AGRISAINTIFIKA Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian
Not a member yet
287 research outputs found
Sort by
Analisis Menurunnya Minat Petani Menanam Padi Organik dengan Pendekatan Fishbone Diagram Di Kabupaten Ngawi
ABSTRAKPenelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis keragaan pendapatan petani padi organik dan petani padi konvensional, mengetahui faktor penyebab apa yang paling utama menyebabkan menurunnya minat petani menanam padi organik, serta mencari tindakan apa yang dapat meningkatkan minat petani menanam padi organik. Metode dasar yang digunakan adalah metode deskriptif dengan teknik pengambilan data menggunakan teknik observasi, wawancara, kuesioner, serta dokumen dan pencatatan. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Penelitian dilakukan di Kabupaten Ngawi. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis pendapatan usahatani, analisis efisiensi usahatani, serta analisis fishbone diagram. Berdasarkan hasil analisis menunjukan bahwa pendapatan usahatani padi konvensional lebih tinggi apabila dibandingkan dengan usahatani padi organik dengan nilai Rp. 18.131.817,66,-/ha/MT berbanding dengan Rp. 11.330.399,35,-/ha/MT. Analisis Efisiensi menunjukan bahwa kedua jenis usahatani telah efisien namun nilai efisiensi usahatani padi konvensional lebih tinggi apabila dibandingkan dengan usahatani padi organik dengan nilai 3,09/MT berbanding dengan 2,01/MT. Berdasarkan analisis fishbone diagram menunjukan bahwa faktor yang paling berpengaruh adalah dari faktor manusia yaitu dengan permasalahan penerimaan uang yang terlambat.Kata Kunci : Efisiensi Usahatani, Fishbone Diagram, Padi Organik, Pendapatan, Petani
Pengaruh Imbangan Aquadest dalam Pembuatan Sabun Mandi Cair Berbahan Virgin Coconut Oil (VCO)
ABSTRAK Sabun merupakan surfaktan yang digunakan bersama air untuk membersihkan atau mencuci yang tersedia dalam bentuk padat dan cair. Bahan baku sabun mandi cair menggunakan minyak kelapa murni (VCO). Penelitian ini bertujuan untuk membuat sabun mandi cair, mencari jumlah imbangan aquadest yang terbaik dalam pembuatan sabun mandi cair, dan mengetahui perbandingan mutu sabun mandi cair yang dihasilkan terhadap karakteristik sabun mandi cair. Metode penelitian menggunakan metode eksperimental desain laboratorium dengan analisis deskriptif dengan pembuatan sabun metode panas. Perlakuan pada penelitian ini dengan perbedaan imbangan aquadest yang diberikan untuk pembuatan sabun mandi cair berbahan minyak kelapa murni yaitu A = sabun mandi cair dengan imbangan aquadest : pasta sabun (1:1), B = sabun mandi cair dengan imbangan aquadest : pasta sabun (2:1), dan C = sabun mandi cair dengan imbangan aquadest : pasta sabun (3:1) dari 200 gram basis sabun. Pengamatan pada sabun mandi cair antara lain sifat fisik sabun, sifat kimia sabun, dan uji organoleptik. Hasil analisis menunjukan bahwa semua formula sabun mandi cair memenuhi persyaratan berdasarkan SNI sabun mandi cair 06-4085-1996. Formula sabun mandi cair dengan perlakuan C (sabun mandi cair dengan imbangan aquadest : pasta sabun (3:1)) merupakan produk terbaik secara keseluruhan. Hasil analisis sabun mandi cair pada perlakuan C adalah bobot jenis 1,055, kadar alkali bebas 0,0073 %, nilai pH 9,07 , nilai angka lempeng total 1 koloni/g, nilai viskositas 3400 cPs , dan nilai stabilitas busa 27,66%. Sehingga teknologi proses pembuatan sabun mandi cair dengan minyak kelapa murni dengan imbangan aquadest yang terbaik dapat dikembangkan dan diaplikasikan pada skala rumah tangga dan industri.Kata kunci: Imbangan Aquadest, Minyak Kelapa Murni, Sabun Cair, Mutu Sabu
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan Daging Ayam Broiler Pada Rumah Tangga Di Kabupaten Demak
ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan daging ayam broiler dan mengetahui jumlah permintaan rumah tangga terhadap daging ayam broiler. Lokasi penelitian secara purposive, metode yang digunakan adalah metode survei, pengambilan sampel secara Quota Sampling , dan penentuan responden dengan metode Multistage Random Sampling yang terdiri dari 90 responden dari 3 Kecamatan di Kabupaten Demak. Analisis data menggunakan rumus Regresi Linier Berganda dalam fungsi logaritma (Ln). Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah harga daging ayam broiler (X1), harga ayam kampung (X2), pendapatan konsumen (X3), jumlah anggota keluarga (X4) dan selera konsumen (X5). Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel-variabel bebas yang diamati secara bersama-sama berpengaruh nyata terhadap permintaan daging ayam broiler. Secara parsial harga ayam kampung, jumlah anggota keluarga dan selera konsumen berpengaruh nyata terhadap permintaan daging ayam broiler, sedangkang harga ayam broiler dan pendapatan tidak berpengaruh nyata terhadap permintaan daging ayam broiler. Kata kunci : Ayam broiler, Faktor permintaan, Rumah tangg
Studi Korelasi Luas Pemilikan Lahan Pertanian Dengan Usaha Bertanam Padi Pada Petani
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa korelasi antara luas pemilikan lahan pertanian dengan pendapatan usaha bertanam padi pada petani di Kelurahan Giritontro Kecamatan Giritontro Kabupaten Wonogiri musim pada tanam tahun 2010. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani di Kelurahan Giritontro Kecamatan Giritontro Kabupaten Wonogiri musim tanam tahun 2010 sebanyak 758 Kepala Keluarga (KK) yang diambil dengan menggunakan stratifield proportional random sampling atau sampel berstrata, proporsional, dan acak.Metode penelitian yang digunakan adalah studi korelasional.Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi dan angket.Dokumentasi digunakan untuk memperoleh data pemilikan lahan pertanian dan angket digunakan untuk memperoleh data pendapatan petani dari bertanam padi.Teknik analisis data dengan menggunakan rumus r Product Moment pada taraf signifikansi 5%.Dari hasil analisis data diperolehr hitung = 0,5299 (taraf signifikan 5%, diperoleh rtabel = 0,195. Hal ini berarti H0 ditolak dan Hk diterima atau yaitu “terdapat korelasi yang positif dan signifikan antara lahan pertanian dengan pendapatan usaha bertanam padi pada petani Giritontro Kecamatan Giritontro Kabupaten Wonogiri musim tanam tahun 2010. Harga r hitung yang positif menunjukan bahwa antara luas lahan pertanian dengan pendapatan usaha bertanam padi terdapat hubungan searah, artinya semakin luas lahan yang dimiliki petani akan diikuti dengan semakin tingginya pendapatan yang diperoleh petani, sebaliknya semakin sempitnya lahan yang dimiliki petani akan diikuti dengan semakin rendahnya pendapatan yang diperoleh petani. Kata kunci: Korelasi, Lahan Pertania
Proteksi Tepung Ikan Menggunakan Asap Cair dari Tempurung Kelapa Terhadap pH dan NH3
ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui Pengaruh Proteksi Tepung Ikan Menggunakan Asap Cair dari Tempurung Kelapa terhadap Fermentabilitas In Vitro dilihat dari NH3 dan pH dan mengetahui konsentrasi asap cair yang dapat digunakan pada proteksi bahan pakan tinggi protein. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan tiga perlakuan dan 2 ulangan. Perlakuan sebagai berikut: : P0 = Tepung ikan tanpa perlakuan, P1 = Tepung ikan + Asap cair dari tempurung kelapa konsentrasi 10%, P2 = Tepung ikan + Asap cair dari tempurung kelapa konsentrasi 20%, P3 = Tepung ikan + Asap cair dari tempurung kelapa konsentrasi 30%. Peubah yang diamati NH3 dan pH. Masing-masing perlakuan ditambahkan asap cair sebanyak 5 %. Tepung ikan diproteksi dengan asap cair dari tempurung kelapa caranya dengan menyemprotkan asap cair tersebut ke bahan tersebut kemudian didiamkan semalam. Hasil rerata nilai kadar NH3 pada penelitian ini antara 11 – 23 mg/100 gram. Rerata pH P0 dan P1 yang dihasilkan adalah 5,75±0,01 dan 5,51±0,01 sedangkan P2 dan P3 masing-masing 5,32±0,01 dan 5,20±0,01. Kadar NH3 dan pH yang ideal sesuai dengan kondisi didalam rumen adalah proteksi tepung ikan mengunakan asap cair dengan konsentrasi 0% dan 10 % Kata kunci : Asap cair, NH3, pH, proteksi, tepung ika
Pendugaan Umur Simpan Keripik Tempe Sagu dalam Pengemas Aluminium Foil
ABSTRAKKeripik tempe sagu adalah salah satu alternatif modifikasi tempe kedelai yang memiliki tekstur yang lebih renyah, penampakan yang lebih menarik dan rasa yang lebih gurih. Tepung tapioka atau biasa disebut tepung sagu menjadi bahan campuran saat proses fermentasi. Kerenyahan produk ini tidak tahan lama jika tidak dikemas dengan pengemas yang sesuai. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui umur simpan keripik tempe sagu dalam pengemas aluminium foil dengan metode Arrhenius. Metode penelitiannya dengan penyimpanan produk pada suhu 50C, 270C dan 500C selama satu bulan. Analisis terhadap kadar air dan kadar asam lemak bebas dilakukan setiap 6 hari sekali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk keripik tempe sagu yang disimpan dengan pengemas aluminium foil memiliki umur simpan selama 108 hari atau 3,6 bulan.Kata kunci: Aluminium foil, Arrhenius, Keripik tempe sag
Efektivitas Dosis Pupuk Bokasi Pada Fase Vegetatif Tanaman Sambiloto (Andrographis paniculata Ness)
ABSTRAKPertumbuhan tanaman sangat dipengaruhi oleh kandungan unsur hara tanah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dosis pupuk bokashi yang tepat agar mendapatkan pertumbuhan terbaik dari tanaman sambiloto (Andrographis paniculata Ness). Metode penelitian adalah eksperimen, dirancang dengan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL), dengan perlakuan tunggal yaitu variasi dosis pupuk bokashi dengan 3 ulangan. Variasi dosis pupuk bokashi ada 4 level yaitu : Tanpa dipupuk bokashi (B1) sebagai pembanding; Pupuk bokashi 5 ton/ha (B2); Pupuk bokashi 10 ton/ha (B3); Pupuk bokashi 15 ton/ha (B4). Hasil penelitian Dosis pupuk bokashi berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah cabang dan jumlah daun. Kesimpulan dosis 15 ton/ha pupuk bokashi menunjukkan pertumbuhan yang paling optimal hasil rata-rata meliputi : tinggi tanaman 60,07 cm/tanaman, jumlah cabang 24,11 buah/tanaman dan jumlah daun 121,33 buah/tanaman berbeda nyata dengan tanpa pupuk bokashi sebagai kontrol. Kata Kunci : Dosis, Pupuk bokashi, Pertumbuhan, Sambilot
Pengaruh Penambahan Eceng Gondok dan Limbah Cair Pengolahan Tahu Pada Produksi Biogas Terhadap Kualitas Fisik dan Kimia Sludge
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan pupuk organik dari sludge biogas dengan bahan dasar feses sapi dengan penambahan eceng gondok (Eichornia crassipes) yang berbeda dan penggunaan limbah cair pengolahan tahu sebagai pengencer. Penelitian ini terdiri dari tiga perlakuan untuk perlakuan control (P0), perlakuan pertama (P1) dan perlakuan kedua (P2), dengan perbandingan eceng gondok 0%, 2,5% dan 5%. Parameter yang diamati meliputi pH sludge, temperatur sludge, temperature dan kelembaban lingkungan, analisis kadar air, bahan organik, N, P dan K. Data yang diperoleh dihitung dengan analisis variansi rancangan acak lengkap pola searah dan apabila menunjukkan perbedaan dilanjutkan uji brda mean Duncan’s New Multiple Range Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan perbedaan komposisi eceng gondok mempunyai pengaruh yang tidak nyata (P>0,05) terhadap pH sludge, temperatur sludge, temperature dan kelembaban lingkungan, analisis kadar air, bahan organiK, N, P dan K. Kandungan N, P dan K menunjukkan kecenderungan meningkat dengan meningkatnya volume eceng gondok. Hasil rata-rata N, P, K, C/N rasio, BOD dan COD sludge adalah 0,72±0,57 (P0), 0,87±0,78 (P1), 0,85±0,25 (P2) rata-rata kadar N, 0,25±0,14 (P0), 0,24±0,22 (P1), 0,38±0,32 (P2) rata-rata kadar P, 0,36±0,11 (P0), 0,44±0,14 (P1), 0,63±0,32 (P2) rata-rata kadar K. Kesimpulan yang dapat digunakan sebagai sumber bahan baku biogas menghasilkan pupuk organik yang dapat membantu mengembalikan kondisi kesuburan tanah
Pengaruh Dosis Pemupukan dengan Puktan Granul Terhadap Pertumbuhan dan Uji Kompatibilitas Bibit Tanaman Pangan dan Holtikultura
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pupuk organik padat dalam bentuk granul terhadap pertumbuhan bibit tanaman uji (pepaya,kelengkeng, rambutan, jeruk, padi, sorgum dan sawi) dan mengetahui kompatibilitas akar bibit tanaman terhadap pupuk organik. Metode penelitian dibagi dalam 2 tahapan yaitu perkecambahan dan pembibitan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan uji statistik terhadap hubungan antara pemberian dosis pemupukan terhadap tinggi dan jumlah helai daun pepaya, kelengkeng, rambutan, padi, sorgum, sawi, dan jeruk menunjukkan bahwa pemupukan menggunakan pupuk tani granul pada gradasi 20 gram, 30 gram, dan 40 gram tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tinggi tanaman dan jumlah helai daun. Untuk bobot tanaman baik bobot tanaman segar maupun kering tertinggi pada umumnya pada dosis pupuk 40 gram, kecuali tanaman sorgum tertinggi pada dosis 30 gram. Untuk root to shoot ratio tertinggi pada umumnya juga pada dosis pupuk 40 gram, kecuali pada tanaman sorgum tertinggi pada dosis pupuk40 gram, kecuali pada tanaman sorgum tertinggi pada dosis pupuk 20 gram. Uji kompatibilitas tertinggi pada dosis pupuk 40 gram pada tanaman padi, kelengkeng dan jeruk. Pada dosis 30 gram tertinggi pada tanaman rambutan, dan tertinggi pada dosis 20 gram pada tanaman pepaya dan sawi. Dan untuk tanaman sorgum baik pada dosis 20 gram, 30 gram dan 40 gram kolonisasi 0%.Kata Kunci : pupuk organik, kompatibilitas, bibi
Upaya Peningkatan Kualitas Daging Ayam Broiler Melalui Pemberian Ekstrak Meniran
This research was conducted to evaluate the effects of extracts Phyllanthus niruri extracted with water and methanol as a substitute for commercial feed additive to determine the impact on the meat quality of broilers. The research use 200 broilers which were devided into four treatments and four replication: 1) Control, broilers were given drinking water without Phyllanthus niruri extract, 2) broilers were given feed additive commercially (bacitracin), 3) broilers were given methanol extract as much as 40 mg / l; and 4) broilers were given water extract as much as of 40 mg / l of drinking water. Each replication consisted of 10 broilers. At the end of the research, four broilers from each treatment were cut. The research used the completely randomized design. The variables observed were performance (feed intake, body weight gain and feed conversion), characteristics of the carcass (carcass percentage, meat and bone ratio, and percentage of abdominal fat), and the quality of the meat (fat, cholesterol, and unsaturated fatty acids). Data were analyzed variance analysis. The results showed that feed consumption (84,80 vs 89,31; 89,16; 9163 g/head/day), body weight gain (55,87 vs 59,57; 59,34; 59,70 g/head/day), carcass characteristics, and meat quality were influenced by Phyllanthus niruri extract. Water extracts provide better meat quality than the methanol extract