Natural Science: Journal of Science and Technology
Not a member yet
    282 research outputs found

    Induksi Kalus Dan Metabolit Sekunder Tanaman Brotowali (Tinospora crispa L.) Pada Medium MS Dengan Penambahan ZPT 2,4-D dan Air Kelapa Secara In Vitro

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan air kelapa pada medium MS dengan kombinasi 2,4-D dalam mendorong pertumbuhan kalus dan produksi metabolit sekunder pada tanaman Brotowali (Tinospora crispa L.) secara in vitro. Penelitian ini disusun berdasarkan pada Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan, media perlakuan yang digunakan adalah air kelapa 10% dan  2,4 Dikhlorofenoksiasetat (2,4-D)  dengan konsentrasi berbeda yaitu 2,0 mg/L, 2,5 mg/L, 3,0 mg/L, 3,5 mg/L, dan 4,0 mg/L. Parameter pengamatan terdiri dari waktu munculnya kalus, persentase eksplan yang membentuk kalus, berat kalus, warna kalus, tekstur kalus dan  produksi metabolit sekunder. Perlakuan M3 (MS0+ Air kelapa 10% + 3,0 mg/L) pada parameter berat kalus menunjukkan pengaruh yang nyata dari perlakuan. Warna kalus yang dihasilkan adalah kecoklatan (Browning), memiliki tekstur intermediet dan kalus mampu menghasilkan Flavonoid

    Studi Pendahuluan Cacing Tanah Genus Polypheretima Pada Beberapa Habitat Di Desa Tovalo Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis cacing tanah genus Polypheretima pada beberapa habitat di Desa Tovalo Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Penelitian ini dilakukan mulai bulan Januari sampai Juli 2017. Pengambilan sampel dilakukan di 3 tipe habitat (pemukiman masyarakat, kebun dan hutan sekunder). Koleksi sampel menggunakan metode purposive sampling. Pada Masing-masing habitat ditentukan sebanyak 1 plot dengan ukuran 30m x 30m. Setiap plot terdapat 9 titik pengambilan sampel dengan ukuran masing-masing yaitu 1m x 1m x 30cm (kedalaman) dan jarak antar titik pengambilan sampel yaitu 10m. Dari hasil penelitian ditemukan genus Polypheretima dari kelompok Pheretima family Megascolecidae pada masing-masing habitat yaitu Polypheretima sp.1, Polypheretima sp.2, Polypheretima sp.3 dan Polypheretima sp.4

    Geodinamika Wilayah Sigi Berdasarkan Kajian Paleomagnetik MenggunakanMetode Natural Remanent Magnetization (NRM)

    Get PDF
    Telah dilakukan penelitian mengenai geodinamika wilayah sigi berdasarkan kajian paleomagnetik menggunakan metode natural remanent magnetization (NRM). Penelitian ini menggunakan sampel batuan beku dari Desa Blumpewa, Desa Jono dan Desa Toro. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kestabilan sampel batuan dan besar pergesaran site. Untuk uji kestabilan batuan, sampel batuan dari ketiga site memberlihatkan kestabilan yang baik. Untuk kajian paleomagnetik, diperoleh kutub paleomagnetik untuk Site Balumpewa mempunyai nilai lintang purba ( p) dan bujur purba ( p) adalah 119o 50’ 28” BT dan 32o 19’ 12’’LU serta nilai rotasi sitenya N -57,68o W. Untuk Site Jono mempunyai nilai lintang purba ( p) dan bujur purba ( p) adalah 119o 50’ 42” BT dan 24o 47’ 24’’LU serta nilai rotasi sitenya N -65,22o W. Untuk Site  Toro mempunyai nilai lintang purba ( p) dan bujur purba ( p) adalah 119o 47’ 42” BT dan 12o 22’ 12’’LU serta nilai rotasi sitenya N -77,63o W

    Analisis Sifat-Sifat Fisik Keramik Dengan Bahan Dasar Tulang Sapi Dan Lempung Asal Desa Sidera Kecamatan Sigi Biromaru

    Get PDF
    Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh variasi pencampuran abu tulang sapi pada lempung terhadap sifat-sifat fisik keramik. Variasi komposisi abu tulang sapi terhadap lempung adalah: 0%, 5%, 10%, dan 15% dengan suhu pembakaran 700°C selama 2 jam. Parameter pengujian yang dilakukan meliputi: kuat tekan, susut kering, susut bakar, dan daya serap air. Dari hasil pengujian menunjukkan bahwa keramik dengan variasi komposisi terbaik adalah 5% abu tulang sapi dari volume lempung. Pada komposisi tersebut, sampel yang dihasilkan memiliki karakteristik kuat tekan 14,04 MPa, susut kering 10,3%, susut bakar 0,5%, dan daya serap air 12,3%. Nilai-nilai yang telah diperoleh memenuhi batas yang dipersyaratkan untuk pembuatan keramik yang baik

    Kultivasi Mikroalga Isolat Lokal Pada Medium Ekstrak Tauge

    Get PDF
    Mikroalga adalah organisme perairan yang dikenal dengan fitoplankton. Mikroalga dapat melakukan fotosintesis dan hidup dari nutrien anorganik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan mikroalga isolat lokal asal kolam ikan di Desa Langaleso Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi Biromaru pada beragam konsentrasi medium dengan penambahan ekstrak tauge dan menentukan konsentrasi ekstrak tauge yang menghasilkan kepadatan sel tertinggi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental dengan 6 perlakuan konsentrasi yaitu ekstrak tauge 0, 4, 6, 8 dan 10%.  Hasil isolasi mikroalga diperoleh satu jenis mikroalga yaitu Chlorella. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi esktrak tauge mempengaruhi pertumbuhan Chlorella. Penambahan ekstrak tauge 10% mampu mendorong pertumbuhan mikrolaga Chlorella pada hari ke- 1 sampai hari ke- 3 dengan kepadatan sel tertinggi sebesar 7,4 x 108 sel/mL

    Jenis - jenis Lamun (Seagrass) di Kecamatan Tinangkung, Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis lamun (seagrass) di Kecamatan Tinangkung, Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah. Pengambilan sampel lamun (seagrass) dilakukan dengan metode jelajah pada saat air menjelang surut. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa Lamun di lokasi penelitian terdiri dari 9 jenis yakni: Cymodocea rotundata dan Cymodcea serulata, Enhalus acoroides, Halodule pinifolia, Halodule uninervis, Halophila ovalis, Syringodium isoetifolium, Thalasia hemprichi, dan Thalasodendron ciliatum. Dari 9 spesies yang saya dapatkan ada beberapa jenis lamun yang masih jarang ditemukan di tempat lain, seperti Halophila Ovalis dan Thalasodendron Ciliatu

    Kultivasi Mikroalga Isolat Lokal Pada Medium Suplemen Air Kelapa

    Get PDF
    Mikroalga merupakan tumbuhan tingkat rendah yang memiliki peranan yang sangat penting dalam ekosistem akuatik sebagai produsen primer dan pensuplai oksigen perairan. Pertumbuhan mikroalga dipengaruhi oleh kondisi lingkungan dan nutrien. Penelitian ini bertujuan mengetahui pertumbuhan kultivasi mikroalga isolat lokal pada medium suplemen air kelapa dan mengetahui konsentrasi air kelapa yang paling efektif dalam meningkatkan kultivasi mikroalga  isolat lokal. Penelitian ini bersifat ekperimental dengan 5 perlakuan yaitu menggunakan media air kelapa dengan konsentrasi 0, 2,5, 5, 7,5 dan 10% dengan 3 ulangan setiap perlakuan. Penelitian ini mendapatkan hasil identifikasi mikroalga jenis Scenedesmus.  Laju pertumbuhan sel tertinggi diperoleh pada medium dengan penambahan 10% air kelapa dengan kerapatan sel yaitu 6,7% × 108 sel/mL pada hari ke-3 setelah kultu

    Studi Pendahuluan Cacing Tanah genus Polypheretima pada Beberapa Tipe Habitat di Kawasan Taman Nasional Lore Lindu, Sulawesi, Indonesia

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis dan karakter cacing tanah di habitat hutan primer, hutan sekunder, agroforest, kebun coklat dan pemukiman masyarakat di Taman Nasional Lore Lindu. Koleksi sampel dilakukan pada bulan Oktober-Desember 2016, menggunakan metode purposive sampling dengan melihat habitat cacing tanah yang ditandai dengan adanya casting, habitat lembab dan ditutupi kanopi pohon. Cacing tanah dikoleksi di 5 plot ukuran 30 x 30 cm dengan kedalaman 0-30 cm. Sampel yang ditemukan dibius menggunakan formalin 2% dan dipindahkan ke formalin 4% untukfiksasi. Identifikasi sampel diperoleh 3 jenis cacing tanah yaitu Polypheretima sp1, Polypheretima sp2 dan Polypheretima sp

    Uji Aktivitas Selulase Dari Jamur Selulolitik Asal Tanah Danau Kalimpa’a Sulawesi Tengah

    Get PDF
    Selulase (E.C.3.2.1) merupakan enzim yang berperan dalam menguraikan polimer kompleks selulosa menjadi monomer sederhana glukosa. Enzim ini dapat dihasilkan oleh jamur selulolitik. Tanah sekitar Danau Kalimpa’a memiliki kandungan selulosa yang cukup tinggi sehingga keberadaan jamur selulolitik berperan sebagai pengurai. Tahapan isolasi berhasil mendapatkan 13 isolat jamur. Uji kualitatif berdasarkan aktivitas selulase melalui metode pewarnaan congored 0,1% pada media CMC menunjukkan bahwa 7 isolat berpotensi menghasilkan selulase yaitu isolat JIK3, JIK4, JIK5, JIK6, JIK9, JIK10 dan JIK13 yang ditandai dengan terbentuknya zona bening disekitar koloni dengan indeks aktivitas selulase tertinggi dihasilkan oleh isolat JIK13 yaitu 0,57 mm. Uji Kuantitatif aktivitas selulase ditentukan dengan menghitung kadar gula reduksi melalui metode DNS (3,5-Dinitro Salisilic Acid) menunjukkan bahwa isolat JIK13 mampu menghasilkan aktivitas enzim selulase tertinggi yaitu 80,925 U/mL. Berdasarkan identifikasi baik secara makroskopis dan mikroskopis isolat yang berpotensi menghasilkan selulase merupakan anggota genus Aspergillu

    Uji Toksisitas Akut Dan Letal Dose (LD50) Ekstrak Etanol Daun Pepolo (Bischofia javanica Blume) Pada Mencit Putih (Mus musculus)

    Get PDF
    Tumbuhan Pepolo (Biscovia javanica Blume) merupakan tumbuhan yang banyak digunakan sebagai obat tradisional sehingga perlu dikontrol keamanan penggunaanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui toksisitas akut dan lethal dose 50 serta kriteria ketoksikan ekstrak etanol daun Pepolo (B. javanica Blume) terhadap mencit putih (Mus musculus). Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 96% pa. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental murni dengan hewan uji mencit putih                  (M. musculus) betina sebanyak 25 ekor yang dibagi menjadi lima kelompok. Tiap kelompok menerima seri dosis yang berbeda yaitu 1g/kgBB; 2g/kgBB; 4g/kgBB; 8g/kgBB dan dosis 16g/kgBB ekstrak etanol daun pepolo dengan sekali pemberian secara oral dan diamati gejala ketoksikan dan jumLah kematian pada tiap hewan uji setelah 24 jam. Hasil penelitian menunjukan LD50 ekstrak etanol daun pepolo (B. Javanica Blume) adalah 3,91 g/kgBB dan nilai rentang LD50 ekstrak etanol daun pepolo (B. javanica Blume) adalah 2,6 g/kgBB  – 5,7 g/kgBB. Berdasarkan tabel kategori ketoksikan, ekstrak etanol daun Pepolo (B. javanica Blume) termasuk dalam kategori cukup toksik (0,5 - 5g/kgBB)

    258

    full texts

    282

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Natural Science: Journal of Science and Technology
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇