Natural Science: Journal of Science and Technology
Not a member yet
282 research outputs found
Sort by
Characterization of α-Amylase Activity from Thermophilic Bacteria Isolated from Bora Hot spring, Central Sulawesi
α-Amilase (EC 3.2.1.1) merupakan salah satu jenis enzim yang sangat penting dalam bioteknologi. Enzim ini sering diaplikasikan pada berbagai sektor industri, seperti industri deterjen, tekstil, kertas, roti, alkohol, dan pati. Termostabilitas dari α-Amilase merupakan sifat utama dari enzim yang dibutuhkan pada industri pemerosesan pati. α-Amilase dengan sifat termostabil dapat diperoleh dari bakteri termofilik yang secara alami dapat diisolasi dari mata air panas. Mata air panas Bora merupakan salah satu habitat yang paling berpotensi dalam mengisolasi bakteri termofilik karena memiliki suhu air yang sangat tinggi hingga mencapai 90,1°C. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter aktivitas α-Amilase dari bakteri termofilik lokal isolat mata air Bora, Sulawesi Tengah. Terdapat 13 (dari 18 isolat) bakteri termofilik isolat mata air panas Bora yang mampu menghasilkan α-Amilase yang berhasil diisolasi dari sampel sedimen. Dari 13 isolat tersebut, 3 isolat terpilih dideskripsikan pada tulisan ini, yakni BR 001, BR 006, and BR 012. Ketiga isolat tersebut memiliki karakter: nilai indeks amilolitik berkisar 0,78 – 1,44; aktivitas α-Amilase berkisar berkisar 3,67 U/ml – 7,6 U/ml; konsentrasi protein berkisar 0,02 mg/ml – 0,14 mg/ml; aktivitas spesifik enzim kasar α-Amilase berkisar 54,83 U/mg – 308,45 U/mg; α-Amilase yang aktif pada kisaran suhu 32°C – 80°C; dan α-Amilase yang aktif pada kisaran pH 5 – 7 dan memiliki pH optimum pada kisaran 6,5 – 7. Adanya aktivitas enzim pada suhu yang tinggi dari α-Amilase yang diproduksi oleh isolat bakteri termofilik lokal dari mata air panas Bora menunjukkan adanya potensi dalam aplikasi enzim lokal pada sektor industri di masa depan, khususnya pada industri pemerosesan pati
Studi Pendahuluan Genus Lymantria Hübner (1819) Di Kawasan Taman Nasional Lore Lindu Sulawesi Tengah
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis ngengat genus Lymantria pada empat tipe habitat (pemukiman masyarakat, agroforest, hutan sekunder dan hutan primer) di kawasan Taman Nasional Lore Lindu yang dilakukan mulai bulan Oktober sampai November 2016. Koleksi spesimen dilakukan dengan menggunakan perangkap cahaya (Light trap) dan identifikasi dilakukan dengan melihat karakter sayap. Hasil pengamatan menunjukkan terdapat empat spesies Lymantria yang ditemukan yaitu L. buruensis, Lymantria cf demotes, L. lunata dan L. chroma. Keempat spesies ini dapat dibedakan berdasarkan ukuran tubuh dan warna dasar sayap
Deskripsi Katak Terbang Sulawesi, Rhacophorus edentulus (Mueller, 1894) dari Danau Kalimpa’a, Taman Nasional Lore Lindu, Sulawesi, Indonesia : Catatan Habitat dan Distribusi
Katak Terbang Sulawesi, Rhacophorus edentulus adalah katak endemik Sulawesi. Walaupun demikian, informasi terkini mengenai tingkat kemunculan, status, dan persyaratan ekologisnya, masih sangat kurang sehingga tergolong dalam kategori Data Deficient (DD) oleh International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN). Untuk tujuan tersebut, artikel ini berisi informasi ilmiah mengenai deskripsi, habitat dan distribusi R. edentulus di kawasan Danau Kalimpa’a Taman Nasional Lore Lindu (TNLL) Sulawesi Tengah. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan pada bulan Maret sampai Mei 2017, jenis ini berhasil dikoleksi dari 5 titik dibagian Timur Laut sampai Selatan Danau Kalimpa’a TNLL, pada ketinggian 1.643 mdpl – 1.673 mdpl. Artikel ini menambah catatan baru mengenai distribusi jenis ini di Sulawesi Tengah, khususnya TNLL, sehingga diharapkan dapat dijadikan dasar manajemen dalam menentukan status konservasi dan pelestarian R. edentulus di kawasan tersebu
Laporan Pertama Udang Air Tawar Macrobrachium scabriculum (Heller, 1862) Dari Batusuya, Donggala, Sulawesi, Indonesia
Udang air tawar spesies Macrobrachium scabriculum (Heller, 1862) untuk pertama kalinya dilaporkan dari Sulawesi, Indonesia. Spesies ini dideskripsi pertama kali berdasarkan spesimen yang ditemukan di Sri Lanka. Penyebarannya di Indonesia, sebelumnya dilaporkan dari Sumatera dan Kalimantan. Dalam artikel ini, deskripsi dan ilustrasi M. scabriculum didasarkan pada spesimen yang dikoleksi pada Mei 2016 dan November 2017 di Sungai Batusuya, Donggala, Sulawesi Tengah. Dalam laporan ini juga disajikan sistematika, karakter morfologi, habitat dan distribusi dari udang jenis ini
Keanekaragaman Jenis Gulma Di Area Persawahan Desa Karya Mukti Kecamatan Dampelas Kabupaten Donggala
Penelitian dengan judul “ Keanekaragaman Jenis Gulma Di Area Persawahan Desa Karya Mukti Kecamatan Dampelas Kabupaten Donggala” dilaksanakan dari bulan Februari sampai Maret 2017. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui keanekaragaman jenis-jenis gulma yang ada di area persawahan, menggunakan metode petak ganda yang dengan subplot 2x2 m sebanyak 10 plot yang diletakan secara diagonal. Setiap jenis gulma di koleksi untuk pembuatan spesimen herbarium, identifikasi dilakukan di Laboratorium Biodiversity Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Tadulako, Analisis data yaitu menghitung keanekaragaman menggunakan rumus Shannon Whiener index H’ = -Σ (ni/N) ln (ni/N). dan menentukan index nilai penting (INP) dari setiap jenis. Hasil penelitian menunjukan bahwa di lokasi penelitian ditemukan 14 jenis tumbuhan gulma dengan jumlah 1.385 individu, terdiri atas 7 famili. Jenis yang paling dominan adalah Monochoria vaginalis (Burm.F.) C. Persal dengan nilai INP 43,04%, sedangkan jenis yang memiliki nilai INP terendah yaitu pada jenis Eclipta alba (L.) Hassk dengan INP sebesar 1,75%. indeks keanekaragaman jenis pada penelitian ini tergolong sedang yaitu 2,1
Estimasi Porositas Batuan Menggunakan Gelombang Seismik Refraksi di Desa Lengkeka Kecamatan Lore Barat Kabupaten Poso
Penelitian tentang estimasi porositas batuan menggunakan gelombang seismik refraksi telah dilakukan di Desa Lengkeka, Kecamatan Lore Barat, Kabupaten Poso. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sebaran porositas batuan di lokasi panasbumi Desa Lengkeka Kecamatan Lore Barat Kabupaten Poso. Pada metode ini, gelombang yang dibangkitkan pada permukaan bumi akan dideteksi oleh geophone yang berjumlah 24 buah pada setiap lintasan pengukuran yang berjumlah 4 lintasan. Hasil akhir dari pengolahan data ini adalah gambaran kecepatan rambat gelombang dan profil sebaran porositas batuan bawah permukaan di lokasi panasbumi tersebut. Dari lintasan 1, 2, 3 dan 4 didapatkan kecepatan rambat gelombang pada masing-masing lintasan berkisar antara 1.177-2.388 m/s, 690-890 m/s, 1.550-2.220 m/s dan 1.396-2.075m/s sedangkan nilai sebaran porositas batuan berkisar antara 20,5 % sampai 28,5 % dengan nilai porositas terbesar berada di lintasan 2 pada ketinggian 800 m dpl sampai 822 m dpl, diduga lokasi lintasan ini berdekatan dengan reservoar panasbumi sehingga sering terjadi pelapukan pada batuan di sekitar lokasi tersebu
Analisis Kadar Logam Berat Timbal (Pb) Pada Perairan Dan Tanaman Kangkung Air (Ipomoea aquatica Forsk.) di Danau Jempang, Penyinggahan, Kutai Barat
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar logam Pb pada perairan dan Tanaman Kangkung di Danau Jempang, Kutai Barat, Kalimanatan Timur. Penelitian dilakukan dari bulan Juli 2017 sampai bulan Februari 2018. Analisis kadar logam berat Pb menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA). Hasil analisa menunjukkan kadar Pb pada saat air pasang di statiun 1 yaitu 0,070 mg/L dan di statiun 2 sebesar 0,056 mg/L, pada saat air surut di statiun 1 sebesar 0,049 mg/L dan di statiun 2 sebesar 0,049 mg/L. Kadar logam berat Pb pada tanaman Kangkung, didapatkan hasil rata-rata pada saat air pasang di statiun 1 yaitu 0,0029 mg/kg (Berat Basah) dan di statiun 2 sebesar 0,0022 mg/kg. Pada saat air surut di statiun 1 adalah 0,0022 mg/kg dan di statiun 2 adalah 0,0017 mg/kg. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa kadar logam berat Pb dalam Kangkung di perairan Penyinggahan masih dalam batas aman apabila di konsumsi oleh masyarakat sesuai dengan peraturan BPOM yaitu di bawah 0,5 mg/k
Karakterisasi Selulase Asal Bakteri Tanah Danau Kalimpa’a Sulawesi Tengah
Selulase adalah enzim yang dapat dihasilkan oleh bakteri selulolitik, memiliki kemampuan dalam menguraikan selulosa menjadi monomer yang lebih sederhana di alam. Danau Kalimpa’a yang merupakan kawasan Taman Nasional Lore Lindu Sulawesi Tengah memiliki produktivitas seresah yang tinggi, sehingga sangat bergantung pada keberadaan mikroorganisme tanah termasuk bakteri selulolitik sebagai dekomposer. Pada penelitian ini telah dilakukan isolasi dan karakterisasi enzim endogenous. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan deskripsi aktivitas enzim dipaparkan secara kuantitatif. Karakterisasi selulase ditentukan dengan menguji aktivitas enzim pada variasi suhu (30°C, 40°C, dan 50°C) dan variasi pH (5.0; 6.0; 7.0; dan 8.0). Hasil isolasi bakteri diperoleh 5 isolat terbaik (K1, K2, K3, K4 dan K5) yang memiliki kemampuan dalam mendegradasi selulosa. Secara kualitatif, isolat K4 dapat mendegradasi selulosa lebih cepat dibanding isolat lain berdasarkan pembentukan zona bening dengan Indeks Aktivitas Selulase (IAS) sebesar 3,88 mm. Secara kuantitatif, aktivitas selulase ditentukan berdasarkan kadar gula reduksi yang dihasilkan menggunakan metode DNS (Di Nitro Salisilic Acid). Isolat K2 mampu menghasilkan enzim dengan aktivitas selulase tertinggi yaitu 0,30 U/ml dan aktivitas selulase terendah dihasilkan oleh isolat K1 yaitu 0,001 U/ml. Suhu dan pH optimum selulase adalah 40°C dan pH 6, yang menghasilkan aktivitas enzim sebesr 0,279 U/ml
Penentuan Komposisi Serta Suhu Kalsinasi Optimum CaO Dari Batu Kapur Kecamatan Banawa
Telah dilakukan penelitian tentang penentuan komposisi dan suhu kalsinasi optimum CaO dari batu kapur Kecamatan Banawa. Proses penentuan komposisi dilakukan dengan membuat batuan menjadi ukuran 80 mesh dan dikarakterisasi dengan menggunakan X-Ray Fluorescence (XRF). Dari hasil XRF, batu kapur Banawa termasuk jenis kalsium dengan kemurnian tinggi yang tersusun atas unsur Ca (96,38%), Si (1,47%), Sr (1,44%), Fe (0,595%), Ti (0,060%), Nb (0,0222%), Sn (0,0123%), Sb (0,0123%), dan In (0,0120%). Batu kapur yang telah diketahui komposisinya, dikalsinasi dengan variasi suhu 850°C, 900°C, 950°C dan 1000°C. Selanjutnya dikarakterisasi dengan menggunakan XRF dan XRD. Hasil XRF menujukan suhu kalsinasi optimum CaO dari batu kapur banawa terdapat pada suhu 950°C dengan persentase CaO 96,59%, sementara hasil XRD menunjukan batu kapur Banawa hasil kalsinasi memiliki struktur Kristal. Penelitian ini telah berhasil menentukan komposisi, suhu kalsinasi optimum CaO dan kristalinitas dari batu kapur Banaw
Penentu Kecepatan Dan Percepatan Benda Berbasis Mikrokontroler Arduino Pada Percobaan Benda Menggelinding Pada Bidang Miring
Pada penelitian ini telah dibuat suatu intrumen yang secara otomatis dapat mengukur kecepatan dan percepatan benda menggelinding pada bidang miring. Tahapan penelitian ini dimulai dari pembuatan sistem mekanik, rangkaian sensor optik, dan rangkaian LCD-Arduino Uno. Selanjutnya dilakukan pembuatan program uji dan program utama. Tahap akhir adalah pengujian alat dan pengambilan data. Alat ini telah beroperasi dengan baik namun belum memberikan hasil yang diharapkan sesuai perhitungan secara teori yakni nilai kecepatan memberikan nilai kesalahan relatif sebesar 21% - 50% terhadap nilai kecepatan teoritis. Di lain pihak nilai kesalahan relatif percepatan untuk sudut kemiringan bidang gelinding 5º, 10°, dan 15º berturut-turut adalah 9,67% - 35,48%, 8,87% - 20,16%, dan 19,20% - 25,54%. Penyebab tingginya kesalahan relatif ini sangat potensial disebabkan oleh gesekan udara, ketidakbulatan benda gelinding, dan ketidakrataan bidang gelinding serta untuk perhitungan teoritis masih menggunakan percepatan gravitasi bumi yang tidak riil pada tempat percobaan yakni sebesar 10 m/s2