Jurnal Nalar Pendidikan
Not a member yet
159 research outputs found
Sort by
KEEFEKTIFAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PESERTA DIDIK PADA MATERI BIOTEKNOLOGI
Penelitian pra-eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan penerapan model pembelajaran berbasis proyek terhadap kemampuan pemecahan masalah peserta didik pada materi bioteknologi. Hipotesis penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran berbasis proyek efektif terhadap kemampuan pemecahan masalah peserta didik pada materi bioteknologi. Nilai kemampuan pemecahan masalah peserta didik diperoleh rata-rata pretest 29.46 dan rata-rata posttest 69.25. Keefektifan penerapan model pembelajaran berbasis proyek diukur melalui analisis statistik inferensial menggunakan SPSS 18 dan diperoleh hasil sig. (2-tailed) 0,000 < α = 0,05 yang berarti H0 ditolak dan H1 diterima, sehingga menunjukkan bahwa hipotesis diterima. Adapun untuk mengukur tingkat keefektifannya, digunakan uji N-gain, yang menyatakan bahwa tingkat keefektifan dari penerapan model pembelajaran berbasis proyek adalah sebanyak 37 orang (92.5%) dari peserta didik memiliki N-gain pada kategori sedang dan/atau tinggi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis proyek efektif terhadap kemampuan pemecahan masalah peserta didik pada materi Bioteknologi. Kata kunci: Bioteknologi, Kemampuan pemecahan masalah, Model pembelajaran berbasis proye
"TYPE SEMUT'' AS A TEST MODEL ON ELECTRONIC ENGINEERING TECHNIQUE STUDENTS TO DEALING INDUSTRIAL REVOLUTION 4.0
Sekolah kejuruan (SMK) perlu meningkatkan pengetahuan dan keahlian di dunia bisnis dan industri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana TYPE SEMUT sebagai model Ujian Akhir Semester (UAS) pada siswa-siswa program keahlian elektronik industri pada era Revolusi Industri 4.0. Model ini merupakan akronim dari (theory, prototype design, embedded systems, assembly, and fault finding). Metode penelitian yang digunakan adalah desain pre-eksperimental dengan one-shoot case study. Para peserta adalah 15 siswa kelas XI dan 19 siswa kelas XII. Untuk kelas XI untuk mempelajari respon DU/DI dalam program praktikum dan untuk kelas XII untuk mempelajari respon DU/DI menggunakan tenaga kerja. Hasilnya adalah kompetensi siswa mencapai 87,3% dan tingkat kepuasan DU/DI pada pelaksanaan TYPE SEMUT mencapai rata-rata 80%. Model tes ini dapat meningkatkan hasil tes kompetensi kejuruan. Penggunaan model TYPE SEMUT dapat meningkatkan tingkat kepuasan DU/DI dalam pekerjaan.Kata kunci: Kompetensi, revolusi industri 4.0, TYPE SEMU
PENGARUH MEDIA SIMULASI PHET (PHYSICS EDUCATION TECHNOLOGY) PADA MATA PELAJARAN FISIKA MENGGUNAKAN MODEL DISCOVERY LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media simulasi PhET mata pelajaran fisika menggunakan model discovery learning terhadap hasil belajar peserta didik. Penelitian ini menggunakan quasi experimental design dimana terdapat kelas kontrol dan kelas eksperimen. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI MIA SMAN 9 Makassar pada semester ganjil tahun ajaran 2017/2018. Sampel merupakan dua kelas yang dipilih menggunakan cluster random sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan, yaitu tes, observasi, dan dokumentasi. Data yang diperoleh berdistribusi normal dan homogen sehingga dilakukan pengujian parametrik. Hasil dari uji hipotesis menunjukkan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar siswa baik di kelas kontrol maupun di kelas eksperimen dengan signifikansi berturut- turut sebesar 0,018 dan 0,001. Terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai post test kelas kontrol dengan post test kelas eksperimen dengan signifikansi sebesar 0,001. Hal itu menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar kelompok eksperimen yang diajarkan menggunakan aplikasi PhET lebih baik daripada kelompok kontrol. Kata kunci: Discovery learning, Fisika, PhE
ANALISIS KETERAMPILAN SOSIAL ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS
AL yang dideteksi sebagai penyandang Attention Deficit Hyperactivity Disorder atau ADHD cenderung memiliki perilaku yang menyimpang dan sering mendapatkan keluhan dari siswa lain atas perilakunya yang mengganggu. Hal tersebut di atas terlihat bahwa keterampilan sosial memegang peranan yang penting dalam relasi antar teman maupun dengan lingkungan sekitarnya.. Penelitian ini bertujuan mengetahui lebih lanjut mengenai keterampilan sosial anak atau siswa berkebutuhan khusus (seperti penyandang tunanetra, tunadaksa, tunarungu, anak dengan bakat khusus, dan lain sebagainya) di salah satu sekolah penyelenggara pendidikan inklusif di Makassar yaitu pada jenjang sekolah dasar. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif . Teknik pengumpulan data yang digubakan meliputi observasi partisipatif, wawancara mendalam, dokumentasi menyeluruh serta triangulasi data. Hasil peneltian menunjukkan bahwa keterampilan sosial siswa berkebutuhan khusus jenis tunadaksa dan Attention Deficit Disorder (ADD) dalam melakukan interaksi dengan lingkungannya di SD Inpres Maccini Baru Kota Makassar menunjukkan hasil yang baik.Kata Kunci: Attention Deficit Disorder (ADD), Tunadaksa, SD Inpres Maccini Baru, Anak Berkebutuhan Khusus, keterampilan Sosia
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) BERBASIS INKUIRI TERBIMBING PADA MATERI POKOK LAJU REAKSI UNTUK SISWA KELAS XI IPA SMA
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development) yang bertujuan untuk menyusun dan mengembangkan Lembar Kerja Siswa (LKS) untuk SMA kelas XI yang berbasis inkuiri terbimbing berdasarkan KTSP. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA2 SMA Negeri 2 Polewali. Pengembangan LKS ini mengacu pada model pengembangan 4-D dari Thiagarajan, dkk yang meliputi tahap pendefinisian (define), perancangan (design), dan pengembangan (develop).Tahap penyebarluasan (disseminate) tidak dilakukan. LKS ini telah divalidasi oleh validator/ahli dan telah melalui uji coba terbatas, serta telah mengalami revisi berulang kali oleh pengembang sehingga diperoleh hasil yang valid, efektif, dan praktis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: pada aspek kognitif, persen ketuntasan kelas sebesar 81,25 %; aktivitas siswa pada aspek psikomotorik dan afektif menunjukkan kecenderungan positif dengan persentase masing-masing untuk aspek psikomorik sebesar 81,25%, sementara untuk aspek afektif sebesar 91%, umumnya siswa memberikan respon positif terhadap LKS yang digunakan begitupun juga dengan respon guru kimianya.Kata Kunci: Model Pengembangan 4-D, Inkuiri Terbimbing, Penelitian Pengembangan, LK
IDENTIFIKASI MISKONSEPSI SISWA PADA MATERI SISTEM PEREDARAN DARAH DENGAN MENGGUNAKAN THREE-TIER TEST DI KELAS XI IPA 1 SMA NEGERI 1 BONTONOMPO
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan persentase siswa yang paham, miskonsepsi, dan tidak paham konsep pada materi sistem peredaran darah dengan menggunakan three-tier test. Data dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan kategori yang telah dibuat oleh Haki dan Ali untuk menentukan pemahaman siswa. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mendeskripsikan faktor yang menyebabkan terjadinya miskonsepsi siswa. Sebanyak 37 siswa dan 1 guru diobservasi dan diinterview secara klinikal untuk memperoleh data mengenai faktor penyebab miskonsepsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 56.21% siswa mengalami miskonsepsi, 10.99% siswa paham konsep, sedangkan sisanya, sekitar 32.79%, tidak paham konsep. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya miskonsepsi adalah kurangnya ketertarikan siswa pada mata pelajaran biologi karena menganggap biologi sebagai pelajaran yang sulit; tidak adanya konfirmasi siswa terhadap konsep yang dimilikinnya; proses pembelajaran yang berpusat pada guru; tidak adanya sumber belajar yang tetap sehingga guru menjadi satu-satunya sumber informasi siswa yang paling dominan.Kata Kunci: Miskonsepsi, Sistem Peredaran Darah, Three-Tier Tes
PERBEDAAN PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH BIOLOGI SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL KOOPERATIF TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION DAN PROBLEM BASED LEARNING
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui 1) peningkatan kemampuan pemecahan masalah biologi siswa setelah diterapkannya model kooperatif tipe TAI dan PBL serta Perbedaan dari kedua mamodel. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan bentuk quasi eksperimental design tipe nonequivalent control group design. Instrument yang digunakan adalah soal dalam bentuk essay dan data dianalisis menggunakan N-Gain dan One-Sample t Test, sedangkan untuk mengetahui perbedaan peningkatan kedua model menggunakan Independent sample T Test. Hasil analisis menunjukkan bahwa 1) terdapat peningkatan kemampuan pemecahan masalah biologi siswa setelah diterapkannya model kooperatif tipe TAI dan PBL serta tidak terdapat perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah biologi antara siswa yang menggunakan model kooperatif TAI dengan kelas yang menggunakan model PBL.Kata Kunci: Kemampuan Pemecahan Masalah Biologi, Team Assisted Individualization,s dan Problem-Based Learnin
Pengaruh Penerapan Outdoor Learning Process (OLP) Terhadap Pemahaman Konsep dan Sikap Peduli Lingkungan Siswa SMA Pada Materi Ekosistem
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan Outdoor Learning Process (OLP) pada pemahaman konsep dan sikap peduli lingkungan siswa kelas X pada materi ekosistem. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Bintan Utara tahun akademik 2017/2018 dengan metode quasi experiment. Desain yang digunakan adalah Pre-test-Post-test Non-equivalent Control Group design,artinya satu kelompok subjek diberi perlakuan khusus (eksperimen) dan yang lainnya sebagai kelompok kontrol. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pengaruh penerapan metode OLP dan variabel terikat adalah pemahaman konsep dan sikap peduli lingkungan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara pembelajaran dengan menggunakan OLP dan pemahaman konsep siswa pada materi pembelajaran ekosistem. Sebaliknya, tidak ada pengaruh yang signifikan antara belajar dengan OLP dan sikap peduli lingkungan siswa. Tingkat rata-rata pemahaman konsep siswa sebelum belajar dengan OLP adalah 65,72 dan meningkat menjadi 76,38 setelah belajar dengan OLP. Berdasarkan hasil analisis SPSS, diperoleh nilai 0,000074; nilai tersebut lebih kecil dari ketentuan nilai signifikansi 0,05. Oleh karena itu, ada pengaruh positif pembelajaran dengan menggunakan OLP pada pemahaman konsep. Dari analisis sikap peduli lingkungan, hasil yang diperoleh lebih besar dari signifikansi 0,05 yaitu 0,064. Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh positif pembelajaran dengan OLP dan kepedulian lingkungan.Kata kunci: Outdoor Learning Process (OLP), Pemahaman Konsep, Sikap Peduli Lingkungan
Pengaruh Penggunaan Startegi Dynamic Problem Solving Berbasis Conceptual Scaffolding untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik pada Materi Sifat Koligatif Larutan
AbstractThis study aims to determine the effect of dynamic problem solving strategy based on conceptual scaffolding on learning outcomes and learning activities of learners on the material of the colligative nature of solution. This research uses experimental method with true experimental design in the form of pretest-posttest control group design. Population in this research is students class XII which study material of colligative nature of solution at SMAN 5 Makassar. The sample in this study is the students of class XII IPA consisting of two classes, namely experimental class and control class. The sampling technique used in this research is random sampling. Data analysis techniques using descriptive analysis techniques and inferential statistical analysis which includes assumption test and hypothesis test. The data showed that there was difference in learning outcomes of learners and activities between the control class and the experimental class. Keywords: Conceptual scaffolding, Colligative properties of solution, Dynamic problem solvingAbstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi dynamic problem solving berbasis conceptual scaffolding terhadap hasil belajar dan aktivitas belajar peserta didik pada materi sifat koligatif larutan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain true experimental dengan bentuk yang digunakan saat uji lapangan yaitu berbentuk pretest-postestcontrol group design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII yang mempelajari materi sifat koligatif larutan di SMAN 5 Makassar. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII IPA yang terdiri dari dua kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah randomsampling. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif dan analisis statistik inferensial yang meliputi uji asumsi dan uji hipotesis. Data hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar peserta didik dan aktivitas antara kelas kontrol dan kelas eksperimen. Kata Kunci: Conceptual scaffolding, Sifat koligatif larutan, Dynamic problem solvin
STRATEGI METODE PENGAJARAN AUTENTIK DALAM MENINGKATKAN PROSES DAN HASIL BELAJAR ANTROPOLOGI PADA SISWA KELAS XI BAHASA 1 SMA NEGERI 1 BISSAPU KABUPATEN BANTAENG TAHUN AJARAN 2011/2012
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas XI Bahasa 1 SMA Negeri 1 Bissapu tahun ajaran 2011/2012. Permasalahan dalam penelitian ini yaitu: (a) Bagaimanakah peningkatan hasil belajar Antropologi dengan diterapkannya metode pengajaran autentik pada siswa Kelas XI Bahasa 1 SMA Negeri 1 Bissapu tahunajaran 2011/2012 (b) Bagaimanakah pengaruh metode pengajaran autentik terhadap motivasi belajar Pengetahuan Sosial pada siswa kelas XI Bahasa 1 SMA Negeri 1 Bissapu tahun ajaran 2011/2012.Dari hasil analis didapatkan bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (68%), siklus II (79%), siklus III (89%). Simpulan dari penelitian ini adalah metode pengajaran autentik dapat berpengaruh positif terhadap hasil dan motivasi belajar siswa kelas XI Bahasa 1 serta metode pengajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran pengetahuan sosial.Kata kunci: Metode pengajaran autentik, Penelitian tindakan kelas, Hasil belaja