Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
Not a member yet
    357 research outputs found

    PENGARUH EKSTRAK TANAMAN OBAT TERHADAP MORTALITAS DAN KELANGSUNGAN HIDUP Spodoptera litura F. (LEPIDOPTERA, NOCTUIDAE)

    Get PDF
    Tanaman obat telah banyak diman-faatkan untuk menjaga kesehatan dan dian-taranya telah terbukti manfaatnya untuk penyembuhan penyakit pada manusia. Selain itu tanaman ini juga berpotensi sebagai salah satu pengendali hama tanaman (insektisida nabati). Penelitian dilaksanakan di Laborato-rium Hama dan Penyakit, Balittro sejak Juni 2008 sampai dengan Januari 2009, yang ber-tujuan untuk mengetahui potensi tanaman obat sebagai pengendali ulat Spodoptera litura. Penelitian dilakukan dengan menggunakan eks-trak metanol dari 14 jenis tanaman (serai wangi, kacang babi, glirisidia, legundi, cengkeh, kenikir, babadotan, sambiloto, cabe jawa, mengkudu, mahkotadewa, jarak pagar, brotowali, dan kunyit). Ekstrak metanol yang dihasilkan digunakan dalam pengujian. Konsentrasi yang diuji untuk semua ekstrak adalah 1%. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 6 kali ulangan. Selain itu dilakukan juga pengujian dengan minyak cengkeh (konsentrasi 0, 1, 2, dan 4%) dengan metode semprot langsung pada ulat dan pencelupan pakan. Pengujian minyak babadotan (konsentrasi 0; 0,25; 0,5; 1; dan 5%) dilakukan dengan metode pencelupan pakan masing-masing 6 ulangan. Hasil peneliti-an menunjukkan bahwa ekstrak metanol glirisidia, sambiloto, kunyit, dan jarak pagar pada konsentrasi 1% dapat mengakibatkan mortalitas ulat, akan tetapi toksisitasnya rendah (berkisar 20%). Sedangkan cabe jawa, kenikir, dan jarak pagar bersifat antifidan yang berakibat pada penurunan bobot ulat. Ekstrak metanol tanaman obat ini tidak berpengaruh terhadap lama hidup ulat dan pupa. Minyak daun cengkeh 4% dan babadotan 0,5% memberikan mortalitas ulat berturut-turut lebih dari 50 dan 90%.

    PENGARUH MINYAK ATSIRI TERHADAP MORTALITAS DAN PENGHAMBATAN PENELURAN Crocidolomia Pavonana F

    Get PDF
    Kubis, brokoli, dan bunga kol merupakan tanaman sayuran yang cukup penting, termasuk dalam famili Brassicaceae. Kendala utama dalam budidaya tanaman tersebut adalah serangan hama Crocidolomia pavonana. Minyak atsiri merupakan salah satu produk tanaman yang dapat digunakan sebagai alternatif pengendalian organisme pengganggu tumbuhan. Penelitian telah dilakukan di Rumah Kaca Kelompok Peneliti Proteksi Tanaman Balittro, sejak Maret sampai Desember 2014. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh minyak atsiri terhadap mortalitas telur, larva dan imago C. pavonana. Minyak atsiri yang diuji adalah minyak babadotan, cengkeh, laja gowah, seraidapur, seraiwangi, dan temulawak, masing-masing pada konsentrasi 0,5%. Selain itu, digunakan mimba sebagai pembanding. Pengujian ovisidal dilakukan dengan mencelupkan telur dalam masing-masing larutan uji. Untuk mengetahui pengaruhnya terhadap larva (larvasidal) telah dilakukan aplikasi bahan-bahan tersebut pada larva dan daun brokoli. Penelitian penghambatan peneluran dilakukan dengan menyemprotkan larutan ini pada tanaman, dikeringanginkan kemudian tanaman dikurung, dan serangga dewasa dimasukkan ke dalam kurungan. Pengamatan dilakukan terhadap penetasan telur dan mortalitas larva serta jumlah kelompok telur yang diletakkan. Hasil penelitian menunjukkan minyak seraidapur dan temulawak bersifat toksik terhadap telur. Minyak babadotan, mimba, dan seraiwangi yang diaplikasikan pada daun, mengakibatkan mortalitas larva lebih dari 90% tetapi, pada aplikasi langsung pada larva, mortalitas tertinggi berkisar antara 28% pada perlakuan mimba dan seraiwangi. Minyak babadotan, seraidapur, dan seraiwangi serta mimba memberikan pengaruh yang sama terhadap penghambatan peneluran pada 96 jam setelah aplikasi. Pengaruh terhadap peneluran juga terlihat pada perlakuan minyak temulawak yang telah diformulasikan. Minyak seraiwangi, seraidapur, babadotan, dan mimba serta temulawak berpotensi untuk digunakan sebagai insektisida nabati untuk mengendalikan  C. pavonana

    PENGARUH PEMBERIAN KAPUR DAN KOMPOS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI JAHE PUTIH BESAR PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING

    Get PDF
    Produktivitas tanaman jahe (Zingiber officinale) di Indonesia umumnya masih rendah, ini disebabkan beberapa faktor antara lain karena pemupukan yang kurang optimal, kondisi lingkungan tumbuh, baik iklim maupun kesuburan tanah, serta teknik budidaya belum mengacu kepada teknik budidaya anjuran. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian kapur dan kompos terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jahe (Z. officinale) pada tanah Podsolik Merah Kuning. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Balittro Laing Solok, Sumatera Barat sejak Maret sampai Desember 2014. Perlakuan disusun dengan rancangan acak kelompok dalam pola faktorial tiga ulangan. Perlakuan yang diuji  adalah penggunaan kapur (0; 100; dan 200 g lubang tanam-¹) sebagai faktor ke 1, kompos (0; 1; 2 dan 3 kg lubang tanam-¹) sebagai faktor ke 2, varietas jahe putih besar yang digunakan berasal dari kebun petani. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah anakan, panjang daun, lebar daun dan bobot rimpang  rumpun-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kapur 200 g yang dikombinasikan dengan kompos 2 kg lubang-1 menghasilkan pertumbuhan tanaman yang terbaik, dengan tinggi tanaman 66,20 cm, jumlah anakan 9,96 buah, panjang daun 22,31 cm, lebar daun 3,13 cm dengan bobot rimpang segar 541,50 g rumpun-¹, sedangkan pertumbuhan terendah terdapat pada perlakuan tanpa kapur dan kompos (tinggi tanaman 31,12 cm, jumlah anakan 3,38 buah, panjang daun 13,36 cm, lebar daun 2,12 cm dan rimpang segar 130,83 g rumpun-1 )

    PENGARUH UMUR FISIOLOGIS SULUR DAN POSISI RUAS TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT VANILI KLON 1 DAN 2 DI RUMAH KACA

    Get PDF
    Salah satu permasalahan dalam pengembangan vanili adalah kurang tersedia-nya benih dari varietas unggul dan pertumbuh-an yang tidak seragam, akibat penggunaan setek yang tidak seragam. Untuk itu penelitian pengaruh umur fisiologis dan posisi ruas terhadap pertumbuhan bibit dua klon harapan vanili dilaksanakan untuk mendapatkan tek-nologi perbanyakan vegetatif, sebagai landasan penetapan standar prosedur operasional (SPO) perbanyakan benih vanili. Percobaan dilakukan di Rumah Kaca Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik (Balittro) dari Januari – Desem-ber 2006, dengan menggunakan klon harapan 1 dan klon harapan 2, yang diambil dari kebun induk vanili di KP Natar, BPTP Lampung. Percobaan faktorial, dengan 2 faktor dan 3 ulangan, disusun dalam rancangan petak terbagi (RPT). Petak utama adalah 2 umur fisiologis sulur, yaitu : (1) 12 bulan dan (2) 6 bulan setelah pemangkasan. Anak petak adalah 10 perlakuan terdiri dari kombinasi 2 klon dan 5 posisi ruas yaitu ; 1). klon 1 + setek dari ruas kesatu; 2). klon 1 + setek dari ruas kedua; 3). klon 1 + setek dari ruas ketiga; 4) klon 1 + setek dari ke empat, dan 5). klon 1 + setek dari ruas ke lima; 6). klon 2 + setek dari ruas kesatu; 7). klon 2 + setek dari ruas kedua; 8). klon 2 + setek dari ruas ketiga; 9). klon 2 + setek dari ke empat, dan 10). klon 2 + setek dari ruas ke lima. Parameter yang diamati meliputi persentase tumbuh benih, tinggi benih, jumlah ruas, dan jumlah daun. Hasil penelitian menunjukkan persentase tumbuh, jumlah ruas, dan jumlah daun tidak nyata dipengaruhi oleh interaksi antara umur fisiologis sulur dan kombinasi klon harapan dengan posisi ruas dan faktor tunggal umur fisiologis sulur, tetapi nyata dipengaruhi oleh faktor tunggal kombinasi klon harapan dengan posisi ruas. Persentase tumbuh tertinggi didapatkan pada perlakuan kombinasi klon harapan 2 dengan posisi ruas kelima (92,92%). Jumlah ruas tertinggi pada perlakuan kombinasi klon harapan 2 dengan posisi ruas ketiga (7,57). Jumlah daun tertinggi didapatkan pada perlakuan kombinasi klon harapan 2 dengan posisi ruas ketiga (7,55). Setek yang berasal dari umur fisiologis 12 dan 6 bulan setelah pemangkasan, serta kombinasi klon harapan 1 dan 2 dengan posisi ruas 1 sampai 5 dapat direkomendasikan sebagai bahan perbanyakan vegetatif tanaman vanili.

    ANALISIS KELAYAKAN DAN FINANSIAL DALAM PENYEDIAAN BENIH BERMUTU JAHE MERAH (Zingiber officinale var. rubrum)

    Get PDF
    Tingginya minat petani menanam jahe merah meningkatkan permintaan benih bermutu. Benih yang sehat dan berviabilitas tinggi merupakan faktor input yang paling menentukan produktivitas tanaman disamping faktor lainnya seperti pupuk dan pestisida. Ketersediaan benih merupakan pasokan input yang secara berkelanjutan harus terjamin mutunya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa potensi dan kendala penyediaan benih jahe melalui budidaya dalam polibag, sertifikasi dan sistem mutu benih. Analisis kelayakan finansial dilakukan pada usaha agribisnis perbenihan jahe merah. Penelitian di lakukan di Unit Pengelola Benih Sumber (UPBS) Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) Bogor, Jawa Barat. Analisis kualitatif menggunakan software SWOTchart.xls berbasis Microsoft Excel. Pendekatan kuantitatif yang digunakan untuk melihat tingkat kelayakan usaha meliputi perhitungan struktur biaya, analisis R/C rasio, B/C rasio, dan Net Present Value (NPV). Hasil penelitian menunjukkan faktor-faktor dalam sistem budidaya perbenihan jahe merah dalam polibag secara bersama dapat memaksimalkan kekuatan (strengths) dan peluang (opportunities) serta dapat meminimalkan kelemahan (weaknesses) dan ancaman (threats). Berdasarkan analisis finansial, kegiatan usaha perbenihan jahe dalam polibag menguntungkan (profitable) dengan R/C rasio dan B/C rasio berturut-turut sebesar 2,13 dan 1,13 serta NPV (13%) bernilai positif. Komposisi dan jumlah total biaya perbenihan jahe dalam polibag memerlukan modal lebih tinggi dibandingkan dengan sistem budidaya konvensional

    BIOLOGI KUTU PUTIH Dysmicoccus brevipes COCKERELL (HEMIPTERA : PSEUDOCOCCIDAE) PADA TANAMAN NENAS DAN KENCUR

    Get PDF
    Kutu putih Dysmicoccus brevipes me-rupakan hama utama pada perkebunan nenas, memiliki kisaran inang yang luas (lebih dari 100 spesies tanaman). Penelitian bertujuan untuk mengetahui beberapa parameter biologi kutu putih pada tanaman nenas (Ananas comosus L. Merr.) dan kencur (Kaempferia galanga L.). Penelitian dilaksanakan sejak Mei sampai dengan Juli 2007 di laboratorium dan lapangan. Penelitian menggunakan dua jenis tanaman inang yaitu nenas dan kencur pada kondisi laboratorium. Sampel kutu putih di-ambil dari lapang dan diidentifikasi. Crawler (nimfa instar-1) dipelihara sampai menjadi imago masing-masing pada daun nenas dan rimpang kencur yang diletakkan dalam petridis. Hasil penelitian menunjukkan kutu putih dapat hidup dan berkembang pada tanaman nenas dan kencur. Nimfa mengalami tiga kali ganti kulit sebelum menjadi imago. Total lama per-kembangan nimfa sekitar 32,10± 0,33 hari pada nenas dan menunjukkan perbedaan nyata pada kencur (35,55±0,43 hari). Lama perkembangan nimfa instar-1 sekitar 11,45±0,29 hari pada nenas dan sekitar 12,95± 0,33 hari pada kencur. Lama perkembangan nimfa instar 2 sekitar 9,85±0,29 hari pada nenas dan sekitar 11,05± 0,34 hari pada kencur. Sedangkan lama per-kembangan nimfa instar 3 sekitar 10,80±0,31 hari pada nenas dan 11,55±0,20 hari pada kencur. Lama hidup imago sekitar 20,40±0,74 hari pada nenas dan 20,20±0,57 hari pada ken-cur. Hasil analisis menunjukkkan masa pra-oviposisisi dan lamanya imago meletakkan anaknya sangat dipengaruhi secara nyata oleh tanaman inang. 

    PENGARUH CASHEW NUT SHELL LIQUID (CNSL) TERHADAP MORTALITAS HELOPELTIS ANTONII SIGN PADA BIBIT JAMBU METE

    Get PDF
    Effect of Cashew Nut Shell Liquid (CNSL) to Mortality of Helopeltis antonii Sign on Cashew SeedlingThe effects of CNSL to Helopeltis antonii Sign. on cashew seedling were done in labo-ratory and greenhouse of pest and deaseases division at Research Institute for Spice and Medicinal crops on June until September 2004. The research aimed to study of  CNSL influence to H. antonii on cashew  seedling. This expe-riment were used two methods, they are topical spray and foliar spray methods. The CNSL treatment that applications to insects with 0.625; 1.25; 2.50 and 5% concentrations and control. The total number of insect were used 10 insects for each treatment of H. antonii adult respectively. The application of cashew seedling used 1.25; 2.50; 5; 10 and 20% concentrations and control. Observation was carried out every day by counting H. antonii mortality level. The research was made with use of Randomized Block Design (RBD) with 5 treatments and 5 replications for topical spray method and 6 treatments and 4 replications for foliar spray method. The research results showed that mor-tality level of insects highest was applied directly to H. antonii in CNSL treatment with 5% concentration was 100% on the 6th days after application, while the application to cashew seedling with 20% concentration on 4, 5, and 6 th days after application, the mortality level of  H. antonii were 52.50, 62.50 and 97.50% respectively

    POTENSI MINYAK DAUN CENGKEH SEBAGAI PENGENDALI PLANOCOCCUS MINOR (MASK.) (PSEUDOCOCCIDAE; HOMOPTERA) PADA TANAMAN LADA

    Get PDF
    Minyak daun cengkeh dapat diguna-kan untuk mengendalikan serangga hama, ter-masuk kutu putih. Planococcus minor meru-pakan kutu putih yang berperan sebagai serang-ga vektor penyakit kerdil pada tanaman lada. Penelitian telah dilakukan yang bertujuan un-tuk mengetahui potensi minyak daun cengkeh (MDC) sebagai bahan pengendali P. minor. Pe-nelitian dilakukan di laboratorium dengan menggunakan kutu P. minor yang berasal dari tanaman lada dan diperbanyak pada umbi ken-tang. Perlakuan terdiri dari tiga konsentrasi MDC (5; 2,5; 1,25%) dan kontrol. Aplikasi di-lakukan secara kontak dan pada pakan (umbi kentang). Nimfa P. minor disemprot suspensi MDC, kemudian kutu tersebut dipindahkan pada umbi kentang secara individual. Aplikasi pada pakan dilakukan dengan mencelupkan kentang ke dalam suspensi MDC, dikering-anginkan dan selanjutnya diinfestasikan kutu secara individual. Setiap perlakuan mengguna-kan 40 ekor kutu. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap. Penelitian lan-jutan dilakukan di rumah kaca dengan menggu-nakan MDC 2,5% yang disemprotkan ke bibit lada setiap satu dan dua minggu sekali. Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa MDC dapat mengakibatkan kematian P. minor pada semua konsentrasi yang diuji dan pada konsen-trasi 5% memberikan kematian kutu hampir 90%. Perlakuan pada pakan mengakibatkan mortalitas yang lebih tinggi dibanding dengan penyemprotan langsung pada kutu. Selain itu, perlakuan MDC dapat mengurangi jumlah keturunan yang dihasilkan baik pada penyem-protan langsung maupun perlakuan pada pakan. Uji di rumah kaca dengan MDC 2,5% yang disemprotkan setiap minggu dapat menurunkan populasi kutu namun tidak berbeda nyata de-ngan perlakuan lain dan kontrol. Hasil pene-litian ini mengungkapkan bahwa MDC berpo-tensi untuk mengendalikan P. minor pada tanaman lada apabila dilakukan penyemprotan yang lebih sering (dua kali seminggu).

    INVENTARISASI DAN ASPEK BIOLOGI SERANGGA YANG BERASOSIASI DENGAN TANAMAN SAMBILOTO (Andrographis paniculata (Burm F.) Ness)

    Get PDF
    Tanaman sambiloto (Andrographis paniculata (Burm. F.) Ness) merupakan salah satu tanaman obat tradisional yang banyak khasiatnya. Di lapangan tanaman ini diketahui terserang oleh serangga hama. Tujuan pene-litian untuk mengetahui jenis dan aspek biologi serangga yang berasosiasi dengan tanaman sambiloto. Penelitian dilakukan di Kebun Per-cobaan (KP) Cimanggu, Bogor, KP Cicurug, Sukabumi, rumah kaca dan laboratorium Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik sejak April 2005 sampai Januari 2006. Parameter yang diamati ialah populasi serangga, persen-tase tanaman terserang, lama tiap stadia, masa peletakan telur dan banyaknya telur yang di-hasilkan oleh seekor imago. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serangga yang menyerang tanaman sambiloto di KP Cimanggu, Bogor dan KP Cicurug, Sukabumi ada 11 jenis yang terdiri dari 4 ordo yaitu Homoptera, Hemiptera, Lepidoptera dan Orthoptera. Diantara serang-ga-serangga tersebut yang berpotensi penyebab kerusakan ialah kutu tempurung (Parasaissetia nigra) (Homoptera: Coccidae) dan kepik (Hemiptera: Pachygrontidae). P. nigra dapat berkembang dan menyelesaikan hidupnya pada tanaman sambiloto. Lama hidup kutu ini dari telur sampai imago berkisar antara 64 – 141 hari dan banyaknya telur yang dihasilkan oleh seekor imago berkisar antara 14 – 258 butir. Selain serangga yang merugikan juga ditemu-kan serangga yang berperan sebagai musuh alami. P. nigra mempunyai musuh alami berupa parasitoid yaitu Coccophagus n r bogoriensis dari famili Encyrtidae, ordo Hymenoptera

    ADAPTASI DELAPAN NOMOR HARAPAN KUNYIT (Curcuma domestica Vahl.) TOLERAN NAUNGAN

    Get PDF
    Turmeric cultivation by farmer is mainly conducted under shading, so it needed turmeric superior seeds especially for shading cultivation. The aim of the research was to analiysis the adaptability based on yield and quality stability of turmeric promising lines under shading on three different agroecology Adaptation test for releasing the superior variety of crops was conducted at three locations of turmeric central production in Bringin 464 m asl, Nogosari, 425 m asl, and Simo 484 m asl. Tested was done in 2008 until 2010 under famer’s teak plantations. Eight promising lines of turmeric out of 70 accessions selected under artificial shading season in year of 2007/2008 at Cicurug, Sukabumi (West Java) and one local number were used as materials to be tested. The experiment was arranged in Randomized Block Design with three replications. Each block consisted of 48 plants. The observed parameters were growth component, yield, and curcumin content. Combined varian analysis result showed that there was no interaction effect between genotype and environment on the yield and curcumin content. However, all of the tested genotypes were signicifantly differed for their curcumin content. Turmeric promising line Cudo 04, with rhizome yield 0f 7.4 ton ha-1, had the highest curcumin (7.05%) and essential oil content (4.77%), and tolerant to the leaf spot disease. Therefore, this line is recommended to be released as a superior variety tolerant to shading. Based on its curcumin content, this line was also found as a superior one to be developed by herbal medicine industry

    180

    full texts

    357

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇