tidak adanya pengaruh kelekatan keluarga terhadap adversity quotient. Karena dapat kita ketahui secara umum anak laki-laki tingkat kelekatan dengan keluarganya tidak terjalin begitu baik
HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH DENGAN GAYA HIDUP HEDONIS PADA REMAJA
Moral yang baik terbentuk dari pendidikan moral yang diberikan dalam pola asuh orang tua. Moral yang baik akan menghasilkan perilaku dan keputusan yang baik dalam menjalani hidup. Gaya hidup hedonis ini merupakan cara seseorang menghabiskan waktu dan mengekspresikan diri dengan kesenangan yang menjadi tujuan utama hidup. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis hubungan antara pola asuh dengan gaya hidup hedonis pada remaja di SMAN 9 Bogor. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode survey dan pendekatan korelasional. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMAN 9 Bogor dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 170 responden. Pengujian hipotesis menggunakan analisis Product Moment. Hasil perhitungan koefisien korelasi Product Moment menghasilkan Thitung sebesar 0,205. Hasil Uji t pada koefisiennya sebesar = 2,72 > ttabel = 1,974. Hal ini menjelaskan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara pola asuh dengan gaya hidup hedonis pada remaja. Besarnya koefisien determinasi pola asuh sebanyak 4,21% terhadap gaya hidup hedonis sedangkan sisanya 95,79% ditentukan oleh variabel lain yang tidak diteliti
Pengaruh Manajemen Waktu Ibu Bekerja Terhadap Kecerdasan Emosional Anak
Pada saat ini banyak wanita yang menjalankan dua peran di rumah sebagai ibu rumah tangga dan bekerja di luar rumah yang memiliki karir. Berdasarkan data Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (2012), persentase wanita yang bekerja meningkat dari 38,2 persen pada tahun 2009 menjadi 38,6 persen pada tahun 2010. Penyebab terjadinya peningkatan jumlah pekerja perempuan adalah adanya faktor pendorong gerakan kesetaran gender, emansipasi wanita feminisme, dan meringankan beban ekonomi. Ibu yang bekerja memiliki keterbatasan waktu untuk menikmati perannya sebagai ibu rumah tangga yang mengurus suami dan anak. Pada saat anak memasuki usia remaja, anak masih membutuhkan bimbingan dan perhatian yang intens dari seorang ibu karena pada tahap ini anak berada dalam masa-masa labil dan bergejolak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh manajemen waktu ibu bekerja terhadap kecerdasan emosional anak. Tempat penelitian yang dipilih adalah tiga sekolah menengah swasta terbaik di wilayah Cibinong, Jawa Barat. Subjek penelitian ini adalah siswa-siswi kelas VII dan kelas VIII sekolah menengah pertama dan ibu dari siswa-siswi yang berperan ganda. Metode yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif asosiatif. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang positif antara manajemen waktu ibu bekerja terhadap kecerdasan emosional anak. Tingkat kekuatan pengaruh manajemen waktu ibu bekerja terhadap kecerdasan emosional anak adalah sedang. Hasil perhitungan uji analisis statistik menyatakan bahwa 44,0% kecerdasan emosional anak ditentukan oleh manajemen waktu ibu bekerja, sedangkan sisanya ditentukan oleh variabel lain yang tidak diteliti
ANALISIS DUKUNGAN KELUARGA DALAM KEMANDIRIAN LANSIA DI DESA PAYUNGSARI KECAMATAN PEDES KABUPATEN KARAWANG
Lansia (lanjut usia) adalah seseorang yang karena usianya mengalami perubahan biologis, fisik, kejiwaan dan sosial. Ukuran kemandirian lansia dapat dilihat dengan cara lansia melakukan aktifitasnya sendiri tanpa bantuan dari orang lain. Dukungan keluarga diperlukan untuk dapat menjadi fasilitator yang menjembatani antara lansia dengan lingkungan dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dukungan keluarga dalam kemandirian lansia di desa Payungsari kecamatan Pedes kabupaten Karawang. Penelitian tentang “Analisis Dukungan Keluarga dalam Kemandirian Lansia†ini menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu penelitian dengan menggunakan fakta dan interpretasi yang sesuai. Dalam penelitian ini, peneliti mencoba untuk mengetahui dan mengerti bagaimana kondisi lansia, latar belakang orangtua yang tinggal dengan keluarga mereka, dan bagaimana keluarga mendukung lansia dapat mandiri di lanjut usia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komponen yang paling dominan dari dukungan keluarga adalah dukungan nyata, dukungan penghargaan dan dukungan emosional. Penelitian ini menemukan bahwa satu dari delapan responden yang mendapatkan dukungan keluarga, dan satu responden yang mendapatkan empat komponen dari dukungan keluarga
Pengaruh Dukungan Sosial Keluarga Terhadap Kualitas Hidup Lansia di Panti Werdha Ria Pembangunan Jakarta Timur
Dukungan sosial serta kepedulian pada Lanjut usia yang diperoleh dari keluarga, kerabat dan masyarakat sangat diperlukan agar lansia tidak mengalami masalah seperti kurang mendapat perhatian dan kasih sayang, merasa kesepian,depresi dan merasa dirinya tidak berguna. Dukungan yang bersumber dari orang-orang terdekat merupakan sistem pendukung bagi lansia untuk dapat terus aktif ditengah keterbatasan yang dialaminya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dukungan sosial keluarga terhadap kualitas hidup lansia. Penelitian menggunakan metode survei dengan pendekatan korelasi yang dilakukan pada lanjut usia yang tinggal di Panti Werdha Ria pembangunan Cibubur, Jakarta Timur. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan maret–mei 2016. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan sampel sabanyak 44 orang. Perhitungan statistik pada penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan sosial keluarga dan kualitas hidup lansia di Panti Werdha Ria Pembangunan memiliki tingkat kategori kuat. Dukungan sosial keluarga terhadap kualitas hidup lansia menghasilkan nilai korelasi (0,611) yang berarti dukungan sosial keluarga berpengaruh sebesar 37,34% terhadap terbentuknya kualitas hidup lansia. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ho ditolak dengan hasil thitung (6,350). Ttabel (2,016) sehingga ho diterima, yaitu terdapat pengaruh yang signifikan antara dukungan sosial keluarga terhadap kualitas hidup lansia