JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Not a member yet
226 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN ANTARA KETERLIBATAN AYAH DENGAN PEMBENTUKAN KARAKTER PADA REMAJA
AbstrakPenelitian itu bertujuan untuk mencari hubungan antara keterlibatan ayah dengan pembentukan karakter pada remaja. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 2 kota Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan teknik sampling cluster random sampling. Sampel penelitian ini bejumlah 169 remaja. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket yang dikembangkan berdasarkan Teori Fox and Bruce (2001) dan Kemendikbud (2011). Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan yang signifikan dan searah antara keterlibatan ayah dengan karakter anak dengan indeks korelasi sebesar 0.442.Kata kunci: keterlibatan ayah, karakter, pembentukan karakter.
AbstractThe research is aimed to find relationship between the father involvement with the formation of character in adolescents The research was conducted in Junior High School 2 Bogor City. Quantitative research methods was used in this research with cluster of random sampling. There are 169 respondent as a sample. The questionnaire was developed based on Fox and Bruce Theory (2001) dan Ministry of Education (2011). Reserch found that there are a significant correlation between the father involvement with the character behaviour of a adolescents (0.442 correlation coefficient)Keywords: father involvement, formation of character
Perancangan Program Day Care Berbasis Experiential Learning di Prodi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga
Penelitian ini dilatarbelakangi belum adanya program day care berbasis experiential learning di laboratoruim Prodi PKK. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan perancangan program di day care, merancang program day care berbasis experiential learning, melaksanakan expert judgmant, dan menghasilkan program day care berbasis experiential learning. Penelitian ini menggunakan pendekatan ADDIE yang telah dimodifikasi oleh peneliti sesuai dengan kebutuhan, sehingga peneliti hanya melakukan empat tahapan yaitu meliputi Analysis, Design, Development, dan Evaluation. Sampel penelitian ini terdiri dari penggelola day care dan Ibu bekerja yang memiliki anak usia balita. Program day care yang dirancang terdiri dari profil lembaga,tujuan, komponen penyelenggaraan day care, interaksi dan komunikasi, proses pelaporan, dan pembelajaran berbasis experiential learning. Hasil expert judgmant mengenai program day care berbasis experiential learning berada pada kategori sangat layak. Ketercapaian kriteria tersebut tervalidasi oleh para ahli dan praktisi yang terdiri dari aspek profil lembaga,tujuan, komponen penyelenggaraan day care, interaksi dan komunikasi, proses pelaporan, dan pembelajaran berbasis experiential learning. Rekomendasi untuk pengelola day care agar dapat memfailitasi sarana dan prasarana untuk keberlangsungan program day care. Saran bagi orangtua untuk lebih selektif dalam memilih tempat day care. Bagi peneliti selanjutnya program day care dapat diuji coba dan diimplementasikan, dengan menyesuaikan karakteristik anak usia dini, sarana dan prasarana yang ada di day care. Program pembelajaran berbasis experiential learning dapat diterapkan di lembaga PAUD seperti Taman Kanak-Kanak, Kelompok Bermain, Tempat Penitipan Anak dan Sekolah PAUD Sejenis sebagai program pembelajaran untuk anak usia dini
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA SUB MATERI KETELADANAN ROSULULLAH SAW PERIODE MEKAH
Penelitian ini bertujuan untuk Penelitian deskriptif tentang penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas siswa, aktivitas guru dalam mengelola pembelajaran, serta hasil belajar siswa. Penelitian ini dilakukan ke Kelas X SMK Negeri I Majalengka dengan tindakan yang dilakukan sebanyak 3 siklus. Model penelitian yang dipilih adalah PTK kolaboratif, dengan melibatkan 2 observer sejawat guru Pendidikan Agama Islam. Instrumen yang digunakan adalah Lembar observasi aktivitas siswa, lembar observasi aktivitas guru dan Lembar ter akhir pada akhir siklus. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah, bahwa pembelajaran dengan menerapkan metode pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan aktivitas siswa yakni termasuk kategori baik, memperbaiki pola pengajaran guru termasuk kategori baik, serta dapat meningkatkan hasil belajar siswa dengan ketuntasan sesuai dengan kurikulum
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA DENGAN PRODUKTIVITAS LANSIA
Kuantitas lanjut usia yang besar di Indonesia dimaknai sebagai keberhasilan pembangunan manusia dengan indikator bertambahnya usia harapan hidup. Hal ini juga menghadirkan tantangan mengenai angka ketergantungan hidup yang akan berkolerasi dengan beban ekonomi yang ditanggung keluarga untuk membiayai kehidupan, pendidikan dan kesehatan lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan sosial keluarga dengan produktivitas pada lansia. Penelitian ini dilaksanakan di Yayasan Bhakti Pertiwi Kelurahan Jatinegara Penelitian ini telah dilaksanakan di Kecamatan Cakung selama 3 bulan terhitung dari bulan Febuari - April 2017. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survey dengan pendekatan korelasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling dengan jumlah responden sebanyak 60 orang lansia dari populasi sebanyak 72 lansia yang telah memasuki usia 60 tahun keatasdan yang bertempat tinggal bersama dengan anggota keluarganya. Data yang dikumpulkan dengan kuisoner 2 variabel yaitu variable dukungan sosial keluarga dan variable produktivitas lansia dengan jumlah total sebanyak 42 item pertanyaan. Analisis data menggunakan analisis korelasi dibantu dengan bantuan Aplikasi SPPS. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa dukungan sosial keluarga dan produktivitas lansia di Yayasan Bhakti Pertiwi memiliki korelasi yang kuat yaitu r = 0,701. Dengan perasamaan regresi sebesar Y= 19,080 + 0,468 (X) dengan p =0.00. Koefisien determinasi yang diperoleh sebesar 0,49 yang berarti sebesar 49 % dukungan sosial keluarga secara signifikan mempengaruhi produktivitas lansia dan sisanya sebanyak 51% dipengaruhi oleh variable lain diluar variabel dukungan sosial keluarga
PENGARUH GRANPARENTING TERHADAP PERKEMBANGAN EMOSI REMAJA PADA KELUARGA TKI DI KECAMATAN GEKBRONG CIANJUR-JAWA BARAT
Pada saat ini, pengasuhan anak tidak hanya dilakukan oleh orang tua. Perubahan peran keluarga menjadikan pengasuhan dilakukan oleh baby sitter atau anggota keluarga lain seperti ini. Padahal anak membutuhkan pengasuhan dari orang tua untuk perkembangan pada dirinya. Penelitian ini bertujuan mencari pengaruh pengasuhan nenek terhadap perkembangan emosi remaja pada keluarga TKI. Penelitian ini dilaksanakan di 5 desa Kecamatan Gekbrong yaitu Cintaasih, Cikancana, Sukaratu, Bangbayang, dan Songgom. Metode penelitian yang digunakan adalah survey. Populasi pada penelitian ini adalah anak keluarga TKI yang berusia remaja dengan jumlah 40 orang yang dijadikan sebagai responden. Uji hipotesis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Korelasi Koefesien Product Moment yang menyatakan korelasinya sebesar r = 0,136 yang artinya hubungan antara variabel sangat lemah. Hasil Uji Signifikasi pada koefisiennya sebesar t = 0,851 dan dapat disimpulkan bahwa koefisien korelasi adalah tidak signifikan. Koefisien determinasi yang diperoleh sebesar 1,87% menunjukan variabel perkembangan emosi remaja ditentukan oleh grandparenting. Hasil hipotesis penelitian dan uji mengenai pengaruh dapat diperoleh bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara grandparenting dengan perkembangan emosi remaja pada keluarga TKI di Kecamatan Cianjur, Jawa Barat
Pengaruh Dukungan Orangtua terhadap Minat Anak dalam berwirausaha (Pada Siswa SMK Strada Koja, Jakarta Utara)
Dalam meningkatkan minat anak wirausaha banyak faktor yang dapat mempengaruhi, salah satunya faktor dari dukungan orangtua dimana saat anak memiliki minat berwirausaha orangtua harus mendukung dan membimbing anak sehingga dari dukungan tersebut anak merasa bahwa ia di dukung dan bisa mengembangkan mintanya tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dukungan orangtua terhadap minat anak dalam berwirausaha khususnya siswa siswi SMK Strada koja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitaif asosiatif dan responden ini secara perposive sampling yang berarti teknik pengambilan sapel secara sengaja. Maksudnya, peneliti menentukan sendiri sampel yang diambil karena ada pertimbangan tertentu, jadi sampel diambil kerena ada pertimbangan tertentu. Jadi, sampel diambil tidak secara acak. Tapi, di tentukan sendiri oleh peneliti. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan skala Likert dan responden sebanyak 86 siswa. Hasil penelitian diperoleh menunjukan terdapat korelasi yang kuat antara kedua variabel dengan r=0,677, thitung = 8,44. Persamaan regresi yang diperoleh Y=29,87 + 0,715 X dan Fhitung =1,07 dan Ftabel= 1,69. Dan koefisien determinasi diperoleh 45,87%, artinya dukungan keluarga secara signifikan mempengaruhi minat anak dalam berwirausaha pada siswa SMK Strada Koja
HUBUNGAN KELEKATAN ORANG TUA DENGAN KEMANDIRIAN REMAJA
Kemandirian pada remaja lebih bersifat psikologis seperti adanya tanggung jawab, percaya diri, membuat keputusan sendiri, dan kebebasan berprilaku sesuai dengan keinginannya. Hal ini menjadi tugas bagi orangtua untuk dapat menumbuhkan kemandirian pada remaja, melalui kelekatan yang baik dalam keluarga. Penelitian ini bertujuan mencari hubungan kelekatan orangtua dengan kemandirian remaja. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 2 Bogor. Metode penelitian yang digunakan adalah survey. Populasi pada penelitian ini adalah remaja siswa/i kelas VIII SMPN 2 Bogor yang berjumlah 310 orang. Sampel yang digunakan sebanyak 175 orang dari populasi remaja siswa/i kelas VIII SMPN 2 Bogor. Uji hipotesis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Korelasi Koefesien Product Moment yang menyatakan korelasinya sebesar r = 0,148 yang artinya hubungan antara variabel sangat lemah. Hasil Uji Signifikasi pada koefisiennya sebesar t = 1,980 dan dapat disimpulkan bahwa koefisien korelasi adalah signifikan. Koefisien deterinasi yang diperoleh sebesar 2,21% menunjukan variabel Kemandirian Remaja ditentukan oleh Kelekatan orangtua. Hasil hipotesis penelitian dan uji mengenai hubungan dapat diperoleh bahwa terdapat hubungan yang positif antara kelekatan orangtua dengan kemandirian remaja pada siswa/i SMPN 2 Bogor
MODEL PENDIDIKAN PROFESI GURU TERINTEGRASI KOLABORASI SMK PRODUKTIF BERBASIS RESEARCH
Tujuan jangka panjang dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan Model Pendidikan Profesi Guru Terintegrasi Kolaborasi SMK Produktif Berbasis Riset. Target khusus yang dicapai dari penelitian tahun ke dua ini adalah menghasilkan: (1) Model Pendidikan Profesi Guru Terintegrasi Kolaborasi SMK Produktif, (2) Bahan Ajar Pendidikan Profesi Guru Terintegrasi Kolaborasi SMK Produktif, (3) Instrumen penilaian proposal dan laporan Penelitian Tindakan Kelas, (4) Artikel hasil penelitian yang diplubikasikan dalam jurnal nasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development; meliputi tahap studi pendahuluan, tahap pengembangan model dan tahap uji validasi model. Pada tahap studi pendahuluan dilakukan: (1) Studi penjajagan ujicoba model, (2) Penetapan subjek ujicoba model Pendidikan Profesi Guru Terintegrasi Kolaborasi SMK Produktif berbasis Research. Pada tahap studi pengembangan dilakukan: (1) Ujicoba Model Pendidikan Profesi Guru Terintegrasi Kolaborasi SMK Produktif berbasis Research, (2) Evaluasi dan penyempurnaan model. Pada tahap uji validasi model dilakukan: (1) Validasi Model melalui Expertjudgement akhli dan praktisi, (2) Evaluasi dan penyempurnaan model hingga menghasilkan Model Pendidikan Profesi Guru Terintegrasi Kolaborasi SMK Produktif berbasis Research sebagai Model Final
PENGEMBANGAN MOBILE LEARNING BAGI PEMBELAJARAN
Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran mobile learning berbasis Android untuk siswa serta mengetahui kualitas produk media pembelajaran mobile learning yang telah dihasilkan sehingga layak digunakan dalam pembelajaran biologi. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan atau Research and Development (R&D) yang diadaptasi dari model pengembangan ADDIE. Tahapannya ada 5 tahap yaitu: 1) Analysis (Analisis), 2) Design (Perancangan), 3) Development (Pengembangan), 4) Implementation (Implementasi), dan 5) Evaluation (Evaluasi), namun hanya dilaksanakan hingga tahap keempat, yaitu Implementasi. Validasi dilakukan oleh ahli materi dan ahli media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran mobile learning berbasis Android yang telah dikembangkan berdasarkan penilaian ahli media sebesar 89,71% dengan kategori Sangat Baik dan penilaian ahli materi sebesar 95,83% dengan kategori Sangat Baik. Uji coba pertama didapatkan hasil kualitas media pembelajaran dengan persentase 85,13% dengan kategori Baik. Uji coba yang kedua dilakukan didapatkan hasil kualitas media pembelajaran dengan persentase 86,91% dengan kategori Sangat Baik. Berdasarkan hasil perolehan data menunjukkan bahwa media pembelajaran mobile learning berbasis Android layak digunakan sebagai sumber belajar siswa
STUDI KEPUASAN STAKEHOLDER TERHADAP LAYANAN PROGRAM STUDI DI UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
Penelitian ini bertujuan menganalisis Studi Kepuasan Stakeholder terhadap Layanan Pendidikan Program Studi di Universitas Negeri Jakarta. Penelitian ini dilakukan di Fakutas Teknik UNJ khususnya di Jurusan Ilmu Kesejahteraan Keluarga dan Jurusan Teknik Mesin dengan menggunakan metode penelitian survey. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah multistage sampling dengan jumlah sampel 121 orang. Variabel yang digali dalam penelitian ini adalah kepuasan stakeholder yang meliputi tangible, reliability, responsiveness, assurance dan empaty. Berdasarkan hasil penelitian indikator tangible menunjukkan bahwa pengggunaan teknologi, berbagai fasilitas pembelajaran serta penampilan dosen dalam pembelajaran sangat baik. Sedangkan fasilitas gedung/bangunan, ruang belajar, kamar mandi, kantin, parkir, ruang sekretariat jurusan, fasilitas perpustakaan serta berbagai materi yang berhubungan dengan pelayanan (informasi) masih menunjukkan hasil yang kurang baik dan masih harus diperbaiki. Untuk indikator reliability menunujukkan bahwa pelayana program studi kepada mahasiswa masih kurang baik. Indikator responsiveness menunjukkan hasil kurang baik dalam pemberian informasi dan pelayanan dosen dan karyawan. Sedangkan dalam pemberian bantuan dosen dan karyawan yang mengalami kesulitan menunjukkan sangat baik. Indikator Assurance diantaranya tentang kompetensi dosen san karyawan menunjukkan sangat baik. Sedangkan untuk kemampuan dosen dan karyawan dalam menjelaskan program studinya menunjukkan kurang baik. Indikator empathy dosen dan karyawan menunjukkan hasil yang kurang baik. Sebaliknya pelayanan bagian administrasi dalam memenuhi kebutuhan mahasiswa telah dilakukan sesuai dengan jam kerja dilakukan dengan sangat baik.