Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
Not a member yet
357 research outputs found
Sort by
Pengaruh Jenis Pupuk dan Tingkat Pemupukan Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Jahe (Zingiber Offiinale ROSC.) VAR. BADAK
Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh antara pemberian Urea dan ZA, serta kombinasinya dan beberapa taraf pemberian pupuk N terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman Jahe. Percobaan di laksanakan di Rumah Kaca Kebun Percobaan Darmaga IV IPB Bogor. dengan ketinggian ±250 m dpl. Mulai tanggal 6 oktober 1991 sampai dengan tanggal12 Maret 1992 . Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok dengan 2 faktor. Faktor pertama, Jenis pupuk yaitu : p1 (Urea), p2(ZA), dan p3 (kombinasi Urea dan ZA), factor kedua. Dosis pemberian N, dengan taraf : NO (tanpa pupuk N) atau control,N1(50kg N/ha),N2(100kg N/ha), N3(150kg N/ha), dan N4(200kg N/ha).Tiap unit percobaaan di ulang tiga kali. Perlakuan jenis pupuk sumberN (Urea ZA, kombinasi Urea+ZA) tidak berpengaruh secara nyata terhadap semua perubah yang di amati.peralakuan pupuk ZA dan kombinasinya cenderung meningkatkan semua peubah. Peningkatan dosis pupuk N berpengaruh nyata terhadap peubah jumlah anakan. Index luas daun (ILD), bobot segar dan kering rimpang perumpun, tetapi tidaknyata terhadap peubah bobot bakar,batang, daun) serta diameter rimpang.perlakuan dengan dosis 50kg N/ha mengsilkan rimpang segar sebesar352.7 g/rumpu
Pengamatan Tingkat Kematangan Bunga Cengkeh
Observation on levels of clove flower maturityThe research was conducted at The Sub Research Institute for Spice and Medicinal Crops, Solok, in 1984 on clove flowers of the Zanzibar type obtained from Laing Research Garden, Solok. The levels of maturity compared were Maviyapanya, Karafuu and Mpeta stadium. The results showed that Karafuu and Mpeta have higher wet weights than Maviyapanya, but Karafuu has the greatest dry weight. Mpeta had the greatest weight loss on drying compared with Karafuu and Maviyapanya. Karafuu had the best dry colour compared with Maviyapanya and Mpeta
Penelitian Pendahuluan Mikoriza pada Tanaman Lada (Piper nigrum Linn.)
Penelitian pendahuluan terhadap kemungkinan dikembangkannya mikorisa pada tanaman lada telah dilakukan di Kebun Percobaan Sub Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Natar, mulai bulan Februari sampai dengan September 1990. Pengamatan populasi spora mikorisa pada tanaman lada dilakukan dengan melihat terbentuknya mikorisa pada akar-akar lada yang terjadis ecara alami di lapang, kemudian diidentifikasdi dan dihitung populasinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan warna spora terdapat beberapa jenis spora yaitu hitam, putih, orange, kuning, coklat (coklat muda dan coklat tua serta coklat kemerahan). Jumlah dan jenis spora yang dominan berbeda pada masing-masing pertanaman dan ternyata pada akar-akar lada di lapangan maupun di kamar kaca telah terjadi infeksi secara alami. Inokulasi dengan warna coklat kemerahan pada tanah yang tidak steril dapat menekan serangan pathogen, serta meningkatkan berat basah dan berat kering akar tanaman. Hasil observasi golongan mikorisa menunjukkan bahwa terdapat jenis ekto dan endo mikorisa secara bersama-sama. Ada indikasi bahwa pada daerah yang terdapat inokulum pathogen, jumlah spora lebih sedikit dibandingkan pada daerah yang subur dan seha
Pengamatan Pendahuluan Penyakit Pala di Maninjau
Di Maninjau, Sumatera Barat telah dilaporkan adanya penyakit pala yang merisaukan petani karena menyebabkan kematian tanaman. Penyakit tersebut terus menyebar sehingga dikhawatirkan akan memusnahkan tanaman pala jika tidak dilakukan pencegahan sesegera mungkin. Selama kurang lebih 2 tahun telah dilakukan penelitian lapangan untuk mengetahui penyebab penyakit melalui pengamatan gejala penyakit dan epidemiologi serta isolasi mikroorganisma. Survey penyakit tersebut dilakukan di desa Sigiran, Batu Nanggai dan Leter W kec. Tanjung Raya kab Dati II Agam. Gejala penyakit pala di Maninjau hamper sama dengan gejala penyakit bakteri pembuluh kayu cengkeh. Dari hasil isolasi mikroorganisme dari jaringan tanaman (akar, batang, cabang/ranting) diperoleh beberapa pathogen yaitu bakteri Pseudomonas sp., Bakteri lain (7) dan jamur (Cylindrocladium sp.) Fusarium., jamur akar hitam (7). Botryodiploidia sp. Rhizoctonia sp., Penyebab penyakit ini diduga bakteri, dan/atau jamur akar serta factor lingkungan dan perlakuan kultur teknis membantu berkembangnya penyakit
FORMULASI LARVASIDA NABATI BERBASIS MINYAK BIJI KAMANDRAH (Croton tiglium L.) TERSTANDAR SEBAGAI PENCEGAH PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE
ABSTRAKKamandrah (Croton tiglium L.) merupakan tanaman obat yang banyak terdapat di Kalimantan. Biji kamandrah banyak dimanfaatkan sebagai obat pencahar, racun ikan, dan pembunuh jentik nyamuk. Penelitian ini bertujuan mendapatkan formula minyak biji kamandrah untuk larvasida nabati yang efektif, aman dan mendapatkan minyak kamandrah terstandar sebagai bahan baku larvasida nabati. Analisis fisiko kimia minyak biji kamandrah hasil budidaya di Sukabumi memberikan hasil kadar air 0,33%, keasaman 0,09%, viskositas 4,1 cP, berat jenis 0,9425 g ml-1, indeks bias 1,4788 serta kadar asam lemak bebas 1,65%. Hasil uji ini lebih baik dibanding dengan tanpa budidaya dari Kalimantan dan Sukabumi. Uji menggunakan spektrofotometri menunjukkan kandungan piperine minyak biji kamandrah hasil budidaya Sukabumi sebesar 0,046%; tanpa budidaya dari Sukabumi dan Kalimantan masing-masing 0,043% dan 0,037%. Kandungan piperine berpengaruh terhadap hasil uji efikasi larva nyamuk Aedes aegypti instar III, nilai LC50 pengamatan 24 jam minyak kamandrah hasil budidaya Sukabumi sebesar 114,4 ppm, minyak kamandrah tanpa budidaya dari Sukabumi dan Kalimantan masing-masing 125,2 dan 212,9 ppm. Formulasi larvasida metode granulasi basah terhadap minyak biji kamandrah hasil budidaya Sukabumi menunjukkan, kandungan minyak kamandrah 15% dengan emulsifier gom arab memberikan hasil paling efektif dengan nilai LC50 24 jam sebesar 210,01 ppm. Uji stabilitas formula larvasida nabati minyak biji kamandrah yang disimpan pada temperatur 30, 40 dan 50oC selama 28 hari menunjukkan tidak ada perubahan fisik pada granul. Selama penyimpanan terjadi peningkatan kandungan piperine dalam formula larvasida antara 0,6-234%. Uji durabilitas formula larvasida terhadap larva A. aegypti menunjukkan penurunan potensi larvasida sampai di bawah 50% pada hari ke 12 setelah aplikasi.
Hubungan Berbagai Karakter Morfologi Dengan Produksi dan Kadar Minyak Nilam
The relationship between various morphological characters with the production and oil content of patchouly.Characterization of various morphological characters and estimation of the production and soil content of patchouli is very important in plant selection. A field experiment was conducted in Manoko, Lembang, from July 1993 to February 1994, to characterize some morphological characters and estimate their affect to production and oil content of patchouly. The experimental design used was aRandomized Block Design with 10 types as the treatment replicated 3 times. Each types, were observed for 9 characters i.e. plant height, number of branch, length of branch, number of leaf per branch, length of leaf, width of leaf, leaf thicknes, production (terna) and oil content. A path analysis was employed obtain direct and indirect effects of the morphological characters to the yield and to the oil content. The result showed that number of branch, length of branch, number of leaf per branch and leaf thickness were directly affect the production. However, plant height length and width of leaf indirectly affect the production. Characters that directly affect the oil content were length of branch number of leaf per branch, length of leaf and leaf thicknes. Plant height and width of leaf were indirectly effect the oil content
Studi Fluktuasi Hasil Cengkeh ( Study on clove product)
Till the end of the 18 th century Indonesia had been the main clove producing and exporting country. The increasing clove demand, particularly for kretek cigarette industries the beginning of the 20 th century converted Indonesia to the greatest clove importing country Indonesia, however still plays the role of clove business and the country of clove origine that has brought clove to the raw material for kretek cigarettes consumed by millions the population. The fluctuation of the clove product has been the couse of the instability supply of clove for cigarette industries. One way out lesson the product fluctuation is to improve cultural technique. Fertilizing with appropriate dose and time, using high gulding seeds, and plant protection are fairly recommende
Pengaruh Abu Limbah Serai Dapur dan Tepung Bawang Putih Terhadap Hama Gudang Callosobruchus analis F. (Coleoptera; Bruchidae)
Experiments were conducted in the Entomological Laboratory of the Research Institute for Spice and Medicinal Crops, Bogor from July to September 1994. The objective was to investigate the effect of wasted lemon grass ash and garlie powder on stated product insect C. analis. The experiment was designed in a factorial with 2 factors and 3 replications. The two factors were lemon grass ash and garlic powder applied at 0, 1 and 2 % (w/w). The insect used in this experiment was adult aged one day old, from rearing in the laboratory. The result showed that mungbean seeds mixed with lemon grass ash and garlic powder at 1 and 2 % (w/w) and their combinations alfected the insect mortality and inhibited oviposition on the seed surface. The effect of lemon grass ash was higher and faster compared to garlic powder on the base of mortality and inhibition of oviposition
Pengaruh Pemupukan Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Rimpang Kencur
Penelitian dilakukan di KP. Cibinong – Bogor dari bulan Oktober 1988 sampai dengan Juli 1989 dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh pemupukan terhadap pertumbuhan dan produksi rimpang kencur. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Acak Kelompok, dengan 12 perlakuan dan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk buatan dapat meningkatkan jumlah tunas dan produksi rimpang kencur. Dengan meningkatkan dosis Urea dan KCl secara bersamaan cenderung meningkatkan jumlah tunas dan produksi rimpang, sedangkan peningkatan dosis TSP tidak berpengaruh nyata, baik terhadap jumlah tunas maupun produksi rimpang kencur. Pemupukan 300 kg Urea + 200 kg TSP + 200 kg KCl per hektar dapat menghasilkan jumlah tunas dan produksi rimpang paling tinggi serta berbeda nyata dengan kontrol dan beberapa perlakuan lainnya
Pengaruh Bentuk dan Sektor Tajuk Tanaman Cengkeh Terhadap Produksi Cengkeh
Effect of canopy form and sector on clove productionThis study was conducted to evaluate the effect of canopy form and sector on the production of clove in September 1983 at Solok experimental garden.The form of canopy that were observed mamel Ovale, Cylindrical and Pyramidal. Flowers development were observed at eastern, western, northern and southern sectors. The factors were statistically analysis by using completely randomize design with three replications.The study revealed that the highest development of flower was found at Cylindrical form (95.10%) and the lowest at Pyramidal sector (75.43%). The number of flowers was highest at eastern part 26,23% for sylindrical form and the lowest 14,87% for pyramidal form