Media Eksakta
Not a member yet
    136 research outputs found

    Analisis Zat Gizi Makro dan Mutu Organoleptik Sale Pisang Mas (Musa acuminata) Khas Kecamatan Torue

    Full text link
    This study aims to determine the levels of carbohydrates, proteins and fats as well as the organoleptic quality of dried banana mas (Musa acuminata) . Determination of carbohydrate content using the difference method, determination of protein content using the spectrophotometric method, and determination of fat content using the Soxhlet method. The results of the study obtained that the levels of carbohydrates, protein and fat in the sale of mas banana (Musa acuminata) with a natural drying process under direct sunlight, respectively 74.691%; 2.876%; and 0.828%. In the organoleptic quality assessment played by 30 trained panelists. The results showed a color rating of 68%; taste 82.7%; aroma 80.7% and texture 74.7% in the category of "like" the sale of banana mas (Musa acuminata). The results of this study are expected to attract consumers' interest to make banana sale as a daily snack.Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar karbohidrat, protein dan lemak serta mutu organoleptik dari sale pisang mas (Musa acuminata). Pada penentuan kadar karbohidrat menggunakan metode difference, penentuan kadar protein menggunakan metode spektrofotometri, dan penentuan kadar lemak menggunakan metode soxhlet. Hasil penelitian yang diperoleh kadar karbohidrat, protein, dan lemak pada sale pisang mas (Musa acuminata) dengan proses pengeringan secara alami di bawah sinar matahari langsung, secara berturut –turut yakni 74,691%; 2,876%; dan 0,828%. Pada penilaian mutu organoleptik yang diperankan oleh 30 panelis terlatih. Hasil penelitian menunjukkan penilaian warna 68%; cita rasa 82,7%; aroma 80,7%; dan tekstur 74,7% dalam kategori “suka” terhadap sale pisang mas (Musa acuminata). Hasil penelitian ini diharapkan dapat menarik minat konsumen untuk menjadikan sale pisang sebagai cemilan sehari – hari

    Kemampuan Berpikir Kritis dan Kreatif Melalui Project Based-Learning pada Pembelajaran IPAS di Kelas V SDN 1 Tatura

    No full text
    This study aims to describe the procedure of project based learning in science learning in grade V of SD Negeri 1 Tatura and the critical and creative thinking skills of grade V students of SD Negeri 1 Tatura through project based learning. This study is an experimental study of pretest-posttest control group design on 25 students of class VA consisting of 11 females and 15 males as the experimental group and 25 students of class VC consisting of 13 females and 12 males as the control group. Data analysis was carried out through statistical tests: normality test, homogeneity test and Mann Whitney test. The results of the study indicate that: (1) the PjBL model is able to empower students' critical thinking skills in science learning in grade V of SD Negeri 1 Tatura and (2) the PjBL model is able to empower students' creative thinking skills in science learning in grade V of SD Negeri 1 Tatura. Critical thinking and creative thinking skills from learning practices using the PjBL model have a significant impact on achieving optimal science learning outcomes.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan prosedur pembelajaran berbasis proyek dalam pembelajaran IPA di kelas V SD Negeri 1 Tatura dan keterampilan berpikir kritis dan kreatif siswa kelas V SD Negeri 1 Tatura melalui pembelajaran berbasis proyek. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan pretest-posttest control group design pada 25 siswa kelas VA yang terdiri dari 11 perempuan dan 15 laki-laki sebagai kelompok eksperimen dan 25 siswa kelas VC yang terdiri dari 13 perempuan dan 12 laki-laki sebagai kelompok kontrol. Analisis data dilakukan melalui uji statistik: uji normalitas, uji homogenitas dan uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) model PjBL mampu memberdayakan keterampilan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran IPA di kelas V SD Negeri 1 Tatura dan (2) model PjBL mampu memberdayakan keterampilan berpikir kreatif siswa dalam pembelajaran IPA di kelas V SD Negeri 1 Tatura. Keterampilan berpikir kritis dan berpikir kreatif dari praktik pembelajaran dengan menggunakan model PjBL memberikan dampak yang signifikan terhadap pencapaian hasil belajar IPA yang optimal

    Analisis Kadar Tanin Dan Flavonoid Pada Ekstrak Daun Kersen ( Muntingia Calabura L. )

    No full text
    The kersen plant (Muntingia Calabura L.) are plants that have many health benefits, including treating gout, diabetes, and lowering cholesterollevels. The leaves of the kersen plant contain several chemical compounds, including tannins and flavonoids. This study aims to determine the levels of tannins and flavonoids in cherry leaf extract. Cherry leaves are extracted using the maceration method using 70% ethanol solvent. Determination of tannin levels using a UV-Vis spectrophotometer at a wavelength of 742,5 and determination of flavonoid levels using a UV-Vis spectrophotometer at a wavelength of 445 nm. The analysis showed an average tannin content of 9,3% and a average flavonoid content of 90,9 mg/100gTanaman kersen (Muntingia Calabura L.) merupakan tanaman yang memiliki banyak manfaat kesehatan, antara lain mengobati asam urat, diabetes, dan menurunkan kadar kolesterol. Daun kersen mengandung beberapa senyawa kimia, antara lain tanin dan flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar tanin dan flavonoid dalam ekstrak daun kersen. Daun kersen diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Kadar tanin ditentukan menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 742,5 dan kadar flavonoid ditentukan menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 445 nm. Hasil analisis menunjukkan kadar tanin rata-rata sebesar 9,3% dan kadar flavonoid rata-rata sebesar 90,9 mg/100 g

    Analisis Kandungan Antioksidan pada Buah, Tepung dan Biskuit Labu Siam (Sechium Edule)

    No full text
    Chayote or Sechium edule is one of Indonesia's plants and is a potential food commodity to be used as the main ingredient for product development, chayote is a plant that lives in tropical and sub-tropical areas. This study aims to determine the antioxidant content of fruit, flour and chayote biscuits using UV-Vis spectrophotometry. Analysis of the antioxidant content in this research is using the DPPH method (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazil) as a source of free radicals. Fruit extract, flour and chayote biscuits were analyzed for their antioxidant content with various concentrations of 20 ppm, 40 ppm, 60 ppm, 80 ppm, 100 ppm. The results obtained that raw chayote fruit extract has a very weak antioxidant content with an average IC50 value of 256,723 ppm, chayote flour has a moderate antioxidant content with an average value of IC50 140,999 and chayote biscuits has a weak antioxidant content with the average value of IC50 is 179.619 ppm.Labu siam atau sechium edule merupakan salah satu tanaman Indonesia dan merupakan komoditi pangan yang potensial untuk dijadikan bahan utama pengembangan produk, labu siam merupakan tanaman yang hidup di daerah tropis maupun sub tropis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kandungan Antioksidan pada buah, tepung dan biskuit labu siam dengan menggunakan alat spektrofotometri UV-Vis. Analisis kandungan antioksidan pada peneltian ini yaitu dengan menggunakan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) sebagai sumber radikal bebas. Ekstrak buah, tepung dan biskuit labu siam dianalisis kandungan  antioksidannya dengan variasi konsentrasi 20 ppm, 40 ppm, 60 ppm, 80 ppm, 100 ppm. Hasil penelitian diperoleh ekstrak buah labu siam mentah memiliki kandungan antioksidan yang sangat lemah dengan nilai rata-rata IC50 yaitu 256,723 ppm, tepung labu siam memiliki kandungan antioksidan yang sedang dengan nilai rata-rata yaitu IC50 140,999 dan biscuit labu siam memiliki kandungan antioksidan yang lemah dengan nilai rata-rata IC50 yaitu 179,619 pp

    Analisis Kadar Vitamin C dan Aktivitas Antioksidan Pada Buah Naga Merah (Hylocereus Polyrhizus)

    Full text link
    Research on the analysis of vitamin C levels and antioxidant activity in red dragon fruit (Hylocereus polyrhizus) has been carried out using UV-Vis spectrophotometry. In this study, fresh dragon fruit flesh was mashed with a blender and the maceration method with 96% absolute ethanol solvent was carried out three times. The meseration results were evaporated using a rotary evaporator to obtain a thick extract. In the DPPH free radical scavenging test and the determination of vitamin C levels in red dragon fruit extract (Hylocereus polyrhizus) the original vitamin C was used as a comparison. In determining the levels of vitamin C in the extract, the extract solution was made with a concentration of 1000 ppm which was determined by UV-Vis spectrophotometry, showing that the levels of vitamin C in the extract of red dragon fruit (Hylocereus polyrhizus) had an average vitamin C content of 31.413 mg/100g. In the antioxidant activity test of the extract solution, various concentrations were made, namely 50 ppm, 100 ppm, 150 ppm, 200 ppm and 250 ppm, the average percentage of antioxidant activity was 19,859Penelitian tentang analisis kadar vitamin C dan aktivitas antioksidan pada buah naga merah (hylocereus polyrhizus) telah dilakukan menggunakan spektrofotometri Uv-Vis. Pada penelitian ini daging buah naga segar dihaluskan dengan blender dan dilakukan metode maserasi dengan pelarut etanol absolut 96% dilakukan tiga kali pengulangan. Hasil meserasi diuapkan menggunakan rotari evaporator sehingga diperoleh ekstrak kental. Pada uji penangkal radikal bebas DPPH dan penetapan kadar vitamin C dalam ekstrak buah naga merah (hylocereus polyrhizus) menggunakan vitamin C asli sebagai pembanding. Pada penetapan kadar vitamin C dalam ekstrak, larutan ekstrak dibuat dengan konsentrasi 1000 ppm yang ditentukan secara spektorofotometri UV-Vis, menunjukan kadar vitamin C dalam ekstrak buah naga merah (hylocereus polyrhizus) memiliki rata-rata kadar vitamin C yaitu 31,413 mg/100g. Pada uji aktivitas antioksidan larutan ekstrak dibuat berbagai konsentrasi yaitu yaitu 50 ppm, 100 ppm, 150 ppm, 200 ppm dan 250 ppm, didapatkan persentase aktivitas antioksidan rata-rata yaitu 19,85

    ANALISIS KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN DARING TERHADAP MOTIVASI BELAJAR DAN HASIL BELAJAR SISWA KIMIA SMAN 6 SIGI DI MASA PANDEMI COVID-19

    Full text link
    This study aimed to analyze and describe the effectiveness of online learning on learning motivation and the results of learning chemistry at at SMAN 6 Sigi during the covid-19 pandemic. The research sample consisted of 30 students and 2 chemistry teachers. The instruments used in this study were (1) interviews, (2) questionnaires and (3) student results data. The data obtained were analyzed descriptively. Based on the data analysis of the learning motivation questionnaire that has been answered by students of 70.29%  to the category "agree"  and the data learning results obtained from the teacher with a value of 82.17 in the "high" category.  The level of student success in learning can be seen from the their motivation. The higher  motivation they have, the  better results they get. In conclusion, it is clear that online learning during the covid-19 pandemic has been effectively implemented.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan efektivitas pembelajaran daring terhadap motivasi belajar dan hasil belajar kimia di SMAN 6 Sigi selama pandemi covid-19. Sampel penelitian terdiri dari 30 siswa dan 2 guru kimia. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah (1) wawancara, (2) angket dan (3) data hasil belajar siswa. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan analisis data angket motivasi belajar yang telah dijawab oleh siswa sebesar 70,29% dengan kategori “setuju” dan data hasil belajar yang diperoleh dari guru dengan nilai 82,17 dengan kategori “tinggi”. Tingkat keberhasilan siswa dalam belajar dapat dilihat dari motivasinya. Semakin tinggi motivasi yang dimiliki, maka semakin baik pula hasil yang diperoleh. Kesimpulannya, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran daring selama pandemi covid-19 telah terlaksana secara efektif

    ANALISIS KADAR FLAVONOID PADA TANAMAN CIPLUKAN (PHYSALIS ANGULATA L.)

    Full text link
    The purpose of this study is to find out how much flavonoids are in Physalis Angulata L, often known as ciplukan fruit. The maceration extraction method was used in this investigation. Qualitative and quantitative testing were used to conduct this study. The qualitative test revealed that flavonoid levels in the ciplukan fruit extract were present, as evidenced by a color change from pale green to orange to black. The differential pH method pH 1 and pH 4.5 were employed in a quantitative measurement of flavonoids in ciplukan fruit extract. The samples were then examined using UV-Vis spectrophotometry at 520 and 700 nanometers. The amounts of flavonoids in ciplukan fruit extract were 7.31 mg/100g, 3.855 mg/100, and -7.062 mg/100g, respectively, according to the findings.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa banyak flavonoid yang terdapat dalam Physalis Angulata L, yang sering dikenal sebagai buah ciplukan. Metode ekstraksi maserasi digunakan dalam penyelidikan ini. Pengujian kualitatif dan kuantitatif digunakan untuk melakukan penelitian ini. Uji kualitatif mengungkapkan bahwa kadar flavonoid dalam ekstrak buah ciplukan hadir, sebagaimana dibuktikan oleh perubahan warna dari hijau pucat menjadi oranye menjadi hitam. Metode pH diferensial pH 1 dan pH 4,5 digunakan dalam pengukuran kuantitatif flavonoid dalam ekstrak buah ciplukan. Sampel kemudian diperiksa menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada 520 dan 700 nanometer. Jumlah flavonoid dalam ekstrak buah ciplukan masing-masing adalah 7,31 mg/100g, 3,855 mg/100, dan -7,062 mg/100g, menurut temuan tersebut

    Analisis Perbandingan Kemampuan Guru dalam Merancang dan Mengimplementasikan Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Kognitif Siswa

    No full text
    Problem based learning (PBL) focuses on active student involvement in solving real problems and is widely used in primary education. This study compares teachers’ ability to design and implement PBL with its impact on the cognitive abilities of sixth-grade students studying human organs. Using an experimental method, two student groups were taught using PBL and conventional approaches. Data were collected through cognitive tests and instruments assessing teacher competence in applying PBL. Results showed that students taught through PBL achieved higher cognitive outcomes, and teacher competence in implementing PBL significantly influenced learning results. These findings can guide the development of teaching methods, curriculum improvements, and teacher training to enhance the quality of learning in primary education.Pembelajaran berbasis masalah (PBL) berfokus pada keterlibatan aktif siswa dalam memecahkan masalah nyata dan banyak digunakan dalam pendidikan dasar. Studi ini membandingkan kemampuan guru dalam merancang dan menerapkan PBL dengan dampaknya terhadap kemampuan kognitif siswa kelas enam yang mempelajari organ manusia. Menggunakan metode eksperimen, dua kelompok siswa diajar menggunakan pendekatan PBL dan konvensional. Data dikumpulkan melalui tes kognitif dan instrumen yang menilai kompetensi guru dalam menerapkan PBL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang diajar melalui PBL mencapai hasil kognitif yang lebih tinggi, dan kompetensi guru dalam menerapkan PBL secara signifikan memengaruhi hasil belajar. Temuan ini dapat menjadi panduan untuk pengembangan metode pengajaran, perbaikan kurikulum, dan pelatihan guru guna meningkatkan kualitas pembelajaran di pendidikan dasar

    ANALISIS KADAR MAGNESIUM dan NATRIUM pada BIJI DURIAN dari KABUPATEN PARIGI MAUTONG SULAWESI TENGAH

    Full text link
    Durian seeds are rich in minerals, especially magnesium and sodium minerals. This study aims to determine the levels of magnesium and sodium contained in durian seeds. Determination of magnesium and sodium levels using atomic absorption spectrophotometer (AAS). Magnesium levels were analyzed at a wavelength of 285.2 nm and sodium at a wavelength of 589 nm. Before determining the levels of magnesium and sodium, first determine the water content and ash content in the sample. The results showed that the analysis of the water content in the sample obtained 7.519% and ash content of 16.845%. Furthermore, the analysis of magnesium levels obtained an average result of 7.315 mg/Kg and sodium levels of 4.249 mg/Kg.Biji durian kaya akan mineral, terutama mineral magnesium dan natrium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar magnesium dan natrium yang terkandung dalam biji durian. Penentuan kadar magnesium dan natrium menggunakan spektrofotometer serapan atom (AAS). Kadar magnesium dianalisis pada panjang gelombang 285,2 nm dan natrium pada panjang gelombang 589 nm. Sebelum menentukan kadar magnesium dan natrium, terlebih dahulu ditentukan kadar air dan kadar abu dalam sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis kadar air pada sampel diperoleh 7,519% dan kadar abu 16,845%. Selanjutnya analisis kadar magnesium diperoleh hasil rata-rata 7,315 mg/Kg dan kadar natrium 4,249 mg/Kg

    Isolasi Minyak Atsiri(Aetheric oil) Kulit Buah Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia)

    Full text link
    Orange peel contains essential oil, also known as etheric oil (citrus oil) which is widely used by the perfume chemical industry, adds citrus aroma to drinks and food, as well as in the health sector which is used as an anti-oxidant and anti-cancer. determine whether steam distillation and extraction can be used to isolate the essential oil of lime peel. and to determine the refractive index of essential oils produced by characterizing the parameters of physical and chemical properties which include color, refractive index, moisture content, and yield. The results showed that the essential oil can be isolated and extracted from lime peel using steam distillation, the yield of the isolated extract = 1.3850 %, and the yield of the extracted extract = 0.51%. The extraction has reddish color and a characteristic citrus smell, the refractive index of the extraction = 1.3589, and the refractive index of the isolated extract = 1.3830. The volatile oil observed with extract paper on the isolated color is clear or does not leave stains and the extraction results still leave stains. which states that the filter paper has not been in accordance with Indonesian quality standards. The results showed that the color, odor, and refractive index of the isolation were appropriate, while the orange essential oil was obtained from the refractive index, identification using cider paper was not appropriate, while the color and odor results were in accordance with the Indonesian National Standard (SNI).Kulit jeruk mengandung minyak atsiri, atau dikenal juga sebagai minyak eteris (citrus oil) banyak dimanfaatkan oleh industri kimia parfum, menambah aroma jeruk pada minuman dan makanan, serta di bidang kesehatan digunakan sebagai anti oksidan dan anti kanker.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah distilasi uap dan ekstraksi dapat digunakan untuk mengisolasi minyak atsiri kulit jeruk nipis. dan untuk mengetahui indeks bias minyak atsiri yang dihasilkan dengan cara mengkarakterisasi parameter dari sifat fisik dan kimia yang meliputi warna, indeks bias, kadar air, dan rendemen. Hasil menunjukkan bahwa minyak atsiri dapat diisolasi dan di ekstraksi dari kulit jeruk nipis menggunakan distilasi uap, rendemen hasil isolasi  = 1,3850 %, dan rendemen hasil ekstraksi = 0,51 % minyak atsiri hasil iosolasi bening atau tidak berwarna dan bau khas jeruk sedangkan hasil ekstraksi berwaran kemerah-merahan dan bau khas jeruk, indeks bias hasil ekstraksi =1,3589, dan indeks bias hasil iolasi= 1,3830 minyak atsiri hasil identifikasi dengan kertas saring pada hasil isolasi berwarna bening atau tidak meningalkan noda dan hasil ekstraksi masih meninggalkan noda yang menyatakan identifikasih kertas saring hasil isolasi belum sesuai standar mutu Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa warna, bau, dan indeks bias hasil iosolasi telah sesuai sedangkan minyak atsiri jeruk hasil masarasi indeks bias, indentifikasi menggunakkan kertas saring belum sesuai sedangkan hasil warna dan bau hasil masarasi telah sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI)

    108

    full texts

    136

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Media Eksakta
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇