Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
Not a member yet
    357 research outputs found

    Penyakit Tanaman Meniran di Kebun Percobaan Sukamulya

    No full text
    Disease of meniran (Phyllanthus niruri L.) at Sukamulya Experimental Garden. Disease of Phyllanthus niruri L. at Sukamulya Experimental Garden, Sukabumi West Java was studied from December 1993 up to May 1994. The symptom is foot rol disease then plants die. The casual agents are two kinds of fungi, namely Rhizoctonia sp. Causing foot rot and Fusarium sp. Causing stem rot of the plant, both of them showed obvious wilt symptom. The result combination of inoculation with Rhizoctonia sp. And Fusarium sp. has caused disease occurrence more severe

    Pengaruh Bentuk Setek Cabang Buah Terhadap Pertumbuhan Bibit Dua Varietas Lada

    No full text
    Pertumbuhan setek lada asal cabang buah dari 2 varietas yang berbeda telah diuji di rumah kaca Sub Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Natar. Bahan tanaman yang diuji terdiri atas setek cabang buah satu ruas, dua ruas, satu ruas dengan mengikutkan bagian dari sulur panjatnya (satu ruas bertapak), dan dua ruas dengan mengikutkan bagian dari sulur panjatnya (dua ruas bertapak), dengan varietas Natar 1 dan Petaling 1. Perlakuan disusun secara factorial menggunakan rancangan acak kelompok dengan 4 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setek satu ruas dan dua ruas yang mengikutkan bagian dari sulur panjatnya tumbuh lebih baik dibandingkan dengan setek satu ruas dan dua ruas yang tidak mengikutkan bagian dari sulur panjatnya, baik pada varietasd Natar 1 maupun Petaling

    Pengaruh Naungan, Unsur Hara P dan Mg Terhadap Iklim Mikro, Indeks Pertumbuhan dan Laju Tumbuh Lada.

    No full text
    Penelitian ini dilakukan untuk mengetahuipengaruh naungan, unsure hara P dan Mg terhadap iklim mikro, indeks pertumbuhan dan laju tumbuh tanaman lada. Percobaan ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Cimanggu (240 m dpl, curah hujan rata-rata 4117 mm pertahun, jenis tanah latosol). Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, Bogor mulai bulan Januari dampai Agustus 1989. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak terbagi dengan pola factorial. Sebagai petak utama adalah perlakuan naungan dengan taraf 0; 25, 50, dan 75 persen. Sebagai anak petak masing-masing perlakuan, P2O5 dan MgO disusun secara factorial dengan dosis 0,00, dan 2.76g P2O5/tanaman serta perlakuan 0.00, 1.08 dan 2.16 g MgO/tanaman setiap perlakuan diulang tiga kali dan pada setiap satuan percobaan digunakan 8 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa naungan berpengaruh terhadap kondisi iklim mikro pada tanaman lada. Peningkatan intensitas radiasi surya, suhu udara dan suhu tanah sampai batas tertentu dapat meningkatkan indeks pertumbuhan dan laju tumbuh pertanaman. Sedangkan semakin tinggi kelembaban udara dan kelembaban tanah akan menghambat indeks pertumbuhan dan laju tumbuh pertanaman. Pertumbuhan terbaik dihasilkan oleh tanaman dibawah naungan 25% yang setara dengan rata-rata barisan intensitas radiasi surya 251.78 kalori/cm2/hari, suhu udara 26,420C, suhu tanah pada kedalaman 5 cm adalah 27,060C, kelembaban relative udara 82,5% dan kelembaban tanah 72,23%. Interaksi unsure hara P2O5 dengan MgO berpengaruh baik terhadap pertumbuhan tanaman lada. Indeks pertumbuhan dan laju tumbuh pertanaman terbaik dihasilkan pada tanaman yang diberi unsure hara 2,76 g P2O5 dan 2.16 g MgO / tanaman

    Tindak Agronomi Penanggulangan Penyakit Mati Ranting Tanaman Cengkeh

    No full text
    Dalam rangka penanggulangan penyakit mati ranting pada tanaman cengkeh di C.V Kreshna Farm Cicurug, Sukabumi telah dilakukan suatu percobaan tindak agronomi. Penyebab penyakit ini belum diketahui secara jelas, tetapi kerusakan tanaman cengkeh yang diakibatkannya diperkirakan sangat luas. Gejala penyakit tersebut mudah dijumpai di lapangan, baik tanaman cengkeh muda maupun dewasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tindak agronomi ternyata tidak mampu memulihkan kesehatan tanaman secara memuaskan. Penggunaan Atunik atau dekamon yang disertai pemberian 1.75 kg urea dan dolomite dapat lebih memacu pertumbuhan tunas-tunas baru disbanding perlakuan lainnya. Penelitian lebih lanjut diperlukan, terutama kea rah identifikasi penyebab utama penyakit

    Studi Mengenai Benih Terong KB

    No full text
    A study on seed of Solonum khasianumClark.The experiment was conducted during 1983 on the seed Technology laboratory of the RISMC. Solonum khasianum seed exhibit a dormancy period ond KNO3 0.2% solution can be used for promoting seed germination by wetting the substrate and dipping the seed for 10 minutes, 24 hours and 48 hours. Results indicated that wetting substrate was the best treatment. Before seed has been processed, solanum fruits can be stored within 5 days

    Pengaruh Dosis dan Komposisi Bahan Organik Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Jahe Muda

    No full text
    Percobaan pot untuk menguji pengaruh dosis dan komposisi bahan organik terhadap pertumbuhan dan hasil jahe (Zingiber officinale Rosc.) dilakukan mulai Desember 1996 hingga Mei 1997 di Instalasi Penelitian Cimanggu, Bogor. Perlakuan yang diuji adalah tanpa pupuk organik dan dosis serta komposisi pupuk organik 0.5 kg dan 1 kg. Bahan organik yang digunakan adalah pupuk kandang. Limbah kopi dan sekam, masing-masing dengan komposisi : 1.0.0, 1.0.1, 1.1.0, 1.1.1, 1.2.1, 1.1.2, 2.1.1, per por, ukuran pot adalah 40 x 60 cm dengan berat tanah 25 kg/por. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok, faktor tunggal dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis 0.5 kg bahan organik dengan komposisi 1.1.o memberikan jumalah anakan per rumpun (15.21) dan jumlah daun (128.11) terbanyak, berbeda nyata dengan kontrol (8.37 dan 81.11) Diameter pangkal batang terbesar dicapai pada dosis 1.0 kg bahan organik dengan komposisi 1.1.2 (11.7 mm) berbeda nyata dengan kontrol (8.18 mm). Hasil rimpang segar relatif tinggi (687-69 – 291.28 g/tanaman) dan berbeda nyata dengan kontrol (315.67 g/tanaman) dicapai pada dosis 0.5 kg komposisi 1.2.1 dan komposisi berimbang 1.1.1. Untuk mengurangi pemakaian pupuk kandang, sebaiknya dikombinasikan dengan bahan organik lain

    Pengaruh Media Tumbuh Terhadap Pertumbuhan Setek lada

    No full text
    Penelitian bertujuan untuk mempelajari dan menguji media tumbuh yang baik bagi pertumbuhan setek lada satu ruas berdaun tunggal. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Simpang Monterado, Kalimantan Barat, dari bulan Oktober 1992 sampai Februari 1993. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 ulangan dan setiap perlakuan terdiri dari 3 tanaman. Media tumbuh yang diuji adalah campuran tanah + pasir + pupuk kandang dengan perbandingan: 1:1:0; 1:1:1; 1:1:2; 1:1:3; 2:1:1; dan 2:1:2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media tumbuh tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman dan akar. Pertumbuhan terbaik terdapat pada media dengan perbandingan 2:1:2 sedang pertumbuhan akar terbaik pada perbandingan 1:1:3

    Pengaruh Pembakaran dan Naungan Terhadap Perkecambahan Benih Kemiri (Aleurites moluccana WILLD.)

    No full text
    Lamanya perkecambahan kemiri merupakan salah satu kendala dalam usaha pengembangan tanaman kemiri. Sehubungan dengan hal tersebut telah dilakukan penelitian untuk mempercepat perkecambahan kemiri dengan metode pembakaran. Penelitian dilakukan di Sub Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, Solok. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok dengan enam perlakuan dan diulang empat kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan pembakaran dua kali ditempat terbuka benih dapat berkecambah setelah 15 hari dan untuk 87% berkecambah diperlukan waktu 45 hari. Sedangkan tanpa pembakaran yaitu yang disempai ditempat terbuka dan 50% naungan., benih baru mulai berkecambah setelah 40-43 hari. Untuk berkecambah sebanyak 87% diperlukan waktu 97-104 hari. Pembakaran tidak mempengarui persentase akhir perkecambahan

    MASALAH PENYAKIT KARAT PADA TEMU-TEMUAN ZINGIBERACEAE

    No full text
    Pada tahun 1985 di laporkan adnya penyakit karat pada daun Costus speciosus ( pacing) di kebun percobaan Cimanggu Bogor dan di beberapa kebun percobaan lainya (1).penyebab penyakit ini telah diidentifikasi oleh J.E.M.Mordue, akhli karat dari Commonwealth Mycological Institute, sebagai puccinia costuia. Cummina (komunikasi pribadi). Penyakit karat juga telah di laporkan menyerang daun Kaemferia rotunda Linn. (temuputri

    Pengaruh beberapa Zat Pengatur Tumbuh dan Mulsa Terhadap Pertumbuhan Tanaman Kunyit

    No full text
    Penelitian mengenai pengaruh beberapa zat pengatur tumbuh dan mulsi terhadap pertumbuhan tanaman kunyit telah dilakukan di Kebun Percobaan Cimanggu, balittro Bogor sejak bulan Desember 1990 sampai dengan Mei 1991 dengan menggunakan rancangan acak kelompok, terdiri atas 14 perlakuan dengan 3 ulangan. Perlakuan yang diuji adalah perendaman setek rimpang dalam IBA 200 dan 400 mg/l, etepon 250 dan 500 mg/l, nitroaromatik 1 dan 2 ml/l serta tanpa direndam. Masing-masing perlakuan zat pengatur tumbuh tersebut dikombinasikan dengan perlakuan pemberian mulsa dan tanpa mulsa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan setek rimpang dalam nitroaromatik 1 ml/l pada media yang diberi mulsa memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan vegetative sedangkan IBA 200 mg/l pada media yang sama berpengaruh nyata terhadap pembentukan rimpang

    180

    full texts

    357

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇