Bahtera Sastra: Antologi Bahasa dan Sastra Indonesia
Not a member yet
73 research outputs found
Sort by
TUTURAN PADA ANAK PENYANDANG TUNAGRAHITA TARAF RINGAN, SEDANG, DAN BERAT (KAJIAN FONOLOGI)
AbstrakPenelitian yang berjudul Tuturan Pada Anak Penyandang Tunagrahita Taraf Ringan, Sedang, dan Berat (Kajian Fonologi) dilatarbelakangi oleh tuturan dari anak penyandang tunagrahita taraf ringan, taraf sedang, dan taraf berat, yang realisasi tuturan pelafalannya memiliki variasi bunyi bahasa dan ada beberapa pelafalannya yang belum sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Hal itu disebabkan adanya ketidakmampuan mereka dalam melafalkan suatu kata seperti layaknya orang normal. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan metode linguistik struktural khususnya kajian fonologi. Teori yang melandasi penelitian ini, adalah teori fonologi dan fonetis dari Marsono, Chaer, dan Masnur Muslich. Data penelitiannya berupa daftar tanyaan yang berjumlah 197. Kata Kunci: Fonologi, Fonetis, Anak penyandang tunagrahita.
GEOGRAFI DIALEK BAHASA SUNDA DI KECAMATAN PARUNGPANJANG, KABUPATEN BOGOR (KAJIAN DIALEKTOLOGI SINKRONIS)
AbstrakPenelitian dilatarbelakangi adanya kekeliruan masyarakat dalam memahami bahasa yang digunakan sehingga sering terjadi kebingungan dan salah tafsir akan makna dari kosakata tersebut. Tujuan penelitian untuk memperoleh gambaran umum kondisi kebahasaan melalui proses pendeskripsian dan pemetaan, menambah perbendaharaan, usaha pemertahanan bahasa Sunda, menambah khazanah kebahasaan khususnya dialektologi. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Teori yang melandasi penelitian ini yaitu dialektologi, dialek, geografi dialek, ragam dialek, isoglos, heteroglos atau watas kata, peta bahasa, dialektometri dan perbedaan unsur kebahasaan. Data penelitian berupa deskripsi dan visualisasi perbedaan kebahasaan. Hasil penelitian diperoleh adanya perbedaan subdialek, dialek dan bahasa. Kata kunci: Geografi dialek, bahasa Sunda, Kecamatan Parungpanjang Kabupaten Bogo
BENTUK DAN MAKNA PERIBAHASA BAHASA INDONESIA YANG TERBENTUK OLEH UNSUR TUMBUHAN, JENIS-JENIS TUMBUHAN, DAN HAL-HAL YANG BERKAITAN DENGAN TUMBUHAN
AbstrakPenelitian ini mengungkapkan fungsi sintaksis yang diduduki oleh unsur, jenis, dan hal-hal yang berkaitan dengan tumbuhan dalam peribahasa-peribahasa bahasa Indonesia. Dari 126 peribahasa, unsur tumbuhan yang hadir berjumlah 19 unsur, lalu jenis tumbuhan berjumlah 8 jenis, dan hal-hal yang berkaitan dengan tumbuhan berjumlah 7 hal. Dari semua unsur tersebut, fungsi sintaksi yang mendominasi adalah fungsi subjek. Hal tersebut menunjukkan bahwa posisi struktur atau unsur tumbuhan, jenis-jenis tumbuhan, dan hal-hal yang berkaitan dengan tumbuhan dianggap penting oleh orang Melayu. Pernyataan tersebut didasari oleh posisi fungsi subjek yang merupakan inti penceritaan atau tema yang diceritakan. Kata kunci: bentuk dan makna, peribahasa bahasa Indonesia, dan tumbuha
CITRAAN PORNOGRAFIS DALAM KOMIK CRAYON SHINCHAN (KAJIAN PRAGMATIK)
AbstrakPenelitian yang berjudul Citraan Pornografis pada Komik Crayon Shinchan suatu kajian Pragmatik ini, merupakan suatu kajian mengenai hubungan penutur dan petutur dalam menafsirkan makna suatu tuturan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji jenis tindak tutur, mendeskripsikan tindak tutur bercitra pornografis, dan mengetahui respons pembaca terhadap tindak tutur bersifat pornografis yang terdapat dalam komik New Crayon Shinchan volume 001 sampai 023. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Untuk mengumpulkan data digunakan teknik pendokumentasian dan pencatatan. Data penelitian ini adalah tuturan-tuturan tabu bersifat pornografis yang terdapat dalam komik New Crayon Shinchan edisi ke 1. Untuk memperkuat data, konteks yang terkandung dalam komik seperti gambar ekspresi tokoh dan setting menjadi bagian dari data. 50 angket telah disebarkan untuk mengetahui respons pembaca terhadap citraan pornografis yang terdapat dalam komik Crayon Shinchan. Bentuk tindak tutur terbagi ke dalam tiga bagian, yaitu lokusi, ilokusi, dan perlokusi. Pornografis diklasifikasikan menjadi enam jenis, yaitu persenggamaan, kekerasan seksual, masturbasi atau onani, ketelanjangan atau tampilan yang mengesankan ketelanjangan, alat kelamin, dan pornografi anak. Terkait dengan hasil penelitian ini, diperoleh kesimpulan bahwa dari 50 respons pembaca sebanyak 35 orang (70%) mengatakan bahwa tindak tutur dalam komik Crayon Shinchan mengandung unsur pornografis dan 15 orang (30%) mengatakan bahwa komik Crayon Shinchan tidak mengandung unsur pornografis. Kata Kunci: tindak tutur, pragmatik, citran pornografis dalam komik Crayon Shinchan.
REPRESENTASI OEDIPUS KOMPLEKS DALAM NOVEL CERITA CINTA ENRICO KARYA AYU UTAMI (KAJIAN PSIKOANALISIS)
AbstrakPenelitian ini dilatar belakangi oleh fenomena ‘anak mami’ pada laki-laki yang menyerupai oedipus kompleks. Perilaku tersebut, tergambar di beberapa karya sastra yaitu salah satunya novel Cerita Cinta Enrico karya Ayu Utami. Oleh karena itu, penelitian ini mengangkat permasalahan suatu gejala oedipus kompleks yang terjadi pada tokoh. Penelitian diawali dengan menganalisis unsur intrinsik novel yang terdiri atas pengaluran dan alur, tokoh, latar tempat, latar waktu, latar sosial, kehadiran pencerita, kemudian dilanjutkan dengan menganalisis struktur kepribadian tokoh, dinamika kepribadian, dan gejala oedipus kompleks yang terjadi pada tokoh. Adapun tujuan penelitian ini adalah mengetahui (1) struktur novel Cerita Cinta Enrico, (2) mengetahui representasi oedipus kompleks tokoh dalam novel tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa studi pustaka, yaitu dengan menelaah buku-buku yang memuat psikoanalisis dari Sigmund Freud. Berdasarkan penelaahan, struktur dalam novel ini terdiri atas beberapa tokoh dengan karakter berbeda-beda, salah satu tokoh ditemukan mengalami gejala oedipus kompleks, ada pun alur dan pengaluran, latar tempat, latar waktu, latar sosial, dan teknik penceritaan. Dari penelaahan struktur diperoleh hasil penelitian ini tentang fenomena ‘anak mami’ atau oedipus kompleks yang terjadi pada tokoh bersumber dari id yang diteruskan oleh ego. Oedipus kompleks terjadi pada anak laki-laki pada fase phallis yakni berumur 5-10 tahun. Biasanya laki-laki penderita oedipus kompleks sulit menemukan pasangan hidup karena ketergantungan pada ibu. Namun, katika dewasa gejala-gejala oedipus kompleks akan hilang dengan sendirinya, melalui cara mengidentifikasi ibu atau mencari pasangan yang mirip dengan ibu baik dalam fisik, pemikiran, dan kebiasaan. Kata Kunci : Representasi; Oedipus kompleks; id; ego; supereg
SIKAP PEMERTAHANAN BAHASA SUNDA DALAM KONTEKS PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (KAJIAN SOSIOLINGUISTIK DI DESA SARIREJA, KECAMATAN JALAN CAGAK, KABUPATEN SUBANG)
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kekhawatiran punahnya suatu bahasa yang akan terjadi hampir di seluruh dunia termasuk Indonesia apabila usaha pemertahanan tidak benar-benar dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) sikap bahasa anak-anak PAUD di Desa Sarireja, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang, terhadap bahasa Sunda, (2) frekuensi penggunaan bahasa Sunda, dan (3) faktor pendukung dan penghambat pemertahanan bahasa Sunda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian ini memanfaatkan metode deskriptif kualitatif. Teori yang melandasi penelitian ini adalah sosiolinguistik, sikap bahasa, serta pemertahanan bahasa dan pergeseran bahasa. Data penelitian ini berupa berbagai peristiwa tutur bahasa Sunda yang dilakukan oleh anak-anak PAUD, baik tuturan lisan maupun tulisan, dan informasi mengenai faktor pendukung dan penghambat pemertahanan bahasa Sunda yang diberikan oleh responden orang tua siswa dan pengajar PAUD. Hasil penelitian ini adalah (1) sikap bahasa anak-anak PAUD di Desa Sarireja, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang, terhadap bahasa Sunda bersikap positif, (2) frekuensi penggunaan bahasa Sunda anak-anak PAUD cukup tinggi dibandingkan penggunaan bahasa Indonesia, dan (3) faktor pendukung pemertahanan bahasa Sunda di Desa Sarireja, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang meliputi: loyalitas terhadap bahasa ibu dan lingkungan keluarga. Sementara itu, faktor penghambat pemertahanan bahasa Sunda meliputi perpindahan penduduk, faktor ekonomi, dan faktor pernikahan antar etnis yang berbeda. Kata kunci: sikap dan pemertahanan bahas
REPRESENTASI BUDAYA POPULER DALAM NOVEL ANAK B-JELL CHEERS KARYA THALIA SALSABILLA (TINJAUAN SOSIOLOGI SASTRA)
AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan sastra anak yang semakin berkembang pada masa sekarang dan kurang didukung penelitian akademisi mengenai sastra anak serta belum adanya penelitian mengenai telaah representasi budaya populer terhadap cerita anak dalam novel. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis. Dalam hal ini, cara kerja yang dilakukan adalah mendeskripsikan fakta cerita yang ada dalam karya sastra tersebut melalui tinjauan sosiologi sastra. Dalam penelitian ini yang dijadikan—dipilih dan ditetapkan—sebagai sumber data adalah novel anak B-Jell Cheers karya Thalia Salsabilla. Hasilnya, bentuk-bentuk budaya pop atau budaya populer tersebut bisa terlihat pada kedua aspek pembangun karya sastra. Representasi budaya pop tersebut baik tersirat maupun tersurat terlihat pada aspek fakta cerita dan sarana ceritanya. Kata Kunci: Budaya Populer, Sastra Anak, Representasi, Sosiologi Sastr
REPRESENTASI CITRA ORANG INDONESIA DALAM PUISI MBELING KARYA REMY SYLADO
AbstrakPenelitian terhadap kumpulan puisi berjudul Puisi Mbeling (PM) dilatarbelakangi oleh eksistensi puisi mbeling yang tenggelam pada saat ini, pandangan masyarakat, khususnya masyarakat sastra yang memandang rendah puisi mbeling serta tidak berbobot, tidak berpesan, dan tidak berestetik. Penelitian ini menjawab beberapa persoalan, yakni mendeskripsikan struktur puisi mbeling dalam kumpulan puisi PM, mendeskripsikan representasi citra orang Indonesia dalam kumpulan puisi PM, dan mendeskripsikan model representasi yang dilakukan dalam kumpulan puisi PM. Untuk menjawab persoalan tersebut digunakan teori struktural dan pendekatan sosiologi sastra. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode desktiptif analisis. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi lapangan dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukan tema yang diusung pada umumnya kritik dan sindiran terhadap orang Indonesia, citra orang Indonesia yang direpresentasikan orang Indonesia suka menyingkat salam, tidak pernah menggunakan otaknya, suka tobat sambal, berpikir praktis, berperilaku norak, sombong, dan hanya memikirkan urusan perut, serta model representasi yang dilakukan pada umumnya model representasi aktif.Kata kunci: puisi mbeling, struktur puisi, sosiologi sastra, representasi citra orang Indonesi
BENTUK LINGUAL NAMA PERKAKAS BERBAHAN BAMBU DI DESA PARAPATAN, KECAMATAN PURWADADI, KABUPATEN SUBANG
AbstrakPenelitian yang berjudul “Bentuk Lingual Nama Perkakas Berbahan Bambu di Desa Parapatan, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Subang” ini dilatarbelakangi oleh adanya nama-nama perkakas berbahan bambu yang unik, khas, dan beraneka ragam dalam masyarakat Sunda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk lingual nama perkakas berbahan bambu dalam bahasa Sunda di Desa Parapatan, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Subang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif fenomenologi (Endraswara, 2003: 44; Kuswarno, 2009: 35-37). Teori yang melandasi penelitian ini adalah Tata Bahasa dan Ungkapan Bahasa Sunda gagasan Ayatrohaedi (1981). Data penelitian ini berupa nama-nama perkakas berbahan dasar bambu yang merupakan produk kerajinan tangan. Hasil penelitian ini adalah klasifikasi bentuk lingual nama-nama perkakas berbahan bambu dalam bahasa Sunda. Nama-nama perkakas berbahan bambu dalam bahasa Sunda tersebut dapat dikategorikan menjadi empat bentuk lingual dasar: (1) kata dasar, (2) kata panjangan, (3) kata pengulangan, dan (4) kata majemuk. Kata kunci: nama perkakas berbahan bambu dan bentuk lingual
MAKNA KEMATIAN DALAM PUISI-PUISI JOKO PINURBO MELALUI PENDEKATAN SEMIOTIKA
Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa begitu maraknya tema kematian yang ditulis oleh penyair Indonesia maupun dunia. Kematian seakan-akan menjadi tema besar yang membayang-bayangi para penyair. Nama-nama besar seperti Chairil Anwar, Goenawan Mohamad, Sapardi Djoko Damono, Subagio Sastrowardoyo, Abdul hadi WM, Acep Zamzam Noor hampir dapat kita jumpai tema kematian pada beberapa puisinya. Berbeda dengan kebanyakan penyair lainnya yang cenderung mengungkap kematian dengan gaya liris. Kematian dalam puisi Joko Pinurbo digambarkan melalui simbol-simbol unik. Dengan kata lain, puisi-puisi yang ditulis Joko Pinurbo berbeda dari tradisi besar puisi lirik pada umumnya.Penelitian ini mendeskripsikan makna puisi Joko Pinurbo yang berpotensi menggambarkan kematian dengan menggunakan analisis semiotika yaitu ilmu tentang tanda. Sebuah karya sastra diteliti dan diinterpretasikan untuk menemukan makna yang terkandung dalam teks. Tiga langkah kerja semiotika yang digunakan adalah dengan menganalisis aspek sintaksis, aspek semantik dan aspek pragmatik. Berdasarkan hasil analisis sintaksis didapatkan hubungan tanda-tanda dalam struktur kalimat; hasil analisis semantik diperoleh interpretasi antara tanda-tanda dan acuannya; hasil analisis pragmatik diperoleh hubungan antara pengirim dan penerimanya. Objek penelitian ini adalah puisi-puisi yang ditulis Joko Pinurbo berjudul “Keranda”, “Kain Kafan”, “Ranjang Kematian” dan “Kalvari”. Pemilihan sumber data dalam penelitian ini dipilih dengan melihat sejauh mana entitas kematian yang digambarkan dalam teks puisi, selain itu pemilihan sumber data dipilih dengan memperhatikan unsur-unsur instrinsik yang berbeda dari setiap puisinya seperti bunyi, diksi dan kecenderungan gaya bahasa yang digunakan. Berdasaarkan serangkaian analisis tersebut maka, penelitian ini bermuara pada terungkapnya hal-hal sebagai berikut: (1) gambaran kematian yang terdapat dalam puisi “Keranda”, “Kain Kafan”, “Ranjang Kematian” dan “Kalvari” dan perwujudannya dalam struktur puisi (2) makna kematian yang terdapat dalam puisi Joko Pinurbo berjudul “Keranda”, “Kain Kafan”, “Ranjang Kematian” dan “Kalvari”. Kata kunci: puisi, kematian, semiotika, intertekstual, makna