Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
Not a member yet
    357 research outputs found

    Pengaruh Paclobutrazol dan Lama Penyimpanan Terhadap Viabilitas Entres Jambu Mente

    No full text
    The centres of chasew development are Located on diffrent-separated regions. Therefore, the use of superior scions for Improving the qality of plant material by Grafting willhave a high risk since the scions Are viable for only 3-4 days. Aiming at the Best components to maintain the viability of Scions for a longer period, an experiment was Conducted art the lath house of Cikampek Reseach Installation, From April to December 2000. The Experiment was perfomed with a Complete randomizedblock design, with 3 Replicates and 15 scions in each treatment. The Treatments were : A) growth regulator, Comsised of al) without growth regulator, a2) 250 ppm paclobutrazol, a3) 500 ppm paclobut Razol, a4) 1000 ppm paclobutrazol, and B). Storage period, consisted of : b2) 10 days, b2 ) 15 days. b3) 20 days and b4) 25 days Results Ofthe expriment showed that in general the Growth regulator paclobutarol has a possitive Effect on the viability of cashew scions. The Treatments 500 ppm paclobutrazol with 10 Days of storage and 500 ppm paclobutrazol With 25 days of storage, resulted in a 94,82% And 56,29 % succes pf grafiting, respectively

    AKTIVITAS PENGHAMBATAN POLIMERISASI HEME EKSTRAK DAUN SEMBUNG (Blumea balsamifera) SEBAGAI ANTIMALARIA

    Get PDF
    Penyakit malaria disebabkan oleh parasit Plasmodium yang dalam siklusnya akan mendegradasi hemeoglobin menjadi asam amino dan heme bebas yang toksik untuk parasit. Untuk menetralkan toksisitas heme bebas, parasit akan mengubahnya menjadi hemeozoin melalui proses polimerisasi heme. Proses ini sangat penting dalam siklus hidup parasit sehingga dapat dijadikan sebagai target obat antimalaria. Daun sembung dilaporkan mempunyai aktivitas antimalaria baik secara in vitro maupun in vivo, tetapi mekanismenya belum pernah dilaporkan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui aktivitas penghambatan polimerisasi heme ekstrak daun sembung dan golongan senyawa yang terdapat pada ekstrak dengan aktivitas penghambatan terbaik. Daun sembung diekstrak dengan pelarut n-heksan, etil asetat, dan etanol 70%. Uji antimalaria in vitro dilakukan dengan menggunakan metode penghambatan polimerisasi heme. Ekstrak dengan aktivitas penghambatan terbaik diukur nilai IC50 dan dilanjutkan dengan skrining fitokimia. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak n-heksan, etil asetat, dan etanol 70% mempunyai aktivitas penghambatan polimerisasi heme pada konsentrasi 1 mg ml-1 masing-masing sebesar 11,28; 26,26; dan 56,88%. Nilai IC50 ekstrak etanol 70% sebesar 0,978 mg ml-1. Ketiga ekstrak memiliki aktivitas penghambatan polimerisasi heme dan ekstrak etanol 70% memiliki aktivitas tertinggi. Skrining fitokimia menunjukkan daun sembung yang diekstrak dengan etanol 70% mengandung golongan senyawa flavonoid, triterpenoid, kuinon, tanin, dan saponin

    Beberapa Indikasi Kemungkinan Dampak Perubahan Ekonomi Dunia Terhadap Permintaan Lada

    No full text
    Some indications of impact possibility of the changed world economy to the demand of pepper.The changed world economy, that is, uncoupling between primary product economy and industrial economy has impact to shorten the demand of primary product. This paper analyses the change impact to the pepper demand. Some facts indicate that the impact of change is not significant. Because industrial consumption of pepper is relatively small. The biggest part is household consumption. Beside that pepper in industrial product is only small portion, so that it is insignificant to the unit cost. Hitherto, other substitute materials have little possibilities, although in the long run it can be possible if the pepper price is very high

    VIABILITAS BENIH PURWOCENG (Pimpinella pruatjan) PADA BERBAGAI PERLAKUAN STIMULASI PERKECAMBAHAN

    Get PDF
    Permasalahan dalam perbanyakan tanaman purwoceng adalah viabilitas benih yang sangat rendah (≤ 20%). Untuk mengatasi permasalahan tersebut dilakukan penelitian yang bertujuan mendapatkan metode stimulasi per-kecambahan yang dapat meningkatkan viabilitas dan vigor benih purwoceng. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Fisiologi Tanaman, Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, Bogor, sejak Juli sampai November 2009. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL), satu faktor dengan empat ulangan. Perlakuan yang diuji adalah stimulasi perkecambahan yang terdiri atas 13 macam yaitu: T1=kontrol, (2) T2=stratifikasi dengan suhu 100C (2 minggu), (3) T3=stratifikasi dengan suhu 5-100C (4 minggu), (4) T4=penyimpanan kering pada suhu ruang (2 minggu), (5) T5=penyimpanan kering pada suhu ruang (4 minggu), (6) T6=pencucian dengan air mengalir (24 jam), (7) T7=pencucian dengan air mengalir (48 jam), (8) T8=imbibisi dengan GA3 100 ppm (24 jam), (9) T9=imbibisi dengan  GA3 200 ppm (24 jam), (10) T10=imbibisi dengan GA3 400 ppm (24 jam), (11) T11=imbibisi dengan KNO3 0,2% (24 jam), (12) T12=pemanasan pada suhu 500C (24 jam), dan (13) T13=pemanasan pada suhu 500C (48 jam). Hasil penelitian menunjukkan stimulasi perkecambahan dengan pemanasan suhu 50°C selama 48 jam merupakan perlakuan terbaik dalam meningkatkan viabilitas dan vigor benih purwoceng dengan daya berkecambah 51,5% dan kecepatan tumbuh benih 1,74% etmal-1 dari semua perlakuan yang diuji. Hasil tersebut mengindikasikan masih perlu penelitian peningkatan viabilitas benih purwoceng untuk mendukung pengembangan tanaman purwoceng di Indonesia. Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan viabilitas benih purwoceng selanjutnya adalah: (1) menggabungkan metode pemanasan dengan pemberian GA dan (2) menggabungkan metode pemanasan dengan penyimpanan kering pada 18-20°C

    Potensi dan Prospek Ekspor Jahe di Propinsi Lampung

    No full text
    Dalam rangka pengembangan suatu komoditas ekspor sebaiknya diperhatikan karakteristik pasar, khususnya pasar internasional. Hasil analisis data yang dikumpulkan dari berbagai sumber menunjukkan bahwa nilai ekspor jahe Indonesia meningkat dari tahun ke tahun. Peranan lampung sebagai salah satu daerah pengekspor jahe di Indonesia masih kecil, namun potensinya cukup besar. Begitu juga prospek ekspornya cukup baik apabila diikuti dengan langkah-langkah perbaikan mutu dan perluasan pasar

    Back Matter

    No full text

    Serangga-Serangga Perusak Tanaman Kayu Manis (Cinnamomum spp.)

    No full text
    Telah dikumpulkan beberapa serangga perusak pada tanaman kayumanis (cinnamomum spp.) dan berbagai jenis musuh alaminya (11 parasitoid, 3 predator dan 3 mikroorganisma) dari kebun koleksi Cimanggu dan Cilendek Bogor. Terlihat adanya hubungan antara resangan hama, varietas, umur tanaman dan tingkat kerusakan tanaman. Ulat kenari (Cricula trifenestrata) dan tungau (Eriophyes boiisi) adalah hama yang dominan. Ulat tersebut lebih menyukai C.burmani, C. sintok atau persilangan keduanya. Ulat dapat menyebabkan kerusakan yang serius atau kematian pada C. burmani, tetapi pada varietas lainnya hanya menimbulkan kerusakan ringan. Tungau lebih menyukai C. zaeylanicum disbanding dengan varietas lainnya. Hama-hama lain adalah penggerek batang (Coleoptera: Scolitidae) yang menyerang pembibitan dan ulat merah (Lepidoptera: Cossidae) menyerang tanaman muda pada tanaman koleksi. Mesocomys orientalis (Hymenoptera: Eupelmidae), parasitoid telur C. trifenestrata, dan Brachymeria sp. (Hymenoptera: Braconidae), parasitoid larva – pupa pada Graphyum sp., merupakan parasitoid dominan. Daya parasitisme oleh kedua parasitoid ini pada hama sangat tinggi (>60%), sedangkan daya parasitoid lainnya terlihat kecil. Populasi predator tinggi, tetapi tidak diketahui jenisnya. Mikroorganisme yang menyerang belalang belum diketahui, sedangkan bakteri yang menyerang ulat kenari adalah bakteri berbentuk batang

    PENGARUH AUKSIN IAA, IBA, DAN NAA TERHADAP INDUKSI PERAKARAN TANAMAN STEVIA (Stevia rebaudiana) SECARA IN VITRO

    Get PDF
    Induksi perakaran merupakan tahapan yang sangat penting dalam pembentukan benih secara in vitro. Perbanyakan stevia (Stevia rebaudina) secara konvensional melalui setek atau biji terkendala pada tingkat keberhasilan, keseragaman, dan produksi rendah. Perbanyakan inkonvensional melalui kultur jaringan telah berhasil dilakukan sampai dengan tahap multiplikasi tunas. Keberhasilan tersebut perlu didukung dengan inisiasi akar melalui induksi dengan penambahan zat pengatur tumbuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur respon stevia terhadap zat pengatur tumbuh induksi perakaran in vitro. Penelitian dilakukan sejak Maret sampai Agustus 2012 di laboratorium kultur jaringan Balittro dan Kebun Percobaan Manoko. Bahan tanaman yang digunakan adalah tunas aseptik stevia dari kultur yang berumur tiga bulan pada media penyimpanan MS + B 0,1 mgl-1. Tunas stevia dikulturkan pada media MS dengan penambahan IAA (0,1; 0,2; dan 0,3) mg l-1, IBA (0,1; 0,2; dan 0,3) mg l-1, dan NAA (0,1; 0,2; dan 0,3) mg l-1. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Acak lengkap dengan sepuluh ulangan. Parameter yang diamati adalah jumlah dan tinggi tunas, jumlah dan panjang akar, dan tingkat keberhasilan aklimatisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan NAA 0,2 dan 0,3 mg l-1 memacu pertumbuhan jumlah akar terbaik. Pada tahap aklimatisasi, persentase keberhasilan masih rendah dan perlu didukung dengan kondisi lingkungan yang optimum.

    Analisis Mutu Berbagai Jenis KAPOLAGA

    No full text
    Quality analysis of several cardamom typesThe analysis of some varieties from cardamom was conducted at the Tecnology Laboratory of the Research Institute for Spice and Medicinal Crops. The cardamom spp. that were used are local cardamom, big red and white types and true cardamom, Malabar and Mysore types. Fourty days old fruit after flowering were collected of factorial with two replications. The oil true cardamom collected from Sukaraja, Mysore type produced 1,92% oil and Malabar type produced 2,75% oil while cardamom collected from Parungkuda 3,39% oil and false cardamom big red type produced 3,85% and white type produced 3.02%. result indicated that from gas chromatography analysis and physic chemical analysis, the true cardamom oil, Malabar type from Parungkuda mathes with the International Organization for Standarization, and false cardamom that has no quality standart yet compared with GUENTHER’S experiment

    Pertumbuhan dan Produksi SOLANIUM KHASIANUM Pada Pola Tumpangsari Dengan Tanaman Wortel dan Kubis Bunga

    No full text
    Growth and yield of Solanum khasianum when intercropped with carrot and cauliflower cropsSolanum khasianum Clarke was intercropped with carrot and cauliflower. Plant growth and yield were measured over a period of 10 months, from November (Wet season) to August (Dry Season). This field trial was carried out an Andosol soil type, 1.200 m above sea level with annual rainfall 2.202 mm in Manoko Experimental Station, Lembang. Crops were grown in monoculture and in various intercropped combinations with four replications of each treatment. After 5.5 months there was a significant increase in plant height of S. khasianum intercropped with cauflower. However, there was no significant increase in either the basal girth of the stems or the berries S. khasianum when was grown with carrot or cauflower. The land equivalent ratio was highest when S. khasianum was grown intercropped with cauflower, and this combination also gave the best economic returns

    180

    full texts

    357

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇