Jurnal MIPA
Not a member yet
355 research outputs found
Sort by
Pkm Budi Daya Kelelawar Di Desa Boyong Atas Kecamatan Tenga Kabupaten Minahasa Selatan
Kelelawar pemakan buah adalah satwa liar yang berperan sebagai penyerbuk buah-buahan dan penyebar biji-bijian. Namun kelelawar pemakan buah dijadikan bahan pangan. Dikhatirkan populasi kelelawar akan menurun dan beberapa jenis kelelawar endemik akan terancam punah. Oleh karena itu perlu dicarikan solusinya. Salah satu solusi adalah penyuluhan dan budidaya kelelawar. PKM budidaya Kelelawar di desa Boyong Atas bertujuan mengajarkan ibu-ibu kelompok Pinasungkulan dan Mangimbali untuk membudidayakan kelelawar. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan demostrasi cara budidaya kelelawar. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa minat ibu-ibu untuk membudidayakan kelelawar sangat tinggi, karena ibu-ibu mempraktekkan apa yang diajarkan. Hasil pengamatan terhadap pakan kelelawar menunjukkan bahwa pakan efektif diberikan pada sore hari. Jenis pakan yang disukai adalah pepaya masak. Kesimpulannya bahwa kelelawar dapat dibudidayakan karena dapat beradaptasi dengan kandang dan pakan yang diberikanFruit bats are wild animal that function as pollinators and spreaders of plant grains. However in North Sulawesi province, Minahasa region particularly, fruit bats are used as food. The bat population will decline and some endemic bat species threatened will be extinction, if hunting to be continued. Therefore it is necessary to find a solution. One of solution is education and cultivation. The Society Partnership Program in Boyong Atas village was aimed to teach women in the Pinasungkulan and Mangimbali groups to make bat breeding. The methods used were community outreach and demonstration of bat cultivation. The observation showed that mothers' interest was very high, because mothers practice what had been taught. Observation of bat feeding time showed that effective feed was given in the afternoon. The type of preference feed of bats was ripe papaya. In conclusion, bats can be cultivated because they can adapt well in captivity as well as the feed provide
Karakteristik Fisiko-Kimia Konsentrat Protein Ikan Sunglir (Elagatis bipinnulatus)
Ikan merupakan sumber protein hewani yang memiliki daya cerna yang lebih baik dan jumlah kandungan asam amino essensial yang lebih banyak dibandingkan dengan sumber protein hewani lainnya. Ikan sunglir adalah jenis ikan pelagis yang banyak hidup diperairan Nusa Utara. Ekstraksi KPI umumnya dilakukan dengan menggunakan pelarut etanol. Penelitian ini bertujuan mengkarakterisasi sifat fisiko-kimia konsentrat protein ikan yang diekstrak dari ikan sunglir. Penggunaan etanol 90% dalam mengekstraksi konsentrat protein dari ikan sunglir menghasilkan rendemen berkisar 18-20%. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa konsentrat protein ikan sunglir memiliki kandungan protein yang tinggi dan memiliki kadar lemak yang rendah. Konsentrat protein dengan kadar protein >65% dan kadar lemak <3% tergolong sebagai konsentrat protein Tipe B sesuai dengan standar Mutu FAO 1976 tentang KPI. Hasil pengujian fisik menunjukkan bahwa KPI memiliki kemampuan penyerapan air, lemak dan densitas kamba yang cukup baik untuk diaplikasikan ke dalam bahan panganFish serve as an important source of animal protein with better digestibility and higher content of essential amino acids than other sources of animal protein. Elagatis bipinnulatus or sunglir in Indonesian is a common pelagic fish caught in Sangihe Islands. FPC is commonly extracted with etanol. Therefore, this research aims to characterise the physicochemical properties of the FPC extracted from rainbow runner. The use of 90% ethanol for exraction of FPC from rainbow runner resulted in 18-20% yield. The result shows that the local rainbow runner contained FPC with high level of protein (77.34%) but low level of fat (1.22%), classified as type B on the basis of FAO’s standard on FPC Protein, which stipulated FPC with >65% protein and <3% fat content as Type B. In addition, physical analysis proved that FPC has appropriate water and fat absorption abilities as well as kamba density, suitble for food substitute or fortificatio
Keanekaragaman Amphibi Di Areal Persawahan Kota Tondano Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara
Persawahan merupakan habitat yang baik bagi kehidupan amphibi. Amphibi memiliki fungsi ekologis sebagai penyeimbang ekosistem dan sebagai bioindikator lingkungan. Penilitian ini bertujuan untuk menganalisis keanekaragaman amphibi di areal persawahan Boleuvard Kota Tondano berdasarkan nilai indeks Shannon-Wiener. Penelitian ini menggunakan metode Line Transect yang dilaksanakan pada bulan Januari-Desember 2018. Nilai indeks keanekaragaman Shannon-Wiener pada transek satu H’ 0,782, transek dua H’1,208 dan transek tiga H’ 1,139. Berdasarkanhasilpenelitianterdapat lima  spesies yang ditemukanya itu Bufo melanostictus, Rana cancrifora, Rana chalconota, Fejevarya limnocharis, dan Hylarana nicobariensis. Berdasarkan kategori indeks Shannon-wiener keanekaragaman amphibi di areal persawahan Tondano termasuk dalam kategori sedangRice fields are good habitat for amphibian life. Amphibians have an ecological function as a counterweight to ecosystems and as an environmental bioindicator. This research tries to analyze the amphibians in the Boleuvard rice field area of Tondano City based on the Shannon-Wiener index value. This study uses the Path Transect method which was carried out in January - December 2018. The index value of the Shannon-Wiener contribution to habitatone H '0,782, habitat two H'1,208 and habitat three H' 1,139. Based on the results of the study found five species found, namely Bufo melanostictus, Rana cancrifora, Rana chalconota, Fejevarya limnocharis, and Hylarana nicobariensis. Based on the Shannon-wiener index category the various amphibians in the Tondano rice field area are included in the medium categor
Desain Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Hybrid Diesel Generator-PV Menggunakan Software HOMER (Studi Kasus: KM Barcelona 1 di Pelabuhan Manado)
Telah dilakukan penelitian untuk merancang sistem pembangkit listrik hybrid menggunakan software HOMER. Data beban listrik yang digunakan pada penelitian ini diambil dari kapal motor Barcelona 1 dengan rute perjalanan Manado-Tahuna dan data radiasi matahari diambil dari website NASA yang diakses melalui software HOMER. Data-data itu dimasukkan pada software HOMER untuk disimulasikan. Skenario 1 dibuat sesuai dengan kondisi sebenarnya di kapal dan skenario 2 merupakan desain sistem pembangkit listrik hybrid yang menggunakan photovoltaic. Berdasarkan simulasi yang telah dilakukan, desain pembangkit listrik pada skenario 2 lebih optimal dengan nilai NPC (Net Present Cost) yaitu US0,406. Skenario tersebut terdiri dari generator berkapasitas 10 kW dan panel surya 58,6 kWResearch has been conducted to design a hybrid power generation system using HOMER software. The electrical load data used in this study was taken from the Barcelona 1 motorship with the Manado-Tahuna travel route and solar radiation data taken from the NASA website accessed via the HOMER software. The data was entered into the HOMER software to be simulated. Scenario 1 is made according to the actual conditions on the ship and scenario 2 is a design of a hybrid power generation system that uses photovoltaic. Based on the simulation that has been done, the design of the power plant in scenario 2 is more optimal with the value of NPC (Net Present Cost) which is US0.406. The scenario consists of generators with a capacity of 10 kW and solar panels 58.6 k
Perancangan Sistem Informasi Selam Program Studi Ekowisata Bawah Laut Politeknik Negeri Manado
Ekowisata Wisata Bawah Laut adalah salah satu program studi di Politeknik Negeri Manado yang salah satu tujuannya adalah untuk mendukung dunia pariwisata di Indonesia Khususnya di Provinsi Sulawesi Utara. Pengolahan Data selam pada Program Studi Ekowisata Bawah Laut selama ini dilakukan dengan cara mencatat di buku. Menyelam dimana, perangkat yang digunakan, waktu penyelaman dan hal lain yang menyangkut penyelaman dilakukan dengan cara mencatat. Kebutuhan akan pengolahan data peyelaman berbasis komputer dirasakan sangat mendesak. Selain untuk kebutuhan perekaman data, memproses dan dalam melaporkan kegiatan perkuliahan. Tujuan perancangan sistem informasi selam Program Studi Ekowisata Bawah Laut adalah merancang dan membuat sistem pengolahan data penyelaman berbasis komputer sehingga pengolahan data penyelaman yang selama ini dilakukan dengan cara mencatat di buku akan dilakukan dengan menggunakan aplikasi baik untuk merekam, memproses data dan menghasilkan informasi. Metode yang digunakan untuk membangun sistem menggunakan metode waterfall, dimulai dengan tahapan penetapan kebutuhan sistem, desain, implementasi dan pengujian unit, integrasi dan pengujian sistem kemudian tahapan operasi dan perawatan. Hasil dari penelitian ini adalah Perangkat Lunak Sistem informasi selam pada program studi ekowisata bawah laut Politeknik Negeri ManadoUnderwater Tourism Ecotourism is one of the study programs in the Manado State Polytechnic which one supports to support the world of tourism in Indonesia, especially in North Sulawesi Province. Diving Data Processing in the Underwater Ecotourism Study Program so far has been done by recovering in books. Diving where, equipment used, time diving and other things that save diving is done by recovering. The need for computer-based dive data processing was received very satisfactorily. In addition to the purposes of data recording, processing and reporting of lecture activities. The purpose of designing an information system for the Underwater Ecotourism Study Program is to organize and create a computer-based diving data processing system for data processing diving which has been done by updating books to be carried out using good applications to assist, process data and produce information. The method used to build the system using the waterfall method, starting with the stages of determining the system requirements, design, implementation and unit testing, integration and testing of the system begins the operation and maintenance stages. The results of this study are Dive Information System Software in the underwater ecotourism study program Manado State Polytechni
Karakteristik Fisiko Kimia Dan Polisiklik Aromatik Hidrokarbon Ikan Julung (Hemirhampus marginatus) Asap Cair Cangkang Pala
Tujuan penelitian yaitu: menentukan konsentrasi dan lama perendaman dalam larutan asap cair yang optimum melalui percobaan untuk mengaplikasikan asap cair hasil pirolisis cangkang pala pada pengawetan ikan julung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Aw tertinggi pada  perendaman 90 menit dengan konsentrasi larutan asap cair 10 %. Kadar air tertinggi pada lama perendaman 90 menit dengan konsentrasi larutan asap cair 15 % yaitu 26,34 %. dan kadar protein tertinggi yaitu 54,23 % pada lama perendaman 30 menit pada konsentrasi larutan asap cair 10 % kadar lemak terendah 1,21 % pada lama perendaman 90 menit pada konsentrasi asap cair 5 % dan kadar abu terendah pada lama perendaman 60 menit dengan konsentrasi asap cair 10 % yaitu 1,12 %. Hasil penelitian julung asap cair pada lama perendaman 30 dengan konsentrasi 5 %, 10 % dan 15 % menunjukkan bahwa kandungan total PAH paling rendah dihasilkan pada konsentrasi larutan asap cair 5 % di ikuti oleh pengasapan cair dengan konsentrasi larutan asap cair 10 %, dan 15 %The purpose of this research is to determine the optimum concentration and soaking time in a liquid smoke solution through an experiment to apply liquid smoke from the pyrolysis of nutmeg shells to the preservation of julung fish. The results showed that the highest Aw value at 90 minutes immersion with a liquid smoke concentration of 10%. The highest water content in the 90 minute immersion with a liquid smoke concentration of 15% is 26.34%. and the highest protein content is 54.23% at 30 minutes soaking time at the concentration of liquid smoke solution 10% the lowest fat content is 1.21% at 90 minutes soaking time at 5% liquid smoke concentration and the lowest ash content at 60 minutes soaking time with concentration liquid smoke 10% which is 1.12%. The results of the liquid smoke rolls in the immersion period 30 with concentrations of 5%, 10% and 15% showed that the lowest total PAH content was produced at a concentration of 5% liquid smoke solution followed by liquid fuming with a concentration of liquid smoke solution of 10%, and 15
Survei Populasi Nyamuk dalam Kandang Babi di Kelurahan Walian Kota Tomohon Sulawesi Utara
Nyamuk adalah salah satu jenis ektoparasit yang sering dijumpai dan dapat menyebabkan kerusakan kulit, penurunan produktivitas, dan penularan media penyakit. Studi nyamuk di kandang babi Kota Tomohon dilakukan dengan tujuan untuk menentukan keragaman dan kepadatan populasi dan waktu aktivitas nyamuk (Culicidae) di kandang babi. Metode pengamatan dalam penelitian ini yaitu mengumpulkan nyamuk setiap 2 (dua) jam dengan menggunakan Light Trap yang ditempatkan di setiap kandang mulai pukul 18.00-06.00. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keanekaragaman nyamuk ditemukan dalam 3 genera, yaitu Culex, Anopheles, dan Armigeres. Kepadatan populasi nyamuk berhasil tertangkap 546 individu nyamuk yang terdiri dari Culex 356, Anopheles 182, dan Armigeres 8. Penelitian ini juga mendapatkan bahwa Culex memiliki kelimpahan genus nyamuk tertinggi. Ditemukan bahwa kelimpahan tertinggi 225 (63%) dari Culex pada jam 22.00-24.00. Waktu aktivitas nyamuk tertinggi diperoleh dari data jumlah tangkapan nyamuk terbanyakMosquitoes are one type of ectoparasites that are often encountered and can cause skin damage, decreased productivity, and transmission of disease media. The study of mosquitoes in the pig barns of Tomohon City was carried out with the aim to determine the diversity and population density and the time of mosquito activity (Culicidae) in the pig barns. The observation method by collecting mosquito  every 2 (two) hours at the Light Trap placed in each cage starting at 18.00-06.00 is used in this study. The results of the study showed that the mosquitoe diversity were found in 3 genera, namely Culex, Anopheles, and Armigeres. The population density of mosquito barn was found 546 individuals of mosquitoes consisting of Culex 356, Anopheles 182, and Armigeres 8. This research also indicates that Culex have highest abundance of mosquitoes genera. It was found that the highest abundance 225 (63%) of Culex at 22.00-24.00. The highest activity time of mosquitoes obtained from the data of the highest number of mosquito catche
Profil Karkas Dan Status Hematologis Darah Dari Sapi Yang Diberi UGB
Masalah pemberian pakan pada ruminansia telah mendapat banyak perhatian di daerah tropis. Sebagian besar ruminansia mendapatkan pakan jerami, limbah tanaman pertanian dan industri yang berkualitas rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian gula aren block (UGB) pada sapi. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Paniki I Manado, selama 3 Bulan. Ternak yang digunakan terdiri dari 20 ekor sapi jantan lokal, berumur sekitar 18 bulan dengan berat badan 200-250 kg. Hijauan yang digunakan adalah jerami jagung. Pakan tambahan UGB diberikan secara konstan sebanyak 500 gr/ekor/hari. Air minum diberikan secara ad libitum. Ransum yang diberikan : R0 = jerami jagung ad libitum + 0 gr UGB ; R1 = jerami jagung ad libitum + 500 gr UGB. Variabel yang diamati adalah bobot karkas, prosentase karkas dan profil hematologis darah. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan t-test. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah pemberian suplementasi UGB berpengaruh pada profil karkas dan status hematologis darah sapiThe issue of feeding ruminants is receiving a lot of attention in the tropics. Most ruminants get low-quality hay, agricultural and industrial feed. UGB block in cattle. This research was conducted in Paniki I Village Manado, for 3 months. The cattle used consisted of 20 local bulls, given about 18 months with a body weight of 200-250 kg. The forage used is corn straw. Additional UGB feed is constantly given as much as 500 gr / head / day. Drinking water is given ad libitum. Ration given: R0 = corn straw ad libitum + 0 gr UGB; R1 = cornstarch ad libitum + 500 gr UGB. The determining variables are carcass weight, carcass percentage and haematological profile of blood. The data obtained were analyzed using t-test. The conclusion obtained from this study is that UGB supplementation was approved in the carcass profile and haematological status of bovine bloo