JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online)
Not a member yet
    172 research outputs found

    Pengaruh Model Pembelajaran Predict-Discuss-Explain-Observe-Discuss-Explain (PDEODE) Terhadap Peningkatan Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi (HOTS)

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Predict-Discuss-Explain-Observe-Discuss-Explain (PDEODE) terhadap peningkatan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) di SMAN 1 Bulutaba. Penelitian ini menggunakan quasi-eksperiment dengan desain control group pretest-posttest. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X dengan sampel penelitian yang terdiri dari 27 siswa kelas X4 sebagai kelas kontrol dan 27 siswa kelas X5 sebagai kelas eksperimen. Hasil penelitian dengan taraf signifikansi 0,05 pada aplikasi SPSS 25 untuk uji t diperoleh nilai Sig.(2-tailed) sebesar 0,021. Nilai Sig.(2-tailed) 0,05 artinya Ha diterima. Penelitian ini menggunakan uji N-Gain untuk melihat peningkatan atas perlakuan yang sudah dilaksanakan pada kedua kelompok tersebut. hasil perhitungan uji N-Gain menunjukkan nilai kelas eksperimen sebesar 65,37% termasuk kriteria cukup efektif dan kelas kontrol sebesar 53,10% termasuk kriteria kurang efektif. Berdasarkan hasil penelitian pembelajaran fisika menggunakan strategi pembelajaran PDEODE dan pembelajaran konvesional untuk kemampuan berpikir tingkat tinggi pada materi usaha dan energi, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran PDEODE yang cukup efektif terhadap peningkatan kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik kelas X SMA Negeri 1 Bulutaba

    Analisis Integrasi Pengetahuan Siswa Pada Konsep Usaha Dan Energi

    Full text link
    Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mendeskripsikan integrasi pengetahuan siswa pada konsep usaha dan energi. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI  SMA Negeri 1 Sindue berjumlah 16 siswa. Teknik pengumpulan data berupa tes pada materi usaha dan energi yang menggunakan tes berwujud esay, kemudian 3 siswa dipilih menjadi responden dengan kategori yang memiliki hasil jawaban dari yang tertinggi, sedang dan terendah, selanjutnya akan dilakukan wawancara kepada 3 responden untuk mengkonfirmasi integrasi pengetahuan konsep siswa terhadap soal yang telah dikerjakan. Analisis data dilakukan dengan mencari persentase integrasi pengetahuan siswa dari masing-masing soal yang telah diberikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik dalam integrasi pengetahuan konsep usaha dan energi masih tergolong rendah dengan persentase rata-rata sebesar 52,41 %. Persentase pemahaman terhadap soal pada butir pertama yaitu 78,12%, pada butir soal ke dua yaitu 41,1%, pada butir soal ke tiga yaitu 43,75%. Kesulitan integrasi pengetahuan konsep usaha dan energi disebabkan adanya miskonsepsi dalam proses pembelajaran

    Pengaruh Model Discovery Learning Terhadap Kemampuan Literasi Sains Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Banawa Selatan

    No full text
    Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh model discovery learning terhadap kemampuan literasi sains siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Banawa Selatan. Jenis penelitian ini merupakan eksperimen kuasi dengan equivalen pretest-posttest group design.  Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Banawa Selatan pada tahun ajaran 2021-2022. Teknik sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Sampel penelitian ini adalah kelas VIII A sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII C sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa masing-masing kelas sebanyak 21 orang. Instrumen tes kemampuan literasi sains yang di gunakan dalam bentuk pilihan ganda. Sebelum di gunakan telah divalidasi melalui validator ahli. Hasil tes kemampuan literasi sains siswa diperoleh skor rata-rata pada posttest yaitu 11,29 untuk kelas eksperimen setelah diberi perlakuan dan 9,81 pada kelas kontrol menerapkan model direct instruction. Hasil penelitian dan analisis data yang diperoleh, bahwa terdapat pengaruh model discovery learning terhadap kemampuan literasi sains siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Banawa Selatan. Berdasarkan hasil analisis uji mann whitney U diperoleh nilai Asymp.Sig. (2-tailed) yaitu 0,002. Hal ini berarti nilai α (0,002) <  0,05. Hal ini berarti nilai α berada diluar daerah penerimaan H0. Dengan demikian H0 ditolak dan H1 diterima, yang berarti ada pengaruh model discovery learning terhadap kemampuan literasi sains siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Banawa Selatan

    Pengaruh Media Pembelajaran Augmented Reality Berbasis Etnosains Untuk Meningkatkan Literasi Budaya Peserta Didik

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh media pembelajaran Augmented Reality (AR) berbasis Etnosains terhadap peningkatan literasi budaya peserta didik. Menggunakan desain penelitian quasi-eksperimen non-ekivalen pretest-posttest control group, penelitian ini melibatkan peserta didik kelas XI MIA 1 dan XI MIA 3 SMA Labschool Untad Palu. Instrumen penilaian literasi budaya digunakan untuk mengukur kemampuan peserta didik sebelum dan setelah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada nilai rata-rata literasi budaya peserta didik eksperimen yang menggunakan media AR (dari 67,21 menjadi 81,93) dibandingkan dengan kelompok kontrol (dari 68,50 menjadi 70,93). Uji t berpasangan menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik antara nilai pre-test dan post-test pada kelompok eksperimen (sig. 2-tailed < 0,05). Analisis lebih lanjut dengan uji t bebas menunjukkan bahwa kedua metode pembelajaran, baik AR maupun konvensional, sama-sama efektif dalam meningkatkan literasi budaya. Namun, perhitungan N-gain dan effect size (1,581) menunjukkan bahwa media AR memberikan pengaruh yang lebih besar dan cepat dalam meningkatkan literasi budaya peserta didik. Hasil ini mengindikasikan bahwa media AR berbasis Etnosains memiliki potensi yang sangat baik sebagai alat bantu pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap budaya

    Pengaruh Model Project Based Learning terintegrasi Science Technology Engineering and Mathematics Terhadap Hasil Belajar IPA Siswa Kelas VIII SMP Negeri 13 Sigi

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Project-Based Learning (PjBL) terintegrasi STEM terhadap hasil belajar IPA siswa kelas VIII SMP. Jenis penelitian ini adalah eksperimen kuasi dengan desain non-equivalent pretest-posttest group. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 13 Sigi, dengan sampel kelas VIII A (n=25) sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII B (n=25) sebagai kelas kontrol, menggunakan purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah tes pilihan ganda dan lembar observasi. Hasil analisis hipotesis menggunakan uji t menunjukkan nilai posttest dengan sig (2-tailed) 0,00 < 0,05, serta t_hitung = 3,276 > t_tabel = 1,677, menunjukkan perbedaan signifikan antara kelas eksperimen dan kontrol. N-gain score menunjukkan peningkatan hasil belajar siswa sebesar 42,48% pada model PjBL-STEM dan 21,22% pada model discovery learning-saintifik. Kesimpulannya, penerapan model PjBL-STEM berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa

    Implementasi Pembelajaran Eksperimen Untuk Mendorong Proses Bernalar Kritis Pada Materi Hukum Ohm Dalam Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

    Full text link
    Penelitian Ini bertujuan untuk mengetahui Implementasi Pembelajaran Eksperimen untuk Mendorong Proses Bernalar Kritis pada Materi Hukum Ohm dalam Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa kelas XII di SMAN 3 Palu. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan meggunakan metode  eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII MIPA SMA Negeri 3 Palu yang terdiri dari 198 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling. Sampel penelitian ini adalah kelas XII MIPA 3  (n=33) sebagai kelas eksperimen dan kelas XII MIPA 6  (n=33) sebagai kelas kontrol. Instrumen Hasil belajar berupa tes pilihan ganda yang telah divalidasi. Hasil tes Hasil belajar  setelah diberikan perlakuan menunjukkan bahwa skor rata-rata kelas eksperimen 76,55 dan kelas kontrol 54,38. Setelah itu dilakukan uji hipotesis dengan menggunakan uji T (Independent Sample T-test) diperoleh nilai signifikan sebesar 0,000 < 0,05 yang membuktikan bahwa terdapat perbedaan signifikan dalam hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode eksperimen dapat meningkatkan kemampuan bernalar kritis dan hasil belajar siswa di SMA Negeri 3 Palu

    Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Games Tournament (TGT) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar fisika melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournament (TGT) pada siswa kelas VII SMP Negeri 19 Palu. Penelitian ini merupakan eksperimen kuasi dengan desain The Non-equivalent Control Group Design. Sampel terdiri dari kelas VII A (n=26) sebagai kelas eksperimen dan kelas VII B (n=26) sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan meliputi perangkat pembelajaran dan tes hasil belajar fisika. Hasil analisis data menunjukkan rata-rata skor posttest kelas eksperimen sebesar 65,38, sedangkan kelas kontrol sebesar 50,38. Uji hipotesis menggunakan Independent Samples Test menghasilkan nilai signifikansi 0,00 yang berarti H₀ ditolak dan H₁ diterima. Ini menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara hasil belajar fisika siswa yang belajar dengan model TGT dan yang tidak. Hasil uji N-gain memperkuat temuan ini, dengan kelas eksperimen memperoleh nilai g = 0,50 (kategori sedang) dan kelas kontrol g = 0,30 (kategori sedang). Dengan demikian, penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe TGT efektif dalam meningkatkan hasil belajar fisika siswa kelas VII SMP Negeri 19 Palu

    Analisis Kesulitan Siswa Menyelesaikan Soal Fisika

    Full text link
    Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui tingkat kesulitan siswa menyelesaikan soal fisika SMA Negeri 1 Baras. Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu tes esai yang berasal dari guru mata pelajaran fisika. Data hasil tes kemudian dianalisis berdasarkan tahapan polya untuk menentukan presentase tingkat kesulitan siswa menyelesaikan soal fisika. Hasil penelitian menunjukan tingkat kesulitan siswa berdasarkan tahapan polya yaitu pada tahap memahami masalah kesulitan yang dialami siswa sebesar 42% dengan kesalahan tidak menuliskan apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan dan tidak menuliskan simbol. Kesulitan pada tahap menyusun rencana yaitu sebesar 33% yaitu siswa keliru dalam menuliskan rumus dan tidak menuliskan rumus. Pada tahap melaksanakan rencana kesulitan siswa sebasar 37% yaitu menuliskan langkah penyelesaian hanya 1 poin dan hasil akhir salah, menuliskan langkah penyelesaian soal tapi salah, keliru dalam perhitungan dan hanya menuliskan jawaban tanpa proses penyelesaian. Pada tahap memeriksa kembali kesulitan siswa sebesar 64% yaitu tidak memeriksa kembali jawaban sebelum dikumpulkan

    Pengembangan Multimedia Pembelajaran Fisika Materi Gelombang Bunyi Dengan Pendekatan STEAM Berbasis Kearifan Lokal

    No full text
    Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui kelayakan mulitimedia pembelajaran fisika dengan pendekatan STEAM  berbasis kearifan lokal yang dikembangkan pada materi gelombang bunyi, dan mengetahui respon siswa terhadap penggunaan multimedia pembelajaran fisika dengan pendekatan STEAM  berbasis kearifan lokal yang dikembangkan pada materi gelombang bunyi untuk membantu siswa dalam pembelajaran dikelas maupun belajar secara aktif dan mandiri. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitin ini adalah penelitian dan pengembangan atau yang dikenal Research and Development (R&D). Multimedia pembelajaran yang dikembangkan pada materi gelombang bunyi dengan pendekatan STEAM berbasis kearifan lokal dengan aspek materi dalam kategori baik dan  aspek media dalam kategori sangan baik. Penilaian guru mata pelajaran terhadap multimedia pembelajaran yang dikembangkan pada materi gelombang bunyi dengan pendekatan STEAM berbasis kearifan lokal termasuk dalam kategori sangan baik. Respon siswa terhadap multimedia pembelajaran yang dikembangkan pada materi gelombang bunyi dengan pendekatan STEAM berbasis kearifan lokal termasuk dalam kategori sangat baik

    Pengaruh Model Pembelajaran Brain Based Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh model pembelajaran brain based learning terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas XI SMA Negeri 4 Palu. Jenis penelitian adalah Quasi-ekperimental, dengan desain penelitian adalah nonequivalent pretest-postest group design. Sampel penelitian ini sebanyak 36 orang peserta didik kelas Ekperimen dan 36 orang peserta didik kelas kontrol. Untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran brain based learning terhadap kemampuan berpikir kritis dilakukan tes uraian berjumlah 6 soal. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uji Normalitas, Uji homogenitas, uji hipotesis dan uji effect size. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil postest kelas Ekperimen sebesar 85,50 dan kelas kontrol sebesar 71,06. Uji Normalitas posttest kelas Ekperimen diketahui nilai sig sebesar 0,091 > 0,05 dan kelas kontrol nilai sig sebesar 0,077 > 0,05. Uji homogenitas kelas postest yaitu diketahui nilai signifikansi (sig) sebesar 0,241 > 0,05. Uji Hipotesis (Uji-t) kelas postest nilai sig (2-sided prob) sebesar 0,000 < 0,05 maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Ho ditolak dan H1 di terima. Artinya ada pengaruh model pembelajaran brain based learning terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik. Uji effect size  diperoleh  sebesar 2,61 dengan kategori efek sangat besar

    20

    full texts

    172

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇