JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Not a member yet
    226 research outputs found

    HUBUNGAN KEBIASAAN BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS V SDN GUGUS 1 KECAMATAAN JONGGAT KABUPATEN LOMBOK TENGAH

    Get PDF
    This study was conducted to find out 1) how the learning habits of fifth grade students in Ganggug 1 Elementary School, Jonggat Subdistrict, Central Lombok Regency, 2) how is the learning outcome of class V students, and 3) is there a significant relationship between learning habits and the learning achievement of fifth grade students in Cluster 1 Elementary School. The method in this study is the correlation method. The population in this study were class V  which numbered 117 with a sample of 54 students. The sampling technique is done by random sampling. Data collection techniques in this study by observation, questionnaire, and documentation were analyzed using descriptive statistical analysis. The analysis prerequisite test includes data normality test and regression linearity test. Hypothesis testing includes Product Moment correlation test. The results showed that: (1) the learning habits of fifth grade students with a percentage of 43% were classified as high; (2) student learning achievements with a percentage of 55% classified as very high; (3) there is a significant relationship between study habits and learning achievement indicated by the existence of tcount <t table (0.02 <0.05) and significance of 0.05, the correlation in this study is classified as moderate. The conclusion of this study is that there is a significant relationship between study habits and learning achievement, and is classified as moderate. Suggestions teachers must pay attention and monitor student learning achievement by giving guidance and motivation so that more enthusiasm in learning and students can get used to learning optimally.   Abstrak Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui 1) bagaimanakah kebiasaan belajar siswa kelas V di SDN Gugus 1 Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah, 2) bagaimanakah pestasi belajar siswa kelas V di SDN Gugus 1 Kecamatan Jonggat Tahun Pelajaran Kabupaten Lombok Tengah, dan3) apakah ada hubungan yang signifikan antara kebiasaan belajar dengan prestasi belajar siswa kelas V di SDN Gugus 1 Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah. Metode dalam penelitian ini dengan metode korelasi. Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa kelas V SDN Gugus 1 Kecamatan Jonggat yang berjumlah 117 dengan jumlah sampel 54 siswa. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara random sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan observasi, angket, dan dokumentasi yang dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif. Uji prasyarat analisis meliputi uji normalitas data dan uji linieritas regresi. Uji hipotesis meliputi uji korelasi Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kebiasaan belajar siswa kelas V dengan persentase 43% tergolong tinggi ; (2) prestasi belajar siswa dengan persentase 55% tergolong sangat tinggi; (3) ada hubungan yang signifikan antara kebiasaan belajar dengan prestasi belajar ditunjukkan dengan adanya thitung <ttabel (0,02<0,05) dan taraf signifikansi 0,05, korelasi dalam penelitian ini tergolong sedang. Simpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan belajar dengan prestasi belajar, dan tergolong sedang. Saran guru harus memperhatikan dan memantau prestasi belajar siswa dengan memberi bimbingan dan motivasi agar lebih semangat dalam belajarnya serta siswa dapat membiasakan diri belajar secara optimal

    MEMBENTUK KARAKTER BANGSA SEJAK USIA DINI

    Get PDF
    Early childhood period is a golden age, where at this time aspects of child development very rapidly, including in order to shape their character. Character education is complex education because it involves aspects of cognitive, feeling, and action. Character education is based on basic human character, which comes from universal moral values (absolute) derived from religion which is also referred to as the golden rule. Character education can be taught systematically in a holistic education model using the method of knowing the good, feeling the good, and acting the good. Character will be formed as a result of understanding 3 relationships that must be experienced by every human being (triangle relationship), namely the relationship with oneself (intrapersonal), with the environment (social and natural relationships), and relationships with God (spiritual). Abstrak Masa usia dini adalah masa emas, dimana pada masa ini aspek-aspek perkembangan anak berkembang sangat pesat, termasuk di dalamnya adalah masa emas dalam rangka membentuk karakternya. Pendidikan karakter adalah pendidikan budi pekerti plus, yaitu yang melibatkan aspek pengetahuan (cognitive), perasaan (feeling), dan tindakan (action). Pendidikan karakter berpijak dari  karakter dasar manusia, yang bersumber dari nilai moral universal (bersifat absolut) yang bersumber dari agama yang juga disebut sebagai the golden rule. Dan dapat diajarkan secara sistematis dalam model pendidikan holistik menggunakan metode knowing the good, feeling the good, dan acting the good. Karakter akan terbentuk sebagai hasil pemahaman 3 hubungan yang pasti dialami setiap manusia (triangle relationship), yaitu hubungan dengan diri sendiri (intrapersonal), dengan lingkungan (hubungan sosial dan alam sekitar), dan hubungan dengan Tuhan YME (spiritual)

    FAKTOR APA SAJA YANG MEMPENGARUHI SESEORANG BERPERILAKU FOOD WASTE DI PESTA PERNIKAHAN ?

    Get PDF
    Makanan yang sengaja dibuang atau tidak sengaja dibuang (food waste) memiliki implikasi terhadap lingkungan, ekonomi maupun sosial. Salah satu potensi besar terjadinya perilaku food waste dalam kehidupan sehari-hari terdapat pada acara pesta pernikahan. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi seseorang berperilaku food waste di pesta pernikahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologis interpretatif. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur pada 9 partisipan di 4 pesta pernikahan di Jakarta, Indonesia. Wawancara menggunakan konstruk theory of planned behaviour dan dilakukan selama bulan Agustus hingga September 2018. Berdasarkan hasil wawancara diperoleh beberapa kategorisasi tema yang selanjutnya dapat dijelaskan oleh beberapa faktor. Beberapa faktor yang mempengaruhi individu berperilaku food waste di pesta pernikahan ialah faktor sikap terhadap perilaku food waste, norma subjektif, kontrol perilaku yang dipersepsikan. Adanya hasil deskriptif dari studi ini menunjukan bahwa terdapat faktor internal dan eksternal dari individu terhadap perilaku food waste saat berada di pesta pernikahan. Mesikpun studi ini memiliki limitasi pada area generalisasi, tetapi hasil ini dapat menjadi studi baseline dalam pembuatan program intervensi pencegahan perilaku food waste di acara pesta pernikahan

    Hubungan Sibling Rivalry dengan emotional regulation remaja

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan memperoleh gambaran tentang hububngan sibling rivalry dengan emotional regulation remaja. Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Atas 85 Jakarta. Metode penelitian ini menggunakan metode survei. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas X,XI,XII dengan jumlah sampel sebesar 36 responden. Teknik pengambilan data menggunakan nonprobability sampling yaitu sampling jenuh. Hasil pengujian hipotesis menggunakan uji-t dengan taraf siginifikan 0,5 diperoleh thitung > ttabel yaitu sebesar 4,25 > 1,65. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara variable sibling rivalry dengan emotional regulation. Berdasarkan hasil pengujian koefisien determinan diperoleh hasil 34,7% dan hasil uji korelasi -0,589 yang berarti negatif, sehingga dapat disimpulkan bahwa variable  sibling rivalry dengan emotional regulation mempunyai hubungan negatif tetapi signifikan

    PENGARUH IMPLEMENTASI SUBTANSI PROGRAM PENDEWASAAN USIA PERKAWINAN (PUP) TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN MENIKAH USIA DINI PADA REMAJA

    Get PDF
    Teen marriage ranging in age 15 to 19 is still generally happens. To reduce early marriages issues, the government appointed BKKBN to develop the substance Program PUP to invite teenagers not to get married in early age, and not to have sex before marriage. The aim of this research is to get an overview of the effects of the implementation of PUP. This research was conducted in Lemahwunguk district, Cirebon city. This research used survey method. The participants in the research were teens of Lemahwunguk district of Cirebon ranging in age 15 to 24 with 92 respondents' samples. The technique of collecting data which used was purposive sampling. The hypothesis test of the data that used was the product moment correlation coefficient result was rcount = 0,21 < rtable = 1,98. The result of the t test with a significance level of 0,05 that is result tcount = 2,04 > ttable = 1,65 , this explains that there is a positive correlation and a significantrelationship between the implementation of the PUP substance toward decision making of early marriage for teens in adolescents. Calculation of regression test obtained fcount = 4,406 > ftable = 3,946, so there is a significant effect between the implementation of the PUP substancetoward decision making of early marriage for teens in adolescents. The implementation of the substance of the PUP provided an effective contribution to the decision of getting married early in adolescene at 4,41% while the remaining 95,59% is determined by other factors. Abstrak Perkawinan pada remaja (usia 15-19 tahun) masih banyak terjadi. Kondisi ini diperkirakan akibat pernikahan dini yang diatur orangtua, dogma setempat, serta pergaulan bebas.  Untuk menurunkan angka pernikahan dini, pemerintah menunjuk Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dengan mengembangkan substansi program pendewasaan usia perkawinan (PUP) untuk mengajak remaja agar tidak nikah dini, tidak seks sebelum menikah melalui implementasi substansi program PUP dalam pengambilan keputusan menikah usia dini pada remaja. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh gambaran tentang pengaruh implementasi substansi program pendewasaan usia perkawinan terhadap pengambilan keputusan menikah usia dini pada remaja. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon. Metode penelitian yang digunakan ialah metode survey. Populasi dalam penelitian ini ialah remaja di Kecamatan Lemahwungkuk Kota Cirebon yang berusia 15-24 tahun, dengan jumlah sampel sebesar 92 responden. Teknik pengambilan data menggunakan purposive sampling. Uji hipotesis data menggunakan koefisien korelasi product moment dengan hasil yaitu rhitung = 0,21 < rtabel = 1,98. Hasil uji-t dengan taraf signifikansi 0,05 yaitu thitung = 2,04 > ttabel = 1,65 hal ini menjelaskan bahwa terdapat korelasi positif dan hubungan yang signifikan antara implementasi substansi program pendewasaan usia perkawinan terhadap pengambilan keputusan menikah usia dini pada remaja. Perhitungan uji regresi diperoleh fhitung = 4,406 > ftabel = 3,946, maka terdapat pengaruh yang signifikan antara implementasi substansi program pendewasaan usia perkawinan terhadap pengambilan keputusan menikah usia dini pada remaja. Implementasi substansi program pendewasaan usia perkawinan memberikan sumbangan efektif terhadap pengambilan keputusan menikah usia dini pada remaja sebesar, 4,41%, sedangkan sisanya 95,59% ditentukan oleh faktor lain

    GAMBARAN DUKUNGAN SOSIAL DARI GURU YANG DIRASAKAN OLEH SISWA SMA “X”

    Get PDF
    Teachers have an important role in educating students well. One way that teachers can do to be able to increase motivation and school engagement is by providing social support to students. This study aims to find out the overview of perceived social support from teachers by high school “X” students in South Tangerang. The research method is descriptive qualitative research with data collection techniques through focus group discussions and structured interviews. The results of data retrieval show that the perceived social support from some teachers by high school "X" students is quite satisfying for students but not from every teachers. This means it can still be improved again. This is because not all teachers are considered good enough at providing social support to students. The total number of teachers are 17 people and for students are 67. It should be able to be improved in communication skills so that they can provide better social support to students. Keywords : Adolescent, School, Social support. Abstrak Guru memiliki peran penting dalam mendidik siswa dengan baik. Salah satu cara yang dapat guru lakukan untuk dapat meningkatkan motivasi serta keaktivan siswa di sekolah adalah dengan memberikan dukungan sosial kepada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu gambaran dukungan sosial dari guru yang dirasakan oleh siswa SMA “X” di Tangerang Selatan. Metode penelitian berupa penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengambilan data melalui focus group discussion dan wawancara terstruktur. Hasil pengambilan data menunjukkan bahwa gambaran dukungan sosial dari guru yang dirasakan oleh siswa SMA “X” cukup memuaskan bagi siswa tetapi masih dapat ditingkatkan lagi. Hal ini dikarenakan belum semua guru dianggap sudah bagus dalam memberikan dukungan sosial kepada siswa. Total guru yang berjumlah 17 orang untuk siswa sebanyak 67 orang seharusnya dapat ditingkatkan dalam kemampuan komunikasi sehingga mampu memberikan dukungan sosial kepada siswa dengan lebih baik lagi

    TREATMENT FOR STUDENTS WITH LEARNING DISABILITY THAT CAN BE DONE BY BOTH TEACHERS AND PARENTS: A LITERATURE REVIEW

    Get PDF
    Inclusion education program has been implemented in Indonesia, which means schools are obliged to accept students with special needs. Students of said category perieved as a particular burden by their teachers. Teachers said that it was because they are lacking in experience to handle said students and they did not graduate from special education program in college. Aside from teachers, there are parents who are still lacking in information about the condition of their children. The present reserarch aims to find treatments suitable for teachers and parents to do to children with learning disabilities. The search of e-literatures was conducted to identify journals published from 2009 to 2019 concerning treatments that are suitable for teachers and parents to do. Electronic databases used were ScienceDirect, Proquest, Springer and SAGE. There were 6 studies used in this research after excluding studies that did not match to criteria used in this review. Treatments that can be done by both teachers and parents to students with learning disabilities are Group Intervention, Teacher-made Instruction Material, Homeschooling, Phonology and Orthography. The outcome of using those treatments is that students show improved skills to do what they have been struggling with and catching up with their peers.   Abstrak Pendidikan inklusi sudah diberlakukan di Indonesia. Artinya semua sekolah wajib menerima siswa berkebutuhan khusus. Guru mendapati siswa berkebutuhan khusus membawa beban dalam pengajarannya. Hal tersebut dikarenakan guru yang kurang berpengalaman atau guru tidak berasal dari pendidikan luar biasa. Selain guru yang kurang dapat menangani siswa berkebutuhan khusus, orang tua juga masih ada yang kurang memahami kondisi anaknya. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan penanganan apa yang bisa dilakukan oleh orang tua dan guru. Pencarian literatur elektronik yang diterbitkan dalam 10 tahun terakhir mengenai penanganan yang dapat dilakukan oleh orang tua dan guru. Database elektronik yang digunakan adalah ScienceDirect, Proquest, Springer, Sage. Ada 6 studi yang digunakan setelah adanya seleksi menurut kriteria yang sudah ditetapkan. Ada beberapa penanganan yang dapat dilakukan bagi siswa dengan learning disability seperti group intervention, teacher-made instruction material, homeschooling, phonology dan ortography. Dari penanganan yang telah disebutkan, hasilnya adalah siswa dengan learning disability menunjukkan kemampuan belajar yang membaik, dan mampu mengejar ketertinggalan mereka dengan teman sebayanya

    PEMBUATAN PROGRAM PENYULUHAN PERAWATAN KEBERSIHAN DIRI (PERSONAL HYGIENE) BERBASIS LIFE SKILL UNTUK ANAK PRASEKOLAH DI PANTI SOSIAL ASUHAN ANAK

    No full text
    This main reason of this reseaserch is the absence of treatment programs particularlly personal hygiene and cleanliness  based on the life skill for preschooler in social childcare institutions or orphanage.The elucidation care of personal hygiene and cleanliness  is aims to help extension to the provision concerning the treatment personal hygiene and cleanliness for them. The purpose of this research is to produce a counseling program of personal hygiene and cleanliness care based on the life skill for children in social institution of preschooler in the form of a guidebook. This study use of research and development with the research PPE approach covering planning, production, and evaluation. The explicitness directness on the socialization program to care cleanliness (personal hygiene) based on the life skill for preschooler is in very reasonable criteria, such as program consists of identity, the purpose, matter, method, scenario, activities, and evaluation. Recommendations for the next researchers and care instution management is to implement and use the book of cleanliness and personal hygiene program for preschooler with feasibility be able to be as a guide to theses treatment programs based on the life skill for them in social institutions. Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi belum adanya program perawatan kebersihan diri (personal hygiene) berbasis life skill untuk anak prasekolah di Panti Sosial Asuhan Anak (PSAA). Penyuluhan perawatan kebersihan diri (personal hygiene) untuk anak prasekolah ini bertujuan untuk membantu penyuluh dalam memberikan pembekalan mengenai perawatan kebersihan diri (personal hygiene) untuk anak prasekolah (usia 3-6 tahun). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan program penyuluhan perawatan kebersihan diri (personal hygiene) berbasis life skill untuk anak prasekolah di Panti Sosial Asuhan Anak dalam bentuk Buku Panduan. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model penelitian PPE yang meliputi Planning, Production, dan Evaluation. Hasil expert judgment mengenai program penyuluhan perawatan kebersihan diri (personal hygiene) berbasis life skill untuk anakprasekolah berada pada kriteria sangat layak terdiri atas: identitas program, tujuan, materi, metode, skenario kegiatan, dan evaluasi program. Rekomendasi untuk pengelola PSAA dan peneliti selanjutnya, hendaknya program penyuluhan perawatan kebersihan diri (personal hygiene) untuk anak prasekolah yang telah memiliki kelayakandapat diimplementasikan serta dijadikan panduan pelaksanaan program perawatan kebersihan diri (personal hygiene) berbasis life skill untuk anak prasekolah di Panti Sosial Asuhan Anak (PSAA)

    Peran Budaya Tman Penen Sebagai Modal Sosial dalam Upaya Meningkatkan Akses Pendidikan bagi Keluarga Miskin di Desa Lanaus, TTU

    No full text
    This study aims to analyze the role of social capital in improving education access for poor families. The children of poor families have low education access  to continue their study in college. Low access influenced by financial factors, helping parents to earn a living and high educated unemployed. In the other side, the utilization of social capital in the education sector focus on improving human quality by formal and non-formal education, and management of the school. This qualitative research by a case study approach confirms that social capital can be utilized to improve education access for poor families. And also, the social capital contain in “tman penen†culture. The “tman penen culture is a custom of Lanaus society to come together, united and support each other either financial or moral support for families and child who want to continue their study in college. “Tman penen†culture help poor families to send school their children in college and the children can make their dream come true. Thus, social capital can be optimized in improving education access for poor families. Keyword: Social capital, Tman Penen Culture, Education access &nbsp

    PENGAWASAN ORANG TUA DALAM INTENSITAS PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL TERHADAP PROKRASTINASI AKADEMIK: Indonesia

    Get PDF
    This research aim is conducted to obtain description about the influence of parental control in the intensity of social media use on academic procrastination. The research was conducted in the SMP Putra 1 Jakarta. The method used in this quantitative assosiatif approach. The population in this research is VII, VII, IX grade students of SMP Putra 1 Jakarta, with the total sample of 83 respondents. Data was taken by using proportionate stratified random sampling. The prerequisite test in this study lilifoers normality test and rgresion linearity test, the result of the test that normal and linear. Result of correlation coefficient test are obtained -0,616 > 0,217. Result of t-test with significant level 0,05 obtained -7,04 > 1,99, it is explained that the are a negative correlation and significant correlation between parental control in the intensity of social media use on academic procrastination. Result of significant regression obtained 30,68 > 3,96, it is explained that there significant influence between parental control in the intensity of social media use on academic procrastination. Parental control in the intensity of social media use on academic procrastination of 37,9%, and the remaining 62,1% is determined by other factors which is not examined. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang pengaruh pengawasan orang tua dalam intensitas penggunaan media sosial terhadap prokrastinasi akademik. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Putra 1 Jakarta. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif asosiatif. Populasi pada penelitian ini adalah siswa/i SMP Putra 1 Jakarta kelas VII, VIII, dan IX, dengan jumlah sampel sebesar 83 responden. Teknik pengambilan data menggunakan proportionate stratified random sampling. Uji prasyarat pada penelitian ini menggunakan uji normalitas lilifoers dan uji linieritas regresi, diperoleh hasil bahwa data berdistribusi normal dan bersifat linear. Uji hipotesis data yang digunakan adalah korelasi koefisien product moment diperoleh -0,616 > 0,217. Hasil uji t dengan taraf signifikan 0,05 diperoleh 7,04 > 1,99, hal ini menjelaskan bahwa terdapat korelasi negatif dan hubungan yang signifikan antara pengawasan orang tua dalam intensitas penggunaan media sosial terhadap prokrastinasi akademik. Perhitungan uji signifikan regresi diperoleh 30,68 > 3,96, maka terdapat pengaruh yang signifikan antara pengawasan orang tua dalam intensitas penggunaan media sosial terhadap prokrastinasi akademik. Pengawasan orang tua dalam intensitas penggunaan media sosial memberikan sumbangan efektif terhadap prokrastinasi akademik sebesar 37,9%, sedangkan sisanya 62,1% ditentukan faktor lain yang tidak diteliti

    216

    full texts

    226

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇