JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Not a member yet
226 research outputs found
Sort by
DESAIN DAN IMPLEMENTASI MODEL COMPETENCY BASED-ASSESSMENT PADA PRAKTIK CLEANING BATHROOM DI HOUSEKEEPING DEPARTMENT
Tujuan jangka panjang dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan model competency based-assessment pada Praktik Cleaning Bathroom di Housekeeping Department. Target khusus yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah menghasilkan: 1) Model competency based-assessment pada pembuatan alat penilaian Praktik Cleaning Bathroom di Housekeeping Department. 2) Implementasi model competency based-assessment pada praktik Cleaning Bathroom di Housekeeping Department. 3) Capaian kompetensi pada praktik Cleaning Bathroom di Housekeeping Department. 4) Kualitas model competency based-assessment praktik Cleaning Bathroom di Housekeeping Department. Penelitian ini mengunakan metode deskriptif dengan pendekatan Research and Development. Penelitian mencakup studi pendahuluan, tahap pengembangan model, dan tahap uji validasi model. Subjek penelitian terdiri dari praktikan, penilai internal dan eksternal pada praktik Cleaning Bathroom. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan uji kompetensi. Analisis data penelitian dilakukan sesuai dengan prosedur dan karakteristik dari temuan data penelitian; untuk data kuantitatif dianalisis secara kuantitatif dan untuk data kualitatif dianalisis secara kualitatif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa model competency based-assessment pada praktik Cleaning Bathroom di Housekeeping Department yang diimplementasikan memiliki keunggulan mencakup tahap persiapan, proses dan hasil sesuai Standar Operasional Prosedur Hotel. Tahapan penilaian mengacu pada Job Performance di Housekeeping Department yang diimplementasikan oleh penilai internal dan eksternal menunjukkan capaian kompetensi praktikan sesuai standar kinerja hotel yaitu seluruhnya mencapai kompeten. Model competency based-assessment pada praktik Cleaning Bathroom di Housekeeping Department memiliki kualitas yang baik melalui hasil uji interrater reliability dan dibuktikan dengan nilai cronbach alpha rata-rata sebesar 0,854 yang berada di atas batas minimal reliabilitas 0,6.
Abstract
The long term objective of this research is to develop a model competency assessment based on the cleaning bathroom in housekeeping department. Targeted to be achieved from the study on cleaning bathroom practices in housekeeping department is to produce:(1) the competency based-assessment model, (2) implementation of the competency based-assessmentmodel, (3) the competence result, and (4 )the quality model of competency based-assessment. This research used descriptive methods with research and development approach. The research includes the preliminary study, the stage of development model, and the step of experiment validation model. The subject of this study are interns, external and internal examiner of the cleaning bathroom practices.The data collection technique was done through observation and competency test. Data analysis the research was done in accordance with the procedures and characteristic of the findings; data was analyzed both quantitatively and qualitatively. The findings showed that model competency based assessment that implemented on cleaning bathroom practices in housekeeping department have the advantages. First, it has the preparatory, proces and resultstages according to standard operating procedures hotel. Second, the assessment stage referring to job performance in housekeeping department that implemented by an internal and external appraiser, and show that of interns’competence according to standard performance hotel that is entirely reached competent. The competency based-assessment model on practices cleaning bathroom in housekeeping departmentpossed having a good qualities. It was prove through the interrater reliability test that showed the score is 0.854 more than the minimum score of 0,6 of the cronbach alpha.
 
TELUR ASIN SEHAT RENDAH LEMAK TINGGI PROTEIN DENGAN METODE PERENDAMAN JAHE DAN KAYU SECANG
Salted eggs are one of the products that people like. The principle of making salted eggs is the process of ionizing NaCl salts which then diffuses into the egg through the shell pores (Wulandari et al. 2014). The purpose of making salted eggs is as an effort to preserve, in addition to increasing the taste of eggs. Egg salting is a technology of processing livestock products which is often used to maintain egg quality because the manufacture is easy and economical so it has quite a lot of enthusiasts. The community uses duck eggs for the salting process, because duck eggs have large pores and fishy taste, so they are good for salted eggs. The time of salting is very influential in the shelf life of the egg the longer the salting time the longer the shelf life of the egg. The purpose of this study was to determine the fat content and protein content of healthy low-fat salted eggs. The salting method includes the method of wet salting and the dry method. Salting with a dry method is done by closing the egg shell with 2 collisions of bricks and salt in the form of a paste dough, salting with immersion method by immersing the egg with a salt solution. The method used was soaking ginger and secang wood, followed by analysis of protein content using the semimicro kjeldhal method and fat content analysis using extraction methods using Soxhlet. The total fat content of the research results from salted eggs after treatment decreased by 0.34 g - 0.25 g = 0.09 grams (4.5%). And the protein content in salted eggs increased from 21.79% to 26.25%. For that reason, it can be recommended that the salted eggs from the research results be healthier to be consumed in terms of the levels of fat and protein produced.
Abstrak
Tujuan dari pembuatan telur asin adalah sebagai upaya untuk pengawetan, selain itu juga untuk meningkatkan cita rasa dari telur. Pengasinan telur merupakan teknologi pengolahan hasil ternak yang sering digunakan untuk menjaga kualitas telur karena pembuatannya yang mudah dan ekonomis sehingga memiliki peminat yang cukup banyak. Masyarakat menggunakan telur bebek untuk proses pengasinan, karena telur bebek mempunyai pori - pori yang besar dan rasa amis, sehingga baik digunakan untuk telur asin. Waktu pengasinan sangat berpengaruh pada masa simpan telur semakin lama pengasinan semakin lama masa simpan telur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kadar lemak dan kadar protein pada telur asin sehat rendah lemak. Metode pengasinan meliputi metode pengasinan basah dan metode kering. Pengasinan dengan metode kering dilakukan dengan penutupan kulit telur dengan 2 tumbukan batu bata dan garam dalam bentuk adonan pasta, pengasinan dengan metode perendaman dengan cara merendamkan telur dengan larutan garam. Metode yang digunakan perendaman jahe dan kayu secang, dilanjutkan dengan analisa kadar protein menggunakan metode semimikro kjeldhal dan analisa kadar lemak menggunakan metode ekstraksi menggunakan soxhlet. Total kadar lemak hasil penelitian yang terdapat dari telur asin setelah perlakuan mengalami penurunan sebanyak 0,34 g – 0,25 g = 0,09 gram (4,5%). Dan kadar protein pada telur asin hasil penelitian mengalami peningkatan dari 21,79% menjadi 26,25%. Untuk itu dapat direkomendasikan bahwa telur asin hasil penelitian lebih sehat untuk dapat dikonsumsi ditinjau dari kadar lemak dan protein yang dihasilkan
COMPETENCY-BASED ASSESSMENT PADA PERANCANGAN ALAT PENILAIAN KINERJA PRAKTIK MAKING BED DI HOUSEKEEPING DEPARTMENT
This study is based on the assessment of making bed practice that used in Housekeeping Vocational High School has not been designed in accordance with Standard Operasional Procedures in the hotel, so the ability of learners in the practice of making beds is not measured accurately.The research aimed at: (1) analyzing the need for performance assesment for bed making practices based on hotel Standard Operasional Procedures; (2) designing assessment of making bed practices based on hotel SOP consist of preparation stage, process and result of practice of making bed, and (3) take feasibility test of design assesment of making bed practice that based on housekeeping department SOP through expert judgment. This research used ADDIE approach which includes Analysis and Design. Data collecting techniques used interviews, observations and expert judgment. The result of the research shows that: (1) the analysis of the assessment for making bed practice used in the SMK has not been referring to the Housekeeping Departmnet Standard Operasional Procedures, so that this finding becomes a necessity in designing the assessment of making bed practice, (2) design of the assessment is a check list which consist of several aspects from the preparation stage, the process to the result of the practice of making bed, (3) the activities of expert judgment conducted by three experts ,they are Academic in the field of Hospitality, Teacher of Preparing Guest Room, and Practitioner in Hotel. The result of the expert judgment activity is the assessment of making bed practice design is feasible to implemented in the subjects of preparing the guest room. The recommendation of this research can be followed up by implementing assessment tool on the practice of making bed at Housekeeping Vocational High School and especially for job performance on housekeeping department expertise.
Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya masalah pada alat penilaian kinerja praktik making bed yang digunakan di SMK Akomodasi Perhotelan belum dirancang sesuai dengan SOP Housekeeping Department, sehingga kemampuan peserta didik dalam melakukan praktik making bed tidak terukur secara akurat. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis kebutuhan alat penilaian kinerja praktik making bed, (2) merancang alat penilaian kinerja praktik making bed berdasarkan SOP Housekeeping department yang meliputi tahap persiapan, proses dan hasil praktik making bed, dan (3) melakukan uji kelayakan rancangan alat penilaian kinerja praktik making bed yang sesuai SOP Housekeeping department melalui kegiatan expert judgment. Penelitian ini menggunakan pendekatan ADDIE. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan kegiatan expert judgment. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) analisis alat penilaian kinerja praktik making bed yang digunakan di SMK belum mengacu pada SOP Housekeeping department, sehingga temuan ini yang menjadi kebutuhan dalam merancang alat penilaian kinerja praktik making bed, (2) Alat penilaian kinerja praktik dirancang dalam bentuk skala penilaian berupa pedoman observasi yang meliputi tahap persiapan, proses dan hasil praktik making bed, (3) kegiatan expert judgment dilakukan oleh tiga orang ahli yaitu, Akademis di bidang Perhotelan, Guru mata pelajaran Menyiapkan Kamar Tamu, dan Praktisi di bidang Perhotelan. Hasil dari kegiatan expert judgment rancangan alat penilaian kinerja praktik making bed dinyatakan layak untuk diimplementasikan pada mata pelajaran menyiapkan kamar tamu. Rekomendasi dari penelitian ini dapat ditindak lanjuti dengan cara mengimplementasikan alat penilaian pada praktik making bed di SMK Akomodasi Perhotelan dan praktik kerja industri di Housekeeping Depatment
PENGEMBANGAN MODUL PERAWATAN KESEHATAN MENTAL BERBASIS HOME CARE
Development of Mental Health Nursing Care Module with Home Care Based
Abstract
The purpose of this study was to produce a Home care Based Mental Health Nursing Care Module. The method used was Research and Development with the ADDIE approach. However, the research was only carried out until the development stage. Modules were designed using expert judgment validation by experts to assess the feasibility of the modules that have been designed. The aspects assessed in the validation are aspects of the feasibility of the content and feasibility of the module. The final result of the validation carried out by experts in the field of elderly services and experts in the field of modules/media is the Home care Mental Health Care Mentoring Module Based on Home care stated that it is very feasible to use or implement. Recommendations of this research are shown to assistants, expected to be used as learning materials and reference materials in the Home care mental health care mentoring process. For further researchers, it is expected that research can be continued at the implementation stage can be carried out on family members who are elderly assistants at home.
Keywords: elderly, module, mentoring, mental health care
Abstrak
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menghasilkan Modul Pendampingan Lanjut Usia Berbasis Home care dalam Perawatan Kesehatan Mental. Metode yang digunakan yaitu Research and Development dengan pendekatan ADDIE. Pengembangan modul dilakukan melalui validasi expert judgment oleh ahli untuk menilai kelayakan modul yang telah dirancang. Aspek yang dinilai dalam validasi adalah aspek kelayakan isi dan kelayakan modul. Hasil akhir dari validasi yang dilakukan oleh ahli di bidang pelayanan lansia dan ahli di bidang modul adalah Modul Pendampingan Lanjut Usia Berbasis Home care dalam Perawatan Kesehatan Mental dinyatakan sangat layak untuk digunakan atau diimplementasikan. Rekomendasi dari peneitian ini ditunjukkan bagi pendamping, diharapkan dapat digunakan sebagai bahan belajar dan bahan acuan dalam proses pendampingan lanjut usia berbasis Home care dalam perawatan kesehatan mental. Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan penelitian dapat dilanjutkan pada tahap implementasi dapat dilakukan pada anggota keluarga yang menjadi pendamping lanjut usia di rumah
Kata Kunci: Modul, Pendampingan, Lanjut Usia, Perawatan Kesehatan Mental
 
PENGARUH PENGETAHUAN IBU TENTANG MANAJEMEN LAKTASI TERHADAP PERILAKU PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF
Abstrak
Indonesia saat ini masih menghadapi masalah gizi ganda, yaitu kondisi dimana di satu wilayah masih banyaknya jumlah penderita gizi kurang, sementara di wilayah lain jumlah masyarakat yang mengalami gizi lebih cenderung meningkat. Masalah gizi ganda ini sangat erat kaitannya dengan gaya hidup masyarakat dan perilaku gizi. Salah satu faktor yang mempengaruhi stunting (masalah kurang gizi) pada Baduta (Bayi Dua Tahun) ialah ASI tidak diberikan secara eksklusif selama 6 bulan pertama. Ibu tidak memberikan ASI eksklusif disebabkan oleh beberapa alasan, antara lain pengetahuan ibu tentang manajemen laktasi masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengetahuan manajemen laktasi terhadap perilaku pemberian ASI eksklusif. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode survey yang dilakukan pada ibu yang memiliki anak usia 0-6 bulan di 6 Posyandu Kelurahan Jati, Jakarta Timur. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 57 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara pengetahuan manajemen laktasi terhadap perilaku pemberian ASI eksklusif pada ibu dengan nilai signifikansi regresi sebesar 35,58 dengan koefisien korelasi sebesar (0,627) dan pengaruh sebesar 39,28% terhadap perilaku pemberian ASI eksklusif.
Kata Kunci: ASI Eksklusif, Manajemen Laktasi, Pengetahuan
The Influence of Lactation Management Knowledge on Exclusive Breastfeeding Behavior
Abstract
Indonesia is currently still facing multiple nutritional problems, namely conditions where in one region there are still a large number of malnourished people, while in other regions the number of people who experience nutrition is more likely to increase. This dual nutrition problem is very closely related to people's lifestyle and nutritional behavior. One of the factors that affect stunting (problem of malnutrition) in Baduta (Two-Year Baby) is that breast milk is not given exclusively for the first 6 months. Mothers not giving exclusive breastfeeding are caused by several reasons, including mother's knowledge about lactation management. This research aimed to determine the influence of lactation management knowledge on exclusive breastfeeding. The research was categorized into quantitative research with survey method on mothers who have children age 0-6 months at 6 integrated health service posts (Posyandu in Bahasa Indonesia) in Jati, East Jakarta. The amount of samples used in this research was 57 respondents. Sampling method used in this study was simple random sampling. The results showed that there were influences on lactation management knowledge towards exclusive breastfeeding behavior of mothers with regression significant value of 35.58 (coefficient relation=0.627) and influence of 39.28% on exclusive breastfeeding behavior.
Keywords : Exclusive Breastfeeding, Lactation Management, Knowledg
Tingkat Ketertarikan Anak Usia 10-12 Tahun Dalam Menggunakan Media Pembelajaran Tentang Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba
Abstract
The purpose of the study was to determine the level of interest of children aged 10-12 years in using learning media about prevention of drug abuse in the Sunday School of the City Terrace and BSD, Serpong sub-district. Quantitative research method with 63 saturated sampling techniques. The data analysis technique uses a Weight Mean Score (WMS) for two groups, namely boys and girls. WMS results showed a value of 3.412 in the boy's group and a value of 3.307 in the girl's group. The level of interest of children aged 10-12 years in using learning media about prevention of drug abuse according to predetermined categories of interpretation, shows very good results where groups of boys have a higher percentage of an attraction compared to girls.
Abstrak
Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat ketertarikan anak usia 10-12 tahun dalam menggunakan media pembelajaran tentang pencegahan penyalahgunaan narkoba di sekolah minggu GTI Teras Kota dan BSD, kecamatan Serpong. Metode penelitian kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel jenuh sebanyak 63 anak. Teknik analisis data menggunakan Weight Mean Score (WMS) terhadap 2 kelompok, yaitu anak laki-laki dan anak perempuan. Hasil WMS menunjukkan nilai 3,412 pada kelompok anak laki-laki dan nilai sebesar 3,307 pada kelompok anak perempuan. Tingkat ketertarikan anak usia 10-12 tahun dalam menggunakan media pembelajaran tentang pencegahan penyalahgunaan narkoba menurut kategori interpretasi yang telah ditetapkan, menunjukan hasil sangat baik dimana kelompok anak laki-laki memiliki presentase ketertarikan yang lebih tinggi di bandingkan kelompok anak perempuan
HUBUNGAN PARENTING SELF-EFFICACY DENGAN SUBJECTIVE WELL-BEING PADA IBU YANG MEMILIKI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS : Indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai hubungan parenting self-efficacy dengan subjective well-being pada ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Penelitian ini dilaksanakan di SLB Citra Mandala Bekasi. Metode penelitian ini menggunakan metode survei. Sampel pada penelitian ini berjumlah 63 responden ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Teknik pengambilan data menggunakan probability sampling yaitu disproportionate random sampling. Hasil pengujian hipotesis menggunakan uji-t dengan taraf signifikansi (p<0,05) diperoleh t_(hitung > ) t_(tabel ) yaitu sebesar 3,69 > 1,67. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara parenting self-efficacy dengan subjective well-being. Berdasarkan hasil pengujian koefisien determinasi diperoleh hasil 18,22% dan hasil uji korelasi sebesar 0,427 yang berarti positif, sehingga dapat disimpulkan bahwa meningkatkanya parenting self-efficacy yang dirasakan ibu maka akan meningkatkan subjective well-being yang dirasakan.
Abstract
This research aim is conducted to obtain description about the relationship parenting self-efficacy with subjective well-being on mother’s special need children. This research was conducted in SLB Citra Mandala, East Bekasi. This research method using survey method. The population in this research is mother’s special need children at SLB Citra Mandala, East Bekasi with the total sample of 63 respondents. Data was taken by using disproportionate stratified random sampling. Result of correlation coefficient test are obtained rcount >
HUBUNGAN PENDIDIKAN ORANG TUA DENGAN SIKAP WIRAUSAHA MAHASISWA
The purpose of the study was to determine the relationship of parental education to student entrepreneurship attitudes. The research method uses associative quantitative approaches. Sampling technique with purposive sampling as many as 160 students who have attended Entrepreneurship courses. The results of the study using the Product Moment correlation test shows that there is a relationship between parental education with entrepreneurship attitudes in students of 0.643 with a significant level based on tcount = 10.55.
Keywords: Entrepreneurial attitude student, Parents' Education, Entrepreneurship
Abstrak
Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pendidikan orang tua terhadap sikap berwirausaha mahasiswa. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif. Teknik pengambilan sampel dengan Purposive Sampling sebanyak 160 mahasiswa yang sudah mengikuti mata kuliah Kewirausahaan. Hasil penelitian dengan menggunakan uji korelasi Product Moment menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pendidikan orang tua dengan sikap berwirausaha pada mahasiswa sebesar 0,643 dengan tingkat seignifikan berdasarkan nilai thitung sebesar 10,55
Kata kunci: Sikap Berwirausaha Mahasiswa, Pendidikan Orang tua, Kewirausahaa
HUBUNGAN POLA ASUH OTORITER TERHADAP PERILAKU PERUNDUNGAN PADA REMAJA
Perilaku perundungan atau bullying semakin marak terjadi dan hal tersebut saat ini sudah menjadi perhatian, mengingat dampaknya yang sangat fatal. Pola asuh yang diterapkan oleh orang tua diketahui menjadi faktor kuat dalam membentuk perilaku perundungan tersebut. Dari ketiga jenis pola asuh orang tua yang dikemukakan Baumrind, pola asuh otoriter diketahui menjadi faktor yang paling kuat dalam membentuk perilaku tersebut. Oleh sebab itu, dalam penelitian ini, pola asuh yang akan diuji hanya difokuskan pada pola asuh otoriter yang diteliti untuk melihat seberapa besar perannya dalam membentuk perilaku perundungan. Penelitian perundungan ini nantinya akan dilakukan pada kelompok usia remaja, yaitu pada masa transisi perkembangan individu dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa, dimana pada masa ini terjadi perkembangan dan perubahan yang sangat pesat dari sisi fisik, psikologis, dan sosial. Sampel yang digunakan terdiri dari 272 orang (59,6% perempuan, dan 40,4% laki-laki) dengan rentang usia 16 hingga 19 tahun. Dengan menggunakan teknik analisis regresi, diketahui bahwa pola asuh otoriter secara signifikan terbukti berhubungan dengan perilaku perundungan. Sebesar 11% dari perilaku perundungan diketahui dibentuk oleh pola asuh otoriter
PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS 1 SDN 1 KEDIRI TAHUN PELAJARAN 2017/2018
Students' motivation in mathematics learning about addition and subtraction low. For that the research was conducted. The purpose of this paper is to increase the motivation to learn math on addition and subtraction with media images on first grade second semester students of SD Negeri 1 Kedri Year 2017/2018. To achieve these goals, researchers based on theories and concepts associated with increased motivation to learn math on addition and subtraction with media images. The studies of this class action through four stages: planning, implementation, observation and reflection conducted in two cycles. Subjects in this study were 25 students of class I Elementary School Kediri. The technique of collecting data through observation, inquiry and documentation Motivation Scale. Technical analysis of the data using descriptive analysis. The analysis showed that the students' motivation increases. In the initial conditions before using media images student motivation achievement of 27.97%. After using media images in the first cycle increased student motivation achievement is 50.63%. Because it has not achieved the expected researchers then followed the second cycle. In the second cycle students' achievement motivation increased to 80.85%. The achievement of students' achievement motivation from the first cycle to the second cycle increased by 30.22%. Based on the results of this study concluded that the media images can increase the motivation to learn mathematics of the addition and subtraction of first grade students at SDN 1 kediri Year 2017/2018.
Keywords: motivation to learn, mathematics, media images.
Abstrak
Motivasi belajar siswa dalam pembelajaran matematika mengenai penjumlahan dan pengurangan rendah. Untuk itu penelitian ini dilaksanakan. Tujuan skripsi ini adalah untuk meningkatkan motivasi belajar matematika mengenai penjumlahan dan pengurangan dengan media gambar pada siswa kelas I semester genap SD Negeri 1 Kedri Tahun 2017/2018. Untuk mencapai tujuan tersebut, peneliti mendasarkan pada teori-teori dan pengertian yang terkait dengan peningkatan motivasi belajar matematika mengenai penjumlahan dan pengurangan dengan media gambar. Penilitian tindakan kelas ini melalui empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah 25 siswa kelas I SD Negeri Kediri. Teknik pengumpulan data melalui observasi, Angket Skala Motivasi dan dokumentasi. Teknis analisis data menggunakan analisis Deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa meningkat. Pada kondisi awal sebelum menggunakan media gambar ketercapaian motivasi belajar siswa 27.97%. Setelah menggunakan media gambar pada siklus I ketercapaian motivasi belajar siswa meningkat yaitu 50.63%. Karena belum tercapai yang di harapkan peneliti maka dilanjutkan siklus II. Dalam siklus II ketercapaian motivasi belajar siswa meningkat menjadi 80.85%. Ketercapaian-ketercapaian motivasi belajar siswa dari siklus I ke siklus II meningkat 30.22 %. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan media gambar dapat meningkatkan motivasi belajar matematika mengenai penjumlahan dan pengurangan pada siswa kelas I SDN 1 kediri Tahun 2017/2018.
Kata kunci : Motivasi belajar, pembelajaran matematika, media gambar.
References
Arief , Sadiman, dkk. 2013. Media pendidikan: pengertian, pengembangan, dan pemanfaatannya. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta
Arikunto, Suharsimi. 2014. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Aneka Cipta: Jakarta
Arsyad, Azhar 2013. Media Pembelajaran. PT Raja Grafindo Persada : Jakarta
Dimyanti .2013. Belajar dan Pembelajaran. Rineka Cipta : Jakarta
Eman, Suherman, dkk. 2003 Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. UPI Press : Jakarta
Hamzah B. Uno. 2014, Teori Motivasi dan Pengukurannya, Analisis di Bidang Pendidikan. Bumi Aksara : Jakarta
Hudoyo, Herman. 2001. Strategi belajar mengajar matematika. IKIP Malang : Malang
Izzaty, Rita Eka .2008. Perkembangan Peserta Didik.UNYPress : Yogyakarta
Permanarian S. dan Anastasia F. R. 2010 Peningkatan Kemampuan Membaca Permulaan pada Anak Tunarungu melalui Metode SAS dengan Animasi. E-Jurnal UPI: JASSI Anakku Vol. 9 No. 2 akses 13 januari 2017
Santrock, J.W. 2014. Psikologi Pendidikan (edisi kedua). (Penerj. Tri Wibowo B.S).Kencana : Jakarta
Sardiman A.M. 2016. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. PT. Rajawali Pers: Jakarta
Sutarto dan Syarifuddin. 2013. Desain pembelajaran Matematika.Penerbit Samudra Biru : Yogyakart