Bahtera Sastra: Antologi Bahasa dan Sastra Indonesia
Not a member yet
    73 research outputs found

    MAKIAN DALAM KOMENTAR VIDEO KLIP SMASH DI YOUTUBE (Kajian Pragmatik)

    Get PDF
    AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya makian dalam komentar video klip SM*SH di YouTube yang bersumber dari para pengguna YouTube untuk mengomentari video klip SM*SH  atau mengomentari komentar para pengguna YouTube sebagai respons yang diberikan kepada video klip tersebut. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengidentifikasi daya tuturan yang diduga sebagai makian dalam komentar video klip SM*SH di YouTube; (2) mengungkap implikatur dari tindak tutur yang diduga sebagai makian dalam komentar video klip SM*SH di YouTube; (3) menentukan tingkat validitas dari tindak tutur yang diduga sebagai makian dalam komentar video klip SM*SH di YouTube. Data-data dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan pendekatan teoretis, yakni teori pragmatik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif. Data yang dideskripsikan berupa tuturan makian dalam komentar mengenai video klip SM*SH di YouTube yang dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif

    PEMILIHAN KODE BAHASA PADA MASYARAKAT TUTUR DI KELURAHAN SUKAPURA, KECAMATAN KIARACONDONG, KOTA BANDUNG (KAJIAN SOSIOLINGUISTIK)

    Get PDF
    AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh keberagaman penggunaan kode bahasa pada masyarakat Kelurahan Sukapura yang bersifat heterogen dan multibahasa. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan wujud pemilihan bahasa dan memaparkan faktor-faktor yang menjadi penentu pemilihan bahasa pada masyarakat tutur di Kelurahan Sukapura. Penelitian ini menggunakan pendekatan Sosiolinguistik dan metode kualitatif dengan model etnografi komunikasi. Teori yang melandasi penelitian ini berkaitan dengan sosiolinguistik, kedwibahasaan, pemilihan bahasa, dan variasi bahasa. Data penelitian ini berupa tuturan langsung dan hasil wawancara. Hasil penelitian ini menunjukan adanya tiga kode yang dominan digunakan, yaitu kode Bahasa Indonesia, Bahasa Sunda, dan Bahasa Jawa. Dari tuturan yang ditemukan terdapat fenomena campur kode dan alih kode dari kode Bahasa Indonesia, Bahasa Sunda, Bahasa Jawa, bahasa Inggris dan Bahasa Arab, serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Kata Kunci: pemilihan bahasa, masyarakat tutur Kelurahan Sukapura, alih kode, campur kode

    ANALISIS LEGENDA DEWI BUNGUR SARI, OPAT JAWARA PALEDANG, DAN BUYUT KUTAN MANGLAYANG JEUNG BUYUT KUNTA PALASARA DI MASYARAKAT UJUBERUNG BANDUNG (STRUKTUR, KONTEKS PENUTURAN, PROSES PENCIPTAAN, DAN FUNGSI)

    Get PDF
    AbstrakPenelitian Ini ditalatar belakangi oleh asumsi peneliti bahwa cerita rakyat sudah mulai terlupaka dalam ke hidupan mayarakatnya. Cerita rakyat yang tersebar di masyarakat memiliki nilai penting bagi masyarakat pendukungnya. Seperti cerita rakyat yang berbentuk Legenda Dewi Bungur Sari, Opat Jawara Paledang, dan Buyut Kunta Malayang Jeung Buyut Kunta Palasara di Masyarakat Ujungbrung. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian diambil dengan tahap pengumpulan data dan pengolahan data. Tahap pengumpulan data meliputi studi lapangan, observasi, wawancara, dan studi pustaka. Sementara itu, pengolahan data meliputi identifikasi dan analisis data. Hasil penelitian ini membuktikan, analisis struktur cerita menghasilkan alur yang terwuju oleh adanya peristiwa sebab akibat. Sedangkan tokoh yang terdapat dalam cerita selalu saling berhubungan. Latar dalam cerita meliputi latar tempat, waktu, dan sosial. Latar berada di alam dunia. Pada umumnya latar yang terdapat dalam cerita masih dapat dijumpai sampai saat ini. Analisis konteks meliputi pada aspek penutur cerita, kesempatan brcerita, dan hubungan bercerita dengan lingkungannya. Penutur cerita diprioritaskan kepada yang lebih tua usianya. Kesempatan becerita tidak dibatasi, hubungan cerita dengan lingkungannya dapat terlihat dari latar sekitar mayarakat Ujungberung yang sekarang masih dapat dijumpai. Penelitian ini pun meliputi analisis fungsi sosial, sehingga cerita berperan serta dalam kehidupan masyarakatnya.

    REALISASI PRINSIP KESOPANAN TUTURAN PENGAMEN PANTURA DAN PENGAMEN PASUNDAN

    Get PDF
    AbstrakPenelitian ini dilatar belakangi oleh tuturan pengamen dalam bus yang dipandang mempunyai nilai kesopanan sangat rendah. Pengamen sejatinya telah mendapat penilaian yang buruk oleh sebagian masyarakat. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan yang bersifat deskriptif kualitatif yang hasil data berdasarkan pengamatan dan hasil interpretasi yang ada. Data yang diteliti adalah tuturan pengamen yang direkam dalam bus yang melewati daerah Indramyu untuk data tuturan pengamen Pantura dan bus yang berada di Bandung untuk data tuturan pengamen Pasundan. Setelah direkam data tersebut ditranskrip dan dikelompokan berdasarkan jenis penuturnya. Setelah itu data akan dianalisis pematuhan dan pelanggaran prinsip kesopannannya menurut teori Leech. Realisasi kesopanan pengamen Pantura yang paling dominan melanggar maksim, khususnya pengamen Pantura berkelompok, sedangkan realisasi pengamen Pasundan lebih dominan pada pematuhan maksim prinsip kesopanannya dibandingkan dengan pelanggaranya. Hal tersebut bisa dikatakan bahwa pengamen Pasundan lebih cenderung sopan dibandingkan dengan pengamen Pantura

    LEKSIKON PENUNJUK WAKTU DAN SATUAN WAKTU DALAM BAHASA SUNDA DI KECAMATAN KASOMALANG, KABUPATEN SUBANG

    Get PDF
    AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh keberadaan nama-nama khusus untuk menentukan penunjuk waktu dan satuan waktu dalam masyarakat Sunda.  Nama-nama tersebut mengisyaratkan adanya pengetahuan masyarakat Sunda di Kecamatan Kasomalang, Kabupaten Subang, terhadap leksikon penunjuk waktu dan satuan waktu. Penelitian ini bertujuan mengklasifikasikan dan mendeskripsikan leksikon penunjuk waktu dan satuan waktu. Penelitian ini menggunakan pendekatan teoretis etnolinguistik dan pendekatan metodologis kualitatif, serta model etnografi komunikasi. Data dalam penelitian ini adalah peristiwa tutur  mengenai leksikon penunjuk waktu dan satuan waktu dalam bahsa Sunda. Dari hasil penelitian dapat diklasifikasikan leksikon penunjuk waktu dan satuan waktu berdasarkan bentuk lingual dan fungsi leksikon. Klasifikasi bentuk lingual dari leksikon tersebut berupa kata dan frasa. Sementara itu, klasifikasi fungsi leksikon berupa leksikon penunjuk waktu dan satuan waktu. Kata kunci: leksikon, penunjuk waktu, satuan waktu, etnolinguistik

    SINGKATAN DAN AKRONIM DI KALANGAN REMAJA DI KOTA BANDUNG

    Get PDF
    AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh pola pikir (mindset) masyarakat yang serba instan dalam merepresentasi kenyataan dalam bentuk bahasa. Sebagai contoh, penggunaan singkatan dan akronim dalam berkomunikasi. Fakta tersebut merupakan salah satu kebaruan dalam penggunaan bahasa. Namun, kebaruan tersebut bila tidak dibatasi dalam penggunaannya akan berakibat fatal, yaitu hilangnya fungsi bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  (1) pola singkatan dan akronim di kalangan remaja di kota Bandung, dan (2) faktor yang menyebabkan terjadinya penggunaan singkatan dan akronim di kalangan remaja di kota Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Data yang dalam penelitian ini adalah semua tuturan singkatan dan akronim yang dilakukan oleh remaja di kota Bandung baik lisan maupun tulisan. Sumber data penelitian dalam penelitian ini, yaitu remaja di kota Bandung dan jejaring sosial yang diambil dari facebook dan twitter. Dalam penelitian ini, telah terkumpul data sebanyak 170 data yang terdiri dari singkatan berjumlah  65 data, akronim berjumlah 104 data, dan gabungan akronim dengan singkatan berjumlah 1 data. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya penggunaan singkatan dan akronim di kalangan remaja di kota Bandung baik dalam bentuk lisan maupun tulisan, yaitu dalam bentuk lisan faktor yang menyebabkan ialah karena ingin dianggap sebagai kelompok yang keren karena telah mengikuti perkembangan jaman, gagah, gaul, dan tidak ketinggalan jaman, sedangkan dalam bentuk tulis, singkat, simpel, menghemat kata-kata, dan tidak ingin mengikuti EYD. Kata Kunci: Akronim, Singkatan, dan Remaja

    KONSEP HIDUP DAN MATI DALAM LEKSIKON KHAUL BUYUT TAMBI (KAJIAN ETNOLONGUISTIK DI INDRAMAYU)

    Get PDF
    AbstrakUpacara adat merupakan upacara yang rutin dilakukan dalam keagamaan, adat istiadat, kebudayaan suatau daerah. Upacara rutin dilaksanakan setiap tahunnya tersebut memiliki leksikon yang terdapat dalam khaul Buyut Tambi. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan klasifikasi lingual dalam upacara adat khaul Buyut Tambi. Memaparkan klasifikasi kultural, deskripsi, serta cerminan konsep hidup dan mati dalam leksikon khaul Buyut Tambi. Menjelaskan cerminan dimensi hubungan vertikal dan horizontal dari leksikon khaul Buyut Tambi.Pendeketan penelitian ini pendekatan etnolinguistik. Metode yang digunakan adalah observasi partisipatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan berdasarkan klasifikasi lungual, leksikon berupa kata berjumlah 28 kata dan frasa 18 kata. Berdasarkan klasifikasi kultural, deskripsi, serta cerminan konsep hidup dan mati yang tercermin dari leksikon yang diklasifikasikan berdasarkan aktivitas, alat, makanan, tempat, dan hewan. Berdasarkan cerminan hubungan vertikal dan horizontal, leksikon yang mencerminkan hubungan vertikal berjumlah 5 leksikon, dan mencerminkan hubungan horizontal berjumlah 19 leksikon.Kata kunci: upacara adat, khaul Buyut Tambi, etnolinguisti

    REPRESENTASI PERAMPASAN HAK HIDUP INDIVIDU YANG DIANGGAP TAPOL DALAM NOVEL MENCOBA TIDAK MENYERAH KARYA YUDHISTIRA ANM MASSARDI

    Get PDF
    AbstrakAdapun yang melatar belakangi penelitian ini adalah ditemukannya permasalahan tentang perampasan hak hidup individu yang dianggap tapol. Dengan demikian diperlukan penelitian terhadap novel Mencoba Tidak Menyerah Karya Yudhistira ANM Massardi ini. Untuk menjawab penelitian ini peneliti menggunakan teori hegemoni Gramsci. Aku merupakan tokoh utama dalam novel ini. Tokoh Aku menjadi korban akibat salah satu keluarganya dituduh sebagai simpatisan PKI. Keadaan ini membuat keluarga Aku menjadi susah, tidak nyaman, dan kondisi ekonomi keluarganyapun berubah. Keadaan ini memang nyata apa adanya, bahkan hingga sekarang orang-orang yang diduga termasuk simpatisan mendapatkan perlakuan berbeda. Keadaan inilah yang mengakibatkan seseorang menjadi kehilangan hak hidup sebagai individu. Mereka dikucilkan dari lingkungan bahkan ada yang dibunuh karena diduga terlibat dengan peristiwa-peristiwa G 30 S. Mereka yang dianggap simpatisan tidak mendapatkan perlakuan hukum sebagai mana mestinya. Kata Kunci: Representasi, Perampasan Hak Hidup, Individu, Tapol, Hegemoni Gramsci

    PEMBERITAAN PILGUB JABAR 2013 DALAM HARIAN UMUM PIKIRAN RAKYAT DAN INILAH KORAN (SUATU ANALISIS WACANA KRITIS)

    Get PDF
    Abstrak            Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur teks pemberitaan Pilgub Jabar 2013 dalam Harian Umum Pikiran Rakyat dan Inilah Koran dan mendeskripsikan ideologi yang dipresentasikan pada pemberitaan Pilgub Jabar 2013 dalam Harian Umum Pikiran Rakyat dan Inilah Koran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriftif kualitatif dengan pendekatan analisis wacana krtis model Teun A. van Dijk. Objek yang menjadi bahan penelitian adalah pemberitaan Pilgub Jabar 2013 dalam Harian Umum Pikiran Rakyat dan Inilah Koran pada masa prakampanye, masa kampanye, dan masa tenang (edisi Februari 2013 sampai dengan Maret 2013). Penelitian ini menunjukkan bahwa hasil analisis strukur teks pemberitaan Pikiran Rakyat merepresentasikan ideologi/sikap netral Pikiran Rakyat  terhadap calon Gubernur Jawa Barat. Sementara itu, hasil analisis strukur teks Inilah Koran merepresentasikan idelogi/keberpihakan Inilah Koran kepada Ahmad Heryawan.  Kata Kunci    : Pikiran Rakyat, Inilah Koran, ideologi, Pilgub Jaba

    PERGESERAN BAHASA MANDARIN DIALEK HOKKIAN PADA KELUARGA ETNIS CINA BENTENG DI KELURAHAN SUKASARI, TANGERANG.

    Get PDF
    AbstrakPenelitian dilatarbelakangi karena etnis Tionghoa di Tangerang yang biasa disebut sebagai etnis Cina Benteng sudah mengalami akulturasi bahasa dan budaya dengan warga sekitar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses, pola, dan faktor yang menyebabkna terjadinya pergeseran bahasa Mandarin dialek Hokkian. Metode yang digunakan adalah kualitatif. Teori yang melandasi adalah pergeseran bahasa pada sosiolinguistik. Data penelitian berupa tuturan bahasa yang dipergunakan etnis Cina Benteng. Hasil penelitian adalah mereka sudah jarang menggunakan bahasa Mandarin dialek Hokkian. Kata Kunci : Pergeseran Bahasa, Cina Benteng, Bahasa Mandarin, Dialek Hokkian

    71

    full texts

    73

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Bahtera Sastra: Antologi Bahasa dan Sastra Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇