Natural Science: Journal of Science and Technology
Not a member yet
    282 research outputs found

    Distribusi kelompok Macaca hecki (Matschie, 1901) dan Macaca tonkeana (Meyer, 1899) di Hutan Lindung dan Cagar Alam Pangi Binangga Sulawesi Tengah

    Get PDF
    Penelitian dilakukan pada bulan Mei 2017 yang bertujuan untuk mengetahui distribusi kelompok M. hecki dan M. tonkeana di Hutan lindung dan Cagar Alam Pangi Binangga sebagai upaya konservasi sumber daya hayati. Pengamatan dilakukan di 9 titik pada dua kawasan tersebut dengan menggunakan metode scanning sampling, yaitu mencatat setiap kategori pada waktu yang singkat. Terdapat 4 kelompok Macaca tidak bercampur dan 1 kelompok Macaca bercampur yang ditemukan di kawasan Hutan Lindung, serta terdapat 4 kelompok Macaca bercampur pada kawasan Cagar Alam Pangi Binangga

    Pengelola Jurnal

    Get PDF
    Pengelola Jurna

    Pengkajian Paket Teknologi Mendukung Pelaksanaan IP 200 Jagung di Lahan Kering Sulawesi Selatan

    Get PDF
    Pengkajian Paket Teknologi Mendukung Pelaksanaan IP200 Jagung di Lahan Kering Sulawesi Selatan. Sulawesi Selatan memiliki lahan kering beriklim kering seluas 1.238.520 ha dan lahan kering beriklim basah seluas 3.191.227 Ha. Masalah pengembangan jagung di lahan kering adalah air pengairan. Kombinasi penggunaan teknologi produksi dapat meningkatkan luas tanam melalui peningkatan Indeks Pertanaman (IP) pada lahan kering beriklim kering. Pengkajian disusun menurut Rancangan Acak Kelompok (RAK), empat ulangan dan empat perlakuan waktu tanam. Jagung tanam pertama secara bersamaan memiliki Indek Luas Daun (ILD) lebih lebar (4,4) dibanding jagung tanam kedua secara relay planting. Jagung tanam kedua secara relay planting waktu tanam 7 hari sebelum panen jagung tanam pertama, memiliki indeks luas daun paling sempit (3,1) namun tidak berbeda nyata dengan waktu tanam lainnya, meskipun cara tanam petani memiliki indeks luas daun lebih lebar (3,7) dibanding cara tanam relay planting. Jagung tanam pertama secara bersamaan memiliki berat 250 biji lebih berat (83,8 g) dibanding jagung tanam kedua secara relay  planting waktu tanam 5 HSP dan waktu tanam 3 HSP serta cara tanam petani (79,8 g). Jagung tanam kedua secara relay planting waktu tanam 7 hari sebelum panen jagung pertama, memiliki berat 250 biji lebih berat (84,3 g) dibanding cara tanam lain, namun tidak berbeda nyata. Jagung tanam pertama secara bersamaan memiliki produksi lebih rendah (6,8 t/ha) dibanding jagung tanam kedua secara relay planting dan cara tanam petani. Jagung tanam kedua secara relay planting waktu tanam 7 HSP, memiliki produksi lebih tinggi (8,3 t/ha) dan berbeda nyata dengan cara tanam relay planting waktu tanam 3 HSP (7,3 t/ha) dan cara petani (6,3 t/ha).  Jagung tanam pertama yang ditanam bersamaan mengalami persaingan hara, air dan cahaya matahari antar tanaman. Sedangkan jagung tanam kedua yang ditanam secara relay planting tidak mengalami persaingan  hara, air dan cahaya matahari karena waktu tanam berbed

    IdentifikasiTeripang Jenis Pearsonothuria graeffei (Semper, 1868) dan Bohadschia argus (Jaeger, 1833) dari Desa Tandaigi, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah

    Get PDF
    Teripang jenis Pearsonothuria graeffei (Semper, 1868) dan Bohadschia argus Jaeger, 1833 merupakan jenis yang sering ditemukan di perairan Indonesia, akan tetapi belum pernah  ada laporan secara taksonomi bahwa kedua jenis ini terdapat di perairan Sulawesi Tengah. Oleh karena itu, tujuan dari studi ini adalah mengidentifikasi Pearsonothuria graeffei (Semper, 1868) dan Bohadschia argus Jaeger, 1833 berdasarkan tipe dan komposisi spikula dan menambah laporan keberadaan kedua jenis teripang tersebut. Pengambilan sampel teripang  menggunakan metode purposive sampling di sekitar lokasi penelitian  dan dilakukan pada saat air menjelang surut. Spikula diekstraksi dari bagian dorsal, ventral, podian tentakel. Potongan Spikula sebesar 0,5 cm2 direndam menggunakan larutan “domestic bleaching” selama 5 – 10 menit kemudian spikula di cuci dengan  aquades dan di letakan di cover glass dengan menambakan gliceryn, serta  di amati di bawah mikroskop. Tipe spikula Pearsonothuria graeffei dan Bohadschia argus terdiri dari tipe mawar, batang, meja dan pelat berlubang

    Identifikasi Sebaran Intrusi Air Laut di Kelurahan Baiya Kota Palu Menggunakan Metode Geolistrik Hambatan Jenis

    Get PDF
    Telah dilakukan penelitian identifikasi untuk mengetahui sebaran intrusi air laut dan kedalaman lapisan akuifer di wilayah pesisir Kelurahan Baiya Kecamatan Tawaeli Kota Palu dengan menggunakan metode geolistrik hambatan jenis. Hasil yang diperoleh adalah penampang 2-D hambatan jenis dan penampang 2-D faktor formasi. Adapun wilayah yang telah terintrusi oleh air laut adalah Lintasan 1 (L-1), L-2, L-3 dan L-6. Intrusi ini diperkirakan menyebar pada kedalaman 4-15 m bmt dengan nilai hambatan jenis 10-15 m (lapisan pasir lempungan) dengan arah penyebaran yang semakin berkurang ke arah timur. Lapisan akuifer dapat dijumpai pada kedalaman yang bervariasi disetiap lintasan (lintasan yang paling dekat pantai). Untuk L-2, terdeteksi di kedalaman 8-16 m bmt. Sedangkan L-3, terdeteksi di kedalaman 5-7 m bmt. Lapisan akuifer ini memiliki nilai faktor formasi 2-5, dengan nilai hambatan jenisnya berkisar 36-90 m (lapisan pasir dan kerikil

    Keanekaragaman Jenis Kupu-Kupu (Lepidoptera:Rhopalocera) di Zona Rehabilitasi Blok Curah Malang Resort Wonoasri Taman Nasional Meru Betiri

    Get PDF
    Kupu-kupu merupakan serangga yang keberadaannya ditentukan oleh kemampuan distribusi dan adaptasi terhadap faktor lingkungan. Faktor yang sangat berperan penting terhadap keberadaan kupu-kupu adalah tumbuhan. Tumbuhan digunakan kupu-kupu sebagai tumbuhan inang dan sumber pakan. Penurunan keanekaragaman jenis tumbuhan di sutau habitat akibat degradasi akan berpengaruh terhadap keanekaragaman jenis kupu-kupu. Salah satu habitat kupu-kupu yang mengalami degradasi adalah Resort Wonoasri yang sebagian kawasannya ditetapkan sebagai zona rehabilitasi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui komposisi dan keanekaragaman jenis kupu-kupu di zona rehabilitasi Blok Curah Malang Resort Wonoasri Taman Nasional Meru Betiri. Metode yang digunakan dalam pengambilan data adalah metode jelajah.  Penjelajahan dilakukan  dengan berjalan dan menghitung spesimen yang dikumpulkan dengan cara koleksi aktif. Komposisi dan keanekaragaman jenis kupu-kupu yang ditemukan yaitu 23 jenis yang mewakili 4 famili dan 18 genus

    Pengelola Jurnal

    Get PDF
    Pengelola Jurna

    Ekstrak Daun Tumbuhan Macaranga tanarius (L.) M.A Menghambat Laju Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus epidermidis

    Get PDF
    Penelitian uji daya hambat ekstrak daun Macaranga tanarius (L.) M.A terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui daya tahan bakteri S. epidermidis terhadap ekstrak daun tumbuhan M. tanarius (L.) M.A, serta untuk mengetahui  konsentrasi ekstrak daun M. tanarius (L.) M.A yang efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri. Metode maserasi digunakan dalam preparasi ekstrak daun. Medium pertumbuhan bakteri yang digunakan adalah Luria Bertony (LB) dan inkubasi dilakukan pada suhu ruang selama 10 jam dengan agitasi 120 rpm. Parameter yang diukur adalah laju  pertumbuhan sel bakteri secara spektrofotometrik, penelitian ini di disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan yang dilakukan yaitu pemberian ekstrak pada konsentrasi 0%, 10%, 20%, 40%, 60%, serta kontrol positif menggunakan amoxicillin 2%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak daun 60% menyebabkan penghambatan  laju pertumbuhan pada fase logaritmik 4 jam setelah perlakuan

    Kumbang Antena Panjang Genus Sybra (Coleoptera: Cerambycidae) Dari Cagar Alam Pangi Binangga Sulawesi Tengah

    Get PDF
    Kumbang Cerambycid genus Sybra dideskripsi oleh Pascoe pada tahun 1865. Genus Sybra yang telah dilaporkan di Indonesia sebanyak 8 spesies. Pada penelitian ini, spesifik pada spesies Sybra alternans dari Cagar Alam Pangi Binangga Sulawesi Tengah. Deskripsi singkat dari spesies disajiakan dalam tulisan ini beserta habitat tempat dikoleksi dan distribusinya

    Fabrikasi Genteng Polimer Berbahan Abu Batu Bara (Fly Ash) PLTU Mpanau, Aspal dan

    Get PDF
    Penelitian tentang fabrikasi genteng polimer telah dilakukan dengan menggunakan abu batu bara (fly ash) PLTU Mpanau, aspal dan polipropilen. Tujuan dari penelitian ini  adalah untuk mengetahui rasio campuran fly ash, aspal dan polipropilen untuk menghasilkan genteng polimer dengan kualitas terbaik dan mengetahui sifat fisik dan mekanik genteng polimer dengan variasi komposisi fly ash dan polipropilen. Pembuatan sampel genteng polimer ini  menggunakan bahan campuran fly ash, resin polipropilen, dan aspal dengan komposisi yang bervariasi yaitu sampel A (50:45:5), sampel B (45:50:5), sampel C (40:55:5) dan sampel D (35:60:5). Berdasarkan hasil penelitian komposisi terbaik yaitu sampel B (45:50:5) gr yang memiliki porositas 0,047%, daya serap air 0,18%, densitas 0,26 gr/cm3, kuat impak 1,10 kJ/m2 dan kuat lentur 9,1 MPa. Berdasarkan sifat-sifat fisik dan mekanik yang dimiliki sampel genteng polimer tersebut, maka dapat diaplikasikan sebagai konsep baru material konstruksi bagian atap rumah yang ramah lingkungan pengganti genteng konversiona

    258

    full texts

    282

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Natural Science: Journal of Science and Technology
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇