Jurnal Psikologi
Not a member yet
437 research outputs found
Sort by
KARAKTERISTIK PEKERJAAN, DUKUNGAN SOSIAL DAN TINGKAT BURN-OUT PADA NON HUMAN SERVICE CORPORATION
The aims of this study are (1) to investigate the relationship betwewn job characterictics and burn-out, and social support and burn-out. (2) is to elaborate the role of both variables i.e. job characteristics and aocial support on manifestation of perceived burn out. Subjects of the study were 63 employees of non human service corporate in Jakarta
PERUBAHAN PERILAKU DAN KONSEP DIRI REMAJA YANG SULIT BERGAUL SETELAH MENJALANI PELATIHAN KETERAMPILAN SOSIAL
Beberapa kesulitan yang dialami remaja berawal dari kesulitan bergaul. Hal ini diantaranya disebabkan oleh kurangnya keterampilan sosial dan rendahnya konsep diri. Berdasarkan asumsi diatas dan didukung oleh data studi pendahuluan tentang pelatihan keterampilan sosial, penelitian ini menguji efektivitas pelatihan keterampilan sosial untuk meningkatkan perilaku bergaul dan konsep diri remaj yang mengalami kesulitan bergaul
POLA PERILAKU MENCARI BANTUAN PADA KELUARGA PASIEN GANGGUAN JIWA
The focus of this research is to identify care seeking behaviorof the family whose one of its members suffer from mental illness. The data was gathered from interview with 20 respondents who took the patient to see the doctor in Lali Jiwo mental Hospital, Pakem Yogyakarta
Terapi Senam Otak untuk Menstimulasi Kemampuan Memori Jangka Pendek pada Anak Autis
Penelitian dengan tujuan untuk menstimulasi kemampuan ingatan jangka pendek anak autis melalui terapi senam otak, dilakukan dengan menggunakan metode Case Quasi Experimental Study, terhadap 10 anak autis di SLB Negeri Semarang. Penelitian menggunakan modul lengkap senam otak secara audio-visual, dengan lembar evaluasi yaitu Digit Span Form dari Weschler (1997). Penelitian terdiri dari pre-test, program treatment senam otak sebanyak 10 kali dalam waktu 5 minggu, yang diberikan dengan metode IEP (Individualized Education Programme), dan terakhir adalah post-test. Analisis data menggunakan Wilcoxon Test untuk uji beda pre-test dan post-test dua sampel dependen. Hasilnya adalah meningkat secara signifikan, dengan skor Z = -2,023 dan taraf signifikansi 0,043 < 0,05. Hal ini berarti, senam otak yang dilakukan secara rutin oleh anak-anak autis memiliki pengaruh dalam meningkatkan kemampuan memori jangka pendek
Perundungan Reaktif di Sekolah Dasar dan Intervensi Berbasis Nuansa Sekolah
Orang tua dan guru belum banyak menyadari bahwa “perilaku nakal” anak usia sekolah dasar sebenarnya juga merupakan perilaku perundungan. Melihat hal tersebut masih terjadi dan kurang mendapatkan perhatian atau penanganan serius terhadap perilaku kekerasan di sekolah dasar, maka penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi pelaku, korban, dan bentuk kekerasan, menjelaskan perbedaan perilaku kekerasan antara siswa laki-laki dan siswa perempuan; antara siswa kelas rendah dan siswa kelas tinggi; menemukan faktor penyebabnya; dan bagaimana peran guru secara preventif dan kuratif terhadap perilaku kekerasan. Penelitian dilakukan dengan desain mixed-method berurutan (kuantitatif→kualitatif), jumlah sampel 142 siswa yang didapatkan dengan cluster sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 62.761% siswa pernah melakukan tindak kekerasan dan terdapat perbedaan perilaku kekerasan antara siswa kelas rendah dengan siswa kelas tinggi (P value 0.930 > 0.05), juga perbedaan antara siswa laki-laki dengan siswa perempuan (P value 0.930 > 0.05). Faktor penyebab perilaku kekerasan bukan hanya keluarga dan lingkungan sekolah, namun juga diri sendiri, di mana para guru sudah melakukan upaya preventif dan kuratif terhadap perundungan berbasis nuansa sekolah
EFIKASI DIRI DAN PRESTASI BELAJAR STATISTIKA PADA MAHASISWA
Penilaian akan efikasi-diri merupakan salah satu faktor personal yang menjadi perantara interaksi antara faktor perilaku dan faktor lingkungan. Efikasi-diri yang dipersepsikan oleh individu merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan dalam performansi yang akan datang, pada gilirannya kemudian, dapat pula menjadi faktor yang ditentukan oleh pola keberhasilan-kegagalan performansi yang pernah dialami
FAKTOR-FAKTOR PSIKOLOGIS YANG BERTALIAN DENGAN PERBEDAAN ANTARA PRESTASI DAN KEMAMPUAN DARI PARA PELAJAR SMP DI YOGYAKARTA
Masalah pembangunan tidak dapat lepas dari masalah pendidikan.Adalah suatu kenyataan bahwa antara kemajuan suatu Negaradan taraf pendidikannya selalu terdapat hubungan timbal balik yang sangaterat(2). Pembangunan membutuhkan lebih banyak tenaga yangberprestasi sesuai dengan potensinya masing-masing. Dalamdunia pendidikan, yang dimaksud dengan prestasi ialah prestasi bela-jar, yakni hasil yang dicapai seseorang dalam usaha belajarnya sebagai-mana dinyatakan dengan nilai-nilai rapornya, sedang kemampuan atau poten-si ialah kemampuan potensil yang sebenarnya sebagaimana dinyatakan dengannilai tes intelligensi (12)
Peran Iklim Sekolah terhadap Perundungan
Bullying merupakan fenomena gunung es. Meskipun lebih dari 79 % siswa dilaporkan pernah mengalami bullying, namun hanya 21 % kasus bullying yang terangkat ke permukaan. Dari jumlah tersebut, separuhnya mengaku tidak memiliki strategi tertentu untuk menghentikannya. Sebagai ibu kota negara, Jakarta merupakan model. Walaupun sejumlah intervensi telah dilakukan untuk mencegah terjadinya bullying, namun belum memberikan hasil yang signifikan. Bullying yang terjadi di sekolah tidak bisa dilepaskan dari iklim sekolah, yaitu faktor kontekstual yang memperngaruhi pembelajaran maupun perkembangan siswa di sekolah. Terdapat tiga hal utama dalam pencegahan bullying, yaitu: dukungan/perhatian guru, pembentukan nilai dan norma sekolah yang sehat, serta relasi antar teman sebaya. Penelitian ini melihat peran iklim sekolah terhadap bullying. Riset terhadap 723 siswa yang berasal dari lima wilayah provinsi DKI Jakarta, dilakukan dengan menggunakan teknik sampling kluster acak. Alat ukur school climate scale dan scale of bullying digunakan dalam penelitian ini setelah melalui proses adaptasi. Hasil riset menunjukkan bahwa komponen-komponen iklim sekolah memiliki korelasi signifikan dengan arah negatif terhadap bullying. Hasil penelitian ini menyarankan pentingnya peningkatan iklim sekolah dalam penanganan bullying
Eksplorasi Gaya Respons Ekstrem dalam Mengisi Kuesioner
This study aimed to apply the mixture Rasch Model Analysis techniques to identify the proportion of students who possess extreme response styles when completing the questionnaire. Total 2.981 high school students from 30 cities in 15 provinces were instructed to complete questionnaires measuring self-esteem. Self-Self-Esteem Scale consists of four self-reported sub-scales using Likert's model. Analysis suggest that based on how to respond to the scale, student in this study was grouped into three classes: extreme response style class, normal class, and mixture class. These numbers of class were consistent on all four sub-scales. The proportion of students who consistently gave an extreme response on four sub-scales was 4 percent; 6 percent was on three sub-scale, 13 percent on two sub-scales and 53 percent on one sub-scale. The small percentage of students who responded consistently gave an extreme responses suggest that high-school students appropriately choose an option response that represent their trait
KUALITAS STIMULI DALAM PENELITIAN EMOSI
This study is part of a continous effort in developing a theory of emotion from the perspective of indonesia people. The shortcoming aim of this study is to select qualified photograps of facial expressions and gestures of people from west and center sides of indonesia juries were 39 psychologist. They selected photos according to a list of question regarding ethnicity, gestures and facial expression of emotions. Frequency an analysis indicates that only 4 photos out of 16 are qualified as stimuli for studies in ethnical background and facial espression of emotio