Jurnal MIPA
Not a member yet
355 research outputs found
Sort by
Perancangan Sistem Kontrol Lampu Lalulintas Cerdas Dengan Menggunakan Mikrokontroler dan Kamera
Masalah lalu lintas merupakan salah satu masalah yang sangat sulit diatasi dengan hanya menggunakan system waktu (timer). Oleh sebab itu diperlukan suatu system pengaturan otomatis yang bersifat real-time sehingga waktu pengaturan lampu lalu lintas dapat disesuaikan dnegan keadaan di lapangan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan suatu simulasi sistem yang mampu mengestimasi panjang antrian kendaraan menggunakan metoda pengolahan citra digital hanya dengan menggunakan satu kamera untuk dijadikan parameter masukan dalam menghitung lama waktu nyala lampu merah dan lampu hijau. Oleh karena itu, sistem lalulintas sangatlah diperlukan, sebagai sarana dan prasarana untuk menjadikan lalulintas lancar, aman, bahkan sebagai media pembelajaran disiplin bagi masyarakat pengguna jalan raya. Penelitian ini penulis menggunakan sistem pengontrolan berbasis citra digital dimana camera sebagai sensor. Untuk aplikasi dari semua metode dalam penelitian ini digunakan Microcontroller AurdinoTraffic problems is one of the problems that is very difficult to overcome by only using the system time (timer). Therefore we need an automatic real-time adjustment system so that the time settings for traffic lights can be adjusted according to the conditions on the ground. This study aims to develop a system simulation that is able to estimate the length of the vehicle queue using a digital image processing method using only one camera to be used as input parameters in calculating the length of time the red light and green light. Therefore, the traffic system is very necessary, as a means and infrastructure to make traffic smooth, safe, even as a medium for disciplined learning for road users. In this study the authors used a digital image-based control system where the camera as a sensor. For the application of all methods in this study, Aurdino Microcontroller is use
Pemeliharaan Itik Sistem Gembala Sebagai Upaya Peternak Itik Petelur Dalam Memanfaatkan Sumber Daya Alam Di Pesisir Danau Tondano Kabupaten Minahasa
Ternak itik sudah lama dikembangkan di kabupaten Minahasa khususnya didaerah pinggiran danau Tondano yang memiliki luas 4.620 ha dan daerah persawahan kabupaten Minahasa yang cukup luas yaitu 13.002 ha. Daerah ini memiliki potensi sumber daya alam yang sesuai dengan perkembangan ternak itik sebagai sumber pakan alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat ekonomi dan manfaat lainnya dari system gembala yang dilakukan peternak. Penelitian menggunakan metode survery dan hasil dianalisis secara deskriptif tentang jumlah curahan tenaga kerja system gembala (JKSP) yang selanjutnya dikonversi sebagai biaya pakan alam ternak itik. Hasil penelitian menunjukan bahwa 64% peternak itik sistim gembala melakukan pindah lokasi daerah gembala kurang dari kurang dari 4 kali dalam setahun dan 36% melakukan lebih dari 4 kali dalam setahun. Sistim gembala memberikan nilai ekonomi sebesar Rp.28.000 per hari utuk nilai pakan yang didapat di alamDuck farming has long been developed in the minahasa distric, especially in the outskirt of tondano lake that has an area of 4.620 ha and paddy fields with an area of 13.002 ha. This area has potential natural resources for ducks as a natural feed resources. This research aims to determine the economic benefit dan other benefit of the duck rerar system. Research using survey methods and result are analyzed descriptively about the allocation labour (JKSP) of the duck rerar system which is further converted as the cost of feed ducks. The result showed that 64% of the farmers shepherd system did relocated less than 4 times a year and 36% did more than four times a year. Duck rerar system provides economic value or Rp. 28.000 per day of the feed gained in natur
Keanekaragaman Fauna Tanah pada Agroekosistem Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum L.) di Desa Raringis, Langowan Barat, Minahasa, Sulawesi Utara
Fauna tanah menggunakan tanah sebagai habitat alami untuk keberlanjutan hidupnya. Aktivitas pertanian yang menggunakan pupuk dan pestisida dapat menjadi penyebab penurunan keanekaragaman fauna tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keanekaragaman fauna tanah pada agroekosistem tanaman tomat (Solanum lycopersicum L.) di Desa Raringis, Langowan Barat, Minahasa, Sulawesi Utara. Pengambilan sampel dilakukan di lima stasiun pada Desember 2018 – Januari 2019 dengan metode purposive sampling dengan pitfall trap. Fauna tanah yang ditemukan di agroekosistem tanaman tomat terdiri atas tiga filum, delapan kelas, 19 bangsa, dan 36 suku. Total fauna tanah sejumlah 41 taksa. Keanekaragaman fauna tanah berdasarkan Indeks Shannon- Wiener (H’) berturut-turut dari Stasiun I, II, III, IV dan V yaitu 1,93; 2,02, 2,04, 1,97 dan 2,06. Indeks keanakeragaman fauna tanah di Desa Raringis tergolong sedang (H’: 2,00). Keanekaragaman fauna tanah dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan misalnya suhu tanah, curah hujan, penggunaan pupuk kimia, pestisida sintetik dan pola penanaman tomat secara monokulturSoil fauna occupy soil as their natural habitat for their sustainability. Agricultural activities that use fertilizers and pesticides can cause decrease in the diversity of soil fauna. This study aimed to analyze the diversity of soil fauna in the tomato agroecosystem (Solanum lycopersicum L.) in Raringis Village, West Langowan, Minahasa, North Sulawesi. The soil fauna sampling was conducted at five stations in December 2018 - January 2019 with a purposive sampling method with pitfall traps. Soil fauna found in the agroecosystem of tomato plants consisted of three phyla, eight classes, 19 orders, and 36 families. Total soil fauna tanah was 41 taxa. The diversity of soil fauna based on the Shannon-Wiener Index (H ') respectively from Stations I, II, III, IV and V were 1.93; 2.02; 2.04; 1.97 and 2.06. The index of diversity of soil fauna in Raringis Village was classified as moderate (H ': 2.00). The diversity of soil fauna was influenced by environmental factors such as soil temperature, rainfall, chemical fertilizers, synthetic pesticides and tomato monoculture farmin
POLA SEBARAN BINTANG LAUT BERDURI (Protoreaster nodosus) DI PANTAI SALIBABU KECAMATAN SALIBABU KABUPATEN KEPULAUAN TALAUD PROVINSI SULAWESI UTARA
Wilayah perairan memiliki sumberdaya pesisir yang beragam, salah satunya Echinodermata. Echinodermata (echinoderm) berasal dari Bahasa Yunani echin (berduri) derma (kulit). Secara umum Echinodermata merupakan organisme laut yang pergerakannya sangat lambat. Filum Echinodermata memiliki lima kelas diantaranya kelas Asteroidea yang mempunyai lima lengan atau lebih yang memanjang dan memiliki tubuh radikal yang berwujud bintang (stellate), serta memiliki rangka yang dapat mampu membantu dalam pergerakan. Tubuh Asteroidea memiliki dua bagian ialah bagian aboral (dorsal) dan oral (ventral).  Kelas Asteroidea memiliki genus Protoreaster yang banyak dijumpai di Pantai Salibabu. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pola sebaran bintang laut berduri (Protoreaster nodosus) di Pantai Salibabu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu purposive sampling dengan menggunakan plot 1 m x 1 m. Lokasi penelitian yaitu padang lamun, batu berpasir, dan terumbu karang. Bintang laut (Protoreaster nodosus) yang didapat pada bulan Desember 2018 berjumlah 48 individu pada ketiga lokasi. Pada lokasi padang lamun (I) ditemukan 22 individu; batu berpasir (II) ditemukan 13 individu; pada terumbu karang (III) ditemukan 13 individu, sedangkan pada bulan Januari 2019 total individu berjumlah 51 individu pada padang lamun ditemukan 28 individu, batu berpasir ditemukan 14, dan terumbu karang berjumlah 9 individu. Pola sebaran bintang laut berduri pada ketiga lokasi penelitian memiliki pola sebaran yang mengelompok dan acak pada pengamatan sampel bulan Desember 2018 dan bulan Januari 2019The waters have diverse coastal resources, one of which is Echinoderms. Echinoderms (echinoderm) are derived from the Greek echin (thorny) derma (skin). In general, Echinoderms are marine organisms that move very slowly. Phylum Echinodermata has five classes, one of which is the Asteroidea class, which has five or more arms that are elongated and has a radical body in the form of a star (stellate), and has a frame that can be able to assist in movement. Asteroidea's body has two parts: the aboral (dorsal) and oral (ventral) parts. The Asteroidea class has the Protoreaster genus which is commonly found on Salibabu Beach. The purpose of this study was to analyze the distribution pattern of thorny starfish (Protoreaster nodosus) on Salibabu Beach. The method used in this study is purposive sampling using 1 m x 1 m quadratic plot. The research locations are seagrass beds, sandy rocks, and coral reefs. Starfish (Protoreaster nodosus) obtained in December 2018 totaled 48 individuals in all three locations. At the location of seagrass (I) 22 individuals were found; sandstone (II) found 13 individuals; on coral reef (III) 13 individuals were found, while in January 2019 a total of 51 individuals; in the seagrass found 28 individuals, sandy stones found 14, and coral reefs amounted to 9 individuals. The distribution pattern of thorny starfish in the three study sites has a regular distribution pattern on sample observations in December 2018 and January 2019
Kajian Eksperimen Perbandingan Nilai Konduktivitas Bahan Kuningan, Baja Tahan Karat, dan Aluminium Menggunakan PASCO Heat Conduction Apparatus TD-8513
Konduktivitas panas adalah salah satu karakteristik suatu bahan yang menunjukkan nilai aliran panas yang mengalir dalam satu luasan. Dalam studi eksperimental ini, nilai konduktivitas diuji dan di bandingkan dengan menggunakan Peralatan Konduksi Panas PASCO TD-8573. Peralatan ini memiliki 4 bar metal : satu Almunium, satu Baja tahan karat, dan dua Kuningan dengan potongan lintas yang berbeda. Salah satu bagian ujung dari tiap bar di panaskan atau didinginkan dengan alat peltier. Tiap bar memiliki 10 kilo ohm termistor yang tertancap 3 cm satu sama lain. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengukur konduktivitas panas dari Kuningan, Baja tahan karat, dan Almunium. Hasilnya, konduktivitas Almunium adalah yang terbesar diikuti oleh Kuningan, dan yang terakhir Baja tahan karatHeat conductivity is one of the characteristics of a material which shows the amount of heat flowing across one unit of area. In this experimental study, the conductivity values are tested and compared using PASCO Heat Conduction Apparatus TD-8513. The apparatus has four metal bars: one aluminum, one stainless steel, and two brass with different cross-sections. One end of each bar is heated or cooled by a Peltier device. Each bar has two 10 kΩ thermistors embedded about 3 cm from each other. The purpose of this study was to measure the heat conductivity of Brass, Stainless steel, and Aluminum. The results, the conductivity of Aluminum was biggest were followed with Brass were and finally the Stainless stee
Investigasi Intrusi Batuan Andesit Dan Reservoar Air Tanah Permukaan Menggunakan Metode Geolistrik Di Daerah Lansot Kema Minahasa Utara
Telah dilakukan penelitian untuk menginvestigasi batuan andesit dan akuifer air tanah di Daerah Lansot Kecamatan Kema Kabupaten Minahasa Utara dengan menggunakan metode geolistrik konfigurasi dipol-dipol. Penelitian ini menggunakan panjang bentangan 480 m dan spasi antar elektroda 10 m dengan 48 elektroda. Data yang diperoleh kemudian diolah menggunakan software Res2dinv untuk mendapatkan gambaran struktur bawah permukaan secara 2D. Berdasarkan model 2D, batuan andesit dengan nilai resistivitas >281 Ωm terdapat pada meter ke 122 sampai dengan 205 dengan kedalaman 50 sampai dengan 71.6 meter dan mempunyai ketebalan batuan 21.6 m. Kemudian pada meter ke 280 sampai dengan 440 dengan kedalaman 20 sampai dengan 71.6 m dengan ketebalan batuan 51.6 m. Akuifer air terdapat pada tiga bagian, bagian pertama terdapat pada meter ke 30 sampai dengan 176 dengan kedalaman 5 sampai dengan 15 m. Bagian kedua terdapat pada meter ke 172 sampai dengan 225 dengan kedalaman 3 sampai dengan 33 m. Bagian ketiga terdapat pada meter ke 250 sampai dengan 270 dengan kedalaman 2 sampai dengan 85 m. Ketiga bagian akuifer air tanah tersebut mempunyai nilai resistivitas <10 ΩmThe research has been carried out to investigate andesite rocks and groundwater aquifers in the Lansot District of Kema, North Minahasa Regency using the dipole-dipole configuration geoelectric method. This study uses a 480 m length of stretch and spacing between electrodes is 10 m with 48 electrodes. The data obtained is then processed using Res2dinv software to get a picture of the subsurface structure in 2D. Based on 2D models, the  andesite rocks with resistivity values> 281 Ωm are exist at 122 m to 205 m  with depths of 50 to 71.6 m and rock thickness 21.6 m. Then another andesite rocks exist at 280 m to 440 m with a depth of 20 m to 71.6 m and rock thickness of 51.6 m. Water aquifers are existed in three segments, the first is in 30 m to 176 m with a depth of 5 m to 15 m. In the second segment, groundwater aquifers are found of 172 m to 225 m with depths of 3 m to 33 m. In the third segments,  groundwater aquifers are found of 250 m to 270 m with a depth of 2 m to 85 m. Those three water aquifer segments has a resistivity value <10 Ω
Performans Sapi Yang Diberi Panicum maximum Teramoniasi dan Suplementasi UGB
Pakan lokal berupa hijauan Panicum maximum (rumput Benggala) dan jerami jagung merupakan hijauan yang tersedia sepanjang tahun dalam jumlah yang cukup besar tetapi mempunyai kendala, yaitu rendahnya nilai nutrisi dan nilai biologisnya. Dengan teknologi amoniasi diharapkan pakan hijauan tersebut dapat meningkat kualitasnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari performans sapi yang diberi UGB, rumput Benggala dan jerami jagung yang teramoniasi. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Paniki I Manado, selama 3 bulan. Ternak yang digunakan terdiri dari 16 ekor sapi jantan lokal. Hijauan yang digunakan yaitu rumput Benggala dan jerami jagung. Pakan tambahan UGB diberikan secara konstan sebanyak 500 gr/ekor/hari dan air minum diberikan secara ad libitum. Ransum perlakuan yang diberikan : R0; R1; R2; R3. Variable yang diamati yaitu konsumsi bahan kering, pertambahan bobot badan harian dan status metabolis darah. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan RAK. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah perlakuan R3 memberikan performans yang optimal pada sapi yang diberi Panicum maximum (rumput Benggala) dan suplementasi UGBLocal feed in the form of forage Panicum maximum (Bengal grass) and corn straw is a forage that is available throughout the year in large enough quantities but has obstacles, namely the low nutritional value and biological value. With ammoniation technology, it is expected that the forage feed can improve its quality. The purpose of this study was to observe the performance of cows fed with UGBs, Bengal grass and ammoniated corn straw. This research was conducted in Paniki I Village Manado, for 3 months. The cattle used consisted of 16 local bulls. The enclosures used are 2 x 3 x 3m individual cages. Forages used are Bengal grass and corn straw. Additional UGB feed is constantly given as much as 500 gr / head / day and drinking water is given ad libitum. Ration of treatment given: R0; R1;R2. Variables observed were dry matter consumption, daily weight gain and blood metabolic status. The data obtained were analyzed using RCBD with 4 treatments and 4 replications. The conclusion obtained from this study is that R3 treatment provides optimal performance in cattle fed Panicum maximum (Bengal grass) and UGB supplementatio
Penambahan Wortel (Daucus Carota L) Pada Naget Ayam - Uji Sensori Pada Wanita Gmim Eben Haezer Winangun Dua
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi kelompok wanita GMIM Eben Haezer dari Winangun dua pada chicken nugget ditambah wortel. Tes sensorik adalah warna, tekstur dan rasa. Sementara itu, komposisi nugget sebagai berikut N2 = pemanggang daging 300 gr + wortel 60 gr (20%), N1 = pemanggang daging 300 gr + wortel 30 gr (10%) dan N0 = pemanggang daging 300 gr + 0% (tanpa wortel). Hasil penelitian hanya bersifat indikatif karena kurangnya panelis yang hanya 20 orang. Preferensi wanita GMIM pada warna nugget ayam adalah 2 (10%) menyukai dan 18 (90%) tidak menyukai nugget N0; 18 (90%) suka dan 2 (10%) tidak suka di nugget N1; 20 (100%) disukai dan 0 (0%) tidak disukai masing-masing pada Nugget N2. Preferensi wanita GMIM pada tekstur nugget ayam adalah 11 (55%) menyukai dan 9 (45%) tidak menyukai nugget N0; 17 (85%) disukai dan 3 (15%) tidak suka di nugget N1; dan 19 (95%) menyukai dan 1 (5%) tidak menyukai nugget N2. Preferensi wanita GMIM pada rasa / rasa nugget ayam adalah 20 (100%) disukai dan 0 (0%) tidak disukai pada nugget N0; 19 (95%) menyukai dan 1 (5%) tidak suka di nugget N1; 20 (100%) disukai dan 0 (0%) tidak disukai masing-masing pada nugget N2. Dapat disimpulkan bahwa penambahan wortel sampai 20% dalam nugget ayam tidak hanya meningkatkan nilai gizi dan serat makanan dalam nugget tetapi juga kecenderungan menunjukkan peningkatan preferensi kelompok wanita GMIM Eben Haezer pada warna, tekstur dan rasa ayam nugget wortelThis study was aimed to find out the preference of the GMIM Eben Haezer women’s group of Winangun two on chicken nugget added with carrots. The sensory test were colour, texture and flavour. Meanwhile, nugget composition as follows N2 = meat broiler 300 gr + carrot 60 gr (20%), N1 = meat broiler 300 gr + carrot 30 gr (10%) and N0 = meat broiler 300 gr + 0% (without carrots). The research results were indicative only because lack of panellists that only 20 people. The preferences of GMIM women on chicken nugget colour were 2 (10%) liked and 18 (90%) disliked on nugget N0; 18 (90%) liked and 2 (10%) disliked on nugget N1; 20 (100%) liked and 0 (0%) disliked on Nugget N2 respectively. The preferences of GMIM women on chicken nugget texture were 11 (55%) liked and 9 (45%) disliked on nugget N0; 17 (85%) liked and 3 (15%) disliked on nugget N1; and 19 (95%) liked and 1 (5%) disliked on nugget N2 respectively. The preferences of GMIM women on chicken nugget taste / flavour were 20 (100%) liked and 0 (0%) disliked on nugget N0; 19 (95%) liked and 1 (5%) disliked on nugget N1; 20 (100%) liked and 0 (0%) disliked on nugget N2 respectively. It can be concluded that the addition of carrots until 20 % in chicken nugget not only increased the nutritional value and food fibre in nugget but also tendency showed to increase the preferences of GMIM Eben Haezer women group on colour, texture and taste of the Chicken-carrot nugget
Analisis Pengaruh Siklon Tropis Terhadap Curah Hujan Di Sulawesi Utara
Telah dilakukan penelitian untuk menganalisis pengaruh siklon tropis terhadap curah hujan di Sulawesi Utara. Pertumbuhan siklon tropis yang terjadi di Belahan Bumi Utara merupakan salah satu faktor yang mempunyai dampak cukup signifikan terhadap curah hujan di Sulawesi Utara karena letak geografisnya. Data dianalisis menggunakan metode analogi subjektif melalui interpretasi data model angin, citra satelit, tekanan udara, arah angin dan curah hujan. Hasil analisis menunjukkan siklon tropis yang terjadi di Sulawesi Utara Tahun 2017 berpengaruh terhadap intensitas curah hujan di Sulawesi Utara, sifat hujan yang terjadi dan dampak yang ditimbulkan masing - masing siklon terhadap curah hujan di Sulawesi Utara berbeda beda tergantung karakteristik siklon dan kondisi lingkungannya. Pada siklon Banyan, tahap dewasa hingga punah berpengaruh terhadap peningkatan curah hujan dengan sifat hujan dominan di atas normal. Pada siklon Talim, tahap awal tumbuh berpengaruh menurunkan curah hujan dan tahap dewasa berpengaruh meningkatkan curah hujan dengan sifat hujan dominan di atas normal. Pada siklon Kai-Tak, tahap awal tumbuh dan berakhir berpengaruh menurunkan curah hujan dan tahap dewasa meningkatkan curah hujan dengan sifat hujan dominan normalThe research to analyze the impact at the tropical cyclones on rainfall in North Sulawesi has been done. The tropical cyclones growth  that occur in the Northern Hemisphere is one of the factors that has a significant effect on rainfall in North Sulawesi because of its geographical condition. The data were analyzed using subjective analogy method through interpretation of wind model, satellite imagery, air pressure, wind direction, and rainfall. The results show that the tropical cyclones in North Sulawesi in 2017 affect the rainfall in North Sulawesi. The characteristic of the rain and the impact of each cyclone on rainfall in North Sulawesi differs depending on the cyclone and its environmental conditions. For the Banyan cyclone, extinct adult cyclones affect on the increasing of the rainfall with the dominant rain above normal. In Talim cyclone, the initial rainfall grows affect on decreasing of rainfull and in adult growth, it affects to the  increasing rainfall with the dominant rain characteristic above normal. In Kai-Tak cyclones, the initial rain grows and ends affect to decreasing to rainfall and large rainfall increases with normal rain
Fitokimia Dan Aktivitas Antibakteri Dari Daun KAF(Chisocheton sp. (C. DC) HARMS)
Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder dari ekstrak daun kaf menggunakan tiga jenis pelarut yakni n-heksan, etil asetat, dan metanol. Ekstrak yang diperoleh diuji aktivitas antibakterinya dengan metode difusi yang menggunakan bakteri Staphylococcusaureus dan Escherichia coli. Dari hasil pengujian fitokimia, ketiga ekstrak tersebut menunjukan bahwa sampel mengandung senyawa; alkaloid, saponin, steroid, flavonoid dan tanin. Pengujian aktivitas antibakteri dengan metode difusi menunjukan hasil yang paling tinggi aktivitas antibakteri adalah estrak etil asetat dengan zona hambat 35,75 mm terhadap bakteri Staphylococcus aureus, sedangkan pada ekstrak metanol memiliki zona hambat 23,75 mm terhadap bakteri Escherichia coliResearch has been carried out aimed at identifying secondary metabolites of kaf leaf extract using three types of solvents, namely n-hexane, ethyl acetate, and methanol.The obtained extracts were tested for antibacterial activity by diffusion method using Staphylococcus aureus and Escherichia coli bacteria. From the results of phytochemical testing, the three extracts showed that the sample contained compounds; alkaloids, saponins, steroids, flavonoids and tannins. Antibacterial activity testing with diffusion method showed the highest antibacterial activity was estracethyl ethyl acetate with 35.75 mm inhibition zone against Staphylococcus aureus bacteria, whereas methanol had 23.75 mm inhibitory zone against Escherichia coli bacteri