Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
Not a member yet
357 research outputs found
Sort by
Pengaruh Cara Pengirisan dan Tipe Pengeringan Terhadap Mutu Jahe Kering
Effect of cutting method and drying systems on quality of dry gingerGinger (Zingiber officinale Rosc.) in generally used as spice to give flavor in food, beverage and traditional medicine industries. The main components of ginger rhizome are essential oil and resin. The objective of this experiment was to evaluate the effects of cutting method and drying system on yield and quality of dry ginger produced. The cutting method of rhizome was done vertically (slices) and horizontally (splits). Drying were conducted in drying oven provided with fan, solar dryer and direct sun drying. Dry ginger which was produced by split cutting method and solar drying system has the highest oil content (2.6%). The lowest oil content was 2.2%, produced by slices cutting method and direct sun drying system. Oven drying system gave the fastest drying time. Direct sun drying produced dry ginger with relatively high ash and foreign matter content. The yield of dry ginger were between 12.7 – 15.7%
Pengaruh Serangan Rayap Macrotermes gilvus (Hagen) Pada Guludan Terhadap Tanaman Lada
Invation of termite Macrotermes gilvus (hagen) on mounding and its effect on the growth of pepper.Invasion of termite, M. gilvus, on pepper mounds and effect on the growth of pepper was studied at Natar experimental garden in Lampung during 1986-1987. The study was carried out by opening the mounds of pepper with various types of plant support. Food preference of termite was observed by offering wood of “dadap duri” (Erythina indica), “kapok” (Ceiba petandra), “dadap licin” (Erythrina lithosperma), “gamal” (Glyrisida maculata), “lamtorogung” (Leucaena leucocephala), “mendaru” (Urandra corniculata) and pepper stem (Piper ningrum) to live on. Result showed that the invasion of the termite.Accured on each block where pepper grow on mounds. Average number of mounds damage by M. gilvus was 53.21% with an intensity of 40.60%, resulting in stunted growth of the pepper. The termite of M. gilvus invaded the mounds planted with “kapok”, “mendaru”, “dadap licin”, and “gamal” as pepper support, causing approximately 50-57.50% damage. Actually it attacked all types of pepper support in the following preference, i.e: “dadap duri”. “kapok”, “dadap licin”, pepper stem, “gamal”, “lamtorogung”, and “mendaru” and the volume of wood consumed in a 5 months period was 106.67, 33.17, 20.33, 19.50, 13.83 and 1.17 cm3 respectively
Penyakit Sumatera Desease Pada Tanaman Cengkeh
Beberapa hama dan penyebab telah dianjurkan untuk penyakit mati missal pada tanaman cengkeh di Indonesia yaitu mati bujang, Die back (I & II), penyakit layu dan lain-lain. Istilah “Sumatera Disease” (SD) pertama kali digunakan pada permulaan tahun 1971 untuk menjalankan sebaik-baiknya mengenai kerusakan yang menimpa tanaman cengkeh di Sumatera Barat. Sejak itu, penyakit tersebut telah menyebar diantaranya telah ditemukan di beberapa daerah Sumatera dan jawa Barat, dan ini kemungkinan bahwa penyakit cengkeh yang pernah dilukiskan pada laporan terdahulu merupakan penyebab yang umum. Pemberantasan SD sekarang ini telah dengan mantap dirintis, dan meskipun penyakit-penyakit lain dapat saja muncul pada beberapa daerah, tetapi SD merupakan penyakit yang mengkhawatirkan dan menyebabkan penyakit tersebut secara luas di Sumatera dan Jawa Barat. Laporan ini menjelaskan bagaimana mengenal penyakit tersebut dan memberikan secara terperinci hasil dari pada penelitian yang sedang berlangsun
Kerusakan Daun Cengkeh oleh Pochypeltis sp.
Serangan Pachypeltis sp. (Hemiptera, Miridae), dari tingkat ringan sampai berat ditemukan di lima desa, kecamatan Caringin, Bogor. Pada tingkat serangan berat, hamper semua daun gugur dan mengakibatkan gagalnya panen. Rata-rata kerusakan tajuk di desa Pasir Buncir dan Tangkil adalah 55%.Pachypeltis sp. mengisap daun-daun yang masih berwarna hijau muda ataupun merah. Dari pengamatan di laboratorium didapatkan bahwa kemampuan merusak dari serangga ini sebanyak 96 (+ 58) bintik/ekor/hari. Hama ini lebih aktif menghisap pada waktu malam hari, yaitu 84% tusukan dilakukan pada malam hari, dibandingkan 16% siang hari.Berdasarkan pengamatan-pengamatan tersebut, khusus untuk daerah Caringin, Pachypeltis sp. kiranya dapat dianggap sebagai hama cengkeh. Mungkin serangga ini terdapat juga di daerah sekitar Caringin atau di tempat lain yang keadaan lingkunggannya mendekati keadaan di Caringin. Lingkungan tersebut sejuk dan lembab, terdapat pada lereng bukit dan lembah dengan ketinggian sekitar 300-400 m (dpl). Mengurangi kelembaban di dalam kebun, misalnya dengan jalan memangkas pohon pelindung, mungkin dapat mengurangi kerusakan yang ditimbulkan oleh hama ini
Aklimatisasi Bibit Kapolaga Asal Kultur Jaringan
Aclimatitation of cardamom seeding from tissue cultureThe success of seedling production by tissue culture in influenced by several factors, one of which is acclimatization process. In this study, effect of growing medium and acclimatization period on the growth of cardamom were evaluated. The study was conducted in the laboratory and glass house of the research Institute and Development Centre for Industrial Crops from October 1993 to June 1994. The experiment was carried out in two steps. The first step was to evaluated the effect of sterilization of media on the growth of plantlet. While the second one was to evaluated the effect of acclimatization period on the growth of plants in polybag. The experiments was carried out with a completely randomized design with three replicates. Results showed that sand medium either sterilized or not produced the highest percentage of growth (100%). Furthermore, acclimatization period only affected the percentage of growth, but had no effect on the growth components (number of tillers, leaves, and plant height). Plantlet that were acclimatization for 1 month have lower growth percentage compared with those that were acclimatized for 2 or 3 months
Pengaruh Jumlah Ruas Setek dan Zat Pengatur Tumbuh Terhadap Pertumbuhan dan Produksi MENTHA PIPERITA L.
Effect of internodes number and growth regulators on the growth and yield of M. piperita. L.The objective of this study was to evaluate the effect of internodes number and growth regulators on M. pepita. The experiment was conducted at The Research Institute for Spice and Medicinal Crops from July 21 to October 25, 1988. The experimental design was consisted of a randomized block design with two factors and three replications. The first factor was the number of internodes (1, 2 and 3 internodes) and the second factor was the growth regulators, 2.4-D (Hidrasil) 0.5 ml/l, nitroaromatic (Atonik) 1:2000, auxin + cytikinine (Sitozim) 2.5 ml/l and control. Research indicated that two internodes and 2,4-D or auxin + cytokinine tended to increase the shoot length, number of branches and dry weight of plant. There were no interaction between the number of internodes and growth regulators
Pengaruh Langsung dan Tidak Unsur-Unsur Iklim Terhadap Pembungaan Tanaman Cengkeh
Direct and indirect effects of climatic factors on flowering of clove tree.Influence of climatic factors on clove production studies at the Cibinong experimental garden for the period 1977 to 1990. The objective was to evaluated the direct and indirect effects of climatic factors on flowering of clove tree. The method used was the path and regression analysis. The result shows that there exist direct and indirect effects of climatic factors on the intensity of flowering of clove tree. The direct effect of rainfall and it’s indirect effect via relative humidity are dominant influencing flowering of clove tree, where the relationship has a fifth degree of polynom. Direct and indirect effects of other climatic factors such as temperature and intensity of radiation have relatively small effects on flowering of clove tree
Respon Empat Varietas Lada Terhadap Pemupukan Kalium
Suatu penelitian yang bertujuan untuk mengetahui respon empat verietas lada anjuran dengan pemberian pupuk kalium telah dilakukan di rumah kaca Sub Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Natar, Lampung. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juni 1987. Keempat varietas lada yang diuji adalah Natar 1, Natar 2, Petaling 1, dan Petaling 2. Sedang pupuk kalium digunakan dalam bentuk KCl dengan 4 taraf konsentrasi yaitu: 0.0, 0.2, 0.4 dan 0.6% yang disusun secara factorial dalam rancangan acak kelompok dengan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan varietas Petaling 1 dan Petaling 2 lebih baik disbanding Natar 1 dan Natar 2. Pemberian pupuk kalium dengan konsentrasi 0.2% dapat meningkatkan pertumbuhan bibit lada, namun bila konsentrasi dinaikkan menjadi 0.4 dan 0.6% menyebabkan pertumbuhan tanaman menurun, sedangkan interaksi antara varietas dengan konsentrasi pupuk kalium tidak nyata
Pengaruh Zat Pengatur Tumbuh dan Umur Batang Bawang Terhadap Keberhasilan Penyambungan Mini Terong KB
Penelitian pengaruh zat pengatur tumbuh dan umur batang bawah terhadap keberhasilan penyambung mini pada tanaman terong-KB(Solanum Khasianum Clarke) dengan terong liar (S. grandiflorum Auct) telah di lakukan di rumah kaca Fisiologi Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Bogor, dari bulan Oktober1989 sampai dengan bulan April 1990. Penelitian ini di lakukan untuk mencari dosis zat pengatur tumbuh suksin(NAA) dan sitokinin (Kinetin) yang tepat dan menentukan umur batang bawah optimal dengan tujuan mendapatkan tingkat keberhasilan penyambungan tertinggi. Percobaan disusun dalam rancangan petak terbagi(split plot), dengan ulangan tiga kali.perlakuan zat pengatur tumbuh di berikan dalam lima taraf terdiri atas: control, NAA 0.5 mg/l, NAA 1.5 mg/l, kinetin 1.0 mg/l dan kinetin 3.0 mg/l. sedang umur batang bawah yang diperguankan ada dua macam yakni umur dua bulan dan empat bulan.parameter pengamatan meliputi: persentase sambung jadi, tinggi tanaman,diameter batang,jumlah daun,bobot segar dan bobot kering tanaman. Masing-masing parameter pengamatan diamati pada umur 30HSS(Hari Setelah Sambung),60 HSS dan 90 HSS, kecuali pengamatan bobot segar dan bobot kering tanaman hanya di lakukan pada akhir pecobaan.Dari hasil percobaan diketahui bahwa kombinasi pemberian zat pengatur tumbuh kinetin 3 mg/l dengan menggunakan batang bawah umur dua bulan, memberikan tingkat keberhasilan penyambung yang paling tinggi(83.33%). Hasil terendah(23.33%) diperoleh pada perlakuanzat pengatur tumbuh kinetin I mg/l dengan menggunakan batang bawah umur dua bulan.dengan demikian terlihat adanya interaksi positif antara pemakaian zat pengatur tumbuh dan umur batang bawah yang di tunjukan oleh adanya saling ketergantungan dalam hal pemakain kedua factor tersebut.