JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Not a member yet
    226 research outputs found

    PENGARUH PERAN TEMAN SEBAYA TERHADAP TINGKAT KENAKALAN REMAJA DI LAPAS ANAK WANITA KELAS II B TANGERANG

    Get PDF
    Masa remaja merupakan masa yang sangat rentan terhadap perilaku yang salah karena pengaruh negatif lingkungan sosial dan kurang pengawasan dari orang tua. Pada masa remaja komunikasi dan kepercayaan terhadap orang tua berkurang, dan beralih kepada teman sebaya untuk memenuhi kebutuhan akan kelekatan (attachment). Lingkungan  teman  sebaya yang negatif dapat mendorong terlibat dalam kenakalan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teman sebaya terhadap tingkat kenakalan remaja di Lapas Anak Wanita kelas IIB Tangerang. Populasi penelitian ini adalah warga binaan di Lapas Anak Wanita Tangerang yang berusia 17 hingga 21 tahun yang berjumlah 75 remaja. Teknik yang digunakan adalah teknik sampling jenuh. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diketahui nilai koefisien korelasi rxy= 0.235 dan thitung (2.00) > ttabel (1,99). Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif yang signifikan antara pergaulan teman sebaya terhadap tingkat kenakalan remaja. Pergaulan teman sebaya memiliki sumbangan sebesar 5,52% terhadap tingkat kenakalan remaja, sehingga semakin tinggi pergaulan teman sebaya maka semakin tinggi pula tingkat kenakalan remaja

    Pengembangan Multimedia Caregiver Untuk Peningkatan Pelayanan Lansia

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tuntutan kompetensi yang harus dikuasai oleh mahasiswa dan lulusan Program Studi PKK yang dirumuskan dalam Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), sebagai calon guru SMK dan konsultan keluarga serta konsultan pekerja sosial khususnya pada pendampingan lansia sebagai Caregiver. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Multimedia Caregiver Untuk Peningkatan Pelayanan Lansia. Pemecahan masalah dilakukan dengan menggunakan pendekatan Research and Development, melalui tahapan: (1) Studi Pendahuluan, (2) Pengembangan Model dan (3) Validasi Model. Studi Pendahuluan dilakukan kegiatan: (a) Studi literatur berkaitan dengan masalah penelitian, (b) Identifikasi karakteristik multimedia Caregiver untuk Peningkatan Pelayanan lansia, (c) Merancang Story Board Multimedia Caregiver untuk Peningkatan Pelayanan Lansia.Tahap pengembangan model akan dilakukan: (a) Pembuatan Multimedia Caregiver.(b) Ujicoba Multimedia Caregiver pada Pelayanan Lansia, (c) Evaluasi dan penyempurnaan.Tahap validasi model akan dilakukan: (a) Uji validasi modelmelalui expertjudgement ahli, (b) Uji validasi model secara empirik, (c) Evaluasi dan penyempurnaan model hingga menghasilkan model final. Penelitian ini ditargetkan memiliki luaran sebagai berikut: (1) Multimedia Caregiver untuk Peningkatan Pelayanan Lansia. (2) HKI berupa Hak Cipta Video Senam Lansi

    NILAI ANAK PADA MASYARAKAT BETAWI DIWILAYAH SETUBABAKAN DAN HUBUNGANNYA DENGAN KETAHANAN KELUARGA

    Get PDF
    Dalam proses kehidupan sebuah keluarga tidak luput dari suatu masalah untuk menghadapi masalah tersebut dibutuhkan ketangguhan (ketahanan) dalam keluarga agar keluarga tetap hidup harmonis dan damai. Menurut Sunarti (2001) ketahanan keluarga ialah kemampuan keluarga  untuk memenuhi kebutuhan keluarga dengan cara dapat mengelola masalah yang dihadapi dalam keluarga. Dalam hal ini keluarga dari masyarakat Betawi sangat memanfaatkan anggota keluarganya dalam mengatasi masalah dalam keluaga. Penelitian ini bertujuan adalah untuk mengetahui dan menganalisi hubungan antara ketahanan keluarga dengan Nilai Anak pada Masyarakat Betawi di wilayah Setu Babakan Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Kota Jakarta Selatan. Waktu penelitian dimulai pada bulan Desember 2016. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan pendekatan kuantitatif  asosiatif. Populasi penelitian ini adalah keluarga dari masyarakat Betawi asli diwilayah Setu Babakan Jakarta Selatan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah purposive sampling. Jumlah sampel sebanyak 60 responden keluarga masyarakat asli Betawi yang memiliki anak usia 17 thn keatas. Pengujian hipotesis menggunakan analisis person product moment. Hasil perhitungan koefisien korelasi person product moment menghasilkan Thitung sebesar 2.197 dan Ttabel 2.0017 sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho di tolak atau terdapat hubungan positif antara ketahanan keluarga dengan nilai anak yang signifikan. Besarnya koefisien determinasi Ketahanan keluarga sebear 6% terhadap nilai anak sedangkan sisanya 84% di pengaruhi oleh faktor lain

    LITERASI ASESMEN IPA

    Get PDF
    Penelitian bertujuan mengetahui literasi asesmen dari guru-guru sekolah dasar di Bengkulu. Survei dilakukan terhadap guru sekolah dasar (n = 28) yang berasal dari 22 sekolah dasar dari 5 kecamatan se-kota bengkulu.  Responden diminta melengkapi 4 pertanyaan tertutup dan 5 pertanyaan terbuka berkenaan dengan tingkat literasi asesmen, tujuan utama dari asesmen dan pemanfaatan berbagai teknik asesmen, kebutuhan akan pelatihan lanjutan dan cara-cara yang disarankannya untuk meningkatkan literasi asesmen di perguruan tinggi dan pada praktek keguruan (PPL). Sebagian besar responden menilai tingkat kemampuan asesmen mereka relatif baik, meskipun hal itu bertolak belakang dengan pendapat mereka tentang tujuan asesmen. Tujuan sumatif masih mendominasi sebagai tujuan asesmen dalam pembelajaran, sedikit yang berpendapat asesmen dilakukan untuk keperluan formatif (pengembangan) dan diagnostik. Mereka lebih menyukai menggunakan teknik asesmen komunikasi personal dan tes pilihan (responden terbatas), namun bila ada pelatihan teknik asesmen di masa mendatang mereka memilih teknik asesmen observasi. Perguruan tinggi dapat berperan dalam pengembangan literasi asesmen calon guru dan guru, termasuk melalui kerja sama dengan Dinas Pendidikan

    PENGARUH ATRIBUT PRODUK NON-PANGAN TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN BELANJA ONLINE PADA KELUARGA

    Get PDF
    Berkembangnya teknologi membuat konsumen harus bisa mengikuti perkembangan zaman dalam menggunakan teknologi yang terbaru agar bisa berbelanja secara online. Tren belanja online telah mengubah cara belanja pada keluarga di Indonesia. Tingginya persaingan perdagangan online membuat konsumen bingung dalam memilih berbagai macam toko online untuk membeli suatu produk. Dalam belanja online atribut produk menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh dari atribut produk non-pangan terhadap pengambilan keputusan belanja online pada keluarga, serta untuk mengetahui atribut produk yang paling berpengaruh dalam pengambilan keputusan belanja online pada keluarga di Jakarta. Metode penelitian ini ini menggunakan metode survey dengan pendekatan asosiatif. Populasi penelitian ini adalah para pengguna internet di Jakarta. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Jumlah sampel sebanyak 100 responden pengguna internet yang pernah melakukan pembelian online produk non-pangan di Jakarta. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan skala Likert. Hasil uji t pada koefisiennya sebesar thitung  {8,753}  >  t tabel  {1,66}, hal ini menjelaskan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara atribut produk non-pangan dengan pengambilan keputusan. Koefisien determinasi yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan bahwa atribut produk non-pangan dipengaruhi oleh pengambilan keputusan pada keluarga sebesar 43,9%

    Perbedaan Manajemen Stres pada Remaja dengan Kepribadian Introvert dan Ekstrovert di SMAN 68 Jakarta

    Get PDF
    Remaja perlu manajemen stres yang baik untuk menghindari berbagai dampak negatif. Manajemen stres yang baik membuat remaja mampu menjaga diri mereka dari perbuatan negative dari stres yang dialaminya dan mencari jalan keluar yang positif untuk mengatasi masalahnya. Manajemen stres yang baik dipengaruhi oleh kepribadian. Kepribadian remaja dapat digolongkan menjadi kepribadian ekstrovert dan introvert. Tipe-tipe kepribadian yang berbeda akan memberi gambaran mengenai manajemen stres yang berbeda. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan manajemen stres pada remaja dengan kepribadian introvert dan ekstrovert di SMAN 68 Jakarta. Penelitian dilaksanakan di Jakarta pada bulan Januari sampai dengan bulan Mei 2016. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode penelitian menggunakan metode kuantitatif survei dan pendekatan komparatif.  Populasi penelitian ini adalah siswa/i remaja madya usia 16-17 tahun di kelas XI SMAN 68 Jakarta dengan jumlah sampel penelitian adalah 168 responden. Data pengujian hipotesis menggunakan pooled varians t-test. Hasil perhitungan t-test menunjukkan thitung (0,001) < ttabel (1,974). Hal ini menjelaskan bahwa adanya perbedaan antara manajemen stres pada remaja dengan kepribadian introvert dan ekstrovert di SMAN 68 Jakarta

    PERBEDAAN ANTARA POLA KOMUNIKASI ORANG TUA DENGAN TIPE KEPRIBADIAN EKSTROVERT dan INTROVERT PADA REMAJA DI KRAMAT JATI JAKARTA TIMUR

    Get PDF
    Pada kehidupan para remaja, faktor terpenting dalam pembentukan kepribadian dan karakter seorang remaja adalah keluarga. Orang tua harus bisa meletakkan komunikasi yang baik di lingkungan keluarga, menciptakan situasi dan kondisi yang dapat mengundang anak berdialog dengan orang tua. Komunikasi orang tua dan anak dapat membuat anak memahami hal apa saja yang harus dijadikan pedoman sebagai landasan hidup dan membentuk karakter kepribadiannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan pola komunikasi orang tua dengan   tipe kepribadian ekstrovert dan introvert pada remaja di Kramat Jati Jakarta Timur. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan komparatif. Sampel penelitian dipilih dengan teknik Purposive sampling. Jumlah sampel sebanyak 90 responden dan data yang dikumpulkan menggunakan kuesioner atau angket. Teknik analisis data terdiri dari teknik pengujian prasyarat analisis dan pengujian hipotesis. Teknik pengujian prasyarat analisis menggunakan uji normalitas dan homogenitas, sedang teknik pengujian hipotesis menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara pola komunikasi orang tua dengan tipe kepribadian ekstrovert dan introvert. Hal tersebut dibuktikan dari hasil analisis t- test yang pada taraf signifikansi 5% diperoleh thitung = 0,001. Nilai thitung selanjutnya dibandingkan dengan nilai ttabel=1,987. Nilai thitung= 0,001< ttabel=1,987, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan antara pola komunikasi orang tua dengan tipe kepribadian pada remaja di Kramat Jati Jakarta Timur

    Hubungan Antara Faktor Risiko Eksternal Dengan Resiliensi Pada Siswa Smk Negeri 1 Jakarta

    Get PDF
    Resiliensi dianggap sebagai kekuatan dasar yang menjadi fondasi dari semua karakter positif dalam membangun kekuatan emosional dan psikologis seseorang. Seberapa tinggi atau rendahnya tingkat resiliensi yang dimiliki seseorang akan mempengaruhi bagaimana individu tersebut bisa dengan baik menghadapi kesulitaan hidupnya. Sedangkan dalam penelitian ini data yang peneliti peroleh dari siswa kelas XI di SMK Negeri 1 Jakarta sebanyak 142 mahasiswa yang tercatat sebagai siswa di SMK Negeri 1 Jakarta pada periode tahun pengajaran 2015 - 2016. Dari jumlah tersebut banyak siswa yang memiliki faktor risiko yang sangat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan antara faktor risiko eksternal dengan resiliensi. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan pendekatan korelasi yang dilakukan pada seluruh siswa kelas XI SMK Negeri 1 Jakarta. Penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 200 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah Teknik Porposional cluster sampling. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa adanya hubungan yang rendah antara Faktor Risiko Eksternal dengan Resiliensi pada siswa SMK Negeri 1 Jakarta. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Ho diterima, yaitu adanya hubungan yang rendah antara faktor risiko ekternal dengan resiliensi pada siswa SMK Negeri 1 Jakarta. Dari hasil penelitian yang memiliki hubungan tersebut, Faktor Risiko di lingkungan teman sebaya memiliki presentasi yang tinggi  dan menjadi salah satu penyebab tingginya faktor risiko dari pada resiliensi

    Perbandingan Sikap Agresivitas Remaja Pedesaan dan Perkotaan: Studi Kasus di Pedesaan Pandeglang Banten dan Perkotaan JakartaPusat

    Get PDF
    Sikap agresivitas pada remaja dapat dilihat dari lingkungan, kepadatan dan kesesakan wilayah yang akan membawa akibat jangka panjang dan memunculkan tingkah laku menghindar atau perilaku agresif pada remaja seperti menyerang secara fisik dan kata-kata.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan sikap agresivitas remaja di pedesaan dan di perkotaan, dengan melihat dari segi tingkat agresivitas, kecenderungan sikap agresif yang dilakukan oleh remaja pedesaan dan perkotaan. Penelitian dilaksanakan di Pedesaan Pandeglang Banten dan di Perkotaan Jakarta Pusat. Penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Kuantitatif Komparatif. Populasi penelitian ini adalah remaja berusia 12-20 tahun, Jumlah sample yang digunakan sebanyak 56 remaja.  Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan sikap agresivitas remaja di pedesaan dan di perkotaan yang terbukti dari hasil uji T thitung < ttabel (0,0124<2,004) dengan menggunakan nilai rata rata yang berfungsi untuk mengetahui sikap agresivitas yang berarti signifikan. &nbsp

    PERBEDAAN TINGKAT PARTIPASI SEBAGAI AKSEPTOR KELUARGA BERENCANA BERDASARKAN STATUS SOSIAL EKONOMI KELUARGA

    Get PDF
    Penelitian   ini   bertujuan   untuk   mengetahui   perbedaan   tingkat   partisipasi   sebagai akseptor KB berdasarkan status sosial ekonomi keluarga di Kantor Badan Kependudukan dan Keluarga  Berencana  Nasional  Pusat.  Penelitian ini  dilakukan  selama  6  bulan  sejak  bulan Januari   sampai   dengan   Juni   2015.   Metode   penelitian   yang   digunakan   adalah   metode kuantitatif dengan pendekatan survey.  Populasi pada penelitian ini  adalah  PNS  di  BKKBN Pusat   yang  sudah  menikah  dan  telah  memiliki  anak.  Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah   Simple   random   sampling.   Sampel   berjumlah 128 responden.  Tingkat partisipasi sebagai akseptor KB  dilihat  berdasarkan  status  sosial  ekonomi  keluarga.  Hasil pengujian   hipotesis    statistik   menggunakan   Anova satu  arah  didapatkan   Fhitung =20,84 pada    taraf    kesalahan    0,05    sehingga    dapat    disimpulkan    bahwa    terdapat   perbedaan tingkat   partisipasi   sebagai   akseptor   KB   berdasarkan   status   sosial   ekonomi   keluarga menengah  atas  dan  status  menengah  bawah.  Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  tingkat partisipasi  sebagai  akseptor  KB  dapat  dilihat  berdasarkan  status  sosial  ekonomi  keluarga. Tingkat   partisipasi   sebagai   akseptor   KB   berdasarkan   status   sosial   ekonomi   keluarga menengah  atas  lebih  tinggi  dibandingkan  status  sosial  ekonomi  keluarga  menengah  bawah. Alat kontrasepsi yang banyak digunakan adalah IUD

    216

    full texts

    226

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇