Jurnal MIPA
Not a member yet
355 research outputs found
Sort by
Koefisien Serap Bunyi Papan Partikel Dari Bahan Serbuk Kayu Kelapa
Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui karakteristik koefisien serap bunyi papan partikel dari bahan dasar serbuk kayu kelapa. Papan partikel dibuat dengan mencampur serbuk kayu kelapa dengan tepung kanji, dicetak, dan dikeringkan. Sampel berbentuk silinder, dibuat sebanyak 4 buah dengan tebal : (1,15 cm), (1,95 cm), (2,95 cm) dan (4,05 cm). Nilai koefisien serap bunyi sampel diukur menggunakan alat ukur koefisien serap bunyi. Hasil penelitian menunjukkan, ketebalan sampel mempengaruhi nilai koefisien serap bunyi (α) yaitu pada frekuensi 600 Hz. Koefisien serap bunyi (α) semakin menurun dengan bertambahnya ketebalan papan partikel (sampel penyerap).The research had been doing to know characteristic sound absorption coefficient of particle board which made from base material coconut wood dust. The particle board made by mix of coconut wood dust with cornstarch then pressed and dried. The particle board as a sample is cylinder with diameter 8,5 cm. The thick of four samples are 1,15 cm, 1,95 cm, 2,95 cm, and 4,15 cm. The sound absorption coefficient have measured by sound absorption coefficient instruments. The result is sample thickness has influence to sound absorption coefficient values such as at 600 Hz frequencies. Sound absorption coefficients is decreasing to the increasing of the particle board thickness (absorber sample)
Pola Pengeluaran Rumah Tangga di Kabupaten Sangihe, Talaud dan Sitaro Menggunakan Analisis Biplot
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pengeluaran dominan dari pola pengeluaran rumah tangga di Kabupaten Sangihe, Talaud dan Sitaro. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka digunakan analisis biplot yang dapat memberi hasil dalam bentuk tampilan grafis. Analisis biplot dilakukan secara terpisah pada masing-masing Kabupaten. Data yang digunakan adalah hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional tahun 2010 Provinsi Sulawesi Utara. Hasil analisis biplot menunjukkan peubah-peubah yang mendominasi pola pengeluaran untuk makanan di Kabupaten Sangihe, Talaud dan Sitaro adalah pengeluaran untuk mie, kerupuk, rokok, telur, susu, kacang-kacangan, daging, ikan, minuman alkohol, buah-buahan, bumbu-bumbuan, sayur-sayuran, ubi-ubian, minyak, lemak, bahan minuman, makanan jadi, minuman jadi, padi-padian. Sedangkan pengeluaran bukan makanan didominasi oleh biaya pendidikan, pajak, asuransi, pemeliharaan rumah , keperluan pesta, aneka barang dan jasa, barang tahan lama, pakaian dan alas kaki, serta biaya kesehatan.The objective of this research was to discover the dominant characteristic in household expenditure at Regency of Sangihe, Talaud and Sitaro. For accomplishing that goal, then biplot analysis is used to build a visual graphic for each data. Biplot Analysis has conducted apart for each Region. Data of this research based on SUSENAS in 2010 North Sulawesi Province. The result of this research showed variables which are dominated food expenditure at Region of Sangihe, Talaud and Sitaro. They are noodles, crackers, cigarettes, eggs, milk, legumes, meat, fish, alcohol beverages, fruits, spices, vegetables, tubers, oil, fats, beverage stuff, prepared food, prepared beverages, cereals. Non-food expenditure is dominated by education cost, taxes, insurance, housing facility, parties, goods and services, durable goods, clothing and footwear, and also healthy cost
Isoterm Adsorpsi Rhodamin B Pada Arang Aktif Kayu Linggua
Telah dilakukan penelitian adsorpsi rhodamin B pada arang aktif yang dibuat dari kayu linggua. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan koefisien adsorpsi arang aktif limbah gergajian kayu linggua terhadap zat warna rhodamin B dengan menggunakan isoterm adsorpsi Langmuir dan Freundlich. Penelitian dilakukan secara batch di mana 0,1; 0,2; 0,4; 0,7 dan 1 gram arang aktif dimasukkan ke dalam labu Erlenmeyer terpisah yang masing-masing telah berisi 100 mL larutan rhodamin B 100 ppm. Campuran kemudian diperlakukan di atas magnetic stirrer selama 50 menit dan selanjutnya konsentrasi larutan rhodamin B dianalisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isoterm adsorpsi rhodamin B pada arang aktif kayu linggua lebih mengikuti isoterm adsorpsi Freundlich dengan koefisien adsorpsi 2,999x10-4 dan nilai intensitas adsorpsi 1,459.Adsorption isotherm of rhodamine B by activated carbon made from linggua wood waste was investigated. The adsorption isotherm was analyzed by Langmuir and Freundlich models. The isotherm was measured by batch experiment where 0,1; 0,2; 0,4; 0,7; and 1,0 grams where added into the separated Erlenmeyer flasks filled with 100 mL of 100 ppm rhodamine B. The mixtures were then treated on magnetic stirrers for 50 minutes followed by rhodamine B analysis using spectrophotometer UV-Vis. The result showed that the isotherm followed the Freundlich model better than Langmuir with the Freundlich adsorption coefficient of 2,999x10-4 and the Freundlich exponent of 1,459
Tingkat Kepuasan Mahasiswa Terhadap Kualitas Pelayanan Universitas Sam Ratulangi Menggunakan Analisis Faktor
Penelitian dilakukan untuk mengetahui tingkat kepuasan mahasiswa terhadap kualitas pelayanan Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT), mencari faktor-faktor penentu kepuasan dan faktor yang bersifat dominan terhadap kualitas pelayanan UNSRAT dan mencari indikator-indikator penyusun faktor dominan tersebut. Data diperoleh dengan membagikankuesioner kepada mahasiswa di 11 fakultas UNSRAT pada bulan Mei-Juni 2012 sebagai responden. Jumlah sampel yang diambil berjumlah 391 mahasiswa. Data dianalisis menggunakan Analisis Deskriptif dan Analisis Faktor untuk memperoleh gambaran tentang faktor-faktor yangmempengaruhi kepuasan mahasiswa terhadap pelayanan Universitas Sam Ratulangi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa cukup puas dengan pelayanan yang diberikan oleh UNSRAT dengan faktor dominan yang menentukan kepuasan mahasiswa adalah kepastian
Aktivitas Antioksidan Tepung Pisang Goroho (Musa spp) yang Direndam dengan Beberapa Rempah-Rempah
Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh perendaman pisang goroho dengan ekstrak rempah-rempah terhadap aktivitas antioksidan tepung pisang goroho. Ekstrak rempah-rempah (daun cengkeh, daun salam, rimpang kunyit, biji pala, rimpang jahe, daun sereh, kayu manis, merica putih, rimpang lengkuas dan buah andaliman) diperoleh dengan maserasi menggunakan pelarut etanol. Selanjutnya, pisang goroho direndam selama 60 menit dalam ekstrak rempah-rempah, lalu tepung pisang goroho yang dihasilkan dianalisis kandungan total senyawa fenolik dan aktivitas penangkal radikal bebas 1,1-diphenyl-2-picrylhidrazil (DPPH). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan senyawa fenolik dan aktivitas antioksidan tertinggi dimiliki oleh tepung pisang yang direndam dengan ekstrak daun salam dan yang paling rendah terdapat pada tepung yang direndam dengan ekstrak merica putih. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perendaman pisang goroho dengan ekstrak rempah-rempah mampu meningkatkan aktivitas antioksidan dari tepung pisang goroho
Aktivitas Antioksidan Ekstrak Fenolik dari Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.)
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kandungan total senyawa fenolik dan aktivitas antioksidan dari ekstrak kulit buah manggis. Sampel yang digunakan adalah kulit buah manggis segar dan kering, diekstraksi dengan pelarut air panas dan metanol selama 24 jam. Metode penelitian ini dilakukan dengan menentukan kandungan total senyawa fenolik dan aktivitas antioksidan menggunakan metode penangkal radikal bebas DPPH. Kandungan total senyawa fenolik tertinggi pada ekstrak metanol sampel kering (MK), diikuti ekstrak metanol sampel basah (MB), ekstrak air sampel kering (AK), dan ekstrak air sampel basah (AB). Aktivitas antioksidan sebagai penangkal radikal bebas DPPH yang besar diketahui dengan nilai IC50 yang kecil, yaitu aktivitas antioksidan tertinggi pada MK sebesar 44,49 mg/L, diikuti MB, AK, AB berturut-turut 54,95; 346,73; 346,74 mg/L
Pemurnian Kondensat Hasil Pembuatan Gula Aren (Arenga pinnata) dengan Menggunakan Arang Aktif
Penelitian ini bertujuan untuk memproses kondensat hasil pengolahan gula aren melalui proses pemurnian dengan menggunakan adsorben arang aktif dari tempurung kelapa, menganalisis komponen kimia penyebab bau pada kondensat dengan teknik HPLC (High Performance Liquid Chromatography) serta menganalisis daya serap beberapa jenis arang aktif dari tempurung kelapa. Arang aktif yang digunakan memiliki daya serap yang bervariasi, yaitu 37-45%, 45-55%, 56-63% dan 70-85%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arang aktif dari tempurung kelapa dapat digunakan dalam proses pemurnian kondensat dan berdasarkan hasil analisis HPLC (Hig Performance Liquid Chromatography) terdapat tiga senyawa kimia yang menyebabkan bau pada konsendat. Arang aktif yang memiliki kapasitas adsorpsi yang besar yaitu arang aktif dengan daya serap 70-85% mampu menghilangkan bau hingga volume kondensat 4.497mL/g arang aktif
Aktivitas Anti UV-B Ekstrak Fenolik dari Tongkol Jagung (Zea mays L.)
oai:ojs.ejournal.unsrat.ac.id:article/422Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan kandungan total fenolik dari ekstrak tongkol jagung dan aktivitasnya sebagai anti UV-B. Tongkol jagung diekstrak dengan pelarut etanol 20 (E20), 40 (E40), 60 (E60) dan 80% (E80) dengan cara refluks. Setelah itu, ekstrak dianalisis kandungan total fenolik dengan metode Folin-Ciocalteu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak tongkol jagung E20, E40, E60 dan E80 mengandung total fenolik berturut-turut adalah 38,98; 56,02; 66,84 dan 73,06 mg/kg. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak tongkol jagung memiliki kandungan senyawa fenolik yang dapat berpotensi sebagai bahan aktif tabir surya
Analisis Senyawa Metabolit Sekunder dan Uji Toksisitas Ekstrak Etanol Biji Buah Alpukat (Persea americana Mill.)
Biji buah alpukat telah banyak digunakan sebagai obat tradisional, oleh karena itu diperlukan informasi ilmiah tentang kandungan kimia dan efek samping yang ditimbulkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis senyawa-senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam biji alpukat, serta menentukan toksisitas ekstrak biji alpukat berdasarkan metode Brine Shrimp Lethality Test (BST). Skrining fitokimia merupakan suatu tahap seleksi awal untuk mendeteksi golongan senyawa kimia yang terdapat dalam ekstrak tumbuhan. Skrining fitokimia meliputi uji alkaloid, uji triterpenoid dan steroid, uji tanin, uji flavonoid dan uji saponin. Uji toksisitas menggunakan metode BST dengan bioindikator larva Artemia salina Leach. Hasil yang diperoleh dianalisis dengan analisis probit menggunakan SPSS 20.0 for Windows untuk mengetahui nilaiLethal Concentration50 (LC50). Berdasarkan skrining fitokimia, biji buah alpukat diketahui mengandung beberapa senyawa metabolit sekunder, yaitu alkaloid, triterpenoid, tanin, flavonoid dan saponin. Nilai LC50 yang diperoleh berdasarkan uji toksisitas biji buah alpukat mentega segar dan kering, serta biji buah alpukat biasa segar dan kering, yaitu masing-masing sebesar 42,270 mg/L, 36,078 mg/L, 36,924 mg/L, dan 34,302 mg/L