Jurnal MIPA
Not a member yet
    355 research outputs found

    Kelimpahan dan Keanekaragaman Kupu-Kupu Nymphalidae di Hutan Kota Kuwil Minahasa Utara Sulawesi Utara

    Get PDF
    Nymphalidae merupakan famili yang memiliki jumlah spesies terbesar dibandingkan dengan famili lainnya. Kupu-kupu tersebut dalam suatu ekosistem memiliki peran yang penting yaitu sebagai polinator dalam penyerbukan, dan dapat dijadikan bioindikator lingkungan. Data kelimpahan dan keanekaragaman kupu-kupu Nymphalidae pada kawasan hutan Kuwil pada saat ini belum tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelimpahan dan keanekaragaman spesies kupu-kupu famili Nymphalidae di Hutan Kota Kuwil Minahasa Utara. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode transek. Penempatan transek pada setiap habitat dilakukan secara Purposive Random Sampling. Tipe habitat pada lokasi penelitian adalah pinggir sungai, hutan dan kebun. Pengambilan sampel dilakukan sepanjang garis transek menggunakan sweepnet. Komposisi spesies Nymphaldae ditemukan sebanyak  21 spesies dan 208 individu. Spesies yang memiliki kelimpahan tertinggi adalah Parthenos shylvia dan Idea blnchardii. Analisis keanekaragaman didapatkan kelimpahan spesies Nymphalidae pada habitat pinggir sungai sebesar 101 individu, hutan 70 individu,  dan kebun 37 individu. Indeks keanekargaman spesies di pinggir sungai 2,55, hutan 2,41 dan kebun 2,03. Indeks kekayaan spesies pinggir sungai 3,25, hutan 3,06 dan kebun 2,49. Indek kemerataan spesies pinggir sungai memiliki nilai yang sama dengan hutan yaitu sebesar 0,91, sedangkan pada kebun sebesar 0,88. Berdasarkan nilai tersebut didapatkan bahwa kelimpahan, indeks kekayaan dan indeks keanekaragaman spesies kupu-kupu Nymhalidae  tertinggi ditemukan pada habitat pinggir sungaiNymphalidae is a family with the largest number of species compared to other families. This butterfly has an important role as a pollinator for pollination in an ecosystem, and can be used as an environmental bioindicator. Data on abundance and variation of Nymphalidae butterflies in the Kuwil forest area was not avilable. This study aims to analyze the abundance and species of Nymphalidae family butterflies in the Forest of the Northern Minahasa Region. The sampling technique that was used is the transect method. Transect placement in each habitat was done by Purposive Random Sampling. The habitat types at the study site are on the river banks, forests and gardens. Sampling was carried out along the transect line using sweepnet. The composition of the Nymphaldae species  found was 21 species and 208 individuals. The species with have the highest abundance are Parthenos shylvia and Idea blnchardii. Diversit

    Potensi Metabolik Komunitas Bakteri Endofit dan Rhizosfer Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.) Berdasarkan Analisis Community-Level Physiological Profiles (CLPP)

    Get PDF
    Aktivitas metabolik dari komunitas bakteri endofit dan rizosfir diukur untuk membandingkan tingkat community-level physiological profiling (CLPP) menggunakan Biolog Ecoplates. Hasil penelitian kami menunjukkan kepadatan bakteri meningkat dengan urutan: endofit<rhizosfer. Keragaman mikroba dinilai oleh kekayaan spesies, jumlah spesies dan indeks kesamaan. Aktivitas total mikroba tertinggi diamati pada mikroba rhizosfer. CLPP menunjukkan bahwa bakteri bisa memanfaatkan semua kelompok sumber karbon sebagai berikut karbohidrat, asam amino, asam karboksilat, polimer, amina/amida, dan senyawa fenolik. Karbohidrat yang paling dimanfaatkan.  Total metabolic activity of endophytic and rhizosphere of bacterial community of sweet potato was measured to compare the community-level physiological profiles (CLPP) using by Biolog Ecoplates. Result of our study revealed that bacterial density increased in the following order: endophytes < rhizosphere. The microbial diversity assessed by species richness, the total number of species present and species evenness. The highest total microbial activity was observed for the rhizosphere. The CLPP revealed that the bacteria could differentially utilize all the groups of carbon sources as follows carbohydrate, amino acid, carboxilyc acid, polymer, amine/amide, and phenolic compound. Carbohydrate was most utilized

    Kandungan Klorofil Total Daun Puring (Codiaeum variegatum L.) Yang Mengalami Cekaman Kekeringan

    Get PDF
    elah dilakukan penelitian untuk mengevaluasi kandungan klorofil total pada daun tanaman puring (Codiaeum variegatum L.) yang mengalami cekaman kekeringan. Tanaman puring varietas gelatik diberi perlakuan kekeringan selama 14 hari dengan tiga kali ulangan pada tanaman puring yang daunnya telah berkembang penuh (fully expanded leaf). Pengambilan sampel daun diambil pada hari ke-0 (sebelum perlakuan kekeringan dimulai), ke-7 dan ke-14 (setelah perlakuan kekeringan) yaitu pada daun tua dan daun muda pada tanaman control/diairi (DA) dan tidak diairi (TA). Kandungan klorofil daun diukur dengan menggunakan alat spektrofotometer pada panjang gelombang 649 dan 665 nm. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANAVA dalam Rancangan Acak Lengkap pada tingkat kepercayaan 95% dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor umur daun serta interaksi antara umur daun dan waktu menyebabkan terjadinya perbedaan kandungan klorofil total pada daun tanaman puring varietas gelatikA study was carried out to evaluate the total chlorophyll content of croton (Codiaeum variegatum L. var. Belvalen) leaves under drought stress. The drought stress was applied for 14 days with three replications on leaf. The fully expanded leaves (old and young leaves) were collected at day 0, 7 and 14 from control (DA) and unirrigated (TA) plants. Leaf chlorophyll content measured using a spectrophotometer at 649 and 665 nm wavelengths. The data were analysed by ANOVA in Completely Randomized Design at 95% confidence level and followed by Least Significant Difference (LSD) test. The results showed that leaf age factor and the interaction between leaf age and time caused differences in total chlorophyll content in the leaves of croton cv. Gelatik plant

    Kajian Variasi Sekuens Interspesies dan Filogeni Kelelawar Pteropus sp. Menggunakan Gen COI

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variasi interspesies kelelawar Pteropus sp. dan menjelaskan hubungan filogeni Pteropus sp. dengan spesies Pteropus lain yang terdata di GenBank berdasarkan Gen COI. Analisis sekuens menggunakan Geneious v5.6.4 dan menunjukkan adanya variasi interspesies sekuens gen COI pada ketiga sampel Pteropus sp. yang ditunjukkan oleh adanya perbedaan 5 pasang basa nukleotida pada urutan sekuens sampel nomor 157, 160, 421, 427 dan 652 dengan jarak genetik 0,006. Filogeni Ke-3 sampel kelelawar Pteropus sp. dengan spesies Pteropus lain dilakukan menggunakan MEGAX. Hasil filogeni menunjukkan bahwa sampel yang diteliti merupakan kelelawar dari genus Pteropus tetapi belum dapat dipastikan spesiesnya, karena ketika pohon filogeni dikonstruksikan membentuk satu klaster sendiri. Penjelasan dari proses tersebut adalah penyortiran garis keturunan yang tidak lengkap dan terjadinya hibridisasi, serta diduga bahwa primer yang digunakan kurang mampu dalam membedakan variasi intrespesies terhadap kelelawar genus PteropusThis study aimed to analyze the interspecificvariations of bats from Pteropus sp. and describethe phylogenetic relationship of Pteropus sp. with other Pteropus species recorded inGenBank based on the COI gene. Sequenceanalysis by Geneious v5.6.4 showed interspecificvariations of COI gene sequences in all threesamples of Pteropus sp. which was indicated byvariations in 5 nucleotide base pairs in thesequences number 157, 160, 421, 427 and 652with 0.006 of genetic distance value. Phylogeneticof the 3 bat samples of Pteropus sp. with otherPteropus species was carried out by MEGAX.Phylogenetic analyses showed that the samplesstudied are bats of the genus Pteropus, but theexact species cannot be determined because thesamples were grouped in the same cluster duringphylogenetic tree construction. The most probable explanation for this observation is hybridization between two different Pteropus spesies and also it is assumed that the primersused are not capable to distinguish interspecificvariations of the bats from the Pteropus genusPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis variasi interspesies kelelawar Pteropus sp. dan menjelaskan hubungan filogeni Pteropus sp. dengan spesies Pteropus lain yang terdata di GenBank berdasarkan Gen COI. Analisis sekuens menggunakan Geneious v5.6.4 dan menunjukkan adanya variasi interspesies sekuens gen COI pada ketiga sampel Pteropus sp. yang ditunjukkan oleh adanya perbedaan 5 pasang basa nukleotida pada urutan sekuens sampel nomor 157, 160, 421, 427 dan 652 dengan jarak genetik 0,006. Filogeni Ke-3 sampel kelelawar Pteropus sp. dengan spesies Pteropus lain dilakukan menggunakan MEGAX. Hasil filogeni menunjukkan bahwa sampel yang diteliti merupakan kelelawar dari genus Pteropus tetapi belum dapat dipastikan spesiesnya, karena ketika pohon filogeni dikonstruksikan membentuk satu klaster sendiri. Penjelasan dari proses tersebut adalah penyortiran garis keturunan yang tidak lengkap dan terjadinya hibridisasi, serta diduga bahwa primer yang digunakan kurang mampu dalam membedakan variasi intrespesies terhadap kelelawar genus Pteropu

    Pemodelan Penggunaaan Energi Turbin Angin Untuk Daerah Manado

    Get PDF
    Salah satu renewable energy yang berkembang terutama di Indonesia saat ini adalah turbin angin. Penelitian ini bertujuan membuat suatu pemodelan dan simulasi dari suatu tipe wind turbine dengan menggunakan data real dan kontinyu dari kecepatan angin yang ada di daerah Manado. Dengan hasil yang dibuat maka dapat diprediksi berapa besar daya yang dapat dihasilkan oleh wind turbine tersebut jika diguanakan di daerah Manado. Dengan demikian dapat dilakukan analisa selanjutnya untuk penerapan renewable energy ini dikalkulasi dengan jumlah daya yang diperlukan oleh masyarakat sehingga penggunaannya sangatlah efektif dan efisien. Pemodelan dan simulasi yang akan dilakukan berupa phisycal dan statistical model dengan menggunakan data kecepatan angin dari NASA selama 1 tahun. Software yang akan digunakan untuk pemodelan dan simulasi tersebut adalah Matlab yang dapat menggabungkan input data yang kontinyu dengan physical model. Adapun pembuatan model dan simulasi ini akan dilakukan melalui tahapan-tahapan sebagai berikut: tahapan perancangan sistem yang mencakup perangkat lunak, tahapan pembuatan model yang mencakup pembuatan perangkat lunak, tahapan pengujian sistem yang mencakup pengujian model, perangkat lunak serta simulasi sistem dengan menggunakan data kecepatan anginOne renewable energy that is developing especially in Indonesia today is wind turbines .This study aims to make a modeling and simulation of a type of wind turbine using real and continuous data from wind speeds in the Manado area. With the results made, it can be predicted how much power can be produced by the wind turbine if used in the Manado area. Thus, further analysis can be done for the application of renewable energy, which is calculated by the amount of power needed by the community so that its use is very effective and efficient. Modeling and simulation will be carried out in the form of physical and statistical models using wind speed data from NASA for 1 year. The software that will be used for modeling and simulation is Matlab which can combine continuous input data with physical models. The modeling and simulation will be carried out through the stages as follows: the stage of system design that includes software, the stage of making models that include software creation, the stage of system testing which includes testing of models, software and system simulations using wind speed dataÂ

    Uji Penggunaan PGPR (Plant Growth-Promoting Rhizobacteria) terhadap Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Cabai Merah (capsicum Annuum L.)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan yang menguji Perbandingan pertumbuhan vegetatif tanaman cabai merah (capsicum Annuum L.) akibat Pemberian Komposisi PGPR (Plant Growth-Promoting Rhizobacteria) yang perbeda. Pertumbuhan tanaman diukur berdasarkan tinggi tanaman, jumlah daun, volume akar, berat basah dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menujukkan bahwa PGPR dapat meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, volume akar, berat basah dan berat kering tanaman cabe.Tinggi tanaman terbaik setelah diperlakuan selama 28 hari adalah dengan pemberian PGPR disertai dengan pemberian pupuk kandang dengan tinggi (24.44 cm), yang diikuti oleh pemberian PGPR + kompos dengan tinggi (22.04 cm), dan pemberian PGPR + NPK dengan tnggi tanaman 19.68 cm . Volume akar akan lebih tinggi bila diberikan PGPR yang ditambah dengan pupuk kandang , atau kompos maupun NPK, tetapi tdak berbeda hasilnya bila hanya diberikan PGPR saja. Jumlah daun dapat ditingkatkan bila diberikan PGPR yang ditambah dengan pupuk kandang, atau kompos maupun NPK. Pemberian PGPR + NPK tidak memberikan jumlah daun yang berbeda dengan pemberian PGPR saja.Berat basah akan meningkat bila diberikan PGPR saja maupun ditambah dengan pemberian pupuk kandang, atau kompos maupun NPK. PGPR ditambah dengan pupuk kandang maupun kompos memberikan dampak yang sama terhadap berat basah.Berat kering akan meningkat bila diberikan PGPR saja maupun ditambah dengan pemberian pupuk kandang, atau kompos maupun NPK. PGPR ditambah dengan pupuk kandang maupun kompos memberikan dampak yang sama terhadap berat basahThis study aimed to examine the comparison of vegetative growth of red chili (capsicum Annuum L.) due to the administration of different PGPR (Plant Growth-Promoting Rhizobacteria) Composition. Plant growth was measured based on plant height, number of leaves, root volume, wet weight and dry weight of the plant. The results showed that PGPR can increase plant height, number of leaves, root volume, wet weight and dry weight of chilli plants. The best plant height after being treated for 28 days is by giving PGPR accompanied by administering manure with height (24.44 cm), followed by by giving PGPR + compost with a height (22.04 cm), and giving PGPR + NPK with a plant height of 19.68 cm. Root volume will be higher if given PGPR added with manure, or compost or NPK, but the results are not different if only given PGPR. The number of leaves can be increased if given PGPR added with manure, or compost or NPK. Provision of PGPR + NPK does not provide a number of leaves that are different from the administration of PGPR alone. Wet weight increased when given PGPR alone or added with manure, or compost or NPK. PGPR added with manure or compost gives the same effect on wet weight. Dry weight will increase if given PGPR alone or added with manure, or compost or NPK. PGPR coupled with manure or compost has the same effect on wet weigh

    Analisis Pengaruh Buangan Organik Limbah Cair Rumah Sakit Umum Pancaran Kasih Manado Terhadap Lingkungan Perairan

    Get PDF
    Masalah pencemaran bahan organik naik pesat sejak berkembangnya metode sintesis zat-zat organik dan dengan dipergunakannya berbagai zat organik untuk industri, obat-obatan, pertanian, makanan dan lain-lain. Penelitian bertujuan untuk menganalisis: (1) Buangan organik  limbah cair rumah sakit di lingkungan perairan. (2) Persepsi masyarakat tentang buangan organik limbah cair rumah sakit di lingkungan perairan. (3) Pengaruh keberadaan rumah sakit terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat sekitar. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) Buangan organik limbah cair Rumah Sakit Umum Pancaran Kasih Manado di lingkungan perairan mempunyai nilai kekeruhan yang masih rendah, sementara nilai BOD, COD, koliform, dan E. coli sudah masuk kategori sedang. Untuk itu disarankan supaya: Pengelolaan limbah cair rumah sakit perlu didukung oleh instansi terkait dengan sarana dan prasarana yang sesuai dengan kondisi rumah sakit, termasuk penegakan peraturan dan penyuluhan untuk meningkatkan kesadaran akan lingkungan yang bersih, aman, dan nyaman, dengan prinsip: “Lingkungan Rumah Sakit Tempat Penyembuhan Penyakit, bukan Tempat Penyebaran Penyakitâ€The problem of pollution of organic matter has risen rapidly since the development of methods for synthesis of organic substances and by the use of various organic substances for industry, medicine, agriculture, food and others. The study aims to analyze: (1) Organic waste from hospital wastewater in aquatic environments. (2) Public perception of hospital liquid waste discharges in the aquatic environment. (3) The effect of the existence of the hospital on the socio-economic conditions of the surrounding community. Based on the results of the study it can be concluded that: (1) Organic wastewater from the Pancaran Kasih General Hospital Manado in the aquatic environment has a low turbidity value, while the BOD, COD, coliform, and E. coli values are in the medium category. For this reason, it is suggested that: Hospital wastewater management needs to be supported by agencies related to facilities and infrastructure that are in accordance with hospital conditions, including enforcement of regulations and counseling to increase awareness of a clean, safe and comfortable environment, with the principle: "Home Environment Pain, a place to heal disease, not a place for spreading diseas

    Respon Ionosfer Terhadap Badai Matahari Berdasarkan Analisis Kandungan Elektron Total dan Indeks Gangguan Geomagnet

    Get PDF
    Ionosfer merupakan bagian dari lapisan atmosfer bumi yang dinamikanya sangat berpengaruh terhadap sistem komunikasi dan navigasi bumi yang mengandalkan ionosfer sebagai medium rambatan ataupun pantulan. Badai matahari sangat berpengaruh terhadap perubahan parameter-parameter ionosfer. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi respon ionosfer Manado terhadap badai matahari bulan Maret 2015. Telah digunakan analisis  jumlah kandungan elektron (TEC, Total Electron Content), dan Indeks gangguan geomagnet (DST, Distributing Storm Time). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan indeks DST sebesar -223nT pada tanggal 18 Maret 2015 yang dilanjutkan oleh penurunan TEC sebesar 20,85 TECU dua jam setelahnya. Proses pemulihan Indeks DST sebanding dengan proses pemulihan TEC yakni 5 hari mulai dari tanggal 18–23 Maret 2015.The ionosphere is part of the layer of the Earth's atmosphere whose dynamics are very influential on the earth's communication and navigation systems that rely on the ionosphere as a propagation medium or reflection. Solar storms greatly influence changes in ionospheric parameters. This study aims to evaluate Manado's ionospheric response to solar storms in March 2015.This research is using the analysis of the amount of electron content (TEC, Total Electron Content) and geomagnetic interference index (DST, Distributing Storm Time). The results showed that there was a decrease in the DST index of -223nT on March 18, 2015, which was followed by a decrease in TEC of 20.85 TECU two hours later. The recovery process of the DST Index is comparable to the TEC recovery process, which is 5 days from March 18-23 201

    Analisa Efisiensi Penggunaan PLTMH Pada Sungai Abuang Desa Wioy Kabupaten Minahasa Tenggara

    Get PDF
    Kabupaten minahasa tenggara adalah salah satu kabupaten di antara 15 kabupaten/kota yang ada di provinsi Sulawesi utara. Desa wioy merupakan salah satu Desa yang berada pada wilayah kepemerintahan Kabupaten Minahasa Tenggara, yang memiliki potensi untuk dibangunnya Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) dengan sungai Abuangnya, dimana data yang diperoleh dari stasiun Klimatologi Bandara Sam Ratulangi Manado, Propinsi Sulawesi Utara, diketahui bahwa curah hujan rata-rata tahunan berkisar antara 3.839.60 mm, dengan penyebaran curah hujan rata-rata bulanan 319.97 mm yaitu berkisar antara 107.32 – 604.86 mm dan jumlah hari hujan rata-rata bulanan sebanyak 19 hari hujan yaitu berkisar antara 11 – 26 hari hujan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis efisiensi perbandingan penggunaan sumber listrik PLN dan PLTMH di sungai Abuang. Adapun proses perhitungan efisiensi melalui proses  perhitungan harga pokok produksi PLTMH di sungai Abuang dibandingkan dengan energi yang dihasilkan. Dan dengan menggunakan tarif dasar listrik PLN dapat dihitung perbandingan efisiensi dengan penggunaan daya yang dihasilkan oleh PLMTHSoutheast Minahasa Regency is one of the 15 regencies / cities in North Sulawesi Province. Wioy Village is one of the villages in the governance area of Southeast Minahasa Regency, which has the potential to build a Micro Hydro Power Plant (PLTMH) with its Abuang river, where data obtained from the Climatology Station of the Sam Ratulangi Airport in Manado, North Sulawesi Province, it is known that average annual rainfall ranges from 3,839.60 mm, with the spread of the average monthly rainfall of 319.97 mm which ranges from 107.32 - 604.86 mm and the number of monthly average rainy days is 19 rainy days which is between 11-26 rainy days . This study aims to analyze the comparative efficiency of the use of PLN and PLTMH power sources in the Abuang river. The efficiency calculation process through the calculation of the cost of PLTMH production in the Abuang river compared with the energy produced. And by using the basic electricity tariff of PLN can be calculated the ratio of efficiency with the use of power generated by PLMT

    Model Statistika Prediksi Energi Surya Dengan Menggunakan Autoregresif Integrated Moving Average (ARIMA)

    Get PDF
    Energi terbarukan adalah salah satu masalah energi paling terkenal saat ini. Ada beberapa sumber potensial energi terbarukan. Salah satu energi terbarukan yang umum dan sederhana adalah energi matahari. Masalah besar ketersediaan energi saat ini adalah terbatasnya sumber energi konvensional seperti bahan bakar. Ini semua sumber energi memiliki banyak masalah karena memiliki jumlah energi yang terbatas. Penting untuk membuat model dan analisis berdasarkan ketersediaan sumber energi. Energi matahari adalah energi terbarukan yang paling disukai di negara-negara khatulistiwa saat ini. Tergantung pada produksi energi surya di daerah tertentu untuk memiliki desain dan analisis energi matahari yang baik. Untuk memiliki analisis yang baik tentang itu, dalam makalah ini kami membuat model prediksi energi surya berdasarkan data iradiasi matahari. Kami membuat model energi surya dan angin dengan menggunakan Metode Autoregresif Integrated Moving Average (ARIMA). Model ini diimplementasikan oleh R Studio yang kuat dari statistik. Sebagai hasil akhir, kami mendapatkan model statistik solar yang dibandingkan dengan data aktualRenewable energy is one of the most fomous issues of energy today. There are some renewable energy potential sources. One of the common n simple renewable energy is solar energy. The big problem of the availability of energy today is the limeted sources of conventional enery like fuel. This all energy sources have a lot of problem because it has a limited number of energy. It is important to make a model and analysis based on the availability of the energy sources. Solar energy is the most prefered renewable energy in equator countries today. It depends on the production of solar energy in certain area to have a good design and analysis of  the solar energy. To have a good analysis of it, in this paper we make a prediction model of solar energy based on the data of solar irradiation. We make the solar and wind enery model by using Autoregresif Integrated Moving Average (ARIMA) Method. This model is implemented by R Studio that is a powerfull of statistical. As the final result, we got the statistical model of solar comparing with the actual dat

    335

    full texts

    355

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal MIPA
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇