Natural Science: Journal of Science and Technology
Not a member yet
282 research outputs found
Sort by
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Jarak Merah (Jatropha gossypifolia) Terhadap Bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus
dengan Jarak Pagar (Jatropha curcas) yang sebelumnya telah terbukti memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri, konsentrasi optimum antibakteri dan senyawa yang berperan terhadap aktivitas antibakteri dari ekstrak etanol daun jarak merah (Jatropha gossypifolia L.) terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Ekstraksi senyawa aktif menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan varian konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80% dan 100% dengan metode difusi agar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun jarak merah memiliki aktivitas antibakteri terhadap S.aureus dan E.coli dengan konsentrasi optimum penghambat pertumbuhan bakteri yaitu 60% (S.aureus) dan 80% (E.coli). Berdasarkan pengujian bioautografi dan KLT dengan eluen n-heksana:etil asetat (1:2) menggunakan pereaksi kromogenik senyawa yang diduga berperan terhadap aktivitas antibakteri adalah terpenoi
Akumulasi Nikel pada Akar dan Tajuk Tumbuhan Jarak Pagar (Jatropha curcas L.), Bunga Matahari (Helianthus annuus L.) dan Sawi Hijau (Brassica rapa L.) pada Tanah Terkontaminasi Nikel
Nikel adalah salah satu limbah logam berat yang tersebar luas di lingkungan. Kegiatan pertambangan dan industri merupakan salah satu sumber limbah nikel terbesar. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan potensi fitoremediasi dari tiga jenis tumbuhan akumulator logam dan untuk mengukur akumulasi nikel di dalam akar dan tajuk dari tumbuhan uji. Penelitian dilakukan dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor dan diulang sebanyak 4 kali. Perlakuan terdiri dari jenis tumbuhan akumulator ( Jatropa curcas L., Helianthus annuss L. dan Brasica rapa L.) dan konsentrasi Ni pada media tanamanya (10, 40 dan 70 mg/kg tanah). Kandungan Ni dalam akar atau tajuk diukur dengan menggunakan AAS. Hasil penelitian menunjukan bahwa akumulasi Ni pada ketiga jenis tanaman akumulator logam lebih banyak di akar dibandingkan di tajuk tumbuhan. H. annuus L. memiliki akumulasi logam Ni di akar (6,59 mg/kg berat kering) yang lebih besar dibandingkan dengan tanaman J. curcas L. (0,26 mg/kg berat kering) dan B. rapa (0,25 mg/kg berat kering). H. annuss L. lebih efektif digunakan untuk merehabilitasi tanah tercemar N
Karakteristik Spermatozoa Beberapa Spesies Kura-Kura (Testudinata) di Sulawesi Tengah
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sperma Cuora amboinensis dan dua spesies kura-kura endemik Sulawesi,Leucocephalon yuwonoi dan Indotestudo forstenii. Sperma dikoleksi menggunakan teknik maserasi pada bagian cauda epididimis.Pengamatanmakroskopis meliputi pemeriksaan warna, pH dan konsistensi, serta pemeriksaan mikroskopis meliputi, motilitas, morfologi, morfometri dan konsentrasi sperma.Hasil pengamatanmakroskopis pada sperma C. amboinensis yakni sperma berwarna putih, pH 6 dan konsistensi agak kental, sperma L. yuwonoi berwarna krem, pH 7 dan konsistensi agak kental sedangkan sperma I. forstenii berwarna putih susu, pH 7 dan konsistensi kental. Hasilpemeriksaan mikroskopis menunjukan bahwa motilitas sperma tertinggi adalah sampel dari I. forstenii,yakni 39,18 %. Morfologi kepala sperma pada ketiga spesies kura-kura berbentuk vermiform dan terdapat butiran sitoplasma pada midpiece. Abnormalitas tertinggi ditemukan pada spermaL. yuwonoi yaitu 60,80% . Konsentrasi sperma tertinggi adalah pada sampel dariI. forstenii, sebesar ± 1,52 × 108 sel/ml. Morfometri sperma C.amboinensismemiliki panjang35,2 μm, sperma L. yuwonoi memiliki panjang 35,8 μm, sedangkan sperma I. forstenii dengan panjang16,2μ
Udang Air Tawar Macrobrachium latidactylus (Decapoda, Caridea, Palaemonidae) dari Sungai Gililana, Morowali Utara, Sulawesi, Indonesia
Macrobrachium latidactylus merupakan salah satu spesies udang air tawar dari famili Palaemonidae yang penyebarannya di Indonesia terbatas di bagian timur Indonesia, yaitu pulau-pulau Sunda kecil, Papua, Sulawesi dan Maluku. Spesies ini pertama kali dideskripsi menggunakan spesimen dari Sulawesi pada tahun 1891. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kembali M. latidactylus berdasarkan spesimen yang dikoleksi dari Sungai Gililana, Morowali Utara, Sulawesi, Indonesia. Koleksi sampel menggunakan metode purposive sampling dan penangkapan spesimen menggunakan hand net, kemudian sampel disimpan di Laboratorium Zoologi, Jurusan Biologi, Universitas Tadulako, Palu, Indonesia. Dalam tulisan ini M. latidactylus dibuat diagnose kembali dan dilengkapi dengan ilustrasi menggunakan line drawing
Udang Air Tawar Caridina cf. sarasinorum (Decapoda: Caridea: Atyidae) dari Sungai Pomua Palandu, Poso, Sulawesi Tengah, Indonesia
Sistem Danau Poso terletak di Pulau Sulawesi, Indonesia yang memiliki kekayaan berbagai spesies endemik, termasuk udang air tawar genus Caridina. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsi udang air tawar dari Sungai Pomua Palandu, Poso, Sulawesi, Indonesia. Sampling dilakukan pada beberapa titik yang tersebar pada bagian hulu hingga hilir sungai menggunakan metode purposive sampling. Spesimen yang diperoleh diawetkan dalam botol yang telah diisi alkohol 96% dan disimpan sebagai koleksi laboratorium. Pengamatan morfologi dan identifikasi spesimen dilakukan di Laboratorium Biodiversitas, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Tadulako. Dari hasil penelitian diperoleh satu spesies udang air tawar genus Caridina yaitu Caridina cf. sarasinorum yang secara morfologi mirip dengan Caridina sarasinorum yang dideskripsikan kembali oleh von Rintelen dan Cai (2007
Formulasi Gel Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa oleifera Lam) Sebagai Antioksidan
Senyawa antioksidan dapat mengurangi efek buruk radikal bebas terhadap kulit. Daun kelor (Moringa oleifera Lam) mengandung senyawa antioksidan dengan potensi aktivitas yang kuat. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sediaan gel antioksidan dengan menggunakan karbomer sebagai basis gel dan ekstrak etanol daun kelor dengan konsentrasi untuk F0, F1, F2 dan F3 adalah 0%, 1%, 2% dan 3%, yang kemudian dievaluasi dan diuji aktivitas antioksidannya. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode penentuan IC50 menggunakan reaksi DPPH (Difenil-2-pikrilhidrazil). Hasil uji aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun kelor adalah 89,305 ppm dan vitamin C sebagai senyawa pembanding adalah 8,374 ppm. Evaluasi sediaan gel meliputi pengamatan homogenitas, organoleptis (warna, aroma dan konsistensi), viskositas dan pH selama 28 hari. Aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun kelor dalam sediaan gel dihari pertama adalah 129,245 ppm (F1), 116,875 ppm (F2) dan 97,484 ppm (F3), sedangkan dihari ke-28 adalah 178,236 ppm (F1), 148,589 ppm (F2) dan 143,333 ppm (F3). Hasil uji sifat fisik sediaan gel menunjukkan bahwa semua sediaan gel homogen dan tidak mengalami perubahan warna dan aroma, sedangkan konsistensi dari hasil uji viskositas mengalami perubahan signifikan setelah 28 hari dan hasil uji pH semua sediaan selain F3 juga mengalami perubahan signifikan setelah 28 hari. Berdasarkan hasil penelitian ini, disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun kelor dapat diformulasi dalam sedian gel antioksidan dengan konsentrasi terbaik adalah 3
Uji Daya Hambat Dan Skrining Fitokimia Ekstrak Daun Macaranga tanarius (L.) Mull. Arg Sebagai Antibakteri Salmonella typhi
Penelitian uji daya hambat dan skrining fitokimia ekstrak daun Macaranga tanarius (L.) M.A sebagai antibakteri Salmonella typhi telah dilaksanakan pada bulan Oktober sampai November 2016. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan morfologi tumbuhan, mengetahui aktifitas antibakteri, serta kandungan kimia ekstrak daun M. tanarius (L.) M.A. Penelitian in menggunakan metode deskriptif, analisis skrining fitokimia,dan eksperimental dalam uji daya hambat ekstrak yang disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan meliputi pemberian konsentrasi ekstrak daun 10%, 20%, 40% dan 60%, serta kontrol positif (kloramfenikol 1%) dan kontrol negatif (Na-CMC 1%). Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak tumbuhan M. tanarius (L.) M.A pada konsentrasi 60% menghasilkan zona hambat yang paling besar yaitu 20 mm, lebih tinggi dibandingkan konsentrasi lainnya, namun masih lebih kecil dibandingkan kontrol positif. Hasil skrining fitokimia menunjukan adanya senyawa alkaloid, tanin dan saponin pada tumbuhan Macaranga tanarius (L.) M.