Natural Science: Journal of Science and Technology
Not a member yet
282 research outputs found
Sort by
Karakteristik Endapan Tsunami Berdasarkan Metode Granulometri dan Metode Suseptibilitas di Sulawesi Tengah
Karakteristik Endapan Tsunami Berdasarkan Metode Granulometri dan Metode Suseptibilitas di Sulawesi Tengah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat magnetik dan nonmagnetik dari material sedimen yang merupakan endapan hasil tsunami di daerah Tonggolobibi Kabupaten Donggala dan di Kota Palu Sulawesi. Karakteristik nonmagnetik yang dilakukan dengan metode granulometri didapatkan bahwa di Daerah Tonggolobibi pada sampel 03 B, 06 C dan 09 B ditemukan endapan tsunami sedangkan untuk kota Palu ditemukan endapan tsunami titik 10. Nilai pemilahan endapan tsunami yang didapatkan di daerah penelitian, menunjukkan bahwa kekuatan arus dan gelombangnya tidak stabil (terpilah buruk) yang berkisar antara 1Φ hingga 2Φ. Nilai suseptibilitas magnetik menggunakan alat suseptibility meter MS2D (Bartington). Nilai suseptibilitas yang didapatkan kemudian dicari nilai rata-ratanya menggunakan rumus rata-rata berbobot. Karakteristik magnetik yang didapatkan dari metode suseptibilitas, untuk sampel 03 B yaitu 91,89 ± 03 ×10-8m3/kg, sampel 06 C 19,95 ± 0,2 ×10-8m3/kg, sampel 09 B 28 ± 0,29 ×10-8m3/kg dan sampel 10 8,8 ± 0,3 ×10-8m3/kg
Identifikasi Megalit Tertimbun Menggunakan Dekonvolusi Euler Data Magnetik Di Taman Wisata Palindo Kecamatan Lore Barat Kabupaten Poso
Telah dilakukan penelitian terhadap Megalit Tertimbun menggunakan Dekonvolusi Euler data Magnetik di Taman Wisata Palindo Kecamatan Lore Barat Kabupaten Poso. Penelitian ini menggunakan metode Geomagnet dengan teknik Dekonvolusi Euler yang bertujuan untuk menginterpretasi posisi sebaran dan kedalaman batuan megalit bawah permukaan. Tahap pengolahan data dilakukan koreksi IGRF dan koreksi variasi harian, sehingga diperoleh anomali magnetik total dan melakukan interpretasi. Interpretasi data magnetik menggunakan nilai sruktur indeks (SI) 2 dan 3 sebagai solusi. Hasil yang diperoleh menunjukkan posisi sebaran batuan megalit pada bagian arah utara, timur laut, selatan, selatan ke utara dan tenggara dari lokasi penelitian dengan kedalaman berkisar antara 20 - 95 meter di bawah permukaan
Pola Distribusi Dan Kerapatan Racemobambos celebica S. Dransf. (Poaceae),Tumbuhan Endemik Sulawesi Di Kawasan Hutan Pegunungan SekitarDanau Kalimpa’a Taman Nasional Lore Lindu
Penelitian tentang ”Pola Distribusi dan Kerapatan Racemobambos celebica S.Dransf (Poaceae) Tumbuhan Endemik Sulawesi di Kawasan Hutan Pegunungan Sekitar Danau Kalimpa’a Taman Nasional Lore Lindu” telah dilaksanakan pada bulan Januari sampai Maret 2017. Penelitian menggunakan metode survey eksploratif di kawasan yang dipelajari. Metoda sampling menggunakan metode petak ganda, dimana sebanyak 25 plot yang masing-masingnya berukuran 10 m x 10 m diletakan secara sengaja (purposive sampling). Hasil pengamatan menunjukan bahwa pola distribusi R.celebica adalah mengelompok dan acak, dengan nilai indeks morisita tertinggi yaitu 0,13 terdapat pada plot 2 dan nilai indeks Morisita terendah yaitu 0 terdapat pada plot 12, 14, 15, 23 dan 24. Kerapatan populasi tertinggi yaitu terdapat pada plot 2 dengan nilai kerapatan 0,12 dan kerapatan relatif 7,59% sedangkan kerapatan populasi terendah terdapat pada plot 23 dengan nilai kerapatan 0,012 dan kerapatan relatif 0,75%
Jenis Pakan Dan Pilihan Pakan Yang Diberikan Oleh Masyarakat Pada Kelompok Bercampur M. tonkeana-hecki Di Cagar Alam Pangi Binangga
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan pilihan pakan kelompok bercampur Macaca tonkeana-hecki di kawasan Cagar Alam Pangi Binangga, yang dilakukan mulai bulan November sampai Desember 2016. Pengumpulan data pakan dilakukan dengan menggunakan metode Scanning sampling. Pakan yang diamati ialah pakan hasil olahan yang diberikan secara langsung oleh masyarakat lokal atau pengguna jalan trans Sulawesi (Tawaeli-Toboli). Setiap pakan yang terlihat dikonsumsi oleh Macaca dicatat jenisnya dan dihitung setip 5 menit. Berdasar hasil pengamatan, terdapat 14 jenis pakan non-alami atau pakan yang diberi oleh pengunjung. Jenis pakan non-alami atau pakan yang diberi oleh pengunjung dengan persentase tertinggi yaitu pisang (Musa paradisiacal L.) 41,87% dan terendah klengkeng (Dimocarpus longan Lour.), lalampa (pakan hasil olahan) dan wortel (Daucus carota L.) 0,35%.
Identifikasi Sebaran Lapisan Akuifer Menggunakan Metode Geolistrik Hambatan Jenis di Wilayah Kecamatan Ampibabo Kabupaten Parigi Moutong
Penelitian untuk mengidentifikasi sebaran lapisan akuifer telah dilakukan menggunakan metode geolistrik hambatan jenis di Kecamatan Ampibabo Kabupaten Parigi Moutong. Penelitian dilakukan dengan 9 titik bentangan pengukuran untuk mengetahui letak serta pola sebaran akuifer. Pengukuran dilakukan dengan metode Automatic Array Scanning (AAS) menggunakan Konfigurasi Wenner. Pengolahan data menggunakan perangkat lunak EarthImager 2D untuk memperoleh distribusi nilai hambatan jenis bawah permukaan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai hambatan jenis dari lapisan akuifer yang berkisar 30 Ωm-80 Ωm dengan nilai faktor formasi 2-5. Lapisan akuifer tersebut terdeteksi menyebar pada kedalaman ± 2 m bmt hingga ± 45 m bmt, dimana pola sebaran akuifer ini menuju ke arah timur
Pola Distribusi dan Kerapatan Palem “MPIRE” Caryota mitis Lour. (Arecaceae) di Taman Nasional Lore Lindusulawesi Tengah
Penelitian berjudul Pola Distribusi dan Kerapatan Palem “Mpire”Caryota mitis Lour. di Taman Nasional Lore Lindu, Sulawesi Tengah. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pola penyebaran dan kerapatan Caryota mitis Lour. di Desa Toro, penelitian dilakukan bulan April sampai Juni 2017. Penelitian menggunakan metode transek garis penempatannya secara purposive sampling panjang tiap garis 50 m sebanyak 7 transek dengan 5 plot pada tiap transek. Hasilnya tercatat sebanyak 103 individu. Berdasarkan hasil analisis Indeks Morisita menunjukkan pola distribusi C. mitis Lour. adalah mengelompok. Tingkat kerapatan populasi C. mitis Lour., tingkat pohon dengan fase jarang berjumlah 420, tingkatpancang dengan fase sedang berjumlah 800 dan tingkat anakan dengan fase jarang berjumlah 84
Struktur Morfologi dan Anatomi Burung Endemik Sulawesi Cabai panggul-kelabu (Dicaeum celebicum Műller, 1843)
Cabai panggul-kelabu (Dicaeum celebicum Műller, 1843) adalah burung yang termasuk ke dalam ordo Passeriformes, famili Dicaeidae. Spesies ini merupakan burung endemik pulau Sulawesi dan pulau-pulau sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mofologi dan anatomi dari beberapa sistem organ D. celebicum. Pengamatan ini menggunakan empat ekor D. celebicum jantan. Burung tersebut dianestesi menggunakan kloroform sebelum dilakukan pembedahan dan menentukan anatomi tofografi beberapa organ pernapasan, organ pencernaan dan organ reproduksi, didokumentasikan dan digambar. Hasil penelitian menunjukkan D. celebicum termasuk burung berukuran kecil dan berleher pendek, tipe paruh pemakan buah dan biji serta tipe kaki anysodactil.Struktur anatomi organ visceral D. celebicum yaitu memiliki trachea yang terletak di sebelah kanan esofagus.Pulmo terletak di sebelah dorsal dan kaudal thorax. Hepar terdiri dari dua lobus. Ren terletak pada rongga synsacrum dan berwarna coklat gelap. Testis memiliki bentuk bulat seperti kacang tanah dan terletak pada bagian ventral ren