JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online)
Not a member yet
172 research outputs found
Sort by
Pengembangan Video Pembelajaran Berbahasa Kaili Pada Materi Fisika untuk Meningkatkan Literasi Sains Siswa
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi sains pada siswa menggunakan video pembelajaran berbahasa kaili pada materi fisika pada siswa kelas XI MIPA 3 SMA Negeri 1 Sindue Tobata. Jenis penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain ADDIE (Analysis, design, development, implementation, and evaluation). Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas XI MIPA secara keseluruhan XI MIPA berjumlah 60 siswa yang terbagi dalam tig akelas sedangkan sampel dipilih satu kelas yaitu XI MIPA 3 dengan cara Purposiv Sampling yaitu Teknik pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan tertentu. Jenis instrument yang digunakan berupa angket, tes, dan dokumentasi. Teknik Analisa data adalah menggunakan uji N-Gain. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa N-Gain pada kelas eksperimen menunjukkan nilai akhir pretest 56 dan nilai postest sebesar 87 dengan nilai N-Gain sebesar 70 termasuk kedalam kategori tinggi yang artinya pengembangan video pembelajaran dapat meningkatkan literasi sains siswa. Tahap pengembangan (Development) melakukan rancangan produk yang selesai dirancang kemudian dikembangkan lebih lanjut dalam tahapan ini. Kelayakan rata-rata dari hasil penelitian oleh ahli materi sebesar 3,41% dengan kriteria sangat layak. Kelayakan rata-rata dari hasil penelitian oleh ahli media sebesar 3,60% dengan kriteria sangat baik. Kelayakan rata-rata hasil penelitian oleh ahli Bahasa sebesar 3,44% kriteria sangat baik
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Game Physics Dominoes Pada Pembelajaran Fisika
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis game physics dominoes pada pembelajaran fisika di SMA Negeri 1 Mepanga . Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode pengembangan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang mencakup tahap Analysis (Analisis), Design (Desain), Development (Pengembangan), Implementation (Implementasi) dan Evaluation (Evaluasi). Subjek penelitian ini adalah 26 orang siswa di SMA Negeri 1 Mepanga. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket dengan model skala likert, dan analisis data dilakukan secara deskriptif. Media yang dikembangkan pada penelitian ini diberikan kepada ahli materi, ahli media, guru dan siswa. Berdasarkan penilaian yang diberikan oleh ahli materi dengan aspek penilaian materi, kebahasaan, dan penyajian. Hasil yang didapatkan dari penilaian ahli materi masuk dalam kategori sangat baik atau layak. Pada ahli media, dengan aspek penilaian tampilan, kemudahan penggunaan, dan kualitas materi, hasil yang didapatkan masuk dalam kategori sangat baik atau layak. Penilaian guru mata pelajaran dengan aspek penilaian materi, kebahasaan, penyajian, tampilan, fisik, dan penggunaan. Hasil yang diperoleh masuk dalam kategori sangat baik. Penilaian siswa dengan aspek tampilan, fisik, dan penggunaan. Hasil yang diperoleh masuk dalam kategori sangat setuju. menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis game physics dominoes layak dan efisien digunakan sebagai media pembelajaran fisika
Pengaruh Model Discovery Learning Berbantuan Alat Sains Sederhana pada Materi Gelombang Cahaya Terhadap Kemampuan Berfikir Kritis Peserta Didik
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh model discovery learning berbantuan alat sains sederhana pada materi gelombang cahaya terhadap kemampuan berfikir kritis peserta didik SMA Negeri 6 Sigi. Jenis penelitian ini merupakan eksperimen kuasi dengan desain the non-equivalent pretest-posttest design. Populasi penelitian adalah peserta didik kelas XI SMA Negeri 6 Sigi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan sampel penelitian adalah kelas XI IPA 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPA 2 sebagai kelas kontrol. Instrumen kemampuan berfikir kritis peserta didik berupa tes pilihan ganda. Hasil analisis uji Independent Sample T-Test pada nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,000<0,05, maka H1= diterima. Dari perhitungan N-Gain Score, kelas eksperimen sebesar 61% dengan kategori cukup efektif sedangkan kelas kontrol sebesar 46% dengan kategori kurang efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model discovery learning berbantuan alat sains sederhana pada materi gelombang cahaya terhadap kemampuan berfikir kritis peserta didik SMA Negeri 6 Sigi
Analisis Kesulitan Siswa MA Alkhairaat Kalangkangan Dalam Memecahkan Masalah Pada Materi Fluida Statis Berdasarkan Tahapan Ideal Problem Solving
Abstract
This study aims to describe the difficulties and factors causing the difficulties of MA Alkhairaat Kalangkangan students in solving Static Fluid material problems based on the IDEAL Problem Solving stages. This research is a mixed method, with the type of research explanatory sequential mix methods. The subjects in this study were students of class XI MIA MA Alkhairaat Kalangkangan who collected 30 students. Respondents in this research category were 6 students who were selected based on high, medium and low. The data in this study were obtained from problem solving difficulty tests and interviews. The results showed that at the stage of identifying problems and possible exploration strategies, most of the respondents experienced difficulties. At the stage of setting goals, almost half of the respondents experienced difficulties. At the stage of implementing the strategy and reviewing and implementing it, respondents generally experienced difficulties. What causes respondents to experience difficulties, namely respondents cannot understand well so that respondents find it difficult to translate or change mathematical concepts, respondents cannot understand the problems that exist in the questions, respondents understand the equations used, do not understand the concepts and lack of practice, respondents are less thorough and skilled in performing arithmetic operations, as well as difficulties at the stage of determining problem objectives and exploring strategies, respondents lacked time and were not accustomed to re-examining answers
Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Pengalaman Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa Berbantuan Physics Education Technology Interactive Simulation Pada Materi Fluida Statis
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep fisika pada materi fluida statis dengan menerapkan model pembelajaran berbasis pengalaman dengan bantuan Physics Education Technology (PhET). Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan desain kuasi eksperimen dan menggunakan model nonequivalent control group design. Subjek dalam penelitian ini ditentukan menggunakan teknik non random sampling dengan jenis purposive sampling. Sampel penelitian adalah siswa kelas XI IPA 3 yang berjumlah 33 orang dan XI IPA 4 yang berjumlah 32 orang. Siswa kelas XI IPA 3 sebagai kelas eksperimen yang diberikan perlakuan pembelajaran berbasis pengalaman berbantuan simulasi interaktif PhET, sedangkan kelas XI IPA 4 sebagai kelas kontrol yang diberi perlakuan model pembelajaran konvensional. Skor rata-rata pretest pada kelas ekseprimen 48,13 dan kelas kontrol 44,0. Skor rata-rata posttest pada kelas eksperimen 80,19 dan kelas kontrol 73,65 dari skor ideal 100. Berdasarkan uji hipotesis menggunakan uji-t dua pihak dengan taraf signifikan 5% diperoleh nilai = 3,04 =1,99. Hal ini menunjukkan bahwa ditolak dan diterima, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan pemahaman konsep fisika antara kelas yang diberikan perlakuan berupa model pembelajaran berbasis pengalaman dengan bantuan media PhET interactive simulation dengan kelas yang menerapkan model pembelajaran konvensional. Uji dampak (effect size) diperoleh sebesar 0,70 masuk dalam kategori sedang. Hasil uji N-gain diperoleh nilai rerata peningkatan pemahaman konsep siswa pada kelas eksperimen senilai 61,80% kategori sedang dan kelas kontrol senilai 52,94% kategori sedang. 
Analisis Konsepsi Siswa Pada Materi Elastisitas
Penelitian ini bertujuan untuk mendeksripsikan Konsepsi Siswa Pada Materi Elastisitas di SMA Gamaliel Palu. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas XI IPA SMA Gamaliel Palu.yang berjumlah 18 orang peserta didik dan telah melalui mata pelajaran fisika materi elastisitas. Data diperoleh dari lembar tes pilihan ganda dengan jumlah tes 18 butir soal pilihan ganda. Persentase konsepsi peserta didik pada setiap kategori diperoleh yang paham konsep sebesar 58,95%, tidak paham konsep sebesar 22,53% dan miskonsepsi 18,52%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sebagian besar peserta didik di SMA Gamaliel Palu telah memahami konsep elastisitas. Persentase konsepsi siswa berdasarkan butir soal diperoleh persentase tertinggi pada setiap kategori yaitu sebesar 100% untuk kategori paham konsep yang terletak pada butir soal no 1, 44,44% untuk kategori tidak paham konsep yang gterletak pada soal no 10 dan 77,78% untuk kategori miskonsepsi yang terletak pada soal no 16. Persentase konsepsi peserta didik berdasarkan konsep elastisitas diperoleh persentase terbesar untuk setiap kategori konsepsi yaitu sebesar 90,74% untuk kategori paham konsep yang terletak pada konsep benda elastis dan plastis, 31,48% untuk kategori tidak paham konsep yang terletak pada konsep hukum Hooke dan 44,44% untuk kategori miskonsepsi yang terletak pada konsep pegas seri dan paralel
Keterampilan Proses Sains Siswa Pada Materi Zat Dan Perubahannya
Keterampilan proses sains merupakan salah satu keterampilan yang penting dalam pembelajaran IPA. Kemampuan proses sains dapat diartikan sebagai serangkaian kemampuan yang diperlukan untuk melakukan sebuah penyelidikan ilmiah dan memahmi fenomena alam. Analisis keterampilan proses sains diperlukan karena dengan adanya keterampilan proses sains siswa dapat menghubungkan konsep-konsep IPA denga kehidupan sehari-hari salah satunya dengan melakukan penyelidikan ilmiah. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, responden dalam penelitian adalah siswa kelas VII-3 MTs Bilingual Muslimat NU Sidoarjo pada tahun ajaran 2024/2025 yang berjumlah 31 siswa. Pengambilan data menggunakan tes uraian yang berjumlah 5 soal dimana masing-masing soal telah sesuai dengan indikator keterampilan proses sains tepadu. Analisis data dengan memberikan skor pada setiap nomor atau butir soal dengan skala 0-4 dengan deskripsi skor penilaian sesuai aspek pada setiap indikator keterampilan proses sains. Skor yang diperoleh kemudian dihitung rata-ratanya dan dianalisis dengan menggunakan kategori yang sesuai perhitungan yaitu kurang, cukup, baik, sangat baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata yang didapat secara keseluruhan adalah 29,1 dantermasuk dalam kategori kurang baik atau rendah
PENGEMBANGAN GAME QUIZIZZ SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA SISWA MATERI FLUIDA DINAMIS KELAS XI MIPA MAN 1 KOTA PALU
Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran menggunakan game quizizz untuk menguji kualitas dan kelayakan sebagai media pembelajaran fisika kelas XI MAN 1 Kota Palu. Penelitian ini merupakan jenis penelitian dan pengembangan yang mengacu pada desain pengembangan Borg and Gall yang telah disederhanakan menjadi 7 tahapan yakni potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi produk, uji coba produk, serta analisis dan pelaporan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA 3 dan 4 yang berjumlah 15 orang. Data kualitas produk yang diperoleh dengan menggunakan analisis deskriptif. Kualitas produk berdasarkan hasil analisis oleh ahli materi diperoleh presentase sebesar 100% dengan interpretasi “sangat baik”. Analisis penilaian ahli media diperoleh presentasi sebesar 88,83% dengan interpretasi “sangat baik”, dan penilaian guru mata pelajaran melalui angket respon guru menunjukkan presentasi sebesar 91,25% dengan interpretasi“sangat baik”. Hasil analisis respon tanggapan peserta didik menunjukkan presentasi sebesar 81,46% dengan interpretasi “sangat setuju”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran fisika dengan menggunakan game quizizz layak digunakan sebagai media pembelajaran fisk
ANALISIS KETERAMPILAN PROSES SAINS PESERTA DIDIK PADA MATERI FISIKA DALAM PEMBELAJARAN DARING
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterampilan proses sains yang dimiliki oleh peserta didik selama pembelajaran daring pada materi fisika. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Dalam penelitian ini akan dibagikan instrument keterampilan proses sains fisika terhadap 30 peserta didik kelas XI yang masuk 10 besar pada tiga Sekolah Menengah Atas di Kabupaten Gowa yang masih menerapkan system pembelajaran Daring sampai saat ini yaitu SMA Aksara Bajeng, SMA Handayani Sungguminasa, dan SMAN 19 Gowa. Instrumen keterampilan proses sains dibagikan secara online. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara garis besar keterampilan proses sains yang dimiliki oleh peserta didik dominan berada pada kategori rendah dengan frekuensi terbanyak yaitu 13 orang, 12 orang berada pada kategori sedang, 4 orang pada kategori sangat rendah dan 1 orang berada pada kategori tinggi. Sedangkan untuk setiap indikator keterampilan proses sains, dari 7 indikator terdapat 4 indikator yang masuk kategori rendah dan 3 indikator berada pada kategori sedang. Sehingga dapat disimpulkan bahwa keterampilan proses sains peserta didik pada materi fisika dalam pembelajaran daring dominan masih tergolong rendah
Survey of Obstacles to Online Learning for Physics Subjects in Middle Schools During the Covid-19 Pandemic Period in Palu City
This study aims to determine the obstacles to online learning of physics subjects in secondary schools during the COVID-19 pandemic in Palu City. This type of research is descriptive quantitative research with survey methods using data collection techniques in the form of questionnaires. The questionnaire was made online through a Google Form containing 24 statements to 368 respondents. The results of this study indicate that the biggest obstacles experienced by students during online learning of physics subjects are indicators of student motivation and interest, student participation, and economic constraints