Jurnal MIPA
Not a member yet
    355 research outputs found

    Aktivitas Antihiperglikemik dari Ekstrak Etanol dan Heksana Tumbuhan Suruhan (Peperomia pellucida [L.] Kunth) pada Tikus Wistar (Rattus norvegicus L.) yang Hiperglikemik

    Get PDF
    Telah dilakukan penelitian kadar glukosa darah tikus wistar yang hiperglikemia pada pemberian ekstrak etanol dan heksana tumbuhan suruhan (Peperomia pellucida [L]. Kunth). Penelitian ini menggunakan metode uji toleransi glukosa, terhadap 16 ekor tikus jantan wistar yang hiperglikemia akibat diinduksi sukrosa. Selanjutnya, tikus dibagi dalam 4 kelompok perlakuan yaitu kelompok kontrol negatif (K-) diberi CMC 0,5%, kelompok kontrol positif (K+) diberi Glibenklamid dosis 0,45 mg/kgBB, kelompok ekstrak etanol tumbuhan suruhan (EETS) dosis 40 mg/kgBB, dan kelompok ekstrak heksana tumbuhan suruhan (EHTS) dosis 40 mg/kgBB. Setiap kelompok terdiri dari 4 ekor tikus. Kadar glukosa darah tikus diukur dengan alat Drglukometer pada menit ke-30, 60, dan 120 setelah diberikan perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada menit ke-120, kadar glukosa darah tikus pada kelompok EETS dan EHTS masing-masing turun sebesar 54,57% dan 51,25%, dan tidak berbeda nyata dengan K(+). Kadar glukosa darah kelompok K(+) dan EETS pada menit ke-120 mencapai kadar yang sama dengan keadaan basal (normal). Penelitian ini menyimpulkan bahwa ekstrak etanol dan heksana tumbuhan suruhan dengan dosis 40 mg/KgBB memiliki efek hipoglikemik pada tikus jantan wistar yang hiperglikemia.A study on blood glucose level in hyperglycemic wistar rats treated with ethanol and hexane extracts of suruhan (Peperomia pellucida [L]. Kunth) had been done. This study used glucose tolerance test method applied on 16 male wistar rats which were hyperglycemic by sucrose induction. The rats were divided into four treatment groups, each of which contained four rats, which were negative control (K-) group treated with CMC 0.5%, positive control (K+) group treated with glibenclamide 0.45 mg/kg body weight, group treated with ethanol extract of P. pellucida (EETS) 40 mg/kg body weight, and group treated with hexane extract of P. pellucida (EHTS) 40 mg/kg body weight. Glucose level in rat blood was measured using Drglucometer at minute 30, 60, and 120 after treatment. The results showed that at minute 120 the blood glucose level of EETS and EHTS was decreased by 54.57% and 51.25%, respectively, which were not significantly different from K(+). At minute 120, blood glucose of K(+) and EETS reached the same level with that of basal (normal) state. It was concluded that ethanol and hexane extract of P. pellucida 40 mg/kg body weight had hypoglycemic effect on hyperglycemic wistar rats

    Cover

    No full text

    Uji Total Flavonoid Pada Beberapa Tanaman Obat Tradisonal Di Desa Waitina Kecamatan Mangoli Timur Kabupaten Kepulauan Sula Provinsi Maluku Utara

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menguji total kandungan flavonoid pada beberapa tanaman obat tradisional. Penentuan kandungan total flavonoid dilakukan dengan menggunakan metode etanol – HCl, sedangkan analisis flavonoid menggunakan Metode spektrofotometeyr UV-VIS . Hasil yang diperoleh menunjukan kandungan total flavonoid pada tanaman ketepeng cina (Cassia alata L) sebesar 26.8633 mg/mL , iler (Coleus scutellariodes L Benth) sebesar 14.425 mg/mL , rumput teki (Cyperus rotundus L) sebesar 6.505 mg/mL, pegagan (Centella asiatica) sebesar 3.816 mg/mL, rumput mutiara (Oldenlandia corymbosa) sebesar 2.686 mg/mL dan waru (Hibiscus tiliaceus L) sebesar 1.425 mg/mL. Kandungan total flavonoid tertinggi terdapat pada daun ketepeng sebesar 26.863 mg/mL, sedangkan kandungan flavonoid terendah terdapat pada daun waru sebesar 1.425 mg/mL. Analisis flavonoid dilakukan pada 𜆠= 200 - 400 nm dan ðœ†maks = 205 nm. Hasil analisis flavonoid menunjukkan bahwa [A] daun iler panjang gelombang maksimum yaitu 205 nm dan (pita I) 300 nm dan (pita II) 250 nm dengan absorbansi 0.242 positif mengandung flavonol. [B] daun rumput mutiara panjang gelombang maksimum 205 nm dan dapat dilihat pada (pita I) 305 nm dan (pita II) 260 nm dengan absorbansi 0.023 positif mengandung flavonol. [C]) daun ketepeng panjang gelombang maksimum 205 nm dan dapat dilihat pada (pita I) 330 nm dan (pita II) 276 nm dengan absorbansi 0.167 positif mengandung flavonol. [D]) daun pegagan panjang gelombang maksmum 205 nm dan dapat dilihat pada (pita I) 310 nm dan (pita II) 265 nm dengan absorbansi 0.047 positif mengandung flavonol. (E) rumput teki hanya terdapat (I pita) yaitu 295 nm dengan absorbansi 0.029 positif mengandung flavon. (F) Begitupun dengan daun waru hanya terdapat (I pita) yaitu 290 nm dengan absorbansi 0.036 positif mengandung flavon. Dapat disimpulkan bahwa berdasarkan uji kualitatif tanaman iler, ketepeng, rumput mutiara, rumput teki dan pegagan mengandung flavonoid kecuali tanaman waru tidak terdeteksi kandungan flavonoidnya.This studyaims to examine the total flavonoid contentin some traditional medicinal plants. Determination of total flavonoid content swere determined using ethanol-HCl, where as flavonoid analysis was analysed by spectrophotometry UV-VIS.The results showed the total flavonoid contentin Ketepeng China plant (Cassia alataL.) was 26.863 mg/ml, Iler plant (Coleus scutellariodes L. Benth) was 14.2464 mg/ml, nut-grass (Cyperus rotundus L.) was 6.505 mg/ml; Pegagan (Centella asiatica) was 3.816 mg/ml; pearl grass (Oldenlandia corymbosa) was 2.686 mg/ml, and Waru (Hibiscus tiliaceus L.) was 1.425 mg/ml. The highest total flavonoid was found in ketepeng(26.8633mg/ml), whereas the lowest was found in waru (1.4246 mg/ml). Flavonoid analysis was performed using a spectrometer with a wavelength (λ) of 200-400 nm, with λmax = 205 nm. Flavonoid analysis using a spectrophotometer, amon others showed that: (1) The maximum wavelength of Iler leaf was 205 nm and can be see non the Band I 300 nm and Band II 250 nm, with 0.242 absorbance. This indicates that this isolate was positive for flavonols; (2) Maximum wavelength of pearl leaf was 205 nm and can be see non the Band I 305 nm and Band II 260 nm, with 0.023 absorbance. This indicates that this isolate was positive for flavonols; (3) Maximum wavelength of ketepeng leaf was 205 nm and can be see non the Band I 330 nm and Band II 276 nm, with 0.167 absorbance. This indicates that this isolate was positive for flavonols; (4) Maximum wavelength of pegagan leaf was 205 nm and can be see non the Band I 310 nm and Band II 265 nm, with 0.047 absorbance. This indicates that this isolate was positive for flavonols; (5) nut-grass had only 1 band, namely 295 nm with absorbance 0.029. This indcates that this isolate was positive for flavons; (6) waru leaf had also only 1 band, namely 290 nm with absorbance 0.036. This this isolate was positive for flavons

    Uji Kualitas Minyak Biji Adas (Foeniculum vulgare) yang diperoleh dengan Metode Soxhletasi

    Get PDF
    Telah dilakukan penelitian untuk menguji kualitas minyak biji adas (Foeniculum vulgare) yang diperoleh dengan metode soxhletasi. Biji adas dikenal sebagai allround flavoring agent karena memiliki aroma yang khas, sehingga banyak digunakan dalam bidang farmasi maupun industri.  Minyak adas tergolong dalam minyak atsiri dengan komponen utamanya anetol yang memberikan aroma yang harum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas minyak biji adas yang dihasilkan dengan menggunakan metode soxhletasi. Biji adas diekstraksi dengan menggunakan metode soxhletasi. Rendemen yang diperoleh diuji kualitasnya berdasarkan standar Food Chemical Codex. Hasil penelitian menunjukkan rendemen rata-rata minyak biji adas adalah 34,95%. Minyak adas hasil soxhletasi yang diuji kualitasnya diperoleh hasil yang baik dengan nilai indeks bias 1,4779, bobot jenis 0,9873, kelarutan dalam alkohol 90% pada perbandingan 1:3 dan jernih pada perbandingan 1:7, dan bilangan asam rata-rata 2,81. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas minyak biji adas dengan metode soxhletasi memberikan hasil yang baik.A research aimed to determine fennel (Foeniculum vulgare) seed oil quality obtained by soxhletation had been accomplished. Fennel seed is known as all round flavoring agent for its distinctive odour and it is widely used in pharmaceutical and industrial fields. Fennel oil is an aromatic oil that contains anetol as its main component which gives a fragrant aroma. The objective of this research was to analyze the quality of fennel seed oil produced by using soxhlet. The analysis was based on the description by Food Chemical Codex. The average yield of fennel seed oil was 34.95% with refractive index of 1.47798 and specific gravity of 0.98732. The oil was soluble in alcohol 90% at a ratio of 1:3 and produce a clear miscible liquid at a ratio of 1:7. In additon, it had acid number of 2.809. The results showed that good quality fennel oil could be obtained by soxhletation

    COVER

    No full text

    Analisis Rantai Markov untuk Mengetahui Peluang Perpindahan Merek Kartu Seluler Pra Bayar GSM (Studi Kasus Mahasiswa Fakultas Pertanian Unsrat Manado)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peluang perpindahan konsumen merek kartu seluler GSM ke merek kartu seluler GSM lainnya serta membuat prediksi peluang perpindahan konsumen merek kartu seluler GSM dikalangan mahasiswa pada masa yang akan datang. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner pada mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Sam Ratulangi Manado. Total sampel dalam penelitian ini adalah 87 orang mahasiswa. Berdasarkan hasil analisis Rantai Markov dengan menggunakan software QM 2.2 for window , diperoleh bahwa pada mahasiswa Fakultas Pertanian UNSRAT pengguna GSM untuk merek AS dan Simpati yang pada awal mendominasi persentase pengguna dan bahkan pada tahun-tahun berikutnya cenderung tetap mendominasi jumlah pengguna GSM. Pada tingkat kedua merek GSM IM3 dan GSM Tri yang mendominasi pengguna GSM, dimana keduanya masing-masing mencapai nilai antara 5-10% dari total pengguna.Dan selanjutnya, merek GSM XL, hanya mampu mencapai angka di bawah 5% saja.Sedangkan merek GSM Axis dan Mentari belum mampu untuk masuk pada pasar dalam populasi mahasiswa Fakultas Pertanian UNSRAT Manado.This study aims to determine the changes of consumers switching between brands of GSM and make predictions of consumer migration opportunities of each brand GSM among students in the future. The data used in the study is primary data collected through a questionnaire on the students of the Faculty of Agriculture, University of Sam Ratulangi Manado. The number of samples taken was 87 students. Based on markov chain analysis using QM 2.2 sofware for windows, found that the students of the Faculty of Agriculture UNSRAT brand GSM users AS and Simpati as a large percentage of users in early and even in later years tend to continue to dominate the numbers of GSM users. On the second level brand GSM users IM3 and Tri dominating users, where each of them reaches a value between 5-10% of the total users. The next brand GSM XL, only able to reach below 5%. While the brand GSM Axis and Mentari has not been able to enter the market in the agriculture faculty of the college population University of Sam Ratulangi Manado

    Evaluasi Tatalaksana Pemeliharaan dan Tingkah Laku Sosial Macaca di Taman Marga Satwa Tandurusa Kecamatan Aertembaga Kota Bitung Sulawesi Utara

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pemeliharaan, tingkah laku sosial afiliatif (grooming) dan agonistik. Data yang diambil bersifat deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan telah terjadi penurun tingkah laku sosial afiliatif dan agonistik terhadap M. nigra dan M. nigrescens yang berada dalam kandang di Taman Marga Satwa Tandurusa, Kecamatan Aertembaga Kota Bitung Sulawesi Utara. Angka tertinggi untuk tingkah laku sosial afiliatif terdapat pada kandang ke-2 yaitu berjumlah 65 kali grooming dan tingkah laku agonistik yang terendah atau nol (0) terdapat pada kandang ke-1. Perlu diperhatikan letak dan ukuran kandang, aktivitas makan, pola pemeliharaan, tingkah laku sosial grooming dan agonistik terhadap M. nigra dan M. nigrescens sebagai satwa endemik Sulawesi.This study was aimed to determine the pattern of maintenance, affiliative social behavior (grooming) and agonistic. The data taken was descriptive. The results showed that there has been a lowering of social affiliative behavior and agonistic against M. nigra and M. nigrescens caged at Tandurusa Wildlife Park, District Aertembaga, Bitung, North Sulawesi. The highest figure for affiliative social behavior (grooming) was found in cage 2, which was 65 times of grooming and the lowest or zero (0) agonistic behavior was found at cage 1. It is important to pay attention to the location and size of cages, feeding activity, patterns of care, grooming and social behavior agonistic against M. nigra and M. nigrescens as an endemic species in Sulawesi

    Prediksi Harga Beras Sultan dan Membramo di Kota Manado dengan Menggunakan Model ARIMA

    Get PDF
    Pada makalah ini diuraikan model ARIMA dari harga beras di kota Manado yang meliputi beras Sultan dan beras Membramo. Data yang diamati adalah data bulanan dari Januari 2007 sampai dengan Maret 2012. Hasil analisis time series menunjukan bahwa untuk beras Sultan diperoleh model ARIMA(1,1,1) dan beras Membramo diperoleh model ARIMA(1,1,0). Hasil diagnosis menunjukan bahwa galat dari model untuk beras Sultan dan beras Membramo sudah berdistribusi normal dengan p-value lebih dari 0,05 yaitu masing-masing 0,15 dan 0,07. Prediksi harga beras untuk tiga periode kedepan untuk beras Sultan berkisar antara Rp. 8.287 sampai Rp. 8.389, dan beras Membramo berkisar antara Rp. 8.482 sampai Rp. 8.593.This paper described ARIMA models of the rice prince in Manado, that is sultan and membramo rice. The observed data is monthly from January-2007 to March-2012. The result show that the models for sultan is ARIMA(1,1,1) and for membramo is ARIMA(1,1,0). The diagnosis results show that the residuals of the models for sultan and membramo is normally distributed with a p-value more than 0,05, that is 0,15 and 0,07 respectively. The prediction of price for the next three periods for sultan from Rp. 8.287,30 to Rp. 8.389,92 and for membramo from Rp. 8.482 to Rp. 8.593

    Kecenderungan Penggunaan Merek Kartu Seluler Pra Bayar GSM Menggunakan Analisis Biplot (Studi Kasus Mahasiswa Fakultas Pertanian Unsrat Manado)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecenderungan penggunaan merek kartu seluler prabayar GSM dikalangan mahasiswa. Kartu yang diamati (AS, SIMPATI, TRI, IM3, MENTARI dan XL). Data yang digunakan berupa data primer dengan jumlah sampel diambil 87 mahasiswa. Data disederhanakan dengan analisis biplot. Hasil analisis menunjukkan bahwa kartu IM3 mempunyai keunggulan pada bonus yang diberikan menarik dan voucher isi ulang yang murah. MENTARI unggul pada tarif SMS yang murah dan TRI unggul pada undian yang banyak. Kartu AS dan SIMPATI cenderung unggul pada biaya percakapan dan SMS yang murah. Kartu AS lebih cenderung diminati mahasiswa. Merek kartu XL Lebih unggul pada jaringan sinyal kuat, harga perdana murah, tempat penjualan dan pusat pelayanan mudah ditemui, jangkauannya luas, dan iklan yang menarik. Tetapi kartu XL kurang digunakan mahasiswa Fakultas Pertanian Unsrat.This study aims to find out trend of using the card brands GSM prepaid cell among the students. Cards are observed (AS, SIMPATI, TRI, IM3, MENTARI and XL). The data used in the form primary data by the number of samples drawn 87 students. Data analysis simplified by biplot. The analysis showed that IM3 card has advantages in The bonus given interesting and refill vouchers are cheap. MENTARI excel at SMS prices are cheaper and TRI excel in the lottery that much. AS Card and SIMPATI tend to excel at the cost of conversation and SMS are cheap. AS Card is more likely to interest students. XL card brand is excel to the network signal is strong, cheaper initial price, points of sale and service centers easily found, a broad reach and compelling ad. But the cards are used less XL Faculty of Agriculture Unsrat

    Pengembangan Array sensor Suhu dan Sistem Akusisi Data Berbasis Mikrokontroler untuk Pengukuran Suhu Bawah Permukaan

    Get PDF
    Dalam penelitian ini dikembangkan sebuah sistem akusisi data untuk survei panas bumi. Untuk menghasilkan sistem instrumentasi yang mampu mengukur dan memonitor distribusi suhu bawah permukaan diperlukan sistem akusisi data yang murah dan efesien. Sistem dibangun berbasis jaringan sistem terdistribusi dengan topologi field-bus, menggunakan arsitektur single-master multi-slave. Master merupakan unit pengendali, dibangun berbasiskan sebuah PC yang dilengkapi dengan antarmuka RS-485. Slave merupakan unit sensing, tiap-tiap unit slave dibangun dengan mengintegrasikan sistem array sensor LM35 dengan sistem akuisisi data berbasis mikrokontroler menggunakan AVR ATmega8. Pengolahan data dari hasil pengukuran suhu ini menggunakan satu set komputer dengan perangkat lunak microsoft excel 2010 untuk menghasilkan grafik pada titik pengukuran. Hasil implementasi dari monitoring suhu ini akan mengambarkan distribusi suhu bawah permukaan tanah.A data acquisition system for geothermal survey was developed in this research. Cheap and efficient data acquisition system was required to produce the instrumentation system which was capable to measure and monitor the distribution of subsurface temperature. The system consists of field-bus topology, using single-master multi-slave architecture. Master is a control unit built based on a PC equipped with RS-485 interface. Slave is a sensing unit; each slave is built by integrating array sensor LM35 within AVR ATmega8a microcontroller-based data acquisition system. Measurement techniques included sounding and mapping system by placing four slaves planted in the depth of 2.5 m. Processing of data obtained from temperature measurements was performed using Microsoft Excel 2010 to produce graphics at point of measurement. The results of temperature monitoring will described the distribution of subsurface temperature

    335

    full texts

    355

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal MIPA
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇