Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
Not a member yet
357 research outputs found
Sort by
Serangga-serangga Perusak Tanaman Dadap Licin (Erythrina lithosperma Miq)
Pengumpulan dan identifikasi serangga-serangga yang terdapat pada tanaman dadap licin telah dilakukan di Kebun Percobaan Natar, Sub Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, Lampung, pada bulan Pebruari sampai bulan Juni 1990. Pengumpulan serangga dilakukan dengan menangkap semua jenis serangga dari telur, larva, kepompong dan imago dari 100 tanaman contoh berumur 1 tahun yang dipilih secara acak dari 250 tanaman. Serangga yang diperolehdari lapang dipisah-pisahkan menurut jenisnya kemudian diidentifikasi berdasarkan cirri-ciri morfologinya. Kecuali itu pengamatan dilakukan terhadap kerusakan yang ditimbulkannya. Dari hasil pengamatan ditemukan beberapa jenis serangga yang berperan sebagai hama, yaitu penggerek pucuk (Terastia sp.) dan penghisap pucuk (Agathodes sp.). serangga lain Anoploenemis phasiana, Valanga nigricornis, Attacus atlas L. dan Orgyia pestica kurang merusak. Terastia sp. merupakan hama yang paling penting
SIKLUS HIDUP LARVA Nyctemera coleta DAN Paliga auratalis SEBAGAI HAMA PADA TANAMAN DAUN SAMBUNG NYAWA (Gynura procumbens)
Sambung nyawa (Gynura procumbens) merupakan salah satu tanaman obat yang mempunyai beragam manfaat bagi kesehatan, bermanfaat sebagai analgesik hingga antimikroba. Pada tanaman ini terdapat dua spesies larva dari ordo Lepidoptera yang merupakan hama perusak daun, sehingga menghambat pertumbuhan sambung nyawa. Tujuan penelitian untuk mengetahui perilaku dan siklus hidup dari kedua jenis ulat yang ditemukan di pertanaman sambung nyawa, sebagai dasar dalam penelitian pengendalian hama pada pertanaman sambung nyawa. Penelitian dilakukan di Laboratorium Hama Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) sejak Januari sampai April 2016. Larva yang dikumpulkan dari lapangan dipelihara dan dikembangbiakkan di laboratorium. Parameter yang diamati meliputi stadium dan karakteristik tiap stadium dari siklus hidup dua spesies hama yang ditemukan di pertanaman sambung nyawa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dua jenis larva yang ditemukan di pertanaman sambung nyawa adalah Nyctemera coleta dan Paliga auratalis, termasuk dalam ordo Lepidoptera. Stadium larva N. coleta merupakan stadium yang paling panjang dengan kisaran umur larva rata-rata 24 hari. Larva N. coleta merusak daun dengan memakan jaringan daun sehingga meninggalkan tulang-tulang daun. Stadium yang paling panjang pada P. auratalis adalah stadium pupa dengan rata-rata kisaran umur stadium 13,1 hari. Larva P. auratalis merusak daun sambung nyawa dengan memakan daun dan juga merekatkan sisi-sisi daun menggunakan saliva yang dikeluarkan dari mulutnya
Pengaruh Tusukan Helopeltis Antonii Terhadap Pertumbuhan Ranting Jambu Mente
The effect of Helopeltis antonii punctures on twigs of cashew plant.An experiment to study the effect of H. antonii punctures on twigs of cashew plant was conducted at Bali Anacardia Plantation, Sukadana village, Kubu district, Karangasem, Bali from July to September 1994. Ten flowering/fruiting cashew trees, five years old were selected for the experiment. Six dying and living twigs (25 cm length) were randomly sampled from each tree. Every twigh was then classified into four parts, growing point, top, middle and bottom parts. The number of Helopeltis punctures were observed once, while further development of the twig were observed every week. Results of the observation showed that a puncture on the growing point caused the death of the upper twig. However the attack on top, middle and bottom parts of the twigg did not affeet the twig
Situasi Jambu Mente di India Suatu Laporan Kuningan Singkat
Arti Jambu Mente bagi India Dalam Perdganagn interntional, Kacang mente menduduki peringkatKetiga sesudah almonds dan kacng hazel. Produksi gelondong mente duniaDalam luma tahun terakhir (1980 – 1965) berkisar antar 450 – 650 ribuTon. Rata-rata ekspor kcang mente India meliputi 33 015 ton pertahun,Atau rata-rata 48 persen pertahunnya. Negara peingimpor dlag amerika serikat, Eropa, Asi dan Oceani. Davian yang diperoleh dari ekspor kacang mente rata-rata 14 juta dollar Amerika serikat, dan dari cairan kulit jambu mente (CNSL) sekitar 1,25 juta dollar. Hal ini sangat berarti bagi perekonomian India
Pengaruh Pemupukan NPK Terhadap Pertumbuhan Bibit Lada Perdu
Percobaan pengaruh pupuk N, P dan K terhadap pertumbuhan bibit lada perdu dilakukan di rumah atap Sub Balittro Natar dari bulan Mei sampai September 1993. Bahan tanaman yang digunakan adalah bibit lada perdu berumur + 2 bulan dari varietas Belantung. Perlakuan-perlakuan yang diuji adalah; 1) tanpa pupuk (N0) 2) 0.225 g N/tanaman (N1), 3) 0.450 g/tanaman (N2), 4) 0.900 g/tanaman (N3), 5) 0.225 g N + 0.230 g P2O/tanaman (N3+P), 6) 0.450 g N + 0.230 g P2O/tanaman (N3+P) 7) 0.900 g N + 0.230 g P2O5/tanaman (N3+P), 8) 0.225 g N + 0.300 g K2O/tanaman (N1+K), 9) 0.450 g N + 0.300 g K2O/tanaman (N2+K), 10) 0.900 g N+0.300 g K2O/tanaman (N3+K), 11) 0.225 g N+0.230 g P2O3 + 0.399 g K2O/tanaman (N1+P+K) 12) 0.450 g N + 0.230 g P2O3 + 0.300 g K2O/tanaman (N3+P+K), 13) 0.900 g N + 0.230 g P2O5 + 0.300 g K2O/tanaman (N3+P+K). rancangan yang digunakan adalah Acak Lengkap dengan 2 ulangan dan 8 tanaman untuk setiap perlakuan. Hasil percobaan menunjukkan bahwa penambahan pupuk P dan K disamping pupuk N dapat meningkatkan pertumbuhan vegetative tanaman lada. Kombinasi perlakuan pupuk yang memberikan pertumbuhan terbaik adalah 0.225 g N + 0.230 g P2O3 + 0.300 g K2O per tanaman
Pengaruh Tingkat Pemberian Air dan Pemupukan Terhadap Pertumbuhan Bibit Jambu Mente (Anarcadium occidentale L).
A greenhouse experiment was conducted at the Research Intitute for Spice and Medicinal Crops (RIMSC) from October 1991 to January 1992 , to observe effect of water treatmens and NPK fertilizer on the growth of cashew seedlings (Anarcadium occidentale L). The treatments were arranged factorially in completely randomized block design with two replication.The treatments consisted of two factors. The firs factor was watering levels those were : 120, 100, 80, 60, 40,. and 20% field copasity /plant /3 days. The second factor was NPK fertilizer. Namely control (whitot fertilizer) (P1), 5 g urea (P2), 7 g TSP (P3), 5g urea + 1,7 g TSP (P4) 5 g urea + 3,3 g KCI (P5), and 5 g urea + 1,7g TSP +3,3 g KCI(P6). Result showed that the watering treatments di not affect the growth of cashew seedlings , however. The aplications of 40% FC/plant / 3 days tended tomgive the highest bionmas production, especially for the dry weight of both stem and total plant. The application of 1,7g TSP /plant gave the highest plant growth compared to orther treatmens. There was no interaction between water application and NPK fertilizer on the plant growth
Pemberian Agrimicin, Abu Sekam, Ekstrak Bawang Merah dan Bawang Putih Pada Tanah Terkontaminasi Pseudomonas solanacearum Untuk Pertanaman Jahe
The application of hull ash, onion and garlic extracts on the soil for ginger plantation infected by Pseudomonas solanacearum.A pathogen of ginger rhizome rot (bacterial wilt) to persist in the soil and therefore becomes a threat to the following ginger crop. Such problem always arises despite the manipulation of the soil conditions, as long as ginger is available as host on the land.A green house trial applying Agrimicin, ash of rice husk, extract of onion and garlic was conducted at Balittro (Research Institute for Spices and Medicinal Crops), Bogor, in an effort to minimize the disease intensity.The results showed that the application of rice hust ash or onion extract suppressed the disease intensity on ginger up to months after transplanting. The Agrimicyn could only suppressed the disease up to 44 days after transplanting and the infection intensified rapidly there after to reach a rate of 55%, at the age of 71 days.These results open an opportunity to growing ginger continuously on the same land provided that the crop is harvested early, at the age of 3 months
Pengaruh Zat Pengatur Tumbuh Triakontanol dan Jumlah Ruas Terhadap Pertumbuhan Setek Cabe Jawa (Piper retofractum)
Penelitian ini dilakukan di rumah kaca Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Bogor tahun 1990, dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah ruas dan zat pengatur tumbuh triakontanol terhadap pertumbuhan dan perkembangan setek tanaman cabe jawa. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok yang disusun secara factorial dengan 3 ulangan. Factor pertama adalah konsentrasi triakontanol dengan 4 taraf yaitu tanpa triakontanol, triakontanol 0.5 ppm, triakontanol 1.00 ppm, dan triakontanol 1.5 ppm, sedangkan factor kedua adalah jumlah ruas dengan 3 taraf: 1 ruas, 2 ruas, dan 3 ruas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan triakontanol tidak berpengaruh nyata disbanding kontrol. Setek 1 ruas dan 2 ruas memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan setek 3 ruas
Pengaruh Cara Pemakaian dan Konsentrasi Ethepon Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jahe
Effect of the application methods and concentrations of ethepon on the growth and yield of ginger was studied at Cibinong Experimental Garden, West Java from November 1991 to June 1992. The experiment was arranged factorially (2 factors) in a randomized block design with 10 treatments and 3 replications. The first factor was application methods of ethepon i.e. seed immersed and sprayed, meanwhile the second factor was the coacentrations of ethepon i.e. : 0, 0.5, 1.0, 1.5 and 2.0 ml/l. The results showed that the application methods of ethepon did not give significant effect on the growth and yield of ginger. However, immersing of the picces of ginger rhizome gave better result compered to spraying. The ethepon concentration 1.0 ml/l gave better result on the growth and yield of ginger compered to untreated
Pengaruh Penaungan Tajuk Sonokeling, Kayu Putih dan Mahoni Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Rimpang Lempuyang Wangi
Minat masyarakat terhadap obat-obatan tradisional tampak semakin meningkat, sehingga perlu ditunjang dengan pengetahuan mengenai usaha-usaha pembudidayaan terutama bagi jenis-jenis tumbuhan obat yang dinyatakan langka (terancam punah) seperti lempuyang wangi (Zingiber aromaticim Val.). lempuyang wangi dapat ditanam pada hutan tanaman seperti sonokeling (Dalbergia latifolia Roxb), kayu putih (Eucalyptus alba Reinw.), dan mahoni (Sweletenia macrophylla King.). penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh naungan tajuk sonokelling, kayu putih, dan mahoni terhadap pertumbuhan lempuyang wangi. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Universitas Lampung di Tanjungan, Lampung Selatan mulai maret 1991 sampai Agustus 1991. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penaungan tajuk kayu putih dan sonokeling masing-masing memberikan pengaruh yang sama terhadap persentase hidup lempuyang wangi, dengan nilai masing-masing 85.60 dan 84.00%, tetapi keduanya berbeda nyata dengan penaungan tajuk mahoni dengan persentase hidup sebesar 60.00%. penaungan tajuk kayu putih, sonokeling, dan mahoni masing-masing berbeda nyata terhadap pertumbuhan tinggi lempuyang wangi, dengan perbedaan lebih dari 4.14 cm, terbaik terhadap pada tegakan kayu putih (33.01). penaungan tajuk kayu putih, sonokeling, dan mahoni masing-masing berbeda nyata terhadap pertambahan berat lempuyang wangi, dengan perbedaan lebih dari 0.50 g, terbaik pada tegakan kayu putih dengan pertambahan berat rimpang sebesar 25.94 g