Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
Not a member yet
    357 research outputs found

    PEMUPUKAN NITROGEN DAN FOSFOR UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN, PRODUKSI BIJI DAN KANDUNGAN THYMOQUINONE JINTAN HITAM

    Get PDF
    Nigella sativa L. yang dikenal dengan jintan hitam merupakan tanaman asli daerah Asia Barat dan kawasan Mediterania yang beriklim sub tropis. Bijinya yang berkhasiat sebagai obat dan rempah sudah dimanfaatkan sejak ribuan tahun lalu terutama oleh umat Muslim di Timur Tengah dan Asia Selatan. Penelitian tanaman jintan hitam di daerah tropis sampai saat ini masih terbatas. Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan pertumbuhan, produksi biji dan kandungan bioaktif thymoquinone tanaman jintan hitam. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Manoko, Lembang menggunakan benih berasal dari Arab Saudi. Rancangan yang digunakan adalah petak terbagi, dengan petak utama dua taraf dosis pupuk N (0 dan 120 kg N ha-1) dan anak petak empat taraf dosis pupuk P (0, 60, 120, dan 180 kg P2O5 ha-1) diulang tiga kali. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan, produksi biji dan kandungan thymoquinone. Hasil penelitian menunjukkan pemupukan N dan P masing-masing nyata meningkatkan pertumbuhan dan produksi biji jintan hitam. Pemupukan dengan dosis 120 kg N ha-1 dan 180 kg P2O5 ha-1 mampu meningkatkan produksi biji sebesar 477,48 kg ha-1 dengan kadar thymoquinone 0,0625% dan produksi thymoquinone 29,84 kg ha-1

    Pengaruh Diameter dan Panjang Batang Lada Terhadap Biologi Lophabaris piperis MARSH (Coleoptera; Curculionidae)

    No full text
    Penelitian dilakukan di Laboratorium Hama Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat dari bulan November 1989 sampai Februari 1990 dengan tujuan untuk mendapatkan media pembiakan atau pemeliharaan serangga L. piperis yang tepat dan efisien guna menunjang penyediaan serangga sebagai bahan penelitian di laboratorium. Penelitian menggunakan potongan batang lada berukuran diameter 1.0 dan 1.5 cm dengan panjang 5, 10, dan 15 cm, sehingga didapatkan 6 kombinasi perlakuan. Tiap perlakuan terdiri atas 50 potongan batang lada dengan 6 pasang serangga L. piperis yang dimasukkan dalam stoples. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serangga L. piperis meletakkan telur pada semua perlakuan. Pada umumnya telur yang diletakkan dapat berkembang menjadi kumbang dewasa. Tidak terlihat pengaruh nyata dari pemberian pakan berbagai diameter dan panjang potongan batang lada terhadap siklus hidup dan berat imago jantan. Tetapi ukuran potongan batang bersangkutan member pengaruh yang sangat nyata terhadap banyaknya serangga, berat pupa dan imago betina. Berdasarkan jumlah telur yang diletakkan serta larva dan pupa yang berhasil menjadi kumbang dewasa, ternyata perkembang biakan L. piperis paling sesuai pada potongan batang berdiameter 1.5 cm dengan panjang 10 dan 15 cm, disbanding perlakuan lainny

    Pengaruh Suhu dan Lama Pendinginan pada Isolasi Kristal Mentol dari Minyak Mentha arvensis

    No full text
    Menthaarvensis merupakan salah satu tanaman penghasil mentol, yang kandungan mentol dalam minyaknya dapat mencapai 95%. Isolasi mentol dari minyak menthe dapat dilakukan melalui proses kristalisasi, sehingga diperoleh Kristal mentol. Pada percobaan ini diteliti pengaruh suhu rendah (2, -10 dan -190C) dan lama pendinginan (24, 48, dan 72 jam) terhadap rendemen Kristal mentol yang dihasilkan. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan pola factorial dan ulangan dua kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu dan lama pendinginan, serta interaksi dari kedua perlakuan tersebut mempengaruhi rendemen Kristal mentol yang dihasilkan. Rendemen Kristal mentol tertinggi (4.75%) diperoleh pada suhu pendinginan -100C dan lama pendinginan 24 jam

    Pencemaran Hasil Panen Tanaman Obat Oleh Mikroorganisma

    No full text
    Contamination of medicinal herbs by microorganismPost harvest processing of medicinal herb in handled tradisionally in long periods. The conditions of processing might be trend to contaminated by microorganism. The contaminant is harmful to consumer health and cousing a claim on export. Some microorganism which known to contaminated medicinal herbs material are bacterial group Pseudomonas solanacearum, Xanthomonas sp.; Staphylococcus albus, S. aureus; S. alpha; Bacillus, Proteus, and Coliform and fungae group i.e. Aspergillus flavus; A. niger; rhizopus sp., Sclerotium sp., Rhizoctonia sp.; Penicillium sp.; Fusarium axysporum; F. moniliforme; Fusarium spp. and Gliocladium sp.Once of the some alternative to control the medicinal herbs contamination in investation control including field control and improve storage processing

    Daya Hasil Terna Beberapa Mentha spp. Di Daerah Beraltituda tinggi di Jawa Barat

    No full text
    Herb productivity of some Mentha spp. at high altitude area in West java.A field trial on four Mentha spp. was under taken to study their herb productifity in Gunung Putri Experimental garden-West Java which has an Andosol soil type with rainfall type A and the altitude is 1500 m above mean sea level. A randomized block design with six replications and four treatments of M. piperita L., M. Canadensis L., M. merdinah Back ex Ochse & Bakh and M. arvensis L. var. javanica (BI.) Hook was used.The highest yield of fresh herbs (stems, leaves and stolons or runners) harvesting from the crops at 4.8 months after planting was obtained from M. piperita (5.40 ton/ha) followed by M. Canadensis (3.54 ton/ha); M. merdinah (2.50 ton/ha) nad the lowest from M. arvensis L. var. javanica (0.57 ton/ha). Refer to the yield of fresh herbs, M. piperita gave asignificant different agains either by M. Canadensis or M. merdinah.The highest yield of fresh herbs without is stolons (leafty stems) was obtained from M. Canadensis (3.54 ton/ha)followed by M. merdinah (2.18 ton/ha), M. piperita (1.50 ton/ha) and the lowest from M. arvensis L. var. javanica (0.55 ton/ha). M. Canadensis gave a significant different agains either M. piperita or M. arvensis L. var. javanica.In the tropical mountaineous area, M. piperita gives higher stolons/leafty stems ratio, but on the other hand the tree other species give the opposite value.M. arvensis L. var. javanica did not grow well in the high altitude and sintable in lower land only M. piperita, M. Canadensis, and M. merdinah give no flower during their existing growth

    Analisis Usahatani dan Faktor Produksi Pada Pertanaman Lengkuas Di Kabupaten Bogor dan Bekasi

    No full text
    Telah dilakukan penelitian untuk melihat karakteristik usahatani dan penggunaan factor produksi lengkuas di kabupaten Bogor dan Kabupaen Bekasi, Jawa Barat . Data di peroleh dengan melaksanakan survai pada bulan  November 1992. Penarikan contoh dilakukan secara acak bertujuan . Untuk melihat untung /rugi pengusahaan tanaman ini di lakukan analisis usahatani . sedangkan untuk mengkaji hubungan antara factor produksi dengan produksi dilakukan analisis korelasi dan fungsi produksi dilakukan  analisis korelasi dan fungsi produksi Cobb- Douglass. Hasil penelitian menunjukan bahwa petani langkuas rata-rata berumur45.40tahun dengan jumlah keluarga6.10 orang dan tingkat pendidikan sekolah dasar. Rata-rata lahan yang di miliki seluas 9.031.4 m2 dimana 9.41% ditanami langkuas.sumbangan pendapatan usaha tani lengkuas terhadap pendapatan keluarga sebesar 31% dari pendapatan total. Setiap 0.25 ha lahan yang di usahakan petani di peroleh produksi rimpang basah sebanyak  5161.76kg dengan nilai pendapatan bersih Rp.2 631 094,44 dan B/C ratio 4.51. Kompetisi pengelolaan yang di peroleh petani sebesar 77.82% dari pendapatan kotor. Faktor produksi yang dominan pengaruhnya terhadap produksi lengkuas adalah luas lahan garapan .Setiap penambahan luas garapan 1% produksi akan meningkat 0.9995%

    Pengaruh Cara dan Waktu Penyulingan Terhadap Mutu Minyak Bunga Cengkeh

    No full text
    Observation to find out the influence of the method and length of distillation on quality of clove bud oil was conducted at Technology Laboratory of research Institute for Spice and Medicinal Crops, Bogor. Threadments applied were distillation method consisted of 3,6,9, and 12 hours. Completely randomized design arranged factorially was used with 3 replications. The result showed that water distillation gave a higher yield (9,30%) compared to water and steam distillation (6,53%). Clove bud oil produced by water distillation method has a lower specific pravity (1.0359) and the optical rotation were more laevorotatory (-1o33*) than the one produce by water and steam distillation (sp.gr. = 1.0433, optical rotation = -1o8’). The longer the length of distillation, the higher were the oil yield, specific grafity, refractive index and eugenol acetate content of the oil produced. On the other hand, the longer the length of distillation, the lower β—caryophyllen content. Eugenol content was increased up to 9 hours distillation, and decreased afterwards

    PENGARUH PEMBERIAN AIR KELAPA DAN FREKUENSI PEMBERIAN TERHADAP PERTUMBUHAN BENIH CENGKEH

    Get PDF
    Benih merupakan salah satu aspek budidaya yang mempunyai peranan penting. Untuk mendukung pertumbuhan benih dan peningkatan produksi cengkeh, pemberian unsur hara sangat diperlukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh frekuensi dan konsentrasi pemberian air kelapa terhadap pertumbuhan benih cengkeh. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Balittro Laing Solok Sumatera Barat, sejak Maret sampai September 2014. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 12 perlakuan konsentrasi air kelapa dan frekuensi pemberian yaitu (1) tanpa air kelapa/air dan frekuensi pemberian 1 kali (0/1), (2) 0/2, (3) 0/3, (4) konsentrasi air kelapa 200 ml l-1/1, (5) 200 ml l-1/2, (6) 200 cc l-1/3, (7) 400 ml l-1/1, (8) 400 ml l-1/2, (9) 400  ml l-1/3, (10) 600 ml l-1/1, (11) 600 ml l-1/2, (12) 600 ml l-1/3; interval waktu pemberian 2 minggu, 10 tanaman per plot diulang 3 kali. Variabel yang diamati meliputi pertumbuhan tanaman (tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, panjang daun, lebar daun, panjang akar, jumlah akar utama) serta biomass (bobot basah dan kering batang, daun dan akar). Hasil penelitian menunjukkan pemberian air kelapa konsentrasi 600 ml l-1 dengan frekuensi pemberian satu kali, menghasilkan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan vegetatif benih cengkeh

    DETEKSI CMV DAN PYMoV PADA BENIH LADA (Piper nigrum) DENGAN TEKNIK ELISA

    Get PDF
    Salah satu kendala penting pada budidaya tanaman lada yaitu penyakit kerdil yang disebabkan oleh Piper yellow mottle virus (PYMoV) dan Cucumber mosaic virus (CMV). Tindakan pencegahan penyebaran penyakit dapat dilakukan salah satunya dengan penggunaan benih sehat bebas dari infeksi PYMoV dan CMV. Tujuan penelitian adalah mendeteksi keberadaan PYMoV dan CMV pada benih lada siap tanam secara serologi menggunakan teknik ELISA. Benih lada yang dideteksi berumur 5 bulan, berasal dari penangkar benih di Sukabumi (Jawa Barat) dan Purbalingga (Jawa Tengah). Varietas lada yang diambil di Sukabumi adalah Natar 1, Petaling, dan Lampung Daun Kecil., masing-masing sebanyak 10 sampel, sedangkan di Purbalingga hanya ada Natar 1, diambil 30 sampel. Di setiap lokasi pembibitan juga dilakukan pengamatan terhadap gejala infeksi virus yang ditemukan. Deteksi virus dilakukan secara Double Antibody Sandwich (DAS)-ELISA menggunakan antiserum Banana streak virus (BSV) untuk PYMoV dan antiserum CMV untuk deteksi CMV. Hasil ELISA dibaca nilai absorbannya dengan elisa reader pada panjang gelombang 405 nm. Sampel dinilai positif, jika nilai absorbansinya 1,5 kali lebih besar daripada kontrol negatif. Gejala infeksi virus pada benih bervariasi, yaitu klorotik, belang, dan belang disertai perubahan bentuk daun. Hasil pengujian ELISA menunjukkan bahwa 66% benih lada dari Sukabumi dan 46% dari Purbalingga terinfeksi virus CMV. Namun, tidak ada satu pun yang menunjukkan reaksi positif terhadap antiserum PYMoV. Hal ini diduga karena konsentrasi PYMoV terlalu rendah sehingga tidak terdeteksi secara ELISA. Untuk mencegah penyebaran virus, deteksi virus pada benih lada penting dilakukan sebelum digunakan sebagai bahan tanaman.

    Serapan Hara Bibit Tanaman Cengkeh Pada Berbagai Naungan dan Zat Pengatur Tumbuh Mixtalol

    No full text
    Nutrient absorption of clove seedling under several shading and Mixtalol growth regulatorThe nutrient uptake by clove seedling on some shading and plant growth regulator mixtalol were investigated at Cimanggu Experimental Garden of Bogor Spice and Medicinal Crops Research Institute. A split plot design with three replications was used. The main plot contained four level shading 10, 25, 50, and 75 percent, with four levels concentration of Mixtalol 0, 1, 2, and 3 ppm.The result showed that nutrient uptake N, P, K, Mg, Fe was influenced by shading. The fifty percent of shading represented optimum milliew to obtain nutrient uptake of N, P, K, Mg, and Fe respectifely. Nutrient uptake per clove seedling 72,62 mg N; 7,15 mg P; 69,57 mg K; 15,12 mg Mg, and 12,48 mg Fe, respectively increased 103,26%, 80,48%, 57,43%, 53,06%, and 59,30% higher than without shading. Application 1 ppm plant growth regulator mixtalol on clove seedling would be obtained nutrient uptake of N, P, K, Mg, and Fe respectively 10,76%, 19,57%, 18,41%, 12,42%, and 2,31% higher than without Mixtalo

    180

    full texts

    357

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇