Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
Not a member yet
    357 research outputs found

    Induksi Senyawa Alkaloid Pada Daun Tanaman Kemukus (Piper cubeb L.) Melalui Kultur Jaringan

    No full text
    Pipercuebeba L. Is one of medicinal Crops that is used in jamu industry. Foods and Pharmacy. The possibility to produce Secondary metabolites from callus-derived Leaf through in vitro culture has beedn carried Out at Tissue Culture and Past Harvest Physiology Laboratories, Research institute For Spice and Medicinal Crops (RISMC) Bogor from June 1996 to April 1997. The Experiment was carried out in three stages: (1)callus intitation, (2) callus growth and(3) Analysis secondary compound of piperin. Basal medium used was Murashige and Skoog (MS) enriched with vitamin of group B . Sucrase 30 g/l and agar 8 g/l. For callus Initiation BA(1.0. 3.0 and 5. Mg/l) was Added to medium that already content NAA 0.1.mg/l, for callus growth 2,4-D (0, 0.5. 1.0 And 1.5 mg/l) was added and combined with NAA 0 and 0.1 mg/l. Secundary metabolites Was analysed using Spectofometry U.V. Method. The result showed that the treatment With NAA 0.1 mg/l + BA 5 mg/l was the best Medium for callus intiation. The highest Mean of collusweight was 10,60gr obtained From NAA 0.Q mg/l treatment. The best visual perfomance was also shown Bytreatment with BA 5mg/l +NAA 0.1 mg/l With green callus, fresh and friable. The Highest alkaloid piperin content (0.041 %) Was shown by treatment with 2,4-D1.5 mg/l + BA 5mg/l is

    Penyakit Cendawan Pada Tanaman Obat di Kebun Percobaan Cimanggu

    No full text
    Penelitian tentang adanya penyakit pada 11 macam tanaman obat telah dilakukan petak-petak  koleksi tanaman  obat, Kebun Percobaan Cimanggu pada bulan Mei 1991. Contoh tanaman sakit diambil dari petak kebun koleksi kemudian di lakukan isolasi dan identifikasi di laboratorium, Hasil penelitian menunjukan bahwa penyakit daun bergejala antraknosa  yang disebabkan oleh Gloeosporium sp. Mendominasikan penyakit saat itu. Pathogen lain yang ditemukan adalah  Colletotrichum sp., Fusarium sp. Dan Puccini sp

    Analisis Efisiensi Pemasaran Jahe Gajah di Daerah Sentra Produksi Sumatera Utara

    No full text
    Analisis tentang efisiensi pemasaran Jahe Gajah di Derah sentra produksi Sumatra Utara telah di lakukan di kabupaten Dairi dan Simalungun pada bulan Oktober 1992. Penelitian bertujuan intuk mengkaji tingkat effesiensi pemasaran jahe di kedua sentra tersebut. Penelitian ini menggunakan metode survai dengan penarikan contoh secara acak bertujuan. Metode analisis penyebaran marjin pemasaran. Indeks profitabilitas dan korelasi harga. Dari hasil penelitian dapat dikatakan bahwa secara teknis , system pemasaran di kabupaten Dairi dan Simalungun  cukup efisien  yang di tunjukan oleh saluran pemasaran yang relati pendek dan di di dukung oleh sarana transportasi yang memadai/lancer. Namun secara ekonomis kurang efisien, karena bagian harga petani lebih kecil dari pada marjin pemasaran Indeks profibilitas petani, pedagang desa dan eksportir Di kabupaten Dairi adalah masing-masing sebesar 1.89 ; 1.27 ; dan 1.62. sedangkan di kabupaten Simalunggung adalah sebesar 1.42; 2.12; 2.17 dan 1.64 masing-masing untuk indeks profitabilitas petani. Pedagang desa, pedagng kecamatandan eksportir. Apabila di bandingkan keadaan pemasaran di kedau kabupaten tersebut, ternyata keadaan pemasaran di kabupaten Dairi secara relatif lebih efisien  di banding kabupaten Simalungun yang di tunjukan denagn bagian harga petani sebesar 46.22% dan koefisien korelasi harga 0.9034; sedangkan di kabupaten Simalungun bagian harga petani dan korelasi arganya masing-masing sebesar 32.40% dan 0,7928

    Pengaruh Perlakuan Buah Lada Sebelum Pengupasan dan Kecepatan Putaran Piringan Terhadap Kinerja Alat Pengupas Lada Yang di Modifikasi

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menguji alat pengupas lada tipe piringan yang dimodifikasi. Modifikasi alat pengupas telah dilakukan terhadap dimeni piringan pengupas, spiral pengumpan dan penambahan alur-alur pengarah pada karet dalam piring pengupas. Rancangan percobaan pada penelitian ini adalah rancangan acak kelompok (RAK) pola faktorial dengan tiga ulangan. Sebagai perlakuan adalh: (A) perlakuan buah lada sebelum pengupasan: (A1) tanpa perendaman dan (A2) perendaman 4 hari: (B) kecepatan putaran piringan pengupas: (B1) 300 rpm, (B2) 350 rpm dan (B3) 400 rpm. Buah lada yang digunakkan berasal dari varietas lada Lampung daun lebar hasil penelitian menunjukka bahwa perlakuan buah lada sebelum pengupasan dan kecepatan putaran piringan berpengaruh nyata terhadap kapasitas alat, pesentase buah lada terkupas dan perwsentase kerusakan biji lada (biji cacat), sedangkan interaksinya hanya berpengaruh nyata terhadap kapasitas alat. Perendaman buah lada sebelum penguasan dapat meningkatkan kinerja alat pengupas lada yang dimodifikasi, baik dalam kapasitas alat, persentase buah lada terkupas, maupun dalam persentase kerusakan biji lada. Kecepatan putaran piringan pengupas yang optimal dicapai pada putaran 300-350 rpm. Kapasitas alat dan persentase buah lada terkupas pada kecepatan putaran piringan tersebut cukup tinggi. Pada kecepatan putaran piringan yang lebih tinggi (400rpm), kapasitas alat yg dihasilkan lebih tinggi dengan persentase kerusakan biji lada yang lebih rendah, tetapi persentase buah lada terkupasnya sangat rendah. Alat pengupas lada yang dimodifikasi mempunyai kapasitas alat yang lebih tingi (8630 – 310,03 kg/jam) dibandingkan dengan alat pengupas lada sebelum dimodifikasi (42 – 85 kg/jam)

    Perbanyakan Cepat Jahe Merah melalui Teknik Kultur Jaringan

    No full text
    Investasi untuk pengadaan bibit hamper mencapai 40%. Metode pembiakan secara cepat pada jahe melalui kultur aringan telah dilakukan di Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat. Eksplan yang digunakan diambil dari rimpang. Data menunjukkan bahwa medium yang mengandung kinetin tidak dapat menginduksi pembentukan tunas, sedangkan BAP 10 mg/l ditambah auksin 1 mg/l dapat menginduksi kalus kompak yang diikuti dengan 3-5 tunas adventif, dan terakhir terjadi induksi pembentukan akar. Kontaminasi bakteri dapat diatasi berturut-turut dengan menggunakan alcohol 70% selama 2 menit, HgCl2 0,5% selama 20 menit, Na-hipokhlorit 50% selama 10 menit dan akhirnya dilakukan pembilasan dengan air suling steril sebanyak 3 kal

    Pengaruh Cara dan Waktu Penyulingan Terhadap Rendemen dan Mutu Minyak Nilam (Pogostemon cablim Benth)

    No full text
    Dalam upaya meningkatkan rendemen dan mutu minyak nilam, telah dilakukan penelitian penyulingan minyak nilam dengan menggunakan cara uap dan air serta cara uap langsung, dengan kombinasi beberapa waktu penyulingan (3,4 dan 5 jam). Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan percobaan factorial dan ulangan empat kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cara penyulingan mempengaruhi rendemen dan kadar patchouli alcohol, sedangkan waktu penyulingan mempengaruhi rendemen, bobot jenis, bilangan ester dan kadar patchouli alcohol. Makin lama waktu penyullingan semakin tinggi rendemen, bobot jenis, bilangan ester dan kadar patchouli alcohol yang lebih tinggi dibandingkan dengan cara uap dan air. Sebagian besar minyak nilam yang dihasilkan dengan kedua cara penyulingan tersebut memenuhi syarat mutu yang ditentukan dalam SP (Standard Perdagangan), SII (Standar Industri Indonesia), dan EOA (Essential Oil Association)

    Pengaruh Protein Hidrolisat Terhadap Pertumbuhan Setek dan Hasil Nilam

    No full text
    Effect of hydrolisate protein on the growth and yield of patchouli cuttings Effects of hydrolisate protein on the growth and yield of patchouli cuttings were studied at the Nagasari Experimental Garden, Cipanas, West Java from January to August 1989. The experiment was arranged factorially in a randomized block design with three replicates. The first factor was kind of cuttings i.e top, middle and basal cuttings with 3 internodes. The second factor was hydrolisate protein concentrations i.e 0, 2.5, 5.0 and 7.5 ml/l. The result showed that kind of patchouli cuttings did not give significant effect on the growth and yield, but there was indication that the treatment of middle cuttings sprayed by 2.5 ml/l hydrolisate protein gave better result on the growth and plant biomass compared to untreated

    Studi Keadaan dan Iklim Akar Wangi di Daerah Sukakarya Kabupaten Garut, Jawa Barat

    No full text
    Akar wangi merupakan salah satu tanaman penghasil minyak atsiri yang bernilai ekonomi tinggi. Lingkungan tumbuh yang optimal untuk pengembangan areal yang luas belum diketahui secara persis. Untuk itu telah dilakukan penelitian di daerah sentra produksi Desa Sukakarya Kemacatan Samarang, Kabupaten Garut, Jawa Barat pada bulan Desember 1988. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokasi pertanaman memiliki jenis tanah Andosol dengan ketinggian 1400 m dpl., tekstur tanah lempung berpasir, pH masam sampai agak masam (5,1-5,7), N rendah sampai sedang, C-organik sedang sampai tinggi, susunan kation dapat tukar yaitu Ca rendah sampai sedang, Mg rendah sampai sedang, K rendah sampai sedang, Na antara rendah dan sedang, sedangkan keadaan iklimnya memiliki curah hujan 2365,7 mm/tahun, hari hujan 158,1 hari, temperatur rata-rata 21oC, dan kelembaban rata-rata 95%

    Pengaruh Antonik dan Gandasil D Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Mentha

    No full text
    Effect of atonik and gandasil D on the growth and yield of peppermintExperimrnt were conducted in green houseResearch Institute for Spice and Medicinal Crops at Bogor from February to April 1988, to know effect of atonik and gandasil D on the growth and yield of peppermint. Randomize block design in factorial order 2 factor and 3 replicates was used. The first factor is atonik concentration with 3 level, without atonik (A0), atonik 0.5 ml/l (A1) and atonik 1.0 ml/l (A2), while the second factor is gandasil D concentration i.e. without gandasi D (G0), gandasil D 2 gram/l (G1) and gandasil D 3 mg/l (G2). The experiment result showed that using atonik and gandasil D significant affected on the number of branches compared control but not on length of main shoot. The higher dry weight of herbs was reached by gandasil D 3 g/l

    Uji Patogenisitas Tiga Isolat Phytophthora palmivora pada Tanaman Lada, Kelapa, Cokelat dan Panili

    No full text
    Phytophthora palmivora dapat menyerang lebih dari satu jenis tanaman, diantaranya kelapa, lada dan kakao berturut-turut menyebabkan gugur buah dan busuk pucuk pada kelapa, busuk pangkal batang lada, dan busuk buah kakao. Penjelasan tentang kemungkinan tanaman lain menjadi inang P.palmivora dapat diperoleh melalui inokulasi silang buatan. Dalam penelitian ini diuji tiga isolate P.palmivora asal kelapa, lada dan kakao dengan menginokulasi isolat-isolat tersebut pada daun panili dan secara silang pada buah kakao, daun lada dan buah kelapa. Penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkat patogenisitas tiga isolate P. palmivora asal kelapa, lada dan kakao. Penelitian ini dilakukan di Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro). Rancangan yang digunakan adalah acak lengkap, empat perlakuan dengan lima ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolate P. palmivora bersifat virulen terhadap tanaman inang asal isolate P. palmivora asal kelapa hanya bersifat pathogen lemah terhadap buah kakao maupun daun lada. Sedangkan isolate asal kakao yang diinokulasi pada daun lada lebih virulen dibandingkan dengan isolate P. palmivora asal kelapa. Tetapi ketiga isolate tersebut tidak dapat menginfeksi daun panili

    180

    full texts

    357

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇