Jurnal MIPA
Not a member yet
355 research outputs found
Sort by
Identifikasi Intrusi Air Laut Dengan Menggunakan Metode Geolistrik Konfigurasi Wenner – Schlumberger di Daerah Malalayang Sulawesi Utara
Telah dilakukan penelitian eksplorasi geofisika menggunakan metode Geolistrik Konfigurasi Wenner – Schlumberger untuk mengindentifikasi lapisan tanah yang diduga terkena intrusi air laut di daerah Malalayang Sulawesi Utara. Terdapat 5 lintasan pengukuran dan pada setiap lintasan mempunyai 112 dan 167 buah data. Data setiap lintasan diolah menggunakan perangkat lunak RES2DINV. Dugaan intrusi air laut terjadi di daerah Malalayang I Timur sejauh ≤ 300 meter dari garis pantai dengan kedalaman ≥ 10 meter di bawah permukaan tanah dan di daerah Malalayang II sejauh 310 meter dari garis pantai dengan kedalaman ≥ 20 meter di bawah permukaan tanah.Geophysical exploration has been conducted using Geoelectric method of Wenner – Schlumberger Configuration to identify the soil layers suspected of being exposed to seawater intrusion in Malalayang of North Sulawesi. There are 5 measurement lines and each line has 112 and 167 data. The data of each line is processed using RES2DINV software. Suspected seawater intrusion is located in the East Malalayang I area as far as ≤ 300 meters from the coastline with a depth of ≥ 10 meters under ground surface and in Malalayang II area as far as 310 meters from the coastline with a depth of ≥ 20 meters under ground surface
Struktur Sel Epidermis dan Stomata Daun Beberapa Tumbuhan Suku Euphorbiaceae
Telah dilakukan penelitian untuk menentukan struktur sel epidermis dan stomata pada beberapa tumbuhan anggota Suku Euphorbiaceae yang merupakan anggota marga Codiaeum, Euphorbia dan Jatropha. Metode deskriptif komparatif digunakan untuk menggambarkan struktur sel epidemis dan stomata daun puring, pakis giwang dan jarak pagar berdasarkan pengamatan irisan memanjang sel-sel epidermis pada permukaan bawah daun dengan menggunakan mikroskop Olympus tipe 11067 dan Optilab Advance tipe 2.2. Hasil penelitian menunjukan adanya variasi struktur sel epidermis. Stomata berbentuk ginjal tipe parasitik. Arah membuka sel penutup sejajar terhadap sel tetangga. Rata-rata jumlah sel epidermis daun puring 33,33, pakis giwang 36,33 dan jarak pagar 48,66 sedangkan rata-rata jumlah stomata puring 6,0, pakis giwang 3,0 dan jarak pagar 8,3. Jarak antar stomata dengan kisaran pada daun puring 114,47 µm - 1087,49 µm, pakis giwang 360 µm - 900,99 µm dan jarak pagar 65 µm - 939,66 µm. Panjang sel epidermis dengan kisaran pada daun puring 90,25 μm - 379,16, pakis giwang 36,70 μm - 563,41 μm dan jarak pagar 65,19 μm - 387,75 μm. Panjang stomata dengan kisaran pada daun puring 105,41 μm - 150,56 μm, pakis giwang 76,74 μm - 108,45 μm dan jarak pagar 85,37 μm - 135,90 μm.A study has been conducted to determine the structure of epidermal cells and stomata in some plants belonging to the Euphorbiaceae Families who are members of the clans of Codiaeum, Euphorbia and Jatropha. The comparative descrpitive method is used to describe the structure of epidermis cell and stomata of promegranate stems, fern studs, and jatropha based on observations of longitudinal slices of epidermal celss on the lower surface of the leaves using Olympus type 1106 and Optylab Advance type 2.2 microscopes. The result showed the existence of variation of epidermal cell structure. Parasitic stomata-shaped stomata. Direction opens the cell cover parallel to the neighboring cell. The average number of epidermal cell leaves of puring 33.33, 36,33 pinnacle ferns, and jatropha curcas 48.66, while the average number of stomata puring 6.0, 3.0 pinnacle ferns, and jatropha 8.3. The distance between stomata with the range on the leaves of puring 114,47 μm- 1087,49 μm, the pinnacle fern of 360 μm- 900,99 μm, and the distance of jatropha 65 μm- 939,66 μm. The length of the epidermal cell with a range of leaves of puring 90,25 μm- 379,16 μm, 36,70 μm- 563,41 μm pinnacle ferns, and Jatropha curcas 65,19 μm- 387,75 μm. The length of stomata with the range on the leaves of puring 105,41 μm- 150,56 μm, pinnecle ferns 76,74 μm- 108,45 μm, and jatropha 85,37 μm- 135,90 μm
Analisis Air Limbah Pertambangan Emas Tanpa Izin Desa Bakan Kecamatan Lolayan Kabupaten Bolaang Mongondow
Telah dilakukan penelitian untuk menganalisis kualitas air limbah yang berasal dari Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Bakan Kecamatan Lolayan Kabupaten Bolaang Mongondow. Parameter yang diukur adalah pH, padatan tersuspensi total (TSS), tembaga, kadmium, zink, timbal, arsen, nikel, kromium, merkuri, dan sianida. Pengambilan sampel dilakukan pada empat lokasi di sepanjang aliran air limbah buangan dari lokasi pertambangan emas. Nilai hasil pengukuran selanjutnya dibandingkan dengan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 202 Thn. 2004 tentang Baku Mutu Air Limbah Bagi Kegiatan Penambangan Bijih Emas/Tembaga dan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 5 Thn. 2014 tentang Baku Mutu Air Limbah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai pH di satu lokasi pengambilan sampel dan nilai TSS di dua lokasi pengambilan sampel berada di luar nilai baku mutu yang telah ditetapkan, sedangkan konsentrasi sianida dan semua logam yang dianalisis masih berada di bawah ambang batas yang ditetapkan.A research aimed to analyze quality of wastewater from Unlicensed Gold Mine in Bakan Village Lolayan District Bolaang Mongondow Regency has been conducted. Parameters examined were pH, total suspended solid (TSS), copper, cadmium, zinc, lead, arsenic, nickel, chromium, mercury, and cynide. Sampling was performed at four locations along the flow of wastewater sourced from unlicensed gold mine. The results were then compared to Decree of the Minister of State for the Environment No. 202 Yrs. 2004 on the Quality Standard of Waste Water from Gold/Copper Ore Mining Activities and Decree of the Minister of State for the Environment No. 5 Yrs. 2014 on the Quality Standard of Waste Water. The results showed that pH value at one location of sampling and TSS value at two locations of sampling were beyond the predefined quality standard, while the concentration of cyanide and all metals analyzed were below the prescribed threshold
Pemodelan Penurunan Tekanan Brine di Dalam Pipa Injeksi pada Lapangan Panas Bumi Dieng
Injeksi brine hasil dari fluida produksi panas bumi digunakan untuk mengisi volume pori batuan reservoir, mencegah penurunan tekanan batuan yang terlalu cepat, dan mencegah polusi panas dan polusi kimia pada lingkungan yang disebabkan oleh kandungan kimia tertentu pada brine. Pada pipa aliran brine terjadi penurunan tekanan fluida sepanjang aliran. Di lapangan panas bumi Dieng, konsentrasi silika sangat tinggi, sehingga penurunan temperatur saturasi memicu desposisi silika. Penurunan tekanan sepanjang pipa aliran brine dari pompa Vertikal Atas (VA) 7 ke pond di pad 29 di lapangan panas bumi Dieng akan menyebabkan penurunan temperatur saturasi, selain juga kehilangan panas secara alami. Perhitungan penurunan tekanan fluida brine berdasarkan perhitungan Harrison-Freeston dan metode dari Zhao, yang dikembangkan dengan algoritma menggunakan Macro Excel. Sehingga dengan memodelkan penurunan tekanan sepanjang pipa alir, dapat dikembangkan untuk perhitungan penurunan temperatur dan pengendapan silika di pipa aliran brine untuk injeksi panas bumi.Brine injection from geothermal production fluids is used to fill reservoir pore rock volumes, preventing rapid rock pressure drops, and preventing heat pollution and chemical pollution in the environment caused by certain chemical constituents in the brine. Decrease fluid pressure along the flow on the brine flow pipe. In the Dieng geothermal field, the silica concentration is very high, so the decrease in saturation temperature triggers the silica desposition. The pressure drop along the brine flow pipe from the Upper Vertical (VA) 7 pump to the pond in pad 29 in Dieng geothermal field will cause a decrease in saturation temperature, as well as natural heat loss. The calculation of the decrease in brine fluid pressure based on Harrison-Freeston calculations and methods of Zhao, developed with algorithms using Macro Excel. By modeling the pressure drop along the flow line, it can be developed for the calculation of temperature drop and deposition of silica in the brine flow pipe for geothermal injectio
Identifikasi Patahan Manado dengan menggunakan Metode Geolistrik Konfigurasi Wenner-Schlumberger di Airmadidi Minahasa Utara
Telah dilakukan penelitian untuk mengidentifikasi dan memetakan Patahan Manado yang melintasi Kelurahan Rap-Rap Airmadidi Minahasa Utara. Penelitian dilakukan menggunakan alat geolistrik Multichannel and Multielectrode Resistivity MAE X612-EM. Pengambilan data dilakukan pada 3 lintasan pengukuran dengan panjang bentangan masing-masing 480 meter. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak RES2DINV. Hasil pengolahan data tersebut memberikan gambaran penampang lintang 2 dimensi citra bawah permukaan pada ketiga lintasan. Berdasarkan hasil analisis, teridentifikasi rekahan pada jarak 30 meter dari jalur Patahan Manado, dengan kedalaman dari permukaan tanah 0-50 meter untuk lintasan 1, 0-25 meter untuk lintasan 2, 0-30 meter untuk lintasan 3, dengan harga resistivitas <70 Ωm.The research has been done to identify and to create a map of Manado Fault that passed through the Village of Rap-Rap, Airmadidi, North Minahasa. The research was carried out using a multichannel and multielectrode resistivity MAE X612-EM geoelectrical device.The data collection was carried out on 3 measurement lineswith a range of 480 meters each. The data processing was held using RES2DINV software. Its result gave an overview of the 2-dimensional transection of beneath-surface imaging on those 3 lines. According to the analysis outcome, the fracture is identified at 30 meters from the Manado fault, with a depth of 0-50 meters from the ground's surface (line 1), 0-25 meters (line 2), and 0-30 meters (line 3) with a resistivity value of <70 Ωm
Deskripsi Jenis-Jenis Kontaminan Dari Kultur Kalus Catharanthus roseus (L.) G. Donnaman
Penelitian deskripsi jenis-jenis kontaminan dari kultur kalus Catharanthus roseus telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis kontaminan yang terdapat pada kultur kalus C.roseus. Penelitian ini dilaksanakan dua tahap. Tahap pertama dilakukan kultur kalus C. roseus. Kultur kalus menggunakan media MS (Murashige dan Skoog) dengan zpt 2,4 D 2 mg/L dan kinetin 0,2 mg/L. Tahap kedua dilakukan pengamatan kultur kalus yang mengalami kontaminasi. Kontaminan-kontaminan yang sama secara kasat mata dikelompokan menjadi satu kelompok. Setiap kelompok yang sama diamati lebih lanjut dibawah mikroskop. Penentuan jenis kontaminan dibandingkan dengan morfologi dari Pustaka (rujukan). Pengamatan kontaminan dilakukan mulai dari pembuatan media, inokulasi, subkultur kalus C.roseus. Pengamatan dilakukan dengan 3 botol kontaminan dari setiap kelompok. Hasil yang diperoleh adalah kontaminan kultur kalus C. roseus sekitar 40 %. Jenis kontaminan yang diamati umumnya golongan jamur. Jenis-jenis kontaminan kultur kalus C. roseus adalah Rhizopus, Mucor, Aspergillus, dan Sacharomyces.Research description of the types of contaminant for cultured callus Catharanthus roseus has been done. This research aimed describe the types of contaminant found in the cultured kalus C. roseus. This research is carried out in two stages. The first stage in callus culture C. roseus using media MS (Murashige and Skoog) with zpt 2,4 D mg/L and kinetin 0,2 mg/L. The second stage in the observation of contaminated callus culture. The same of contaminants are visible into one group. Each of the same group was observed further under a microscope. Determining the types of contaminant in comparison with reference from the literature. Observation are starting from media or inoculation, subcallus culture C. roseus. Observation done by taking 3 bottles of contaminat from each group then observed for 7 days. The result obtained are culture contaminants C. roseus about 40 %. The types of contaminant observed are generally of fungi. The types of contaminant callus culture C. roseus are Rhizopus, Mucor, Aspergillus, and Sacharomyces
Prediksi Harga Tutup Saham PT. Garuda Indonesia,Tbk Menggunakan Metode ARIMA
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menerapkan model ARIMA dalam memprediksi harga tutup saham PT. Garuda Indonesia,Tbk. 25 Oktober 2016 sampai 7 November 2016. Penelitian ini menggunakan data harga tutup saham PT. Garuda Indonesia,Tbk. Data yang digunakan yaitu data sekunder yang diambil dari website perusahaan PT. Garuda Indonesia,Tbk. sejak 1 Januari 2013 sampai 24 Oktober 2016.Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa data 1 Januari 2013 sampai 24 oktober 2016 dapat digunakan untuk memprediksi harga tutup saham 25 oktober 2016 sampai dengan 7 November 2016. Hasilnya model ARIMA untuk harga tutup saham adalah ARIMA (3,1,3) yang dapat digunakan untuk memprediksi data 25 oktober 2016 sampai dengan 7 November 2016muaThe purpose of this research is to applying model of ARIMA to predict stock closing price of PT.Garuda Indonesia,Tbk. in 25 October 2016 until 7 November 2016. The research use data of stock closing price daily of PT. Garuda Indonesia,Tbk. Data are used is secondary data that taking from website of PT. Garuda Indonesia,Tbk. since 1 Januari 2013 until 24 October 2016. In this research show that data from 1 January 2013 until 24 October 2016 can be used to predict the stock closing price in 25 October 2016 to 7 November 2016. The result of ARIMA’s model for stock closing price is ARIMA (3,1,3) can use to predict the data on 25 October 2016 to 7 November 201
Pemanfaatan Karbon Aktif Dari Limbah Kulit Pisang Goroho (Musa acuminafe) Sebagai Adsorben Zat Pewarna Tekstil Methylene Blue
Penelitian ini bertujuan untuk membuat karbon aktif kulit pisang Goroho yang teraktivasi H2SO4 dan NaOH yang mampu menyerap zat warna Methylene Bluedan menentukan jenis aktivator, waktu kontak dan massa optimumnya. Karbon aktif kulit pisang Goroho dibuat dengan mengkarbonisasi kulit pisang Goroho kering yang diaktivasi dengan H2SO4 dan NaOH. Jenis aktivator, waktu kontak dan massa optimumnya ditentukan berdasarkan persentase penyerapan Methylene Blue tertinggi. Hasil penelitian menunjukan persentase penyerapan tertinggi pada massa 0,10 gram dan waktu kontak 90 menit. Persentase penyerapan zat pewarna Methylene Blue oleh karbon aktif kulit pisang Goroho yang teraktivasi H2SO4 yang diperoleh lebih tinggi dibandingkan karbon aktif kulit pisang Goroho yang teraktivasi NaOH.This study is intended to make activated banana activated Goroho banana peels H2SO4 and NaOH capable of absorbing Methylene Blue dyes and determine the type of activator, contact time and optimum mass. The Goroho banana bark activated carbons are made by carbonizing the skin of dried Goroho bananas that are activated with H2SO4 and NaOH. The type of activator, contact time and optimum mass are determined by the highest percentage of Methylene Blue absorption. The results showed the highest absorption percentage at mass of 0.10 gram and contact time 90 minutes. Percentage absorption of methylene blue dye by Activated H2SO4 Goroho activated banana peel activated carbon from activated NaOH activated NaOH activated Goroho banana skin
Biodiversitas Burung pada Beberapa Tipe Habitat di Kampus Universitas Sam Ratulangi
Burung merupakan salah satu hewan yang memiliki kaitan erat dengan kehidupan manusia sejak dahulu kala. Fungsi ekologis burung yaitu sebagai penyebar biji dan penyerbuk alami. Burung juga dimanfaatkan manusia sebagai bahan makanan serta sebagai hewan peliharaan, bahkan burung juga turut berperan dalam berbagai budaya masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat biodiversitas burung di daerah Kampus Universitas Sam Ratulangi Manado berdasarkan nilai indeks Shannon-Wiener. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling yang dilaksanakan pada bulan Desember 2016-Maret 2017. Berdasarkan hasil penelitian terdapat sembilan jenis yang ditemukan yaitu, Butorides striatus, Collocalia esculenta, Passer montanus, Pycnonotus aurigaster, Geopelia striata, Gallirallus torquatus, Hirundo tahitica, Nectarinia jugularis, dan Halcyon chloris. Burung yang paling banyak ditemukan adalah Collocalia esculenta dan yang paling sedikit adalah Butorides striatus. Indeks keanekaragaman dari burung yang diamati termasuk dalam kategori sedang melimpah yaitu, 1,638.Bird is one of the animals that has a closed relationship with human life since a long time ago. The ecological functions of birds are as natural seed dispersers and pollinators. Birds are also used by humans as food material and as a pet, even birds also play a role in various cultures of society. This study aims to determine the level of bird biodiversity in the area of University of Sam Ratulangi Manado based on Shannon-Wiener index value. This study used purposive sampling method conducted in December 2016-March 2017. Based on the results of the study there were nine species found, namely Butorides striatus, Collocalia esculenta, Passer montanus, Pycnonotus aurigaster, Geopelia striata, Gallirallus torquatus, Hirundo tahitica, Nectarinia jugularis, and Halcyon chloris. The most bird that commonly found is Collocalia esculenta and the fewest is Butorides striatus. The index diversity value of birds is 1,638 that belongs to abundant category
Pengukuran Panjang dan Lebar Pori Stomata Daun Beberapa Varietas Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.)
Kacang tanah (Arachis hypogaea L.) merupakan salah satu tanaman pangan bernilai ekonomi tinggi, dan sebagai tanaman kacang-kacangan terpenting kedua setelah kedelai.Pori stomata merupakan tempat terjadinya pertukaran gas dan air antara atmosfer dengan sistem ruang antar sel yang berada pada jaringan mesofil di bawah epidermis.Setiap varietas tanaman kacang tanah memiliki respon terhadap faktor lingkungan yang berbeda seperti ketahanan terhadap cekaman fisilogis termasuk kemampuan membuka dan menutupnya stomata.Penelitian ini bertujuan untuk mengukur panjang dan lebar pori stomata daun beberapa varietas kacang tanah (Arachis hypogaeaL.). Penelitian dilaksanakan di rumah plastikFakultas MIPA Unsrat selama 30 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat varietas memiliki panjang dan lebar stomata yang lebih panjang adalah varietas Gajah 81,80 ± 28,72 µm, varietas Lokal 79,81 ± 24,85 µm, varietas Jerapah 69,28 ± 22,60 µm dan varietas Kelinci 57,22 ± 25,02 µm. Lebar pori stomata yang membuka lebih besar adalah varietas Lokal 31,13 ± 9,77 µm, varietas Gajah 29,22 ± 3,71 µm, varietas Jerapah 27,72 ± 11,65 µm dan varietas Kelinci 21,32 ± 12,78 µm.Peanut are one of the high value food plants and as the second highest bean crop after soybeans. The Pore of Stomata plays was a place of gas and water exchange between the atmosphere and the intercellular space located in the mesophyll tissue beneath the epidermis. Each variety of peanut crops has responses to different environmental factors such as resistance to physical stress, including the ability to open and close the stomata. This study aims to measure the length and width of stomata pores of several peanut varieties (Arachis hypogaea L.). The research was conducted in plastic house of Faculty of Mathematics and Natural Sciences Unsrat for 30 days. The results showed that the four varieties had length and stomatal length 81,80 ± 28,72 μm, followed by local varieties 79,81 ± 24,85 μm, giraffe varieties 69,28 ± 22,60 μm and 57,22 ± rabbit varieties 25.02 μm. Stomatal pore 31.13 ± 9.77 μm, followed by elephant varieties 29.22 ± 3.71 μm, giraffe varieties 27.72 ± 11.65 μm and rabbit varieties 21.32 ± 12.78 μm