Bahtera Sastra: Antologi Bahasa dan Sastra Indonesia
Not a member yet
73 research outputs found
Sort by
BAHASA IKLAN INDOMIE PERIODE TAHUN 2021
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terdapat berbagai bentuk dan fungsi tuturan ilokusioner serta bentuk register dan fungsi bahasa dalam iklan Indomie pada tahun 2021. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk meneliti data tersebut menggunakan kajian sosiopragmatik. Metode dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik dokumentasi, simak, dan catat. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui, Mengidentifikasi, dan mendeskripsikan (1) bentuk dan fungsi tindak tutur ilokusioner, serta(2) bentuk register dengan ragam penggunaan bahasa dan fungsi bahasa. Hasil penelitian ini menemukan(1) dua bentuk tindak tutur ilokusioner yaitu asertif dan direktif dengan dua fungsi tuturan yang berbeda yaitu mengklaim dan memerintah, serta (2) penggunaan register kasual dengan penggunaan ragam bahasa nonformal dan fungsi bahasa berupa instrumental dan imajinatif
EBARAN DIALEK DI KECAMATAN BABELAN KABUPATEN BEKASI: KAJIAN SOSIODIALEKTOLOGI
Kabupaten Bekasi menjadi daerah urban dengan mobilitas tinggi dan beririsan dengan wilayah urban lainnya. Keadaan ini menyebabkan terjadinya variasi bahasa yang dipengaruhi variabel sosial dalam masyarakat di Kecamatan Babelan. Keadaan yang ada menimbulkan krisis identitas di masyarakat wilayah Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. Penelitian ini mengacu pada kajian sosiodialektologi yang mengkaji dialek sosial sebagai objek materinya. Adapun tujuan penelitian ini: 1) mengklasifikasi dan mendeskripsi unsur-unsur kebahasaan dalam leksikon yang ada pada dialek di Kecamatan Babelan, berdasarkan faktor sosial usia, pendidikan, dan pekerjaan, 2) mendeskripsikan persebaran kode tutur penggunaan bahasa di Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi berdasarkan pemetaan berbasis geospasial. Metode yang digunakan yaitu metode pupuan lapangan berserta metode cakap dalam pengumpulan data dan metode padan dalam menganalisis data. Penelitian ini menghasilkan data berupa 185 gloss dengan pembeda unsur kebahasaan dengan dominan munculnya pembeda leksikon, 90 pembeda fonologis, 43 pembeda morfologis, dan 16 pembeda semantik. Adapun Kecamatan Babelan terlihat memiliki kekhasan kosakata berdasarkan penelusuran kamus dan ditemukan variasi bahasa dominan kosakata bahasa Betawi dan bahasa Sunda, serta bahasa Jawa yang tumbuh pada masyarakatnya. Adapun variabel sosial pada pembentukan berian banyak dimunculkan oleh kalangan wiraswasta, guru, pedagang, dan ibu rumah tangga, yang berpendidikan SD, SMA dan sarjana dengan usia muda dan tua. Selain itu penelitian ini menghasilkan 185 peta berdasarkan 185 kosakata swadesh hasil modifikasi
REPRESENTASI AKTOR SOSIAL DALAM PEMBERITAAN AKSI MAHASISWA 24 SEPTEMBER 2019 DI MEDIA CNNINDONESIA.COM
Aksi mahasiswa 24 September 2019 menjadi salah satu aksi mahasiswa yang memiliki sejarah penting bagi bangsa Indonesia. Mahasiswa seluruh Indonesia hadir untuk melakukan penolakan terhadap pengesahan revisi Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP) dan revisi Undang-undang Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK) di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)/Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Berbagai media pemberitaan, baik nasional maupun internasional turut memberitakan peristiwa ini. Salah satunya adalah media cnnindonesia.com. Dalam penelitian ini dibahas lebih lanjut mengenai representasi aktor sosial dalam pemberitaan aksi mahasiswa 24 September 2019 di media cnnindonesia.com. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tuturan inklusi dan eksklusi sesuai dengan teori Van Leeuwen dengan desain penelitian deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini, terdapat 187 kalimat (50,40%) yang termasuk strategi inklusi. Semua kalimat tersebut terbagi menjadi 2 diferensiasi, 16 indiferensiasi, 3 objektivasi, 11 nominasi, 42 kategorisasi, 28 determinasi, 14 indeterminasi, 48 asimilasi, dan 23 individualisasi. Selanjutnya, terdapat enam belas kalimat (4,31%) yang termasuk strategi eksklusi. Enam belas kalimat terbagi atas, 9 pasivasi, 4 nominalisasi, dan 3 pergantian anak kalimat. Selain itu, terdapat 79 aktor sosial (21,29%) dan 89 aksi sosial (23,98%). Aksi sosial tersebut terbagi atas 76 aksi dan 13 reaksi. Dalam teks berita “Kronologi Aksi Mahasiswa di DPR Berujung Rusuh Versi Polisi” terdapat dua aktor penting, di antaranya Irjen Gatot Eddy Pramono seorang Kapolda Metro Jaya dan mahasiswa. Aktor Irjen Gatot Eddy Pramono direpresentasikan secara individual dan aktor yang memiliki kekuasaan untuk mengatur aparat kepolisian ketika menghadapi aksi mahasiswa. Hal itu dapat tergambarkan dari dominasi aksi pada aksi sosial yang dilakukannya. Sementara itu, mahasiswa direpresentasikan sebagai sosok yang termarginalkan dalam teks berita tersebut. Dapat terlihat dari penggunaan reaksi pada aksi sosial yang dilakukannya dan kalimat berkonteks negatif
EPRESENTASI PEMBERITAAN ISU TINDAK RASISME TERHADAP MAHASISWA PAPUA PADA KOMPAS.COM DAN REPUBLIKA.CO.ID
Papua merupakan salah satu provinsi yang sangat luas di Indonesia dan memiliki kekayaan alam yang melimpah. Namun, Papua memiliki predikat sebagai daerah yang sering terjadi konflik. Konflik yang baru-baru ini terjadi adalah tindak rasisme yang dilakukan oleh oknum aparat terhadap mahasiswa Papua di Surabaya. Terjadinya tindak rasisme tersebut memicu aksi protes di berbagai daerah. Namun, salah satu aksi protes yang digelar di Papua berakhir dengan kerusuhan. Keberadaan media massa sebagai pemberi informasi turut mempengaruhi kognisi masyarakat terhadap etnis Papua. Penelitian ini dilakukan sebagai upaya penyadaran kepada masyarakat bahwa berita yang disajikan oleh sebuah media tidak selalu bersifat netral, sehingga masyarakat diharapkan dapat lebih objektif, selektif, dan kritis dalam memahami sebuah berita. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis dengan pendekatan Analisis Wacana Kritis. Data yang diambil adalah seluruh teks berita isu tindak rasisme Papua yang bersumber dari kompas.com dan republika.co.id. Selanjutnya, data dianalisis dari aspek struktur makro, superstruktur, dan struktur mikro. Selain itu, penganalisisan data juga dilakukan dengan menggunakan pendekatan Linguistik Sistemik Fungsional (LSF). Adapun hasil dari penelitian ini adalah 1) dalam aspek struktur makro, kompas.com mengangkat tema yang dominan berpihak kepada etnis Papua dengan memberitakan hal-hal baik mengenai peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan masyarakat Papua, sedangkan republika.co.id sebaliknya, dan cenderung menempatkan oknum yang melakukan tindak rasisme dalam posisi yang aman, 2) dalam aspek superstruktur, Pada media kompas.com, skema situasi dan komentar yang ditampilkan cenderung berpihak kepada masyarakat Papua dan narasumber yang diambil banyak yang berhubungan erat dengan Papua, sedangkan republika.co.id sebaliknya, 3) dalam aspek struktur mikro, keberpihakan media kompas.com tampak pada latar, detil, leksikon, dan ilustrasi foto dalam pemberitaan., 4) kompas.com menggunakan strategi eksklusi dan marjinalisasi untuk merepresentasikan beberapa aparat keamanan secara negatif, sedangkan republika.co.id menggunakan strategi eksklusi dan marjinalisasi untuk merepresentasikan mahasiswa Papua dan masyarakat Papua secara negatif
STYLE GURUH SOEKARNOPUTRA MENULIS LIRIK LAGU DALAM ALBUM PUSPA RAGAM KARYA
Album Puspa Ragam Karya berisi lagu ciptaan Guruh Soekarnopura. Sebagai mahakarya, kajian stilistika lirik lagu karya Guruh Soekarnoputra penting dilakukan. Artikel ini mendeskripsikan diksi, gaya bahasa, dan citraan yang digunakan Guruh Soekarnoputra pada lirik-lirik lagu yang terdapat dalam album tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa Guruh Soekarnoputra memanfaatkan diksi yang terdiri atas sinonim, homoni, pelisemi, konotatif, dan denotatif. Diksi tersebut dimanfaatkan Guruh Soekarnoputra untuk menciptakan mahakaryanya
TUTURAN NEGASI ANAK DALAM LINGKUNGAN KELUARGA (KAJIAN PRAGMATIK)
Penelitian ini dilatar belakangi oleh berbagai fenomena bahasa khususnya penggunaan penanda negasi yang bersifat universal. Hal ini menunjukkan bahwa kehadirannya dalam setiap bahasa mendukung fungsi yang penting. Terdapat jenis, bentuk dan fungsi tuturan penanda negasi. Selain itu terdapat jenis, bentuk, fungsi tindak tutur ilokusi pada bahasa anak. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk meneliti data tuturan tersebut menggunakan kajian pragmatik, khususnya tindak tutur ilokusi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini kualitatif deskriptif dengan teknik simak dan catat. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan penggunaan tuturan negasi oleh anak dalam merespons peristiwa dan mitra tuturnya, (2) mendeskripsikan jenis dan bentuk tuturan negasi yang digunakan oleh anak, dan (3) mendeskripsikan bentuk dan fungsi tindak tutur ilokusi yang digunakan oleh anak. Hasil dari penelitian ini yaitu ditemukannya (1) jenis penggunaan penanda negasi berupa tuturan formal dan informal, (2) variasi penggunaan tuturan negasi yang dipengaruhi faktor lingkungan, yang terakhir (3) jenis, bentuk dan fungsi tindak tutur ilokusi yaitu asertif, direktif, ekspresif, komisif dan deklarasi
MAKIAN DALAM KOMENTAR VIDEO KLIP SMASH DI YOUTUBE (KAJIAN PRAGMATIK)
AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya makian dalam komentar video klip SM*SH di YouTube yang bersumber dari para pengguna YouTube untuk mengomentari video klip SM*SH atau mengomentari komentar para pengguna YouTube sebagai respons yang diberikan kepada video klip tersebut. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengidentifikasi daya tuturan yang diduga sebagai makian dalam komentar video klip SM*SH di YouTube; (2) mengungkap implikatur dari tindak tutur yang diduga sebagai makian dalam komentar video klip SM*SH di YouTube; (3) menentukan tingkat validitas dari tindak tutur yang diduga sebagai makian dalam komentar video klip SM*SH di YouTube. Data-data dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan pendekatan teoretis, yakni teori pragmatik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif. Data yang dideskripsikan berupa tuturan makian dalam komentar mengenai video klip SM*SH di YouTube yang dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif.Kata kunci: makian, video clip SM*SH, pragmati
REPRESENTASI KEMISKINAN DALAM NOVEL JATISABA KARYA RAMAYDA AKMAL (KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA
AbstrakPenelitian ini dilandasi oleh pandangan bahwa sastra pada dasarnya merupakan pencerminan dari kenyataan, termasuk kenyataan sosial. Hubungan sastra dengan masyarakat adalah mempelajari sastra sebagai dokumen sosial dan potret kenyataan sosial. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah novel Jatisaba karya Ramyda Akmal merepresentasikan kemiskinan. Representasi yang dimaksud merupakan cerminan dari realitas sosial masyarakat Indonesia. Teori yang melandasi penelitian ini yaitu sosiologi sastra Ian Watt serta Wallek dan Warren yang terfokus pada analisi sosiologi karya dan sastra sebagai ceriminan masyarakat dengan menggunakan teknik representasi. Data penelitian ini berupa karya sastra Indonesia yaitu novel. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya empat gambaran kemiskinan dalam novel yang merepresentasikan kenyataan sosial masyarakat Cilacap, juga realitas sosial masyarakat Indonesia. Tergambar juga hubungan sebab akibat antara representasi kemiskinan dengan persoalan sosial yang muncul dalam novel. Kata Kunci: sastra, novel, representasi, sosiologi sastra, kemiskinan, permasalahan sosial, realitas, model representasi aktif, kritik
GEOGRAFI DIALEK BAHASA DAERAH DI KECAMATAN SUKRA KABUPATEN INDRAMAYU (KAJIAN DIALEKTOLOGI)
AbstrakPenelitian ini berjudul “Geografi Dialek Bahasa Daerah di Kecamatan Sukra Kabupaten Indramayu (Kajian Dialektologi)”. Adapun yang melatarbelakangi penelitian ini adanya keanekaragaman bahasa yang digunakan di daerah tersebut. Penelitian mengenai bahasa daerah di wilayah ini belum pernah dilakukan, sehingga belum adanya peta bahasa yang mendeskripsikan secara menyeluruh kondisi kebahasaan di daerah tersebut. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka dirumuskan masalah (1) bagaimana deskripsi perbedaan bahasa yang terjadi di Kecamatan Sukra Kabupaten Indramayu berdasarkan perbandingan kata kerabat dan korespondensi bunyi; (2) bagaimana pemetaan bahasa daerah di Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu; (3) bagaimanakah silsilah kekerabatan dialek-dialek yang ada di Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu berdasarkan perhitungan dialektometri.Penelitian dilakukan di lima desa yang ada di Kecamatan Sukra Kabupaten Indramayu yaitu Desa Tegaltaman, Desa Sukrawetan, Desa Sumuradem Timur, Desa Ujunggebang, dan Desa Bogor. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik rekam dan teknik catat berupa daftar tanyaan yang berisi 200 kosakata Swadesh hasil modifikasi peneliti. Hasil penelitian ini adalah adanya perbedaan fonologi, morfologi, dan leksikal. Berdasarkan pemetaan diperoleh pemakaian bahasa Sunda, dialek Sunda, bahasa Jawa, dialek Jawa, dan bahasa Indonesia. Berdasarkan hasil akhir penghitungan presentase kosakata, diperoleh simpulan bahwa tingkat kekerabatan bahasa berdasarkan penghitungan morfologi pada leksikon terjadi perbedaan subdialek dan perbedaan wicara, sedangkan berdasarkan penghitungan fonologi terjadi perbedaan subdialek dan perbedaan dialek.Kata kunci: geografi dialek, variasi bahas
SIKAP PEMERTAHANAN BAHASA SUNDA DALAM KONTEKS PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (KAJIAN SOSIOLINGUISTIK DI DESA SARIREJA, KECAMATAN JALAN CAGAK, KABUPATEN SUBANG)
AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh kepunahan suatu bahasa yang terjadi hampir di seluruh dunia dan Indonesia, apabila usaha pemertahanan tidak benar-benar terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) sikap bahasa anak-anak PAUD di Desa Sarireja, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang, terhadap bahasa Sunda, (2) frekuensi penggunaan bahasa Sunda, dan (3) faktor pendukung dan penghambat pemertahanan bahasa Sunda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian ini memanfaatkan metode deskriptif kualitatif. Teori yang melandasi penelitian ini adalah (1) sosiolinguistik, (2) sikap bahasa, dan (3) pemertahanan bahasa dan pergeseran bahasa. Data penelitian ini berupa berupa berbagai peristiwa tutur bahasa Sunda yang dilakukan oleh anak-anak PAUD, baik tuturan lisan maupun tulisan, dan informasi mengenai faktor pendukung dan penghambat pemertahanan bahasa Sunda yang diberikan oleh responden orang tua siswa dan pengajar PAUD. Hasil penelitian ini adalah (1) sikap bahasa anak-anak PAUD di Desa Sarireja, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang, terhadap bahasa Sunda bersikap positif, (2) frekuensi penggunaan bahasa Sunda anak-anak PAUD cukup tinggi dibandingkan penggunaan bahasa Indonesia, dan (3) faktor pendukung pemertahanan bahasa Sunda di Desa Sarireja, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang meliputi (1) loyalitas terhadap bahasa ibu dan (2) lingkungan keluarga. Sementara itu, faktor penghambat pemertahanan bahasa Sunda meliputi (1) perpindahan penduduk, (2) faktor ekonomi, dan (3) faktor pernikahan antaretnis yang berbeda. Kata kunci: sikap dan pemertahanan bahas