Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
Not a member yet
    357 research outputs found

    STABILITAS KARAKTER MORFOLOGI 10 AKSESI CABE JAWA (Piper retrofractum Vahl.) DI KEBUN PERCOBAAN CIKAMPEK

    Get PDF
    Stability of 10 Accessions of Java Long Pepper (Piper retrofractum Vahl.) Based on Their Morphological Characteristics at Cikampek Research StationJava long pepper (Piper retrofractum) is an Indonesian native medicinal plant, grows in the yard, field or any humid lands. Valuable parts of java long pepper used as medicine are fruit, leaves and roots. Fruits of java long pepper contains piperin, chavicine, palmatix acid, tetrahy-dropiperic acid, 1-undecylenyl-3, 4-me-thylledioxy benzene, piperidine, essential oil, N-isobutyldeka-trans-4-dienamide, and sesamine. An experiment was perfor-med in Cikampek Research Station (50 m above sea level, C climate type in the classification Schmidth and Ferguson). This experiment was conducted since Ja-nuary to December 2005. Direct observa-tion of some accessions was made to germplasm of java long peppers collected from production center areas in 2003. The aim of this study is to identify mor-phological stability of 10 accessions of java long pepper collection. Parameters observed were stem, leaves and fruit cha-racteristics. Results showed that 10 ac-cessions of java long pepper tested were adapted well at new agro-ecological areas based on stability of morphological charac-ter of leaf, stem and fruits. Except, shape of leaf have changed from lancet to oval. Further, cluster analysis showed that 10 accesions of java long pepper were clas-sified into 2 clusters. The first cluster was divided  into 2 sub clusters on which the first sub cluster consists of 6 accessions and the second one consists of 2 acces-sions as classified by length of shortest stem node (3.69-4.05 cm). The second cluster, there were 2 accessions which were separated from one to the others based on the smallest leaves width (2.11-3.48 cm).

    Pengaruh Paclobutrazol Terhadap Produksi dan Kualitas Rimpang Kunyit

    No full text
    Penelitian ini dilakukan di Kebun Percobaan Cimanggu Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat  pada tahun 1991 dengan tujuan untuk mengetahui pengarh paklobutrazol terhadap produksidan kualitas rimpang kunyit. Percobaan menggunakan rancangan Acak kelompok, dengan 7 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diuji adalah konsentrasi paklobutrazol 250 dan 500 ppm dengan waktu pemberian umur 2, 4 dan 6 bulan, sebagai perbandingan digunakan kontrol. Bibit ditanam pada pot beton ukuran 1x1x1 m2, setiap pot ditanam 5 tanaman. Pot percobaan diisi media berupa campuran pasir, tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1. Pertanaman dipupuk dengan urea 15 g/tanaman dan TSP serta KCl masing-masing 14 g/tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi 250 ppm memberikan hasil terbaik waktu pemberian 4 bulan memberikan berat kering rimpang dan kadar pati tertinggi. Kadar minyak dan kurkumin tertinggi diperoleh pada pemberian ZPT umur 6 bulan

    Pengaruh Protein Hidrolisat Terhadap Pertumbuhan Setek Lada

    No full text
    Pengaruh perendaman setek lada dalam larutan yang mengandung protein hidrolisat telah dipelajari di Sub Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Natar, mulai bulan September sampai dengan Oktober 1987. Dalam percobaan ini diuji konsentrasi protein hidrolisat yang terdiri atas lima taraf yaitu 0 ppm (air), 75 ppm, 150 ppm, 225 ppm dan 300 ppm, dan lama perendaman yang terdiri atas 0 jam (celup cepat/2 detik), 0,5 jam, 1 jam, 1,5 jam, dan 2 jam. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok dengan pola factorial dan dua ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa protein hidrolisat sampai pada konsentrasi 300 ppm belum memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan tunas dan akar, sedangkan lama perendaman memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan tunas. Perendaman setek lada selama dua jam memberikan pertumbuhan tunas yang baik. Interaksi dari kedua factor diatas tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan akar dan tunas, kecuali terhadap panjang akar setek lada. Perendaman setek lada dalam larutan 75 ppm protein hidrolisat selama 2 detik dan 300 ppm protein hidrolisat selama 2 jam memberikan akar yang terpendek, sedangnkan akar terpanjang ditunjukkan oleh perlakuan perendaman setek lada dalam larutan 225 ppm hidrolisat selama 2 detik

    Kemungkinan Penggunaan Kemih Sapi untuk Merangsang Perakaran Setek Lada

    No full text
    Sebuah percobaan yang bertujuan untuk mencari alternative perangsang akar setek lada telah dilaksanakan di rumah kaca Sub Balai Penelitian tanaman Rempah dan Obat Natar-Lampung, pada bulan Januari hingga Maret 1986. Perlakuan yang diuji terdiri dari tujuh perlakkuan yaitu: kontrol/tanpa zat tumbuh (Z0), Indole Butiryc Acid (IBA) 1000 ppm (Z1), 2000 ppm (Z2), 3000 ppm (Z3), kemih sapi 20% (Z4), 50% (Z5), 75% (Z6). Perlakuan disusun dalam rancangan acak kelompok dengan tiga ulangan. Setiap petak perlakuan terdiri dari 10 setek. Hasil percobaan menunjukkan bahwa ditinjau dari rata-rata berat basah dan berat kering akar serta jumlah akar per setek, pemberian kemih sapi 25% sama baiknya dengan IBA 2000 ppm dan ternyata hal ini lebih baik dari konsentrasi yang lebih rendah atau lebih tinggi baik untuk IBA maupun kemih sap

    Pengaruh Cara Pengeringan Tahap II Terhadap Mutu Panili

    No full text
    Pengolahan panili membutuhkan waktu yang cukup lama terutama pada tahap pengeringan dan penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk mencari alternative untuk mempersingkat waktu pengolahan tanpa mempengaruhi mutu panili. Rancangan percobaan yang dilakukan adalah rancangan factorial dengan 6 perlakuan dan dua kali ulangan. Buah panili yang digunakan berumur 8 bulan berasal dari kabupaten Sukabumi (Jawa Barat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengeringan tahap II (pengeringan lambat) dengan cara mengkombinasikan pengering-anginan dengan pengeringan oven 500C selama 3 jam setiap harinya, dapat mempersingkat waktu pengolahan dan mutunya lebih baik. Rataan kadar vanillin yang dihasilkan dengan metode tersebut berkisar antara 2.52 – 2.96% dengan lama penyimpanan 2-3 bulan. Penyimpanan b uah panili cukup dilakukan selama 30 hari, karena dalam proses pemasarannya akan memakan waktu cukup lama sebelum sampai ke konsumen

    Masalah Hama Pada Tanaman Pala

    No full text
    Sejak jaman dahulu Indonesia dikenal sebagai penghasil pala dunia. Hingga saat ini Indonesia masih tetap merupakan Negara produsen pala terbesar di dunia yang mensuplai lebih kurang 80 persen kebutuhan dunia. Meskipun Indonesia masih tetap merupakan penghasil utama pala dunia, namun akhir-akhir ini kualitas dan kuantitas pala Indonesia terlihat mengalami penurunan. Salah satu hal yang dapat menyebabkan penurunan tersebut adalah adanya serangan hama, baik yang menyerang pada tanaman di lapang maupun yang merusak pada kondisi pasca panen dalam penyimpanan. Hama utama yang menyerang di lapang adalah penggerek batang Batocera sp., sedang yang menyerang di penyimpanan yaitu Araecerus fasciculatus dan Oryzaephilus surinamensi

    Evaluasi Berbagai Metode Pengolahan Panili

    No full text
    Pengolahan panili terdiri dari lima tahap yaitu: penanganan buah segar, pelayuan, pengeringan diselang-seling pemeranan (fermentasi), pengering-anginan dan penyimpanan (conditioning). Metode pengolahan panili yang dievaluasi pada penelitian ini meliputi metode Bourbon, Bali, dan Balittro (metode Bali yang dimodifikasi). Buah panili yang digunakan berumur 240 hari dan ukuran buah 17-20 cm, berasal dari daerah Sukabumi (Jawa Barat). Dari semua metode pengolahan yang dicobakan, metode Balittro II memberikan hasil yang terbaik dengan kondisi pengolahan : pelayuan pada 650C selama 2 menit pengeringan pada 60 – 650C selama 3 jam diselang-seling pemeraman selama 5 hari, pengering-anginan selama 45 hari dan penyimpanan selama 30 hari

    Studi Tentang Sifat - Sifat Morfologi Beberapa Tipe Gambir di Sumatera Barat

    No full text
    Gambir(Uncaria gambir Roxb.) merupakan tanaman asli Indonesia yang mepunyai keragaman genetic yang sempit. Di Sumatra Barat hamya dtemukan 3 tipe gambiryang secara morfologi  dapat dibedakan yaitu tipe Udang,Cubadak dan Riau. Dari hasil pengamatan dilapangan terlihat adanya perbedaan sifat-sifat morfologis masing-masing tipe dari beberapa daerah sentra produksi. Sifat-sifat yang berbeda nyata meliputi:panjang daun,lebar daun, panjang tangkai daun, warna pucuk, warna daun , warna cabang dan warna ranting

    Pengaruh Infestasi Pratylenchus brachyurus, Meloidogyne incognita dan Radhopulus Similis Pada Tanaman Nilam (Pogostemon cablin Benth.)

    No full text
    P.brachyurus, M. Incognita ana R. Similis are Major parasitic nematodes Afecting patchouli plantation in Indonesia. The occurrence of these three species of Nematodes patchouli plant have never been Done. Studies on the effect of P. Brachyurus, M. incognita and R. Similis alone or in Combination was conducted in a green house Of the Research Institute for spice and Medicinal crops from May to December 1998. One month old patchouli cuttings grown In the green house were incognita. 2) P. Brachyurus 3) R. Similis 4) M. Incognita, 2) P. Brachyurus, 3) R. Similis. 4) M. Incognita and P. brachyurus 5) M. Incognita and R. Similis, 6) P. Brachyurus and R. Similis, 7) M Incognita, P brachyurus and R. Similis 8) Uninoculated (control). The population of each Nematode was 500 specimens/plant. The Experiment was arranged in a completed Randomized Design with 3 replicates. Two Months after inoculation. The plants were Uprooted and fresh weight of roots and above Ground parts of plants(stems, branches and Leaves) were observed, as well as nematode Population in roots and soil. The results Showed that P. Brachyurus alone or in Combination with M. Incognita and R. Similis Was able to reduce fresh weight of roats and Above ground part of the plants significantly As compared to uninoculated plants. From the Highest to the lowest rate of reproduction Nematodes were P. Brachyurus (12.33). M. Incognita (7.65) and R. Similis (1.04)

    Pengaruh Tekanan Pada Pengeringan Beku Terhadap Komposisi Cabe Jawa (Piper retrofractum Vahl.)

    No full text
    Freeze –drying is a driying process atLow pressure used , especially fpr material Containing volatile compounds. The experoment Was to study the effect of preassure of freeze Drying process on chemical composition of the Product. The process was conducted through Two steps, namelu freezing and drying.The Result showed that chamber pressure has Significant effect on chemical componentsof The product . good result was achieved by the Used of medium chamber pressure at 47,98 pa Where the chemical components of the product Are stabile. At low and High chamber pressures Two commponents are lost. However, at higher Chamber preesure two new components are Formed The quality of the product was found in The range of thhe Indonesian Materia Medica Criteria and water content ranging from 2 to 6.2

    180

    full texts

    357

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇