EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia
Not a member yet
141 research outputs found
Sort by
PELATIHAN SAT (SELF REGULATION, ASSERTIVENESS, TIME MANAGEMENT) DAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA SISWA SMA
High school students tend to do academic procrastination, which is behaviour that relates to delay action towards academic tasks during their study. Refer to this condition, SAT training (Self Regulation, Assertiveness and Time Management) is designed to reduce academic procrastination of high school students. Subjects are high school students in class XI. This research uses experimental design one-group pretest-posttest design. The results showed t values = 1, 403 with p = 0.175 (
WELL-BEING PADA LANSIA YANG TINGGAL DI PANTI WERDHA ATAS DASAR KEPUTUSAN SENDIRI
Adanya tuntutan dari dunia yang semakin modern, lansia tampaknya seringkali dianggap sebagai hambatan bagi keluarga. Salah satu alternatif yang dapat diambil para lansia adalah tinggal di panti werdha sehingga dapat melanjutkan hidup mereka tanpa mengganggu anggota keluarga yang lain. Kekakuan mental pada lansia akan menjadikan hambatan tersendiri ketika beradaptasi dengan orang-orang lain di panti werdha sehingga secara langsung juga akan mempengaruhi well-being individu tersebut.
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengungkap secara mendalam dan mendeskripsikan well-being pada lansia yang tinggal di panti werdha atas dasar keputusan sendiri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara terhadap 2 orang informan yang merupakan warga dari panti werdha dan tinggal di panti werdha atas dasar keputusannya sendiri.
Di dalam melihat well-being seseorang, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu bagaimana warga panti memiliki hubungan dengan keluarga, konflik dengan orang lain, kedekatan relasi dengan orang lain, otonomi, problem solving, penguasaan lingkungan, pertumbuhan pribadi dan fasilitas panti. Semua tema di atas saling berkaitan dalam membentuk well-being seseorang. Ketika salah satu tema tersebut tidak terpenuhi maka akan menurunkan well-being seseorang
THE EFFECT SIZE OF MINDFULNESS-BASED COGNITIVE THERAPY AS AN INTERVENTION OPTION FOR DEPRESSION
Depression as a form of mental health illness is well-known and widespread nowadays in this age and time. Many interventions, curative and preventive, have been created to fight this illness. This paper discussed the use of Jon Kabat-Zinn’s mindfulness meditation and its philosophy when combined with a recognized therapy form, Cognitive Behavioral Therapy, to become Mindfulness-Based Cognitive Therapy (MBCT). Specifically, this paper discussed which aspect of depression that MBCT can specifically tackle when working with depressed individuals, which is their ruminative thinking style. The goal of this paper is to see the effect size of MBCT as an intervention to be used when working with depressed individuals. By looking at the effect size, it can also help to determine how effective this option might be as an intervention
KECERDASAN EMOSI DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA TUNARUNGU DI SMPLB KARYA MULIA
Learning achievement is the result of study that shows the level of individual mastery of the material taught. One factor that may affect the achievement of learning is emotion Goleman (2002: 17). Noble’s work on the school SMPLB Surabaya where students have a limited hearing that the learning achievement of deaf students were allegedly also associated with emotional intelligence possessed by students.
This study aims to look at the relationship between emotional intelligence with learning achievement in hearing impaired students in schools SMPLB Karya Mulia Surabaya. The study subjects (N = 41) were students of Surabaya Majesty SMPLB using total study population sampling technique that capture the. Data were collected by using a scale of emotional intelligence to uncover the emotional intelligence of students while learning achievement revealed by looking at the total value of the first semester report cards during the school year 2011-2012. Data were analyzed with non parametric Kendall’s tau_b, with the help of SPSS For Windows Version 17.0.
The analysis of data showed the correlation coefficient rxy = 0296 with p = 0.008 (
Faktor-Faktor Brand Loyalty Smartphone Pada Generasi Y
Brand loyalty terhadap smartphone merupakan bentuk perilaku pembelian berulang yang dilakukan konsumen terhadap suatu merek smartphone yang sama. Brand loyalty merupakan suatu fenomena penting bagi industri. Generasi Y merupakan sasaran penelitian ini karena berkarakteristik sebagai techno-generation yang akan menjadi pimpinan pasar pada masa depan. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi brand loyalty terhadap smartphone, pada generasi Y. Teknik sampling adalah purposive dan snowball. Penelitian ini dilakukan dengan perspektif kualitatif, dengan metode fenomenologi. Data dikumpulkan dengan wawancara, dan dianalisis mengunakan analisis tematik induktif. Hasil menunjukkan dua faktor yang memengaruhi brand loyalty terhadap smartphone pada generasi Y, yakni faktor internal dan eksternal. Faktor interla mencakup faktor-faktor psikologis yang melibatkan motivasi, persepsi, proses belajar, dan faktor-faktor pribadi yang melibatkan kepribadian dan nilai. Faktor-faktor eksternal mencakup faktor-faktor sosial yang melibatkan gaya hidup komunitas, lingkaran kerja atau kuliah, teman, lingkaran keluarga, dan media. Kepribadian yang dipengaruhi oleh lingkaran keluarga merupakan hal terpenting yang memengaruhi brand loyalty generasi Y terhadap smartphone
Proses Dan Dampak Informasi Dalam Strategi Iklan Bersambung Pond’s Flawless White Versi 7 Days To Love
Strategi penayangan iklan yang kreatif ditujukan untuk menarik perhatian masyarakat. Salah satu strategi penayangan iklan yang ternyata menjadi perhatian masyarakat yaitu iklan bersambung seperti iklan produk Pond’s Flawless White. Penelitian tentang strategi penayangan iklan bersambung ini bertujuan untuk mencari tahu bagaimana proses dan dampak informasi dari strategi penayangan iklan bersambung produk Pond’s Flawless White. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan model penelitian studi kasus. Proses pangambilan data dilakukan melalui angket dan wawancara. Informan yang menjadi subjek penelitian merupakan konsumen yang telah menonton keseluruhan episode iklan bersambung Pond’s Flawless White versi 7 Days to Love. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses dan dampak informasi dari iklan bersambung Pond’s Flawless White versi 7 Days to Love hanya sampai pada dimensi afeksi. Iklan bersambung Pond’s Flawless White versi 7 Days to Love belum mampu membuat penontonnya melakukan pembelian produk. Konsumen menyukai konsep cerita yang disuguhkan, tetapi enggan untuk mencoba menggunakan produk karena lebih percaya pada produk yang sudah biasa digunakan
Mewujudkan Kampung Bersih Dan Sehat Melalui Pemberdayaan Komunitas Kader Lingkungan Untuk Penanggulangan Penyakit Demam Berdarah Dengue Di Kupang Krajan Surabaya
Penelitian ini adalah penelitian berkelanjutan tentang pemberdayaan yang berbasis komunitas dalam bidang kesehatan yang sudah dimulai sejak tahun 2013. Penelitian ini merupakan proses penerapan dari rancangan pemberdayaan para kader lingkungan sebagai strategi untuk pemberantasan penyakit demam berdarah dengue di Kecamatan Sawahan Kelurahan Kupang Krajan Surabaya. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang merupakan seri dari awal model penelitian etnografi karena akan ditindaklanjuti kembali di masa mendatang. Para informan adalah kader lingkungan dan pemangku wilayah di kecamatan Sawahan, Kelurahan Kupang Krajan. Metode pengumpulan data berbasis wawancara mendalam, dokumentasi foto dan rekaman, catatan lapangan. Analisa tematik digunakan untuk menggali aspek-aspek sosial budaya yang berkembang dalam masyarakat. Penelitian ini juga mensinergikan pemaknaan teori pemberdayaan dari Rappaport (1987), Zimmerman dan Wandersman (2003) dengan teori The Interactive Systems Framework (ISF) of dissemination and implementation. Penelitian ini sekaligus menggali pemaknaan penerapan teori ISF yang hasilnya belum optimal. Hasil penelitian menunjukkan kurangnya optimalisasi intervensi komunitas dan kelemahan penerapan teori ISF bila dikaitkan dengan situasi sosial budaya dan konflik internal yang berdampak terhadap optimalisasi pelaksanaan intervensi komunitas. Dengan demikian rangkaian penelitian etnografi yang menggambarkan dinamika kehidupan warga masih harus dimaknai dan digali di masa mendatang
Intensi Social Loafing Pada Tugas Kelompok Ditinjau Dari Adversity Quotient Pada Mahasiswa
Tugas kelompok dalam perkuliahan dapat menimbulkan social loafing pada mahasiswa. Social loafing adalah kecenderungan seseorang untuk mengurangi usahanya ketika mengerjakan tugas secara kelompok dibandingkan ketika mereka dievaluasi secara personal. Intensi mahasiswa untuk melakukan social loafing diduga berhubungan dengan adversity quotient yang dimiliki oleh mahasiswa. Adversity quotient adalah kemampuan seseorang untuk bertahan dalam menghadapi dan mengatasi masalah, hambatan atau kesulitan yang dimilikinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara adversity quotient dengan intensi mahasiswa untuk melakukan social loafing pada tugas kelompok. Subyek penelitian adalah 85 orang mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala intensi social loafing dan skala adversity quotient. Hasil analisa data menunjukkan nilai -0.299 dengan p < 0.001 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara adversity quotient dengan intensi mahasiswa untuk melakukan social loafing pada tugas kelompok. Semakin tinggi adversity quotient yang dimiliki oleh mahasiswa maka semakin rendah intensi mahasiswa untuk melakukan social loafing pada tugas kelompok. Dosen disarankan untuk memberikan tugas-tugas perkuliahan yang dapat menstimulasi adversity quotient pada mahasiswa sehingga intensi mahasiswa untuk melakukan social loafing dapat menurun
Antara Harapan Dan Takdir: Resolution To Infertility Pada Perempuan Infertil
Infertilitas merupakan masa krisis bagi orang yang mengalaminya. Tujuan penelitian ini ialah mengeksplorasi gambaran psikologis yang dialami perempuan infertil hingga sampai tahap resolution to infertility. Dengan pendekatan fenomenologis, peneliti melakukan wawancara kepada empat perempuan yang memiliki masalah infertilitas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perempuan infertil akan melalui tahap period of grief sebelum masuk ke tahap penerimaan terhadap infertilitas. Gambaran psikologis yang paling sering ditunjukkan informan ialah perasaan sedih, cemas, dan stres. Proses penerimaan dicapai para informan dengan pertama-tama memaknai kepemilikan anak sebagai takdir dari Tuhan. Pemaknaan akan takdir ini selanjutnya memunculkan harapan bahwa Tuhan bisa memberikan anak pada masa depan. Harapan menjadi sumber utama kekuatan bagi para informan penelitian dalam menerima kondisi infertilitas. Hasil penelitian juga mengungkap faktor-faktor protektif dan risiko yang mampu mempengaruhi keberhasilan perempuan infertil dalam menjalani program kehamilan. Faktor-faktor protektif meliputi aspek spiritualitas, marital benefit, dukungan sosial, dan coping mechanism, sedangkan faktor-faktor risiko meliputi tekanan sosial, kesibukan suami dalam pekerjaan, dan hubungan negatif antara pasien dan tenaga kesehatan profesional. Hasil penelitian ini dapat menjadi pertimbangan bagi tenaga profesional kesehatan dalam memberikan bantuan medis dan psikologis bagi perempuan infertile
Motivasi Berprestasi Pada Penderita Spondyloarthritides Dengan Jenis Enteropathic Arthritis
Spondyloarthritides adalah kelompok gangguan yang memiliki ciri – ciri klinis yang khas dan berkaitan dengan kelainan faktor genetik HLA-B27, yang menyerang pada bagian lutut dan pergelangan kaki, dan juga tangan, pundak, dan bagian atas pundak,dalam kondisi kelelahan. Motivasi berprestasi adalah motivasi yang berhubungan dengan pencapaian beberapa standar kepandaian atau standar keahlian. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui motivasi berprestasi pada penderita penyakit Spondiloartropaty dengan jenis Enteropathic Arthritis. Partisipan penelitian ini seorang mahasiswa yang mengalami Spondylorarthritides, type Eteropathic Arthritis. Partisipan menunjukkan motivasi berprestasi yang tinggi terlepas dari kondisinya. Hasil penelitian menghasilkan empat tema mutama: faktor – faktor motivasi berprestasi, gambaran motivasi berprestasi, strategi untuk mencapai tujuan, dan faktor kesehatan yang mempengaruhi motivasi. Motivasi berprestasi didasarkan pada keinginan informan untuk ingin tetap aktif dan sekaligus mampu menjadi yang terbaik dalam setiap aktivitas yang dijalaninya saat ini