Bahtera Sastra: Antologi Bahasa dan Sastra Indonesia
Not a member yet
    73 research outputs found

    SIKAP PEMERTAHANAN BAHASA SUNDA DALAM KONTEKS PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (KAJIAN SOSIOLINGUISTIK DI DESA SARIREJA, KECAMATAN JALAN CAGAK, KABUPATEN SUBANG)

    Full text link
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kekhawatiran punahnya suatu bahasa yang akan terjadi hampir di seluruh dunia termasuk Indonesia apabila usaha pemertahanan tidak benar-benar dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) sikap bahasa anak-anak PAUD di Desa Sarireja, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang, terhadap bahasa Sunda, (2) frekuensi penggunaan bahasa Sunda, dan (3) faktor pendukung dan penghambat pemertahanan bahasa Sunda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian ini memanfaatkan metode deskriptif kualitatif. Teori yang melandasi penelitian ini adalah sosiolinguistik, sikap bahasa, serta  pemertahanan bahasa dan pergeseran bahasa. Data penelitian ini berupa berbagai peristiwa tutur bahasa Sunda yang dilakukan oleh anak-anak PAUD, baik tuturan lisan maupun tulisan, dan informasi mengenai faktor pendukung dan penghambat pemertahanan bahasa Sunda yang diberikan oleh responden orang tua siswa dan pengajar PAUD. Hasil penelitian ini adalah (1) sikap bahasa anak-anak PAUD di Desa Sarireja, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang, terhadap bahasa Sunda bersikap positif, (2) frekuensi penggunaan bahasa Sunda anak-anak PAUD cukup tinggi dibandingkan penggunaan bahasa Indonesia, dan (3) faktor pendukung pemertahanan bahasa Sunda di Desa Sarireja, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang meliputi: loyalitas terhadap bahasa ibu dan lingkungan keluarga. Sementara itu, faktor penghambat pemertahanan bahasa Sunda meliputi perpindahan penduduk, faktor ekonomi, dan faktor pernikahan antar etnis yang berbeda.                                                                                Kata kunci: sikap dan pemertahanan bahas

    REPRSENTASI IDEOLOGI PATRIARKI DALAM NOVEL SEKUNTUM RUH DALAM MERAH KARYA NANING PRANOTO (KRITIK SASTRA FEMINIS)

    Full text link
    AbstrakPenelitian terhadap novel Sekuntum Ruh dalam Merah ini dilatarbelakangi oleh kenyataan sosial tentang ideologi patriarki yang telah mendarah daging dalam masyarakat Indonesia dan mengakibatkan perempuan selalu berada di wilayah domestisitas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis. Hasil penelitian menunjukkan adanya ideologi patriarki dalam penyifatan perempuan, peran perempuan, adanya ketidakadilan oleh sebab ideologi patriarki, dan model representasi yang digunakan adalah model aktif. Kata kunci: representasi, ideologi patriarki, novel Sekuntum Ruh dalam Merah, kritik sastra femini

    STRUKTUR MENTAL PENGARANG HANNA FRANSISCA PADA KONDE PENYAIR HAN

    Full text link
    AbstrakPenelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra, menganalisis struktur mental pengarang dalam antologi puisi Konde Penyair Han. Adapun analisis isi dan bentuk, dimaksudkan untuk mengetahui tujuan estetik, bentuk cara pengarang menulis, isi atau gagasan yang diekspresikan pengarang dalam tulisannya. Dari struktur yang dimaksudkan itulah, terkandung pengertian relasi timbal balik antara bagian-bagiannya dan antara keseluruhannya. Metode yang dipergunakan dalam analisis teks untuk mengetahui strukturnya, kemudian dipergunakan memahami lebih dalam lagi gejala sosial yang di luar sastra. Berdasarkan hasil analisis struktur didapatkan hubungan puisi pada antologi puisi Konde Penyair Han dengan kesatuan yang bulat dan utuh, tidak dapat dipisahkan. Bentuk struktur puisi ditelaah unsur-unsurnya hanya dalam kaitannya dengan gejala sosial di masyarakat. Unsur-unsur itu hanyalah berarti dalam totalitasnya dengan keseluruhannya. Dari unsur-unsur puisi dalam antologi puisi Konde Penyair Han dapat diketemukan jenis dan bentuk diskriminasi yang diterima oleh Etnis Tionghoa dari kaum pribumi di Indonesia. Kata Kunci: pengarang, diskriminasi, Tiongho

    KRITIK SOSIAL DALAM NASKAH DRAMA JANGAN MENANGIS INDONESIA KARYA PUTU WIJAYA

    Full text link
    AbstrakPenelitian ini berjudul “Kritik Sosial Dalam Naskah Drama Jangan Menangis Indonesia Karya Putu Wijaya”. Penelitian ini dilatarbelakangi untuk (1) memperoleh gambaran mengenai struktur drama Jangan Mennagis Indonesia, dan (2) mengetahui kritik sosial yang ada dalam naskah drama Jangan Menangis Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis atau metode kualitatif, yaitu mendeskripsikan data-data yang terkumpul untuk kemudian disusun dengan menganalisis naskah drama Jangan Menangis Indonesia karya Putu Wijaya secara struktural semiotik agar terlihat unsur-unsur sosiologisnya.Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa dalam analisis struktur yang ada di dalam naskah drama Jangan Menangis Indonesia ditemukan 11 buah aktan yang terdiri dari 7 aktan pokok dan 4 aktan pendukung. Dari hasil analisis terdapat alur, tokoh, dan latar diperoleh gambaran mengenai tema dan amanat. Tema yang diangkat adalah mengenai keadaan negara Indonesia dipenghujung era presiden Soeharto lengser dan memasuki era reformasi (Presiden BJ Habibi-Abdurahman Wahid-Megawati Soekarno Putri) menuju era demokrasi (Presiden Susilo Bambang Yudhoyono). Sedangkan dalam menganalisis kritik sosial penulis memperoleh tiga aspek pokok sebagai bentuk kritik sosial dalam naskah drama ini di antaranya, pertama, segala bentuk permasalahan yang terjadi di Indonesia berupa krisis Keadilan, keamanan, dan tanggung jawab  pada masyarakat Indonesia, kedua, permasalahan yang terjadi pada pemerintahan di era reformasi menuju era demokrasi, dan ketiga, budaya korupsi dikalangan pejabat negara. ketiganya menjadi fokus penulis untuk menemukan kritik sosial dalam penelitian ini. Kata Kunci: Drama; Struktur drama, Sosiologi sastra, dan Kritik sosial

    TRANSFORMASI NOVEL PINTU TERLARANG KARYA SEKAR AYU ASMARA KE DALAM FILM (KAJIAN SASTRA BANDINGAN)

    Full text link
    AbstrakPenelitian dalam skripsi ini dilatarbelakangi oleh keingintahuan penulis mengenai transformasi novel Pintu Terlarang karya Sekar Ayu Asmara ke dalam film.  Berdasarkan keingintahuan penulis mengenai hal tersebut, maka penulis merumuskan tiga permasalahan pokok pada penelitian ini, yaitu (1) Bagaimana unsur-unsur intratesktual antara novel Pintu Terlarang dan film Pintu Terlarang?, (2) Bagaimana proses reaktualisasi antara novel Pintu Terlarang dan film Pintu Terlarang?, dan (3) Bagaimana strategi ekranisasi antara novel Pintu Terlarang dan film Pintu Terlarang? Penelitian menggunakan teori A. Teeuw tentang struktural sebagai landasan teori dan menitikberatkan pada perunahan struktur cerita yaitu tema, tokoh dan latar dari novel ke film. Dalam mengkaji struktur novel dan film Pintu Terlarang, penulis menggunakan teori analisis struktur A.J. Greimas yaitu menggunakan skema aktan dan model fungsional. Untuk memecahkan permasalahan yang penulis analisis menggunakan metode deskriptif komparatif dengan cara menguraikan dan membandingkan, sedangkan teknik yang digunakan penulis dalam mengkaji skripsi ini adalah studi pustakan dan pengolahan data. Analisis penelitian transformasi novel Pintu Terlarang ke dalam film menghasilkan hubungan intratekstual fakta cerita yang terdapat pada kedua objek penelitian. Proses reaktualisasi merupakan jawaban atas analisis hubungan intratekstual yang menghasilkan persamaan dan perbedaan unsur cerita antara novel dan film Pintu Terlarang yang meliputi alur, tokoh dan penokohan, latar, konflik, dan tema. Strategi ekranisasi yang digunakan strategi pemfokusan pada konflik penting saja dan menggunakan mekanisme tafsir visual “sekreatif mungkin”. Kata kunci: Transformasi, intratekstual, proses reaktualisasi, strategi ekranisasi

    MAKNA KEMATIAN DALAM PUISI-PUISI JOKO PINURBO MELALUI PENDEKATAN SEMIOTIKA

    Full text link
    Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa begitu maraknya tema kematian yang ditulis oleh penyair Indonesia maupun dunia. Kematian seakan-akan menjadi tema besar yang membayang-bayangi para penyair. Nama-nama besar seperti Chairil Anwar, Goenawan Mohamad, Sapardi Djoko Damono, Subagio Sastrowardoyo, Abdul hadi WM, Acep Zamzam Noor hampir dapat kita jumpai tema kematian pada beberapa puisinya. Berbeda dengan kebanyakan penyair lainnya yang cenderung mengungkap kematian dengan gaya liris. Kematian dalam puisi Joko Pinurbo digambarkan melalui simbol-simbol unik. Dengan kata lain, puisi-puisi yang ditulis Joko Pinurbo berbeda dari tradisi besar puisi lirik pada umumnya.Penelitian ini mendeskripsikan makna puisi Joko Pinurbo yang berpotensi menggambarkan kematian dengan menggunakan analisis semiotika yaitu ilmu tentang tanda. Sebuah karya sastra diteliti dan diinterpretasikan untuk menemukan makna yang terkandung dalam teks. Tiga langkah kerja semiotika yang digunakan adalah dengan menganalisis aspek sintaksis, aspek semantik dan aspek  pragmatik. Berdasarkan hasil analisis sintaksis didapatkan hubungan tanda-tanda dalam struktur kalimat; hasil analisis semantik diperoleh interpretasi antara tanda-tanda dan acuannya; hasil analisis pragmatik diperoleh hubungan antara pengirim dan penerimanya. Objek penelitian ini adalah puisi-puisi yang ditulis Joko Pinurbo berjudul “Keranda”, “Kain Kafan”, “Ranjang  Kematian” dan “Kalvari”. Pemilihan sumber data dalam penelitian ini dipilih dengan melihat sejauh mana entitas kematian yang digambarkan dalam teks puisi, selain itu pemilihan sumber data dipilih dengan memperhatikan unsur-unsur instrinsik yang berbeda dari setiap puisinya seperti bunyi, diksi dan kecenderungan gaya bahasa yang digunakan. Berdasaarkan serangkaian analisis tersebut maka, penelitian ini bermuara pada terungkapnya hal-hal sebagai berikut: (1) gambaran kematian yang terdapat dalam puisi “Keranda”, “Kain Kafan”, “Ranjang  Kematian” dan “Kalvari” dan perwujudannya dalam struktur puisi (2) makna kematian yang terdapat dalam puisi Joko Pinurbo berjudul “Keranda”, “Kain Kafan”, “Ranjang  Kematian” dan “Kalvari”. Kata kunci: puisi, kematian, semiotika, intertekstual, makna  

    PEMAKAIAN ISTILAH ASING FASHION DI KALANGAN SOSIALITA (KAJIAN SOSIOLINGUISTIK)

    Full text link
    AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh pesatnya perkembangan kebudayaan, ilmu, dan teknologi di dunia barat yang membawa pengaruh terhadap perubahan bahasa, terutama terhadap pemakaian istilah asing bidang fashion di kalangan sosialita kota Bandung. Tujuan dari penelitian ini  untuk mengetahui bentuk perubahan bahasa, selain itu, untuk mengetahui konteks pemakaian,  perubahan makna leksikal, dan respons pengguna pemakaian istilah asing bidang fashion. Penelitian mengenai pemakaian istilah asing bidang fashion di kalangan sosialita kota Bandung menggunakan metode sosiolinguistik. Teori yang melandasi penelitian ini berkaitan dengan sosiolinguistik dan semantik. Data penelitian berupa kosakata istilah asing bidang fashion yang dituturkan oleh remaja di kalangan sosialita kota Bandung. Hasil dari penelitian ini nantinya dapat terungkap klasifikasi pemakaian istilah asing fashion dan deskripsi pemakaian istilah asing fashion di kalangan sosialita kota Bandung. Kata Kunci : pemakaian istilah asing, fashion, kalangan sosialita

    CERMIN BUDAYA DALAM LEKSIKON PERKAKAS PERTANIAN TRADISIONAL DI PANGAUBAN, KABUPATEN BANDUNG (KAJIAN ETNOLINGUISTIK)

    Full text link
    AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh pemanfaatan tanah di Desa Pangauban dipakai sebagai lahan untuk bertani dan bercocok tanam. Kegiatan masyarakat Pangauban pada musim panen bergotong royong untuk bercocok tanam, menanam sayur-sayuran, dan menanam padi. Oleh karena itu, bertani merupakan salah satu cara hidup yang mencerminkan masyarakat Desa Pangauban dalam aktivitas bertani. Tujuan dari penelitian ini untuk memperdayakan sumber daya alam melalui aktivitas bertani sebagai upaya memanfaatkan dan mempertahankan perkakas pertanian tradisional dalam bahasa Sunda agar tetap terjaga. Selain itu, memberikan sumbangan analisis bagi perkembangan disiplin ilmu etnolinguistik dalam melakukan penelitian yang lebih luas dan mendalam mengenai bahasa dan budaya. Penelitian tentang konsep cermin budaya dalam leksikon perkakas pertanian tradisional dalam bahasa Sunda menggunakan metode etnolinguistik. Teori yang melandasi penelitian ini berkaitan dengan antropolinguistik. Data penelitian berupa leksikon perkakas pertanian dalam bahasa Sunda di Desa Pangauban kecamatan pacet, Kabupaten Bandung. Hasil dari penelitian ini nantinya dapat terungkap, klasifikasi leksikon perkakas pertanian tradisional dalam bahasa Sunda di Desa Pangauban, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, deskripsi leksikon perkakas pertanian tradisional dalam bahasa Sunda di Desa Pangauban, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung dan cerminan gejala kebudayaan yang muncul berdasarkan leksikon perkakas pertanian tradisional dalam bahasa Sunda di Desa Pangauban, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung.Kata kunci: klasifikasi, deskripsi, serta cerminan gejala kebudayaan leksikon perkakas pertanian tradisional dalam bahasa Sunda

    ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN JOKOWI DALAM KOMPAS.COM DAN DETIKCOM

    No full text
    AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi adanya perbedaan subjektifitas setiap media massa saat memberitakan sosok Jokowi selaku Gubernur DKI Jakarta. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan struktur sintaksis, skrip, tematik, dan retoris yang terdapat dalam studi analisis framing model Pan dan Kosicki. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dari dokumen yang telah diperoleh berupa naskah pemberitaan kinerja Jokowi selaku Gubernur DKI Jakarta. Objek penelitian ini adalah dua media daring, yaitu Kompas.com dan Detikcom. Peneliti menemukan bahwa walaupun setiap media massa memiliki sumber informasi yang sama, namun sudut pandang dan latar belakang tokoh yang terkait bisa mempengaruhi penulis berita dalam mengkostruksi sebuah berita. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa setiap media massa memiliki subjektifitas tersendiri dalam mengkonstruksi sebuah fenomena atau isu.Kata kunci : Perbedaan subjektifitas setiap media massa, analisis framing model Pan dan Kosicki, metode deskriptif kualitati

    REPRESENTASI KRITIK SOSIAL DALAM ANTOLOGI CERPEN SENYUM KARYAMIN KARYA AHMAD TOHARI: KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA

    Full text link
    AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh karya sastra sebagai cermin dari kenyataan. Cerpen dalam antologi Senyum Karyamin, cerpen yang dipilih merupakan cerpen yang mengandung kritik sosial dan merepresentasikan kenyataan. Adapun rumusan masalah adalah 1) bagaimana struktur teks dalam antologi cerpen Senyum Karyamin karya Ahmad Tohari?, 2) bagaimana representasi kritik sosial? dan, 3) bagaimana model representasi? Pengkajian struktur cerpen menggunakan analisis dari Tzevan Todorov, yakni analisis aspek sintaksis, aspek semantik, dan aspek verbal. Pendekatan sosiologi sastra digunakan dalam menganalisis representasi kritik sosial yang menghubungkan karya sastra dengan kemyataan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analisis dengan teknik pengumpulan data berupa studi pustaka. Kata Kunci: kumpulan cerpen Senyum Karyamin, sosiologi sastra, representasi kritik sosial

    71

    full texts

    73

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Bahtera Sastra: Antologi Bahasa dan Sastra Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇