Media Eksakta
Not a member yet
    136 research outputs found

    PENGARUH STRATEGI ROTATING TRIO EXCHANGE DALAM PEMBELAJARAN AKTIF TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP FISIKA PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 13 PALU

    Full text link
    oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/723Penelitian ini bertujuan untuk menguji adanya pengaruh strategi rotating trio exchange dalam model pembelajaran aktif terhadap pemahaman konsep fisika pada siswa kelas VIII SMP Negeri 13 Palu. Jenis penelitian yang digunakan yaitu eksperimen kuasi dengan desain “The Equivalent Pretest-Posttest Design”. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Kelas VIII C sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII D sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan berupa tes pemahaan konsep fisika dalam bentuk esai yang telah divalidasi oleh ahli. Berdasarkan hasil pengolahan data, diperoleh rerata skor pretest pemahaman konsep fisika siswa kelas eksperimen adalah 12,86 dengan standar deviasi 2,44, untuk rerata skor posttest adalah 20,77 dengan standar deviasi 2,49. Untuk kelas kontrol diperoleh rerata skor pretest 12,68 dengan standar deviasi 2,03, sedangkan untuk rerata skor posttest adalah 18,04 dengan standar deviasi 2,38. Analisis data dilakukan dengan teknik statistik uji-t dua pihak dengan taraf signifikan α=0,05. Diperoleh  nilai hasil thitung = 2,77 dan ttabel = 2,02. Ini berarti bahwa nilai thitung  berada diluar daerah penerimaan Ho. Hasil ini menunjukkan ada perbedaan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa, terdapat pengaruh strategi rotating trio exchange dalam pembelajaran aktif terhadap pemahaman konsep fisika pada siswa kelas VIII SMP Negeri 13 Palu.Penelitian ini bertujuan untuk menguji adanya pengaruh strategi rotating trio exchange dalam model pembelajaran aktif terhadap pemahaman konsep fisika pada siswa kelas VIII SMP Negeri 13 Palu. Jenis penelitian yang digunakan yaitu eksperimen kuasi dengan desain “The Equivalent Pretest-Posttest Design”. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Kelas VIII C sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII D sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan berupa tes pemahaan konsep fisika dalam bentuk esai yang telah divalidasi oleh ahli. Berdasarkan hasil pengolahan data, diperoleh rerata skor pretest pemahaman konsep fisika siswa kelas eksperimen adalah 12,86 dengan standar deviasi 2,44, untuk rerata skor posttest adalah 20,77 dengan standar deviasi 2,49. Untuk kelas kontrol diperoleh rerata skor pretest 12,68 dengan standar deviasi 2,03, sedangkan untuk rerata skor posttest adalah 18,04 dengan standar deviasi 2,38. Analisis data dilakukan dengan teknik statistik uji-t dua pihak dengan taraf signifikan α=0,05. Diperoleh  nilai hasil thitung = 2,77 dan ttabel = 2,02. Ini berarti bahwa nilai thitung  berada diluar daerah penerimaan Ho. Hasil ini menunjukkan ada perbedaan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa, terdapat pengaruh strategi rotating trio exchange dalam pembelajaran aktif terhadap pemahaman konsep fisika pada siswa kelas VIII SMP Negeri 13 Palu

    PERBEDAAN PEMAHAMAN KONSEP FISIKA PADA PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GUIDED DISCOVERY BERBANTUAN KOMIK DAN TANPA BANTUAN KOMIK PADA SISWA KELAS VIII SMP AL-AZHAR MANDIRI PALU

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pemahaman konsep fisika antara kelas yang menggunakan model pembelajaran guided discovery berbantuan komik dengan kelas yang menggunakan model pembelajaran guided discovery tanpa bantuan komik pada siswa kelas VIII SMP Al-Azhar Mandiri Palu. Penelitian ini tergolong penelitian Quasi Experimental dengan desain Non-Equivalent Control Group. Sampel penelitian ini adalah 47 siswa. Data pemahaman konsep dikumpulkan dengan memberikan tes pemahaman konsep yang terdiri dari 5 soal uraian. Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji dua pihak. Berdasarkan hasil uji hipotesis, diperoleh bahwa terdapat perbedaan pemahaman konsep fisika antara kelas yang menggunakan model pembelajaran guided discovery berbantuan komik dengan kelas yang menggunakan model pembelajaran guided discovery tanpa bantuan komik (nilai  thitung = 4,35 > nilai = 2,01). Gain Score kedua kelas tersebut berada pada kriteria sedang. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan pemahaman konsep fisika yang kurang signifikan antara kelas yang menggunakan model pembelajaran guided discovery berbantuan komik dengan kelas yang menggunakan model pembelajaran guided discovery tanpa bantuan komik pada siswa kelas VIII SMP Al-Azhar Mandiri Palu.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pemahaman konsep fisika antara kelas yang menggunakan model pembelajaran guided discovery berbantuan komik dengan kelas yang menggunakan model pembelajaran guided discovery tanpa bantuan komik pada siswa kelas VIII SMP Al-Azhar Mandiri Palu. Penelitian ini tergolong penelitian Quasi Experimental dengan desain Non-Equivalent Control Group. Sampel penelitian ini adalah 47 siswa. Data pemahaman konsep dikumpulkan dengan memberikan tes pemahaman konsep yang terdiri dari 5 soal uraian. Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji dua pihak. Berdasarkan hasil uji hipotesis, diperoleh bahwa terdapat perbedaan pemahaman konsep fisika antara kelas yang menggunakan model pembelajaran guided discovery berbantuan komik dengan kelas yang menggunakan model pembelajaran guided discovery tanpa bantuan komik (nilai  thitung = 4,35 > nilai = 2,01). Gain Score kedua kelas tersebut berada pada kriteria sedang. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan pemahaman konsep fisika yang kurang signifikan antara kelas yang menggunakan model pembelajaran guided discovery berbantuan komik dengan kelas yang menggunakan model pembelajaran guided discovery tanpa bantuan komik pada siswa kelas VIII SMP Al-Azhar Mandiri Palu

    ARANG AKTIF SERBUK GERGAJI KAYU JATI (TECTONA GRANDIS L.F) SEBAGAI BAHAN ADSORBEN PADA PEMURNIAN MINYAK JELANTAH

    Full text link
    sed cooking oil can increase the potential for cancer in the body. Therefore, used cooking oil processing efforts were made to improve its quality by using activated charcoal adsorbent of Tectona Grandis L. F sawdust. This study aimed to improve the quality of used cooking oil through refinign by using charcoal adsorbent of Tectona Grandis L.f sawdust. used cooking oil samples were obtained from Ogoamas 1 Village, Sojol Utara District, Donggala Regency. Based on the results of testing the quality of the oil obtained, the water content was 0.22%, free fatty acid content was 0.25% peroxide number was 1.83 meq / Kg, the iodic number was 45, specific gravity was 0.900 g / mL and oil color clear oil with absorbance value was 0.031 A. Based on the quality of several parameters of cooking oil using activated  charcoal of Tectona Grandis L.f sawdust, it has fulfilled the  quality requirements of cooking oil according to SNI 3741-1995.Used cooking oil can increase the potential for cancer in the body. Therefore, used cooking oil processing efforts were made to improve its quality by using activated charcoal adsorbent of Tectona Grandis L. F sawdust. This study aimed to improve the quality of used cooking oil through refinign by using charcoal adsorbent of Tectona Grandis L.f sawdust. used cooking oil samples were obtained from Ogoamas 1 Village, Sojol Utara District, Donggala Regency. Based on the results of testing the quality of the oil obtained, the water content was 0.22%, free fatty acid content was 0.25% peroxide number was 1.83 meq / Kg, the iodic number was 45, specific gravity was 0.900 g / mL and oil color clear oil with absorbance value was 0.031 A. Based on the quality of several parameters of cooking oil using activated  charcoal of Tectona Grandis L.f sawdust, it has fulfilled the  quality requirements of cooking oil according to SNI 3741-1995

    ANALISIS KADAR KALSIUM OKSIDA (CaO) PADA BATU KARANG DI DAERAH PESISIR BAYANG DAMPELAS DONGGALA

    Full text link
    Coral reefs are classified as coral or coral limestone. These corals contain of a high level of calcium purity with more than 90%. These clacium are in the from calcite (CaCO3). Calcite can be used in the industrial sector wich can be processed into a catalyst and use as a mixture 0f portland cement.its economic value increases by converting CaCO3 to CaO trough the calcination process at high temperatures. The coral sampels were taken from the coastal area of Bayang, Dampelas Donggala wich consisted of 2 samples. i.e coastal and montain coral reefs. The CaO levevls contained in coral reefs wer determined by qualitative and quantitative analysis method using XRF (X-Ray Fluorescence). XRF result showed that were CaO compounds in each coral reef sample. The CaO level in the coastal reef was 92,08% before calcination and 92,11% after calcination. Whereas the CaO level in te mountain coastal reef was 94,51% before calcination and 96,77% after calcination.Coral reefs are classified as coral or coral limestone. These corals contain of a high level of calcium purity with more than 90%. These clacium are in the from calcite (CaCO3). Calcite can be used in the industrial sector wich can be processed into a catalyst and use as a mixture 0f portland cement.its economic value increases by converting CaCO3 to CaO trough the calcination process at high temperatures. The coral sampels were taken from the coastal area of Bayang, Dampelas Donggala wich consisted of 2 samples. i.e coastal and montain coral reefs. The CaO levevls contained in coral reefs wer determined by qualitative and quantitative analysis method using XRF (X-Ray Fluorescence). XRF result showed that were CaO compounds in each coral reef sample. The CaO level in the coastal reef was 92,08% before calcination and 92,11% after calcination. Whereas the CaO level in te mountain coastal reef was 94,51% before calcination and 96,77% after calcination

    PENGARUH PENGGUNAAN ALAT SEDERHANA KONVERSI ENERGI MEKANIK DALAM MODEL PEMBELAJARAN POE TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI ENERGI KELAS VII SMPN 15 SIGI

    Full text link
    Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat pengaruh penggunaan alat sederhana dalam model pembelajaran Predict, Observe, Explain (POE) menggunakan metode eksperimen dan model pembelajaran POE tanpa metode eksperimen pada siswa kelas VII di SMP Negeri 15 Sigi. Jenis penelitian ini merupakan eksperimen kuasi dengan desain the eqivalent pretest-posttest group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 15 Sigi. Teknik Sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah Purposive Sampling dengan sampel penelitian adalah kelas VII B sebagai kelompok eksperimen dan kela VII A sebagai kelompok kontrol. Instrumen hasil belajar siswa berupa tes pilihan ganda yang telah divalidkan melalui validitas kontruksi. Tes hasil belajar siswa yang diperoleh menunjukkan bahwa skor rata-rata kelompok eksperimen sebesar 14,91. Dimana hasil ini lebih tinggi dari pada kelompok kontrol yaitu 11,20. Uji hipotesis Uji-t (dua pihak), diperoleh  = 3,18 dan  = 2,00 pada taraf nyata α = 0,05. Ini berarti bahwa nilai  berada diluar daerah penerimaan . Disimpulkan bahwa terdapat pengaruh hasil belajar siswa yang menggunakan alat sederhana dalam model pembelajaran POE menggunakan metode eksperimen dibandingkan hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran POE tanpa metode eksperimen pada siswa kelas VII SMP Negeri 15 Sigi.Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat pengaruh penggunaan alat sederhana dalam model pembelajaran Predict, Observe, Explain (POE) menggunakan metode eksperimen dan model pembelajaran POE tanpa metode eksperimen pada siswa kelas VII di SMP Negeri 15 Sigi. Jenis penelitian ini merupakan eksperimen kuasi dengan desain the eqivalent pretest-posttest group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 15 Sigi. Teknik Sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah Purposive Sampling dengan sampel penelitian adalah kelas VII B sebagai kelompok eksperimen dan kela VII A sebagai kelompok kontrol. Instrumen hasil belajar siswa berupa tes pilihan ganda yang telah divalidkan melalui validitas kontruksi. Tes hasil belajar siswa yang diperoleh menunjukkan bahwa skor rata-rata kelompok eksperimen sebesar 14,91. Dimana hasil ini lebih tinggi dari pada kelompok kontrol yaitu 11,20. Uji hipotesis Uji-t (dua pihak), diperoleh  = 3,18 dan  = 2,00 pada taraf nyata α = 0,05. Ini berarti bahwa nilai  berada diluar daerah penerimaan . Disimpulkan bahwa terdapat pengaruh hasil belajar siswa yang menggunakan alat sederhana dalam model pembelajaran POE menggunakan metode eksperimen dibandingkan hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran POE tanpa metode eksperimen pada siswa kelas VII SMP Negeri 15 Sigi

    PENGARUH MODEL KOOPERATIF TIPE TALKING STICK DISERTAI METODE EKSPERIMEN TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA PADA PESERTA DIDIK KELAS XI SMA NEGERI 5 PALU

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe talking stick disertai metode eksperimen terhadap hasil belajar fisika pada peserta didik kelas XI SMA Negeri 5 Palu. Jenis penelitian ini merupakan eksperimen kuasi dengan desain posttest-only control group design. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah proposive sampling dengan sampel penelitian adalah kelas XI MIPA 4 sebagai kelompok eksperimen (n=29) dan kelas XI MIPA 3 sebagai kelompok kontrol (n=30). Pada kelas eksperimen diberi perlakuan dengan menggunakkan model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick dan kelas kontrol menggunakan model pembelajaran Direct Instruction, dimana kedua kelas menggunakan metode eksperimen. Setelah pembelajaran selesai, kedua kelas diberikan tes akhir untuk menguji hasilnya. Berdasarkan hasil dari kedua kelas, dari analisa data diperoleh bahwa skor rata-rata kelompok eksperimen 14,81 dan skor rata-rata kelompok kontrol yaitu 9,03. Berdasarkan hasil uji hipotesis, diperoleh  dan  pada taraf nyata . Hal ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe taling stick disertai metode eksperimen terhadap hasil belajar fisika pada peserta didik kelas XI SMA Negeri 5 Palu.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe talking stick disertai metode eksperimen terhadap hasil belajar fisika pada peserta didik kelas XI SMA Negeri 5 Palu. Jenis penelitian ini merupakan eksperimen kuasi dengan desain posttest-only control group design. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah proposive sampling dengan sampel penelitian adalah kelas XI MIPA 4 sebagai kelompok eksperimen (n=29) dan kelas XI MIPA 3 sebagai kelompok kontrol (n=30). Pada kelas eksperimen diberi perlakuan dengan menggunakkan model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick dan kelas kontrol menggunakan model pembelajaran Direct Instruction, dimana kedua kelas menggunakan metode eksperimen. Setelah pembelajaran selesai, kedua kelas diberikan tes akhir untuk menguji hasilnya. Berdasarkan hasil dari kedua kelas, dari analisa data diperoleh bahwa skor rata-rata kelompok eksperimen 14,81 dan skor rata-rata kelompok kontrol yaitu 9,03. Berdasarkan hasil uji hipotesis, diperoleh  dan  pada taraf nyata . Hal ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe taling stick disertai metode eksperimen terhadap hasil belajar fisika pada peserta didik kelas XI SMA Negeri 5 Palu

    108

    full texts

    136

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Media Eksakta
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇